Mas Duda I Love You Full

Mas Duda I Love You Full
Bab 3



diatas mobil Aurel


"aku baik-baik aja rel,tiya" ucap Ayumi


"kamu bohong yum kamu nggak usah takut kami bukanlah kedua penghianat itu kami adalah sahabat mu" ucap Fatiyah lalu memeluk Ayumi dan menangis


Fatiyah sengaja duduk dikursi belakang bersama Ayumi


Ayumi yang mendapatkan perlakuan seperti itu juga ikut menangis


" kenapa sih selalu orang-orang yang kusayangi selalu menghianatiku, pertama Abah menghancurkan hatiku dan Uma karena selingkuh dengan suster asistennya sehingga Uma pergi menepikan diri sekarang Calvin selingkuh dengan teman ku sendiri " ucap Ayumi sesegukan


"Aku benci mereka,aku benci penghianat ,oma aku rindu Oma kenapa oma ninggalin yumi" ucap Ayumi lagi semakin sesegukan


kedua temannya pun ikut menangis mendengar ratapan Ayumi,


"Apa salah Ayumi sehingga kalian tega nyakitin aku seperti ini,kurang baik apa aku selama ini pada mereka " ucap ayumi lagi


"sabar sayang, sabar" hanya itu yang mampu Aurel ucapkan karena harus fokus pada jalanan


"tenang yum,tenang suatu hari nanti aku yakin kamu pasti akan menemukan kebahagiaanmu" ucap Fatiyah mencoba mensupport Ayumi berharap Ayumi bisa melupakan semua


sedangkan dikursi kemudi Aurel terus menyeka air matanya dia ikut merasakan betapa hancurnya hati Ayumi saat ini


Aurel melajukan kendaraannya menuju sebuah danau dipinggir kota,Danau ini menjadi objek wisata bagi orang-orang disekitar daerah Itu


Aurel memarkirkan mobilnya lalu turun dan mengajak kedua sahabatnya turun


Fatiyah melihat sekeliling dan tersenyum saat tau mereka ada dimana


Fatiyahpun mengajak Ayumi turun dari mobil dan mengajaknya duduk disebuah bangku taman dibawah pohon yang rindang


"berteriaklah sayang,lepaskan semua yang mengganjal dalam hatimu jangan dipendam, berterialah biar kamu lega


" ucap Fatiyah pada Ayumi


Ayumi pun mengikuti apa yang disarankan oleh Fatiyah,Ayumi mulai berteriak-teriak dan benar kata Fatiyah beban didadanya sedikit lega namun mereka bertiga mendengar suara seseorang pria menasehati mereka


"tidak baik seorang wanita berteriak-teriak memperdengarkan suaranya karena itu juga adalah aurat lebih baik menenangkan diri dengan mengadu pada sang pencipta bukannya teriak-teriak tidak jelas mengganggu orang lain saja" ucap pria itu yang entah dari mana asalnya


mereka bergidik ngeri takut penghuni tempat itu yang menegur mereka


" iiihh yok pulang serem tau ada disini biarpun siang-siang tapi penghuni danau muncul juga kamu sih Aul bawa kita kesini" ucap Fatiyah


" ish yang suruh teriak teriak siapa coba" ucap Aurel yang balik menyalahkan Fatiyah


"iiiiihhh...kok kalian malah berantem ayo pulang nanti kamu kesambet loh" ucap Ayumi dan berlari meninggalkan kedua temannya


"yum....,yumi tunggu " ucap Aurel dan Fatiyah memanggil Ayumi namun yang dipanggil tetap saja tidak menoleh


Dua orang pria yang tengah beristirahat dibangku taman tepat dibelakang bangku yang diduduki oleh ayumi dan kedua sahabatnya melepaskan lelah setelah hampir 10 jam mereka berkendara dari luar kota kini sedang tertawa cekikikan mendengar dumalan ketiga gadis itu,apa lagi mengatakan mereka adalah hantu penghuni Danau


"hahahahhaha,lucu juga mereka ya mas,mas Riki sih pake acara nasehatin mereka " ucap Rafa pada sang kakak


"habisnya mereka berteriak-teriak tidak jelas seperti itu mengganggu orang istirahat aja"ucap Riki tanpa dosa


" lah yang salah siapa kak? kita kan istirahat ditempat umum jadi otomatislah oeang akan Ramai datang kemari" ucap Rafa yang tidak mengerti pemikiran kakaknya yang seperti kanebo kering


"nggak usah banyak protes,yuk cari tempat makan perutku sudah kerongcongan setelah makan kita cari mesjid kita menunggu waktu sambil istirahat disana" ucap Riki lalu bangkit dari tidurnya dan mulai berjalan meninggalkan adiknya yang masih bengong


"jangan melamun disini nanti kamu bisa kesambet " ucap Riki menakut-nakuti adiknya


Rafa bergidik ngeri mendengar ucapan kakaknya,Rafa pun mengikuti langkah panjang Riki


sedangkan ditempat lain


"Alhamdulillah,gue baik-baik saja kalian jangan terlalu khawatirkan aku " jawab Ayumi


"beneran kan? kanu tidak membohongi kami" ucap Fatiyah khawatir


"iya saya yakin suatu hari pangeranku akana datang menjemput ku dan membawaku pergi dari sini lalu melupakan semuanya " jawab Ayumi


teman-temannya mengerti dengan apa yang dirasakan oleh Ayumi


"sekarang kita kemana ?" tanya Aurel


"he say tadi Itu saya penasaran dari mana ya datangnya suara itu ya?! masa suara penghuni danau? lucu aja hantunya muncul siang-siang " ucap Aurel


"ish kamu ini kalau ngomong suka asal deh" ucap Fatiyah memukul pelan pundak Aurel


" ya emang seperti itu kan? masa hantu itu munculnya siang-siang !" ucap Aurel lagi


"sudah sudah yuk kita kebutik" ucap Ayumi


"loh kok kebutik?!" jawab aurel


" Trus mo kemana ?!" tanya mereka pada Aurel


"eh ghaiz gimana kalo kita kemall aja Nonton film sedih-sedih atau film horor Biar mood kamu bisa cepat kembali " ucap Aurel memberikan ide


"muka ku yang kusut gini ! nggak ada nggak ada " ucap Ayumi menolak


"bagus juga tuh ide Aurel atau kita kerumah duka trus disana kita nangis-nangis siapa tau aja kayak dicerita-cerita selesai nangis kita dapat warisan hahahaha" ucap Fatiyah memberikan ide konyol yang membuat Aurel ikut tertawa dan Ayumi mau tidak mau akhirnya tertawa juga


"dasar bocah gendeng, ngasi ide itu yang bagus-bagus neng kayak ide punyaku " ucap Aurel menoyor pundak sahabatnya itu


Ayumi bersyukur karena dua orang sahabatnya ini selalu ada untuknya memang sejak dulu Bella dan Gayatri selalu hadir belakangan bila Ayumi sedang kususahan ataupun dalam kesulitan namun saat mereka yang sedang dalam kesulitan pasti mereka akan datang kepada Ayumi untuk meminta tolong apa lagi masalah keuangan sering-sering mereka akan memohon mohon kepada Ayumi minta dipinjami uang,Ayumi dengan mudah mengabulkan permintaan mereka memberikan mereka pinjaman namun akhirnya uang itu tak pernah kembali sepeserpun pun


"Gimana nih yum,kita kemana ?" tanya Aurel yang masih fokus pada jalan,


kita kerumahnya Almarhumah Oma Shintya, saya ingin mengambil sesuatu " ucap Ayumi


"okey kita menuju rumah oma Shintya " ucap Aurel


sesampainya di sebuah rumah besar mereka langsung masuk kedalam rumah pagar dibuka oleh seseorang bapak paruh baya berkumis tebal badan tinggi besar


" Assalamualaikum,pak Adam " ucap Aurel saat memasuki gerbang pak Adam yang di panggil namanya pun tersenyum manis


"wa'alaikumsalam neng,makin cantik aja neng Dokter " ucap pak Adam


"widih Manis Amat pak senyumannya,dikasi makan berapa kilo sama mbak Sum" canda Fatiyah


" sekilo aja neng, kopinya segemtong" ucap pak Adam membalas candaan Fatiyah


" hahahahaha, pantesan saja kumisnya makin tebal dan hitam pak karena kebanyakan makan kopi bukan minum kopi lagi" ucap Fatiyah lagi


pak Adam juga ikut tertawa mendengar candaan teman cucu majikannya itu


" sudah ya pak, nanti kita lanjut dilain waktu.wabillahi taufik Walhidaya Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh " ucap Fatiyah lagi layaknya orang yang menyelesaikan ceramahnya


"wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh " ucap pak adam mengelus elus kumis tebalnya


Aurel menjalankan mobilnya menuju parkiran didekat taman bunga milik oma Shintya


Ayumi hanya menggelengkan kepala melihat tingkah sahabatnya itu dan itu mampu membuat Ayumi sedikit melupakan sakit hati yang dirasakannya


"Assalamualaikum bibi, Im coming...." ucap Fatiyah saat masuk kedalam rumah