Mas Duda I Love You Full

Mas Duda I Love You Full
Bab 164 Alhamdulillah Sah



Setelah dua hari repot menyiapkan semua kini hati yang mendebarkan untuk Marvel fan Ayudia walaupun bukan yang pertama untuk mereka namun sudah cukup lama mereka menjomblo


"kak pak penghulu sudah datang "ucap Azka pada Azlan yang sedang sarapan bersama Marvel


Marvel terkejut dan jantungnya berdebar-debar


"loh kok cepat sekali!?" tanya Azlan


"katanya harus mengantarkan anak istrinya kebandara makanya beliau datang lebih awal "jawab azka


"oh begitu!? apakah papa sudah siap"!? tanya Azlan pada Marvel sang papa


"insya Allah papa siap "dengan suara bergetar karena grogi


"papa rileks ya,jangan tegang " sahut azka mengelus lengan kekar papanya itu mencoba menenangkan dari rasa gugupnya


"iya nak Bismillah, apakah kalian juga sudah siap mengantarkan papa!?" tanya Marvel pada anak-anaknya


"siap pa" jawab azka dan azlan


"tapi bagaimana istri dan anak-anakmu lan!?"tanya papa marvel


"apa papa lupa jika mereka semua nginap dirumah umah!?"jawab azlan terkekeh


"Santai pa,jangan tegang-tegang"sahut Azka ikut terkekeh


"hehehe papa lupa"jawabnya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan ikut terkekeh pelan


"ayo kita berangkat sekarang kasihan penghulunya lama menunggu "ucap azka dan diangguki oleh keduanya


"iya ayo "jawab keduanya serempak dan mereka pun naik keatas mobil azka dan menuju rumah umah Ayudia


jantung papa Marvel semakin berdebar kencang saat Mobil yang dikendarai oleh Azka mulai berhenti didepan pintu gerbang Bu Ayudia yang sudah dihias secantik mungkin walaupun pernikahan mereka sederhana namun terlihat begitu mewah


"wah itu pasti mempelai pria nya, wajahnya sangat tampan ya" ucap salah satu tamu undangan


"iya Dokter Ayudia beruntung ya dilamar pria bule setampan itu "sahut yang satunya lagi


mereka bertiga bukan tidak mendengar kasat kusut para tamu undangan, mereka bertiga tidak mau ambil pusing mereka berjalan dengan badan tegap dan jawab terangkat membuat banyak kaum hawa yang meleleh


sesampainya didepan pintu masuk rumah disana sudah ada satria dan Riki yang menyambutnya dengan senyuman kebahagiaan


semua keluarga telah berkumpul menantikan kehadiran pengantin pria


pak marvel pun disuruh duduk ditempat yang sudah disediakan dan berhadapan dengan pak penghulu tanpa mengulur waktu lebih Lama pak penghulu pun mulai mengucapkan ijab kabul setelah mengulang dua kali karena pak Marvel salahengucapkan maharnya karena gugup hingga akhirnya di kesempatan ketiga pak Marvel berhasil melakukan ijab kabul dengan benar dan satu kali tarikan nafas dengan lantangnya


"bagaimana para saksi "ucap pak penghulu


"sah"


"sah"


"sah"


ucap mereka bersamaan di iringi gelak tawa karena ucapan abstrud azka


"Alhamdulillah akhirnya sah keran nya nggak karatan lagi karena sudah dapat pengasah" celetuk azka membuat semua tertawa


"kamu ini ada-ada saja azka hahahaha "kata pak Fatur tertawa bersama yang lainnya


wajah pak Marvel memerah karena merasa malu


kini Bu Ayudia telah duduk disamping pak Marvel dengan wajah yang sudah memerah untungnya para mua memakaikannya perona pipi hingga dapat menutupi wajahnya yang sedang merona merah karena malu


setelah menandatangani berkas-berkas pernikahan mereka dan saling bertukar cincin kini mereka duduk bersanding di pelaminan para tamu undangan bergantian mengucapkan selamat untuk mereka berdua jelas terlihat pancaran kebahagiaan diwajah keduanya


namun ada satu orang yang selalu mencibir melihat kebahagiaan mereka semua, sedari awal datang wajahnya selalu ditekuj sehingga keriput diwajahnya semakin nampak.


siapa lagi kalau bukan Bu Raidah yang tidak pernah suka dengan kebahagiaan keluarga besannya namum Arumi dan keluarganya tidak pernah mempermasalahkan itu semua, mereka semua hanya cuek saja karena sifat Bu Raidah memang seperti itu apalagi saat melihat Bu Rahma yang semakin sukses dengan usahanya


"ckk keluarga Istrinya bayu memang bodoh mau-maunya menampung orang-orang miskin lihat saja Nanti jika mereka ditipu baru deh mereka nangis-nangis "ucap Bu Raidah saat mendengar cerita dari bayu bahwa Satria memberikan rumah dan modal usaha untuk Paman dan bibinya


"jangan bilang seperti itu ma nanti ada yang dengar hubungan kita dan keluarga besan akan semakin tidak baik" Ucap Pak Wijaya menasehati istrinya itu


"eleh... memang hubungan kita sudah buruk untung saja anak kita itu tidak saya suruh menikah lagi dengan wanita lain"jawabnya tidak mengindahkan ucapan suaminya


Bayu dan Bima sudah bosan memperingatkan ibu mereka yang bukannya bertaubat atau merasa bersalah malah semakin menjadi


bayu pun sering a kesal sendiri dengan tingkah ibunya yang sering membuatnya malu namun beruntungnya keluarga Istrinya tidak pernah menganggap serius semua ucapan bu Raidah


seperti Hari ini pak Wijaya menarik paksa Istrinya untuk pulang sebelum mulutnya semakin menjadi dan seperti biasanya juga Arumi dengan sigap menyiapkan tantangan untuk kedua mertuanya bawa pulang


sore menjelang para tamu undangan sudah tidak ada lagi yang tinggal hanya keluarga inti saja namun satu persatu mereka pun berpamitan untuk pulang kerumah anak-anak mereka


malam itu juga pak Marvel berencana akan memboyong istrinya kerumah baru yang di belinya yang sedikit berada jauh dari kompleks perumahan dimana anak-anaknya tinggal


sedangkan rumah lama BU Ayudia ditempati oleh Arumi bersama keluarga kecilnya karena Arumi tidak ingin serumah dengan mertuanya yang julid


Bu Ijah juga sudah pindah kerumah anaknya Nana setelah Nana melahirkan cucu pertamanya ditambah lagi Nana saat ini sedang hamil jadi Bu ijah tidak lagi bisa tinggal bersama Bu Ayudia


"umi oma nana mi!?" tanya Arshila putri pertama Arumi


"kenapa Sayang kenapa cari oma!?" tanya Arumi pada putrinya itu


"ila bau pidonentan pama oma"jawab Arshila


"Oma Sekarang tinggal dirumahnya opa sayang,jadi yang mendongeng untuk Shila Biyyah saja ya!!" ucap Bayu Putri cantiknya itu


"oteh "jawab Arshila cepat


"ayo sayang kita bobo tuh lihat dedek Aarav sudah bobo" ucap bayu menunjuk Putranya yang sudah terlelap dalam boxnya


"oteh,papati ilha bau mimi cucu mumi"ucap Arshila lagi penuh drama


"iya sayang itu susunya umi sudah buat "jawab Arumi menunjuk nakas dan disana sudah ada botol susu putrinya


"matacih mumi "jawab Arshila


"sama-sama sayang "jawab Arumi


"ayo sayang sekarang kita bobo,ini sudah malam "ucap Bayu mengendong putrinya dan menidurkan nya di atas ranjang Bayu pun ikut merebahkan tubuhnya dan mulai mendongeng seperti permintaan putrinya Namun baru bercerita sedikit Arshila sudah terlelap


Arumi pun naik keatas ranjang setelah memastikan Putranya sudah terlelap


Arumi merebahkan tubuhnya disamping suami dan anaknya yang sudah berkelana di taman mimpinya, Arumi pun ikut terlelap


sedangkan dirumah pak Marvel Bu Ayudia merasa canggung dan malu, karena setelah melaksanakan sholat berjamaah mereka berdua duduk di ranjang pengantin mereka saling diam-diaman sesekali mereka saling lirik dan tersenyum


Pak marvel menggenggam tangan istrinya lalu menciumnya, wajah bu Ayudia memerah karena malu


mereka saling tatap dan akhirnya terjadilah malam pengantin yang begitu syahdu yang awalnya saling malu-malu tapi mau


pagi harinya anak-anak serta cucu-cucu mereka menyerbu kediaman pak Marvel namun para keluarga besan tidak ada yang ikut karena mereka merasa sungkan untuk mengganggu pasangan pengantin baru itu


itu semua terjadi karena ide Jahil Ayumi dan Azka untuk mengganggu pasangan pengantin baru itu yang tak lain orang tua mereka sendiri


saat sampai dirumah pak marvel mereka mendapati kedua orangtuanya sedang sarapan dan tanpa permisi mereka ikut sarapan walaupun sudah sarapan dirumah mereka masing-masing


mereka hanya mengambil sepotong Roti hanya sekedar mengganggu saja


"cie cie papa pagi-pagi keramas niye" azka mulai menggoda papanya itu


bu Ayudia wajahnya sudah bersemu merah karena malu


"opa lehel opa kok melah-melah apakah opa sedang alelgi!?"tanya Amira polos


semua fokus menatap leher pak Marvel setelah mendengar ucapan Amira


prufffftt


semua menahan tawanya


pak marvel dan Bu Ayudia salah tingkah dan wajah mereka semakin memerah


Bu Ayudia merutuki dirinya yang tanpa sadar semalam membuat Tanda kepemilikan dileher suaminya


"wah kita siap-siap nih punya adik baru dong, adonannya sudah mulai diuleni "ucap Ayumi dan semua tertawa mendengarnya