Mas Duda I Love You Full

Mas Duda I Love You Full
Bab 65



Sayang saya duduk di meja sebelah ya mas mau ngobrol dulu Sama Bayu "ujar Riki berpamitan pada istrinya


"iya mas"jawab Ayumi yang tidak mempermasalahkan keinginan suaminya


Riki dan Bayu kini duduk dimeja yang berada disebelah meja yang ditempati oleh Ayumi dan anak-anaknya duduk


Namun sebelum mereka ngobrol panjang lebar Riki mengajak Bayu untuk mengambil makanan untuk mereka nikmati sambil ngobrol


"jadi kamu bekerja dimana Bay?"tanya Riki pada Bayu


"saya dulu Bekerja sebagai prajurit TNI angkatan darat namun sesutu terjadi padaku saat sedang menjalankan tugas hingga mengakibatkan kakiku cedera dan saya memutuskan untuk mengundurkan diri karena saya merasa sudah tidak punya kemampuan seperti dulu"ujar Bayu dengan wajah sendunya


"kamu hebat Bro bisa merasakan mengadikan hidup demi keamanan negara kita ini jadi kamu tidak usah bersedih karena sampai kapanpun mereka yang pernah kamu tolong hidupnya pasti akan mengingatmu dalam hati mereka "ujar Riki menyemangati teman kecilnya itu


"iya Bro kamu benar "ujar Bayu tersenyum pada Riki


"mas,bisa tolong ambilin baju ganti buat icha dimobil nggak, soalnya baju icha ketumpahan kuah"ujar Ayumi pada Riki


"iya sayang tunggu sebentar,mas Anbil dulu dimobil ya "jawab Riki cepat


"iya mas, makasih ya "jawab Ayumi


"Bro kamu tunggu sebentar ya soalnya ada tugas negara, hahahaha "ujar Riki pada Bayu


Dan bayu Hanya mengangguk anggukkan kepalanya


Riki bergegas berdiri dari duduknya dan berjalan keluar keparkiran dimana mobilnya berada


Tak berselang beberapa menit Riki sudah kembali dan membawa apa yang diminta oleh istrinya


setelah memberikan Apa yang diminta oleh istrinya Riki kembali menemui Bayu yang masih setia duduk ditempatnya tadi


"kamu beruntung ya Bro punya istri masih muda dan cantik seperti itu,kamu juga punya anak yang Tampan dan cantik tapi apakah kamu menikahi gadis dibawah umur bro sehingga usia istrimu masih muda seperti itu "tanya Bayu penasaran setelah Riki kembali duduk bersamanya


"dia istri keduaku Bro, istri pertamaku meninggal dunia saat melahirkan putriku dan baru beberapa minggu lalu saya menikah lagi dengan Ayumi


Kamu benar saya sangat beruntung dan merasa bersyukur karena memilikinya dia sangat sayang dan perhatian kepada anak-anakku dan saya selalu berdoa semoga dia tidak pernah berubah menyayangi anak-anakku setelah kami punya anak sendiri "ujar Riki


"Aamiin,saya doakan kalian selalu bahagia dan juga samawa"sahut Bayu


"eh Bro sepertinya saya harus membantu istriku dia sedang kerepotan mengurus putriku "ujar Riki pada Bayu


"oke Bro silakan,oh iya Rik saya bisa minta nomor ponselmu?"tanya Bayu sebelum Riki beranjak dari duduknya


"oh tentu saja "sahut Riki lalu menyebutkan nomor ponselnya dan disave oleh Bayu diponsel pintarnya


Setelah bertukar nomor ponsel kini Riki mendekati sang istri


Sedangkan Bayu memilih berjalan-jalan melihat-lihat suasana pesta


Saat bayu berjalan didekat sekumpulan gadis-gadis yang sedang berbincang santai tiba-tiba salah satu diantara mereka menghina Bayu


"cowok itu ganteng ya tapi sayang kakinya pincang "ujar gadis satu


"iya benar biarpun dia cakep tapi kalu cacat bikin malu saja kalau diajak jalan"ujar cewek dua lalu Tertawa


"kalaupun saya dikasih gratis mah ogah"ujar cewek tiga


"hus jangan ngomong seperti itu tidak baik "sahut gadis ke empat yang sedari tadi hanya diam memperhatikan teman-temannya


Arumi yang sedang duduk di meja dekat mereka merasa geram karena Gadis-gadis itu menghina seseorang didekatnya dia sangat tidak tahan ada orang yang dihina dihadapannya


Bayu yang mendengar itu semua tidak akan membantah atau memungkirinya karena itu adalah kebenaran yang mereka lihat


Arumi melihat wajah sendu pria yang ada dimeja disebelah nya


Arumi menjadi geram sendiri


Arumi berdiri dari duduknya dan mendekati ke empat gadis itu


"jangan suka menilai seseorang dari sampulnya saja, belum tentu yang terlihat sempurna itu tidak memiliki Cacat ditubuhnya bisa saja dia cacat dihatinya


Wajahnya cantik atau tampan tubuhnya tak memiliki Cacat ditubuhnya sedikit pun akan tetapi otak dan hatinya yang cacat


Senang melihat orang lain menderita dan mulutnya suka menghina orang lain tanpa memikirkan perasaan orang yang dihinanya


Coba kalau kalian yang mengalami hal seperti itu pastilah kalian akan merasakan sakit hati kan!


Ke empat gadis itu hanya diam melongo memandang punggung Arumi yang menjauh


"nah kan baru tau rasa kalian, saya kan sudah memperingatkan "ujar gadis ke empat pada teman-temannya


"alah orang itu saja yang lebay "ujar gadis pertama tidak ingin disalahkan


Bayu yang melihat Arumi membelanya walaupun mereka tidak saling kenal tapi Arumi merasa tidak suka jika dirinya dihina


Bayu jadi kepikiran pada Arumi dia kagum pada gadis itu bukan hanya parasnya yang cantik namun hatinya juga cantik


"ya Allah jika dia wanita yang engkau kirimkan untuk ku maka dekat kanlah kami"doa Bayu dalam hati,dia tersenyum sendiri


Matanya terus mencari keberadaan gadis yang membelanya tadi


Dan bibinya terkembang sempurna saat melihat Arumi berdiri di meja prasmanan


Bayu mendekati Arumi yang sedang asyik memilih makanan yang ingin dimakannya


Bayu ikut memilih dan mengambil beberapa kue


Setelah Arumi selesai memilih makanan yang di inginkannya Arumi mencari meja yang kosong untuk ditempatinya


kini Arumi duduk sendiri menikmati makanannya


Bayu mendekati Arumi dan meminta izin untuk bisa duduk didekat Arumi


"permisi mbak! apakah saya bisa duduk disini ?"tanya Bayu pada Arumi yang sedang asyik dengan makannya


"oh silahkan "jawab Arumi tanpa mengangkat wajahnya


Bayu tersenyum lalu duduk di bangku kosong depan Arumi


Bayu mulai menikmati kue dan minuman yang diambilnya namun matanya tak lepas memandang wajah cantik Arumi


Arumi yang merasa diperhatikan mengangkat wajahnya dan menatap Bayu sedangkan Bayu sendiri pura-pura menunduk menikmati kue dan minumannya


Saat melihat pria dihadapannya itu hanya menunduk Arumi kembali memakan makanannya


Namun saat Bayu kembali menatapnya Arumi juga menatap pria yang ada dihadapannya itu pandangan mereka saling mengunci ada gelenyar Aneh yang mereka rasakan


Arumi segera memutuskan pandangannya itu dan tersenyum malu,Bayu melihat itu semua


"Hai kenalkan namaku Bayu"ujar Bayu memecah kebisuan mereka berdua,Bayu mengulurkan tangannya untuk menyalami Arumi


"oh....hai kak saya Arumi"jawab Arumi menyambut uluran tangan dari Bayu


"kamu kesini sendirian ya "Ujar Bayu basa-basi


"tidak kak,saya datang bersama keluarga "jawab Arumi


"oh... kamu dari pihak pengantin mana? Perempuan Atau laki-laki ?"tanya bayu lagi


"laki-laki kak, tapi sebenarnya dua-duanya sih karena mereka berdua adalah saudara angkatku "ujar Arumi


"oh..begitu ya "jawab Bayu


"kalau kakak sendiri ?" kini Arumi balik bertanya kepada Bayu


"oh kebetulan ibu saya sahabat baik ibu pengantin perempuan dan juga kakak laki-laki pengantin perempuan itu teman saya juga"ujar Bayu menjelaskan


"oh begitu ya "jawab Arumi


"oh iya saya ucapkan terima kasih banyak ya "ujar Bayu


"untuk apa kak?"tanya Arumi mengernyitkan keningnya karena bingung


"untuk tadi,kamu membela saya saat tiga orang gadis itu menghinaku karena kakiku yang cacat"ujar Bayu


"oh itu, saya sangat tidak suka kak jika orang menghina orang lain tanpa tau bagaimana perasaan orang itu"ujar Arumi


"tapi kan mbak nggak kenal saya,kenapa membela saya mbak?"tanya Bayu


"kenapa mesti kita kenal trus kita nolong orang,jika hal seperti itu banyak orang yang akan mati sia-sia di jalan karena kita nolong mereka harus kenal dulu"ujar Ayumi dan bayu hanya menganggukkan kepalanya


Bayu Semakin kagum pada gadis dihadapannya itu