Mas Duda I Love You Full

Mas Duda I Love You Full
Bab 20



"Raf,Ran kakak pulang dulu ya antar mama sama papa pulang dulu"ujar Riki pada kedua adiknya yang sedang asyik ngobrol dengan Arumi san dan Nana


"iya kak" ujar mereka berdua


Riki pun meninggalkan klinik milik ibu Ayumi itu, sedangkan Ayumi memindahkan Arisha kedalam kamar rawat inap yang ada didalam klinik itu


"sekarang kamu tidur ya sayang, biar besok kamu kembali segar"ujar Ayumi pada Arisha


"iya dunda Icha bobo duyu ya " ucap Arisha


"tapi ingat baca doa tidur dulu, biar tidurnya nyenyak "ujar Ayumi mengingatkan


"iya dunda" ucap Arisha


"iya sekarang icha bobo, semoga icha besok lekas sembuh uncle janji kalau icha sembuh uncle nanti belikan boneka Teddy yang besar "ujar Rafa


"danji ya uncle " ucap Arisha bersemangat


"iya sayang uncle janji"ujar Rafa Lagi


"oteh " jawab Arisha


mereka berlima tersenyum melihat tingkah Arisha


"ayo sayang sekarang baca doa tidur dulu " ujar Ayumi


"oteh dunda,Ayyahammabayiknana mimananakpana watina ababannal amim"ucap Arisha dengan peecaya dirinya


mereka menahan tawa takut Arisha akan marah dan menangis


"loh emangnya adek mau makan apa sayang?" tanya Rana menahan tawanya


"ndat pada, icha ndat bau batan papa onti Icha Cuda tenyam"ucap Arisha


tapi kok Icha baca doa makan sayang?"ujar Rana


"oh calah ya onty,bamap ya dunda dedet pilap"ucap Arisha meminta maaf kepada Ayumi


"iya sayang tidak apa-apa, lain kali harus dihafal ya "ujar Ayumi


"iya dunda,cekalang Icha bau beldoa"ucap


"okey sayang,ayo bersoa dulu" ujar Ayumi


"Bicmitallaummaaya wabicmita abut"ucap fara dengan suara cadelnya dan itu mampu membuat orang yang ada disana sakit perut menahan tawanya karena takut Arisha akan . merajuk bila tertawa keras


"wah pintarnya nggak hilaf lagi baca doanya" ujar Ayumi


Arisha hanya tersenyum


"sekarang tidur ya,sudah larut "ujar Ayumi


"iya dunda pati Icha bau bobo tama dunda" ucap Arisha penuh permohonan


"okey,bunda temani bobo ya"ujar Ayumi


"mmmmm,maaci dunda"ujar Arisha


"sama-sama sayang ayo kita bobo" ujar Ayumi lalu naik ditempat tidur dan merebahkan diri di samping Arisha lalu memeluknya


tak membutuhkan waktu lama Arisha kini sudah terlelap, yang lainnya memilih kembali keluar dan duduk disofa


sedangkan Arumi dan Nana sudah kembali kedalam rumah untuk beristirahat


"mbak Rana tidur didalam kamar tamu aja "ucap Arumi


"tidak usah Rum makasih banyak,biar saya disini aja" jawab Rana menolak ajakan Arumi


"kalau begitu saya permisi dulu ya mbak soalnya sudah ngantuk besok harus sekolah "ujar Arumi


"iya Rum". jawab Rana


Riki yang telah kembali lagi ke klinik setelah mengantar orang tua dan Anaknya pulang kerumahnya,Riki berdiri dipintu kamar perawatan Arisha dan melihat semua yang dilakukan oleh Ayumi dan anaknya sudut bibirnya terangkat


setelah merasa Arisha telah tertidur Ayumi bangun dan menyiapkan tempat tidur untuk digunakan Rana tidur, setelah semua selesai Ayumi keluar dari kamar dan menyapa keluarga pasiennya


"Rana kamu bisa tidur didalam dikamar disana saya sudah siapkan "ujar Ayumi


"iya mbak terimakasih banyak "jawab Rana


"Mbak Ayumi ada obat nggak untuk membantu orang yang susah tidur ?"tanya Rafa


"oh ada Mas Rafa,mas Rafa Mau biar nanti saya ambilkan " ujar Ayumi


entah mengapa Riki merasa tidak suka bila adiknya mencoba menggoda Ayumi


"bukan saya mbak tapi kakak saya yang sangat susah untuk tidur "ujar Rafa,Riki hanya menatap Datar Adiknya sedangkan Rana sudah cekikikan sendiri menatap kedua kakaknya yang satu datar yang satu lagi somplak


"waktu mama hamil kak raka mungkin mama suka minum es jadinya kak raka seperti es batu" ucap Rana dalam hatinya sambil tersenyum senyum


"oh saya kira Mas Rafa yang mau minum obat"ujar Ayumi


"bukan mbak kakak saya yang yang butuh obat tapi dia itu juga susah untuk minum obat " ujar Rafa membuat Riki semakin kesal


"coba pak Riki saya periksa dulu" ujar Ayumi


"saya tidak sakit jadi saya tidak perlu untuk diperiksa "ujar Riki dingin


"Ya sudah kalau nggak mau"ujar Ayumi


"cakep tapi jutek dingin lagi kayak beruang kutub"gumam Ayumi namun masih bisa di dengar oleh yang lain Rafa dan Rana sudah cekikikan mendengar ucapan Ayumi


"Mbak Rana saya kedalam rumah dulu ya mau ambil selimut " ujar ayumi lalu berlalu dari sana dan masuk kedalam rumah


Tak berselang beberapa menit Ayumi sudah datang membawa selimut


"mbak Rana ini selimutnya " ujar Ayumi menyerahkan selimut pada Rana


"mas Rafa tidur dikamar itu saja didalam juga ada kasur lantai bisa mas Rafa dan mas itu pakai tidur " ujar Ayumi


Ayumi sengaja lewat dibelakang Riki yang kebetulan duduk di sofa tunggal, dengan gerakan cepat Ayumi menotok bagian syaraf yang bisa membuat orang mengantuk dan akan tertidur pulas nantinya tak sampai berapa detik Riki sudah menguap, Ayumi yang melihat itu tersenyum Devil


"selamat malam dan selamat tidur mas dada baja" ucap Ayumi dan berlalu masuk kedalam kamar dimana Arisha berada


Rafa yang melihat aksi Ayumi terdiam melongo kayak kambing ompong


"hebat mbak ayumi hanya sedikit sentuhan kak Riki sudah mengantuk"ucap Rafa dalam hati


"Raf, kakak tidur duluan ya soalnya Ngantuk banget ini tidak seperti biasanya,kenapa ya tiba-tiba ngantuk kayak gini "ujar Riki dan berdiri dari duduknya lalu berjalan kedalam kamar dan naik keatas ranjang tak membutuhkan waktu lama Riki pun terlelap


Ayumi yang melihat itupun tersenyum


"mbak Ayumi hebat, sekali sentuh sudah terlelap kayak gitu, biasanya nih ya sulit sekali dia bisa tidur " ujar Rafa


"emangnya dia punya masalah?" tanya Ayumi


"dia sering bermimpi buruk mbak,jadi biasanya kalau nggak terlalu ngantuk dia tidak mau tidur takut mimpinya datang lagi" ujar Rafa


"oh jadi dia ini sepertinya menderita trauma " ujar Ayumi


"dia sudah sering mengunjungi psikiater, Alhamdulillah sudah berangsur-angsur membaik namun masih sering juga sih takut untuk tidur "ujar Rafa, Ayumi haya mengangguk-angguk saja Ayumi tidak ingin terlalu kepo dengan masalah pribadi orang lain apalagi masalah yang dihadapinya bukan keahliannya


dia hanya Dokter umum dan sedikit mengerti mengenai totok syaraf dan akupunktur


Ayumi bukanlah ahli psikologi jadi Ayumi tidak begitu menanggapi cerita Rafa tentang kakaknya itu


"Mas Rafa saya duluan ya soalnya sudah ngantuk ini" ujar Ayumi lalu masuk kedalam kamar yang ditempati oleh Arisha


Ayumi merebahkan tubuhnya di samping Arisha lalu memeluknya, Arisha yang merasa tidurnya terusik hanya menggeliat dan kembali tertidur nyenyak