Mas Duda I Love You Full

Mas Duda I Love You Full
Bab 120 jangan jangan istriku juga.....



sore menjelang Azlan dan Riki beserta istri-istri ajaib mereka menjenguk aurel kerumah sakit


setelah puas membuat suami mereka kesulitan mencari apa yang mereka inginkan


"aul sayang .....,kamu kenapa sih bestie !!?"tanya Fatiyah heboh saat sudah berada didalam ruangan perawatan sahabatnya itu


"iya kamu kenapa sih!!?"tanya Ayumi


kini mereka berdua sudah berada didekat tempat tidur aurel


Ayumi duduk si pinggir ranjang aurel sedangkan Fatiyah duduk dikursi yang memang di simpan dekat ranjang pasien


Aurel yang awalnya rebahan kini sudah duduk dan mulai menceritakan apa yang sudah terjadi padanya dan Aurel pun menceritakan bahwa dirinya sedang hamil


"baneran aulku Sayang !?? dalam sini bakal ada ponakanku !!?"tanya Fatiyah dengan mata berbinar


"beneran "jawab aurel


"Alhamdulillah ya Allah,semoga saja disini juga sudah tumbuh jodohnya "ucap Fatiyah mengelus perutnya


"loh kok jodoh anakmu sih tiyah,dia itu nanti jadi jodoh adiknya Icha"ucap Ayumi tidak mau kalah


"itu jodoh anakku"Fatiyah


"anakku " Ayumi


"anakku yumi"


"anakku tiyah "


Ayumi dan Fatiyah berlari kearah suaminya yang duduk di sofa bersama satria


satria dan Aurel hanya menepuk jidatnya karena kedua saudaranya memperebutkan anaknya yang masih dalam kandungan


"mas yumi nggak mau ngalah,anak aurel jodoh anak kita kan mas !!? Hiks hiks hiks !!" Fatiyah terisak dalam pelukan suaminya hanya karena hal yang belum terlihat


"mas, itu jodoh anak kita kan mas!!? hiks hiks hiks" Ayumi juga ikut terisak dalam pelukan suaminya


"sudah.....sudah...!!! anakku saja baru kayak biji kecambah kalian sudah ribut mau jodohkan sama anak kalian !!! apa kalian juga sudah hamil !??" tanya aurel dengan suara naik satu oktaf karena pusing melihat pertengkaran kedua sahabatnya


aurel merasa sangat heran karena kedua sahabatnya itu tidak seperti biasanya,biasanya jika mereka melihat sesuatu yang mereka inginkan dan itu hanya ada satu maka salah satu diantara mereka berdua pasti akan ada yang mengalah tidak seperti saat ini,sampai ada drama menangis


"mas aul marahin tiyah hiks hiks hiks"


"mas aul marahin yumi juga !!! hiks hiks hiks


mereka berdua kembali menangis hanya karena aurel berbicara dengan nada tinggi


Aurel dan Satria bengong melihat keduanya


sedangkan Riki dan Azlan mencoba menenangkan istri mereka


"sayang sudah dong, jodoh kan bukan ditangan kita tapi itu ada ditangan Allah "ujar Azlan menasehati Istrinya


"memangnya kenapa kalian berebut ingin menjodohkan anakku dengan anak kalian !!?"tanya satria penasaran yang lain pun sangat penasaran dengan alasan keduanya


"biar aurel nggak diambil orang,tiya takut jika aurel besanan sama orang lain dia akan pergi ikut dengan anak dan menantunya


tiya tidak mau aul tinggalkan tiya


hiks hiks hiks !!! "ucap Fatiyah terisak lagi namun kini aurel juga ikut menangis mendengar ucapan sahabat sekaligus kakak iparnya itu, betapa besar rasa sayangnya Fatiyah padanya


"trus kamu yum kenapa mau jodohkan anakmu dengan anakku !!?" tanya satria pada Ayumi


"yumi juga tidak mau kak satria dan Aurel jauh, yumi tidak sanggup harus jauh dengan kalian


jika kalian jauh trus sakit yumi tidak rawat kalian atau kalian dalam kesulitan yumi tidak bisa bantu


yumi juga tidak mau kak Azlan dan Fatiyah jauh dari Yumi yumi akan merasa kesepian jika kalian semua jauh dari Yumi " jawab Ayumi


Aurel merasa terharu ternyata kedua sahabatnya sangat menyayanginya


namun alasan keduanya sebenarnya tidak masuk diakal karena sekarang mereka adalah saudara jadi tidak mungkin mereka akan meninggalkan satu sama lain selain maut memisahkan mereka


"Fatiyah... Ayumi sini"panggil Aurel pada kedua sahabatnya itu seperti sedang memanggil anak-anaknya


Aurel merentangkan kedua tangannya agar keduanya memeluknya


tanpa menunggu dipanggil dua kali Ayumi dan Fatiyah berlari memeluk tubuh Aurel


kini ketiganya pun berpelukan dan berbaikan kembali


mereka bercanda lagi seperti sebelum terjadinya perebutan tahta perjodohan


"kakak sakit !?"tanya satria pada kakak panutannya itu


"tidak kok sat, kakak cuma sedikit lelah"jawab Azlan


"lelah!? apa kakak menerima pekerjaan !? kenapa nggak tanya satria !!"ucap satria mengernyitkan keningnya


"bukan masalah pekerjaan sat, karena semua pekerjaan di handle sama anak-anak "jawab azlan lagi


"trus apa yang buat kakak kelelahan kalau bukan masalah pekerjaan !?? sehingga saya lihat lutut kakak gemetaran seperti ini!? apa kakak melihat mahluk astral!? " sahut satria yang masih penasaran


"ini masalah permintaan aneh kakk iparmu "jawab azlan dengan suara sedikit pelan lalu menoleh kearah istrinya yang sedang asyik bercanda


Riki dan satria mengernyitkan keningnya


"permintaan aneh apa kak!?"tanya satria ikut memelankan suaranya


"kakak kamu seharian ini mengajak kakak gelud adu kebolehan dan kekuatan "ucap Azlan


"maksudnya mas!? kalian berkelahi !?"tanya Riki juga sangat penasaran


"bukan adu kekuatan dan kebolehan dengan jurus pencak silat tapi ini adu kebolehan diatas ranjang "ucap azlan, satria dan Riki membelakkan matanya tidak percaya dan penasaran


"akh kalian tidak usah tau itu rahasia ranjangku kalian tidak usah tau lebih jauh lagi"ucap Azlan


"Ayumi juga seharian ini bertingkah aneh,saat pulang membeli bubur ayam yang waktu itu kita ketemu kan!! setelah itu yumi minta dibelikan sate tapi ayamnya harus mempunyai bulu yang cerah dan tidak ada satupun bulu ayam itu yang berwarna hitam


saya mengelilingi penjual ayam namun bulu ayam mereka rata-rata berwarna gelap bahkan hitam semua, Ayumi menolak karena setiap membeli ayam saya haru video call untuk memperlihatkan bulu ayam itu namun semuanya ditolak


akhirnya saya mencari lagi penjual ayam dan terakhir di penjual ayam yang ketujuh dan itupun sisa penjual ayam potong


flashback


pov Riki


"maaf bang,saya mau bertanya "ucapanku pada abang penjual ayam itu


"iya mas,mau tanya apa!?"jawab penjual Ayam itu


"gini bang istri saya mau makan sate ayam tapi ayamnya harus yang baru dipotong serta memiliki bulu yang cerah dan tidak memiliki satu pun bulu hitam "ucapku panjang lebar menjelaskan apa yang saya cari


"tunggu mas sepertinya saya punya ayam yang mas inginkan "ucap penjual ayam itu dan berlalu kearah belakang kekandang Ayam yang diletakkan sibagian belakang


"Alhamdulillah, semoga saja kali ini sudah benar "ucapku dalam hati


beberapa saat kemudian Abang penjual ayam itu datang membawa se ekor ayam potong


"nah ini yang abang mau "ucap abang itu


"apa benar bang!?" tanyaku seperti orang bongo


"iya mas lihat saja warnanya putih cerah tidak ada sehelai bulunya yang berwarna hitam"ucap Abang itu


"tapi bang ini ada warna coklat dikepalanya "ucap ku mengelus kepala ayam itu dengan mesra


"lah kan yang penting bukan bulu yang berwarna hitam "jawab Abang itu lagi


"iya juga ya"ucapku menggaruk kepala ku yang tidak gatal


"tunggu mas saya video call duku dengan istri ku"ucapku pada bang Ayam dan mulai menghubungi Ayumi dengan melakukan video call


"mas bagaimana apa sudah dapat ayamnya !?"tanya Ayumi saat panggilan sudah tersambung


"iya ini tunjukku pada ayam yang dipegang oleh bang Ayam


"beneran mas,ayam itu tidak ada bulunya yang bewarna hitam ?!"tanya Ayumi padaku ,lalu ayam itu dibolak-balik oleh bang Ayam untuk memperlihatkan bahwa tidak ada sehelai pun bulunya yang berwarna hitam


Ayam itu hanya pasrah tubuhnya yang Gemoy dibolak-balik seperti ayam panggang


"iya mas,itu aja" ucap Ayumi


"cepetan mas ayamnya dipotong lalu dibuat sate,yumi sudah sangat lapar "ucap Ayumi dan setelah sambungan telepon terputus saya meminta tolong pada bang Ayam untuk memotong Ayam itu dan membersihkan bulu-bulunya


setelah menunggu beberapa lama ayam tadi sudah bersih tanpa sehelai bulu pun ditubuhnya


"mas mau ayam ini saya potong-potong kecilkan sekalian !?"tanya bang ayam dan saya segera mengiyakannya


tangannya begitu lincah memotong-motong kecil tubuh Ayam itu lalu mencucinya dengan bersih dan memasukkannya kedalam kantong plastik


saya membayar ayam itu dengan harga lebih sebagai ucapan terima kasih karena sudah membantuku