
Sudah seminggu berlalu kini Arisha sudah sehat kembali dan sudah kembali kerumah dua hari yang lalu namun wajahnya tidak seceriah biasanya itu membuat semua orang juga ikut tidak bersemangat
bahkan Bu Hanim sering meneteskan air matanya melihat cucu kesayangannya seperti itu
namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa
Riki sudah mengatakan pada semua bahwa Dokter Ayumi sudah di pindah tugaskan
kekota X
Hari ini Riki dan Rafa berangkat kekota X untuk mengadakan pertemuan bisnis bersama beberapa koleganya
Begitu pun dengan Ayumi
hari ini dia akan kekota X bersama dengan Nana dan Denis karena ada beberapa bahan pesanan pelangganya yang harus dicarinya sendiri
mereka menyewa mobil dan sopirnya,pak karim dan mobilnya memang sering disewa oleh Ayumi untuk membantunya mengantarkan pesanannya jika mobil ruko sedang sibuk
Ayumi sengaja menyewa mobil pak karim karena Ayumi sudah sangat mengenal pak karim dan keluarganya karena pak karim ini masih keluarga dekat salah satu karyawan Nya
Ayumi juga sempat meminta pada Denis untuk membawa mobilnya namun Denis belum berani membawa mobil dengan perjalanan jarak jauh seperti itu sehingga mengharuskan mereka untuk menyewa mobil dan sopirnya
sedangkan sopir ruko harus tetap standby diruko untuk pengantaran pesanan dalam jumlah yang banyak
setelah sampai di kota X ayumi menuju kediaman sang oma yang sudah sangat lama ditinggalkannya mereka akan nginap disana sampai 3 hari kedepan
Fatiyah dan Aurel juga ingin ikut bersama mereka namun tugas mereka tidak ada yang bisa gantikan apalagi mereka sudah mengambil cuti tahunan mereka untuk pulang kampung saat bulan Ramadhan kemarin
kini mereka telah berada didepan rumah mewah milik oma dan Ayumi yang telah diwariskan atas namanya sedangkan Arumi mendapatkan sebua Villa yang juga tak kalah mewah
Sesa didepan rumah mewah Ayumi ketiga orang yang dibawanya melongo melihat rumah besar itu bak istana
"mbak ini rumah ya Mbak ?"ujar Nana karena baru pertama kali melihat rumah besar nan mewah seperti yang ada didepannya dia hanya biasa melihatnya melalui TV ataupun melalaui sosial media
begitu pun dengan pak Karim dan Denis
"assalamualaikum pak Adam, bagaimana kabarnya "ujar Ayumi menyapa pak Adam dan menyalaminya serta mencium punggung tangan pria paruh baya itu
ketiga orang itu semakin kagum dengan sikap dan perilaku Majikan mereka itu yang memang tidak membeda-bedakan kasta
"Alhamdulillah, sehat Mbak Yumi
loh anak Ajaib mbak Yumi mana?"tanya pak adam mencari-cari Aurel dan Fatiyah
"mereka tidak ikut pak, mereka sibuk nyuntikin orang
pak Adam kangen ya?!" ujar Ayumi menggoda pak Adam
"ya kangen lah mbak Yum, kangen sama gombalan mereka hehehe "ujar pak Adam terkekeh mengingat tingkah dua sahabat majikannya itu
"hahaha....nih korban mereka berdua pak" ujar Ayumi menunjuk Denis,denis yang ditunjuk hanya tersenyum
"benar-benar tuh anak dua senang bikin orang klepek klepek kalau sudah tergoda dan mau serius malah mereka berdua yang kabur hahahahaha" ujar pak Adam tertawa-tawa dan menular kepada empat orang didepannya
"yasudah pak,kami masuk dulu ya capek mau luruskan punggung"ujar Ayumi lalu melangkah masuk kedalam rumah di ikuti oleh ketiga karyawannya itu
"Assalamualaikum "ucapan salam Ayumi
"waalaikumsalam "sahut bik sumi dari dalam rumah dan terdengar suara langkah kaki yang tergesa-gesa
"Alhamdulillah Yumi sehat bik,bibi sendiri apa kabar ?" tanya Ayumi pada bik sumi saat pelukannya terlepas
"kami disini sehat mbak hiks hiks hiks,tapi kami merasa kesepian apalagi anak ajaib mbak Ayumi ngakak ada huuu huuuuuu jadi kangen sama mereka mbak"ujar Bik Sumi disela isak tangisnya
"Ayumi minta tolong ya bik,ini teman-teman Yumi ditunjukkan dimana kamar mereka "ujar Ayumi pada bik sumi
"iya non"ujar bik sumi tersenyum
"ayo silahkan masuk " ujar Ayumi mempersilahkan tamunya masuk kedalam rumah
"ayo mbak Mas,saya tunjukkan kamar kalian "ujar bik sumi saat mereka sudah berada dalam rumah
"ya sudah saya keatas dulu ya, kalian istirahat saja dulu nanti besok pagi kita cari bahan-bahan, kalian pasti masih capek " ujar Ayumi pada ketiga karyawannya
"iya mbak"ujar mereka
"Ayo mbak mas saya tunjukkan kamar nya " ujar bik sumi
"iya bik" ucap mereka
"nah mbak,ini kamarnya "ujar Bik Sumi
"saya Nana bik,ini Denis dan pak Karim " ujar Ayumi memperkenalkan dirinya dan kedua temannya
"oh iya mbak Nana"ujar bik sumi, Nana hanya mengangguk dan tersenyum
"ini kamar mbak Nana dan disebelahnya kamar mas denis lalu yang ujung kamar pak Karim "ujar bik sumi menunjukkan satu-persatu kamar untuk tamu majikannya
"iya bik terima kasih banyak,kami kedalam kamar dulu ya bik"ujar Nana
"iya mbak,mas selamat beristirahat" ujar Bik Sumi
mereka bertiga pun masuk kedalam kamar yang ditunjukkan oleh Bik Sumi
mereka terkagum-kagum melihat kamar yang mereka tempati luas,rapi dan wangi setiap kamar memiliki kamar mandi sendiri
Nana sudah terbiasa dengan tempat tidur empuk karena dikamarnya dirumah Bu Ayudia sudah memakai spring bed dan tentu saja kamarnya tidak seluas kamar tamu ini,Nana Selfi- Selfi sendiri didalam kamarnya
namun berbeda dengan Denis dan Pak karim namun tentunya kamarnya tidak seluas kamar tamu yang ditempatinya sekarang apa lagi tempat tidurnya yang masih memakai kasur kapuk yang sudah mulai mengeras karena jarang dijemur
mereka terkagum-kagum melihat isi kamar yang ditempatinya apalagi saat mereka masuk kedalam kamar mandinya dimana disana terdapat bathtub dan shower seperti di film-film yang biasa mereka tonton diTV
Denis,pak Karim dan juga nana tidak menyia-nyiakan kesempatan mereka heboh berfoto-foto didalam kamar maupun kamar mandi dan mereka akan menunjukkan kepada keluarganya dikampung bahkan pak Karim sudah mengirimkan beberapa fotonya kepada Anak dan istrinya
begitu pun dengan Denis sudah mengirimkan adiknya beberapa foto-fotonya
setelah mereka lelah dan sibuk sendiri dengan Selfi- Selfinya akhirnya mereka tertidur
mereka terbangun saat sore hari
setelah selesai membersihkan diri dan melaksanakan sholat Ashar mereka keluar dari kamar mereka masing-masing dan keluar dari rumah untuk melihat-lihat apa yang ada dihalaman yang mereka hanya lihat sekilas saja tadi saat baru pertama kali datang
"wah rumah mbak Ayumi ternyata seperti istana ya" ujar Denis kepada Nana dan Pak karim
"iya benar,kita serasa berada di istana di dalam film-film yang sering kita lihat ditivi ya" ujar pak Karim menimpali ucapan Denis
"mbak Ayumi memang luar biasa ya, walaupun dia anak orang kaya tapi terlihat sederhana dan tidak sombong" ujar Denis lagi