
"Malam ini kalian nginap di rumah oma ya, banyak hal yang ingin Ayu bahas dengan kalian "ujar Ayumi pada ketiga saudara angkatnya
"okey" ujar mereka bersamaan
"yuk pulang sekarang "ujar Ayumi
"oh iya hampir lupa, kenalkan ini Nana sahabat saya yang selama ini menemani umah dan Arumi "ujar Ayumi memperkenalkan Nana pada ketiga pria tampan itu
Azka yang jahil Menaik turunkan Alisnya dan itu mampu membuat Nana salah tingkah
"Ka,kamu jangan goda Nana Nanti kakak Doain kamu jatuh cinta sama dia"Ayumi bukannya membantu Nana malah membuat Nana semakin salah tingkah
Azka yang melihat itu semakin gemas ditambah lagi kini pipi Nana menjadi merona
"mbak Ayumi apaan sih" ujar Nana makin merona dibuatnya
"Kak, kayaknya bakal Ada Cilok nih "ujar Ayumi
"kamu mau masukin cilok kemenu restoran kamu dek?"tanya Azlan polos sedangkan Satria sudah Tertawa pelan
"ish kakak, apa-apaan sih kok jadi makanan dan menu restoran
kak satria ayo pulang
punya kakak tapi nggak peka"ujar Ayumi cemberut lalu mengamit lengan Satria yang menahan tawanya dan berjalan keluar dari Restoran di ikuti oleh Denis,pak karim dan Nana
Azlan menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"kak Ayumi kenapa kak?"tanya Azka,azlan tidak menjawab hanya mengedikkan bahu karena dia juga tidak paham
"pak Kadir bisa kan tutup rolling door nya? " ujar Ayumi pada security yang bertugas berjaga malam itu
"insya Allah bisa Non lagian juga ada pak Amin yang membantu " ujar pak Kadir
"oh ya sudah kalau begitu kami pulang dulu ya pak,ini untuk beli kopi teman begadang ya pak.
Hati-hati ya pak, Assalamualaikum " ujar Ayumi pada security Restorannya
Ayumi dan Nana masuk kedalam mobilnya yang dikendarai oleh pak Karim seperti waktu datang ke restorannya
sedangkan Azlan, Satria dan Azka mengendarai mobil milik Azlan dan mengikuti Ayumi dari belakang
tak berselang beberapa lama mereka kini tiba di rumah mewah Oma Shintya
"Rumah Oma nggak berubah,jadi kangen sama oma dan opa, Alfatihah untuk kalian orang-orang yang baik"ujar Azlan saat turun dari mobilnya di ikuti oleh satria dan Azka
"iya kak rumah ini penuh dengan cinta,kita mendapatkan cinta dari mereka dan semua itu karena kak ayumi dan Arumi mereka berdua yang telah membawa kita ke tengah-tengah mereka,kak Ayumi dan Arumi juga yang telah menyelamatkan nyawa kita dari kekejaman keluarga kandung kita sendiri kak yang hanya menginginkan harta milik papa dan mama" ujar Azka menimpali ucapan Kakaknya dengan berderai air mata jika dia mengingat bagaimana perjuangannya bersama sang kakak yang berusaha lolos dari kejaran maut sampai akhirnya mereka bertemu dengan gadis kecil yang baik hati tanpa pamrih menolong mereka berdua
"kalian benar saya yang dulu hanya anak jalanan yang tak berdaya dan dibawa kemari oleh Ayumi
"saya berjanji akan melindungi Mereka semua dari segala kejahatan yang mengancamnya "ujar satria
"kamu benar Satria mereka adalah malaikat tak bersayap yang telah menolong kita hingga kita bisa seperti sekarang ini,apa jadinya kita ini seandainya waktu itu kita tidak bertemu dengan Ayumi "ujar Azlan mengingat masa lalunya
Ayumi dan Arumi dulu menyelamatkan dua orang anak laki-laki yang juga kakak beradik seperti dirinya dan Arumi yang sedang dikejar oleh beberapa orang yang berpakaian hitam-hitam entah itu siapa dan katanya orang-orang itu ingin membunuh mereka
waktu itu Ayumi diajak oleh opa dan omanya beserta Arumi untuk berlibur ke sebuah villa milik opanya disebuah perkampungan yang suasananya sangat sejuk dan menyenangkan
plash back
sore itu Ayumi mengajak Arumi untuk berkeliling diperkebunan cengkeh milik sang opa dan tanpa sengaja mereka ditabrak oleh dua orang anak laki-laki yang usianya dua tahun lebih tua darinya dan satunya lagi setahun lebih muda darinya
Wajah kedua Anak laki-laki itu terlihat sangat ketakutan segingga membuat Ayumi merasa kasian dan memutuskan untuk menolong mereka berdua dengan cara menyuruh mereka berdua untuk bersembunyi disebuah gorong-gorong
dengan kecerdasan Ayumi dan adiknya mereka berhasil mengelabui orang-orang itu
setelah yakin orang-orang itu telah pergi Ayumi menyuruh kedua anak laki-laki itu keluar dari persembunyiannya
"keluarlah mereka sudah pergi "ujar Ayumi
kedua anak laki-laki itu keluar dari gorong-gorong dengan mata yang masih awas dan penuh kekhwatiran takut orang-orang pamanya itu menemukan mereka
"Ayo pergi dari sini disini sudah tidak aman nanti mereka kembali lagi" ujar Ayumi kecil
" tapi kami tidak tau mau kemana "ujar salah satu anak laki-laki itu menundukkan kepalanya
"kalian ikut kami aja kak"ujar Arumi kecil
"iya benar kalian ikut kami saja kevilla saya rasa disana kalian akan aman karena disana ada opa dan juga beberapa anak buahnya "ujar Ayumi kecil
"tapi apakah mereka akan mengizinkan kami ?"tanya anak lelaki yang paling besar
"mmmmm,kita masuk sembunyi-sembunyi aja kak!
"ahkk....kamu benar dek,kamu memang adikku yang paling pintar sedunia " ujar Ayumi pada Arumi adiknya sambil mencium pipi kemerahan adiknya itu
"oh iya namaku Ayumi dan ini adikku Arumi,nama kamu siapa ? ujar Ayumi memperkenalkan dirinya dan juga adiknya
"kalau saya Azlan dan ini Adikku Azka "jawab Azka pada Ayumi dan Arumi
"ayo cepat kita pergi dari sini"ujar Ayumi dan menggandeng tangan adiknya dan berjalan cepat menuju ke villa diamana keluarganya berada
"ayo ikut kami lewat sini " ujar Ayumi pada Azlan dan Azka
Azlan dan Azka pun mengikuti mereka
"wah kebetulan banget, pasti pak Gondo lagi berada dikebun belakang "ujar Ayumi terpekik girang
"Ayo masuk"ujarnya lagi, Azlan dan Azka mengangguk dan mengikuti Ayumi masuk kedalam halaman belakang villa
Ayumi mengajak Azlan dan Azka kerumah pohon tempatnya bersama Ayumi biasa bermain
"kalian tunggu disini ya,kalian pasti belum makan" ujar Ayumi karena sempat mendengar suara perut kedua teman barunya itu
"jangan kemana-mana ya kak" ujar Arumi
"iya kami akan menunggu disini "jawab Azlan dan diangguki oleh Azka
Ayumi dan Arumi pun turun dari rumah pohonnya
Ayumi dan Arumi turun dari rumah pohonnya dan masuk kedalam rumah
"oma" panggil Ayumi saat melihat oma Shintya
"kenapa sayang "ujar oma
"yumi bisa nggak bawa makanan kerumah pohon ?" ujar Ayumi memohon pada Omanya
"bisa sayang bawa saja tapi hati-hati ya kalau naik kerumah pohonnya " ujar oma dan itu membuat mereka berdua bersorak kegirangan
"makasih oma, sayang oma" ujar Ayumi dan Arumi memeluk dan mencium oma Shintya
"iya sayang sama-sama"ujar oma Shintya
Ayumi dan Arumi bergegas berlari kedapur untuk mengambil beberapa makanan
ayumi meminta pada paraa maidnya untuk mengambilkan makanan
"bik tolong yumi dong "ujar Ayumi pada maidnya
"mau ditolong apa non??? "ujar bik item
"bibi ini makanannya masukin sini ya soalnya ayu dan rumi mau makan dirumah pohon pasti rasanya seru"ujar Ayumi beralasan agar tidak ada yang curiga
"tapi non harus hati-hati ya kalau naik kerumah pohonnya sambil bawa makanan"ujar bik item memperingatkan Ayumi
"iya bi, lagian disana ada tali pengait yang bisa ditarik dari atas tanpa harus membawanya langsung ujar Ayumi
"oh iya bibi lupa non,ya sudah non tunggu dulu ya bibi isikan dulu "
"banyakin ya bi! nanti ayu sam rumi masih pengen nambah jadi nggak repot lagi untuk turun ngambilnya "ujar Ayumi lagi
mereka berdua duduk dikursi dan menunggu semua makanan kedalam sebuah rantang susun
"ini Non sudah selesai " ujar bik item
"makasih bik"ujar Ayumi
"iya non sama-sama "jawab Bik item
...****************...
*سْــــــــــــــمِاللهِالرَّحْمَنِالرَّحِيْــــــــــــــمِ*
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
*تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ صِيَامَنَا وَصِيَامَكُمْ تَقَبَّلْ يَا كَرِيْمَ*
Minal Aidin Wal Faidzin.
Mohon lahir dan batin atas segala kesalahan dan khilaf.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1444 H.
Ummy Phuji & Keluarga🙏🏻🙏🏻