
semua persiapan telah selesai termasuk seserahan
kini mereka semua berkumpul diruang tamu yang telah dihias dadakan oleh wedding organizer(WO), beruntungnya hari itu tim WO lagi ada yang free jadi mereka bisa menggunakan jasanya
Riki sudah duduk dihadapan penghulu, mereka akan menikahkan Riki dan Ayumi dengan menggunakan wali hakim sebenarnya sempat terjadi perdebatan karena Ayah kandung Ayumi masih hidup Namun Azka memperlihatkan video yang dulu pernah Denis rekam saat pak Umar datang kerumah Oma Shintya dan memaksa Ayumi menikah dengan Haris
Azka juga menjelaskan kepada pihak berwenang setempat bahwa jika mereka tidak segera dinikahkan maka akan terjadi sesuatu yang tidak di inginkan
sampai akhirnya mereka semua setuju dengan menikahkan Ayumi dan Riki secara agama dengan menggunakan wali hakim
"Bagaimana nak Riki apakah kamu sudah siap?"tanya penghulu kepada Riki
"iya pak, insya Allah saya siap "ujar Riki mantap
"baiklah kalau begitu kita mulai saja"ujar pak penghulu dan diangguki oleh semuanya
belum sempat Riki m ngulang ucapan pak penghulu sebagai ucapan ijab qobul tiba-tiba pak Umar datang dan menghentikan acara pernikahan Ayumi dan Riki
Azlan merasa kesal karena anak buahnya tidak dapat menahan pak Umar untuk masuk kedalam rumah dimana acara pernikahan dilaksanakan
"berhenti pernikahan itu tidak sah karena saya sebagai ayah kandung dan wali nikahnya tidak pernah merestui pernikahan ini"ujar pak Umar sombong
"kamu tidak berhak lagi melarang Ayumi untuk menikah, karena dia juga berhak bahagia dengan pilihannya "ujar Bu Ayudia menahan emosinya saat melihat dan mendengar ucapan mantan suaminya itu
"tidak punya hak katamu, ingat Audi dia itu anak kandung ku darah daging ku dan saya masih hidup dan sehat "ujar pak Umar
"sudah berapa lama kamu tidak pernah sekalipun peduli kepada kami,sudah lama mas sudah bertahun-tahun jadi jangan pernah kamu menghalangi kebahagiaan putriku"ujar Bu Ayudia kepada pak Umar dan itu membuat pak Umar semakin kesal namun Umar menahan diri untuk meluapkan kekesalannya pada Bu Ayudia dan Ayumi demi untuk tercapainya tujuan kedatangannya ke Desa itu
"okey baiklah saya tidak akan menghalanginya untuk menikah dengan siapapun itu dan saya akan memberikan restuku tapi dengan satu syarat "ujar pak Umar tersenyum miring
"Apa syaratnya ?"jawab Bu Ayudia menantang pak Umar
"kamu harus menikah denganku lagi,kita rujuk seperti dulu lagi"ujar pak Umar dan .itu mampu membungkam mulut semua orang mereka tidak menyangka bahwa pak Umar akan mengucapkan hal itu
bahkan Azlan, satria dan Azka yang awalnya sudah tau akan hal itu ikut terkejut ternyata pak Umar akan melakukan hal yang selicik itu
Ayumi dan Arumi meneteskan air matanya saat mendengarkan ucapan pria paruh baya yang seharusnya menjadi pelindung mereka namun pria itu yang telah mengambil senyum mereka
Bu Ayudia Sudah berusaha keras untuk bisa membuat kedua putrinya tersenyum dengan pergi dan bersembunyi dari pak Umar namun sekarang mereka kembali diganggu oleh pria paruh baya yang tidak tahu diri itu
"baiklah saya akan memenuhi syaratmu itu namun jika kamu mengingkari janjimu saya tidak akan pernah memaafkanmu lagi"ujar bu Ayudia dan membuat Ayumi dan Arumi serta yang lainnya membulatkan matanya mendengar ucapan Bu Ayudia
pak Umar tersenyum penuh kemenangan
"tapi Umah "ujar Ayumi mendekati ibunya lalu memeluknya dengan berderai air mata
"tidak apa-apa nak, Umah akan baik-baik saja "ujar bu Ayudia mengelus punggung putri sulungnya memberikan ketenangan agar putrinya tidak mengkhawatirkannya
"umah hiks hiks hiks, maafkan Ayumi "ujar Ayumi dengan isakan tangisannya
"tidak nak,kamu tidak salah ini memang tugas Umah untuk memberikanmu kebahagiaan "ujar Bu Ayudia juga dengan berderai Airmata
Arumi mendekati kedua wanita kebanggaannya itu lalu dia memeluk keduanya
"kita hadapi bersama-sama ya umah, sekarang umah tidak berjalan sendirian ada kami yang akan selalu menemani umah hiks hiks hiks "ujar Ayumi ikut menangis
"iya sayang kita hadapi bersama-sama,Azlan, satria dan Azka tidak akan pernah tinggal diam sayang mereka pasti akan melindungi kita dengan segenap jiwa dan raga mereka jadi kita tidak usah begitu khawatir kita ikuti saja bagaimana permainannya "ujar Bu Ayudia berbisik-bisik kepada kedua putrinya yang masih dalam pelukannya
Ayumi dan Arumi hanya mengangguk-anggukan kepalanya agar pak Umar tidak mendengar ucapan mereka
"Ayo sayang kalian jangan menangis, Umah tidak tahan bila melihat air mata kalian
kalian harus tersenyum dan dukung Umah "ujar Bu Ayudia mencoba untuk tersenyum dibalik kesedihannya namun dia harus kuat demi kebahagiaan putrinya
"pak penghulu lebih baik kau nikahkan kami berdua terlebih dahulu setelah itu baru kau menikahkan mereka berdua"ujar Pak Umar dengan suaranya yang terdengar sangat sombong
pak penghulu tidak langsung menjawab dia menoleh melihat orang-orang sekitarnya meminta persetujuan
setelah melihat semua orang mengangguk setuju pak penghulu pun ikut menganggukkan kepalanya
Bu Ayudia menghela nafas panjang begitu pun dengan kedua putrinya lalu mereka mengangguk bersamaan
kini pak Umar duduk dihadapan pak penghulu, senyuman dibibir nya tidak pernah hilang seakan memberi tahukan kepada semua orang bahwa kemenangan ada dalam genggamannya
Azlan, Azka dan satria mengepalkan tangannya Namun mereka tetap tenang agar pak Umar tidak melakukan tindakan yang tidak pernah mereka inginkan
kini penghulu menjabat tangan pak Umar dan menikahkan mereka
ucapan kata sah terdengar namun bukan tangisan kebahagiaan yang terdengar namun tangisan kepedihan
"umah maafkan Ayumi "ujar Ayumi pada ibunya dan Bu Ayudia kembali memeluk putrinya
"jangan nangis sayang"ujar Bu Ayudia
"Bu Ayudia silahkan tanda tangani surat keterangan nikah ibu dan bapak"ujar pak penghulu
"iya pak"jawab Bu Ayudia lemah
setelah mereka menikahkan pak Umar kini pak penghulu menikahkan Ayumi dan Riki
pak Umar yang menjadi wali nikahnya namun tidak ada senyuman diwajah mereka
Riki mengucapkan ijab qobul dengan lancar
"bagaimana para saksi sah ?"tanya pak penghulu
"sah"teriak semua
kini Ayumi dan Riki telah sah secara agama menjadi suami dan istri, Azlan sudah mengurus surat-surat pernikahan ayumi ke KUA mereka hanya menunggu akta nikah mereka terbit karena pernikahan Ayumi dihadiri oleh salah satu pegawai KUA untuk menjadi saksi
Ayumi mencium punggung tangan suaminya dan Riki mencium kening sang istri
setelah menikmati jamuan para tamu berpamitan begitu pun dengan keluarga besar Riki berpamitan untuk pulang ke rumah mereka masing-masing
Ayuni diboyong oleh sang suami untuk kembali kerumah baru mereka yang sudah lama disiapkan oleh Riki tanpa sepengetahuan siapapun dan itu berhasil menjadi kejutan untuk semua dan ternyata hunian baru Riki dan Ayumi berada tepat disamping Rumah Azlan dan itu membuat Fatiyah sangat senang karena mereka akan bertetangga
Dan mulai hari itu Fatiyah dan Aurel memilih untuk pindah untuk tinggal sementara dirumah satria dan satria kini tinggal dirumah Azka karena mereka merasa tidak enak hati kepada pak Umar yang kini tinggal dirumah Bu Ayudia
dan juga alasan Fatiyah dan Aurel bahwa mereka tidak bisa tinggal disitu lagi karena Ayumi juga sudah pindah tempat tinggal, dengan berat hati Bu Ayudia melepaskan ketiga anak gadisnya pindah tempat tinggal
Bu Ayudia sudah sangat senang dengan keberadaan Aurel dan Fatiyah karena mereka membuat suasana dirumah semakin hangat
"sayang sering-sering jenguk Umah ya, Umah nanti bisa kangen berat sama kalian apalagi sudah tidak ada yang jahilin umah kalau lagi serius masak"ujar Bu Ayudia dengan wajah sendunya
"umah tidak usah khawatir kami tidak pergi jauh kok rumah kami hanya terhalang lima rumah dari rumah Umah "ujar Aurel dengan mata berkaca-kaca
"kenapa kamu ingin pindah dari sini sih ?!"tanya Bu Ayudia kepada Aurel dan Fatiyah
"kami merasa tidak enak hati Umah, Ayumi Sudah tidak tinggal disini lagi umah, lagian juga kami tidak enak pada pak Umar "ujar Aurel menunduk
pak Umar hanya tersenyum mendengar itu karena dia merasa jika tidak ada mereka dia akan lebih mudah mempengaruhi Arumi dan Ayudia
Bu Ayudia menghela nafas panjang karena anak-anaknya memilih pindah dari rumahnya karena alasan mereka karena pak Umar yang kini kembali menjadi suaminya
"ya Allah lindungilah kami dari orang serakah ini"ujar Bu Ayudia dalam hati lalu melirik pak Umar yang masih tersenyum