
Setelah berpamitan dengan tetangga-tetangganya kini mereka pergi dari daerah itu
kali ini satria yang mengemudikan mobil untuk pulang kerumahnya terlebih dahulu
satria ingin paman dan bibinya mengenal keluarganya dan beristirahat dirumahnya untuk sementara waktu sebelum pindah keruko yang sudah disiapkan oleh satria
"sesampainya didepan rumah satria kedua pasangan paruh baya itu tertegun melihat rumah besar milik satria yang terlihat bersih dan asri
mereka merasa sangat malu karena mereka terlihat sangat dekil dan mereka sangat ragu jika keluarga satria akan menerima mereka berdua terutama istri satria pasti sangat jijik melihat mereka
"assalamualaikum " ucap satria
"waalaikumsalam "jawab Aurel dan bergegas menemui sang suami
"mas" ucap Aurel saat melihat suaminya lalu mencium punggung tangan suaminya
"mas paman dan bibi mana!?" tanya Aurel dengan sangat antusias karena rasa tidak sabarnya ingin bertemu dengan keluarga kandung suaminya satu-satunya
"itu ada di belakang "jawab satria menunjuk kedua orang paruh baya yang tertunduk
"masya Allah paman dan bibi Ayo masuk,kalian pasti sangat capek "ucap Aurel mendekati mereka berdua lalu mencium punggung tangan mereka dengan senyuman manisnya
kedua pasangan paruh baya itu terkejut dengan perlakuan Aurel yang mau memeluk tubuh mereka dan mencium punggung tangan mereka
"ayo masuk paman bibi,kalian pasti sangat lelah setelah perjalanan jauh,ayo paman bibi tidak usah sungkan ya.oh iya saya Aurel istri mas satria "ucap Aurel berceloteh sendiri
sedangkan kedua orang yang dirangkulnya hanya terbengong bengong melihat Aurel yang sangat cerewet dan sangat ramah
satria hanya tersenyum dan geleng geleng kepala melihat tingkah istrinya itu
"nah paman dan bibi untuk sementara istirahat dikamar ini dulu ya,ayo silahkan masuk bik paman "ucap Aurel setelah berada di dalam rumah dan didepan sebuah kamar yang berada dilantai bawah
Aurel mengajak keduanya masuk kedalam kamar itu lagi -lagi ke-dua paruh baya itu tertegun melihat kamar yang tidak terlalu besar namun bersih dan rapi
didalam kamar terdapat sebuah lemari yang besar dan tempat tidur yang cukup besar untuk mereka berdua serta sebuah kamar mandi
"paman dan bibi silahkan bersih-bersih dulu dan beristirahat istri Saya sudah menyiapkan semuanya "ucap satria dan diangguki oleh Aurel dengan senyumannya tak pernah luntur
"iya paman bibi, setelah beristirahat kalian akan bertemu dengan kedua cucu kalian, maksudnya anak kami"jawab
Aurel
"oh iya mas apa kalian sudah makan siang soalnya ini sudah sore loh"ucap aurel tiba-tiba
"sudah sayang tadi diperjalanan pulang kami sempat singgah makan sekalian sholat duhur "jawab satria dan diangguki oleh Aurel
satria dan Aurel meninggalkan kamar itu agar mereka bisa beristirahat
sedangkan Azlan sudah sedari tadi langsung pulang kerumahnya Karena badannya sudah terasa lengket dan pegal duduk saat menempuh perjalanan jauh yang memaman waktu sekitar enam jam perjalanan karena mereka banyak singgah
dikamar paman dan bibi satria
"Mas kamu yakin dia itu anak mbak anita!? saya takut jika mereka itu orang-orang yang mencari kita selama ini"ucap bu Rahma pada suaminya
"Mas yakin dek kalau dia itu ponakanku anak mbak Anita yang sudah lama hilang , lihatlah wajahnya sangat mirip dengan mbak Anita dan suamimu ini"ucap pak Arman menenangkan istrinya
"lebih baik kamu bersih-bersih dulu tidak mungkin kan kita bertemu dengan cucu kita dengan penampilan kusam seperti ini "pak Arman menoel-noel dagu terbelah istrinya yang sebenarnya sangat cantik namun beberapa bulan terakhir mereka harus berpanas-panasan untuk memulung agar dapat menyambung hidup sehingga kulit mereka menghitam terbakar matahari
setelah membersihkan diri Bu Rahma ingin mengganti bajunya namun tas pakaian mereka masih tersimpan dibagasi mobil milik satria
"mas saya harus pakai baju apa dong tas kita masih dimobil yang kita tumpangi " ucap Bu Rahma bingung
"yah bagaimana dong dek,mas juga sudah melepaskan baju ini karena ingin bersihkan-bersih juga.masa mas keluar kamar seperti ini"jawab pak Arman
"dek coba deh kamu buka lemari itu siapa tau ada pakaian yang bisa dipakai sementara waktu "ucap pak Arman
"tapi mas apakah mereka tidak akan marah !?"tanya Bu Rahma ragu-ragu
" nanti kita izin, dari pada Kita masuk angin karena AC kamar ini sangat dingin "jawab pak Arman
"iya deh mas saya buka ya"ucap Bu Rahma namun matanya terbelalak terkejut melihat isi lemari itu, didalam lemari terdapat beberapa pasang gamis tergantung dengan rapi,disana juga ada daster dengan berbagai motif mulai dari yang berlengan pendek sampai yang berlengan panjang
didalam lemari itu terdapat beberapa hijab instan dan sangat cantik dan mewah menurut mereka
"pakai aja dulu dek Daripada kamu kedinginan "sahut pak Arman
"iya deh mas,saya memang sudah kedinginan "ucap Bu Rahma
pak Arman pun malakukan hak yang sama mencari baju dan celana yang cocok dengannya
setelah mereka selesai bersih-bersih kini mereka duduk di tepi ranjang yang sangat empuk, karena penasaran mereka akhirnya merebahkan tubuhnya mereka sangat nyaman merebahberduakan tubuhnya diatas ranjang empuk itu
"mas jadi ingat dengan rumah kita, walaupun kasurnya tidak se empuk ini namun itu sangat nyaman kita pakai untuk istirahat setelah lelah seharian bekerja "ucap Bu Rahma membahangkan kampung halamannya
lama mereka ngobrol Hingga akhirnya mereka terlelap padahal hari sudah hampir magrib
tok tok tok
suara ketukan pintu dari luar kamar
sepasang suami-isteri yang sedang terlelap mengerjap-ngerjapkan matanya
tok tok tok
suara ketukan pintu terdengar lagi
"mas sepertinya ada tamu coba mas buka deh" ucap Bu Rahma pada suaminya yang masih menyangka jika mereka masih dirumah peninggalan sang nenek di kawasan kumuh
"iya dek mas liat dulu ya!!" jawab pak Arman yang juga masih belum sadar
"siapa sih malam-malam begini bertamu "monolog pak Arman sambil berjalan menuju pintu
tok tok tok
"iya sabar" jawab pak Arman
ceklek
pintu terbuka dan disana sudah ada satria dan Aurel berdiri didepan pintu dengan senyuman manisnya
pak Arman seketika tersadar bahwa kini dia sedang berada dirumah ponakanya
"maaf paman mengganggu,ayo kita makan malam bersama semua saudara kami sudah menunggu di meja makan" ucap satria
"bibi mana!?"kini Aurel yang bertanya
"eh... bibi kalian masih didalam tunggu saya panggil dulu"jawab pak Arman
"tidak usah paman,paman dan bibi langsung ke meja makan saja kami tunggu Disana "ucap Satria dan di angguki oleh pak Arman
satria dan Aurel pun meninggalkan mereka
setelah Aurel dan Satria pergi Pak Arman gegas menyuruh istrinya untuk bersih-bersih karena merasa tidak enak hati pada ponakanya
kini pak Arman dan istrinya menghampiri mereka semua dimeja makan namun betapa terkejutnya dimeja makan sudah banyak orang
"ayo silahkan duduk kita makan malam bersama untuk merayakan kedatangan paman dan bibi dirumah kami"ucap satria
mereka pun makan bersama tak ada yang bersuara hanya dentingan sendok yang beradu dengan piring .
selesai makan mereka duduk sebentar bercengkrama dan saling memperkenalkan diri pada paman dan bibi satria
lama mereka ngobrol yang awalnya canggung tapi setelahnya sudah mukai akrab dengan
ke esokan harinya setelah sarapan satria mengajak paman dan bibi melihat lihat ruko yang akan mereka akan tinggali pak Arman dan Bu Rahma
"ayo paman bibi"ucap satria turun dari mobilnya di ikuti oleh paman dan bibinya
"ini kita mau apa disini nak satria !?"tanya pak Arman
satria tidak menjawab pertanyaan pamannya namun segera membuka gembok pagar besi yang ada disamping Ruko yang seperti lorong namun terlihat indah karena satria sudah menambahkan tanaman-tanaman hias di sepanjang lorong itu
satria kini berdiri didepan sebuah pintu lalu memasukkan kuncinya dan membuka pintu itu, satria mengajak kedua pasangan paruh baya itu
mereka pun mengikuti langkah satria dan mereka tertegun melihat isi ruko itu setelah satria menekan saklar lampu dan ruangan itu jadi terang