
Saat mereka hampir keluar dari perbatasan Desa makmur jaya dan memasuki desa karang taruna tiba-tiba saja mobil mereka dicegat oleh beberapa orang bermotor, kelihatannya mereka para preman namun bukan orang dari kampung itu maupun dari kampung sebelah
Fatiyah memicingkan matanya untuk mengenali mereka sayu persayu namun tidak ada dari satu orang pun yang Fatiyah kenali
"Yhank kamu kenal mereka?"tanya azlan pada istrinya itu
"tidak satu pun yang Tiyah kenal dari mereka mas"jawab Fatiyah
Namun Fatiyah kembali memicingkan matanya untuk lebih memperhatikan mereka
Namun tiba-tiba Fatiyah mengenali salah satu diantara mereka
"tinggu mas sepertinya saya kenal salah satunya "ucap Fatiyah Tiba-tiba
"siapa sayang?"tanya azlan
"yang baju hijau lumut itu kalau nggak salah adik tirinya kak maryam "jawab Fatiyah
"trus kalau dia Adiknya kak maryam apa permasalahannya sampai mencegat kita seperti ini?"tanya Ayumi
"saya juga nggak tau yum, tapi sepertinya dia disuruh oleh ibunya deh "ucap Fatiyah
"untuk apa mbak?"kini Nana yang bersuara
"sepertinya mereka tidak terima karena kita membawa kak fadlan dan kak maryam sedangkan selama ini mereka menjadikan keduanya pembantu mereka "jawab Fatiyah
"dasar mereka ya manusia-manusia tidak punya akhlak "ucap Nana
"sayang kamu telpon ayah dan minta tolong pada ayah untuk mengajak kesini pak RT agar kita nantinya tidak mendapatkan masalah ataupun keluarga kita disini terutama mas Fadlan "ujar azlan pada istrinya
"iya mas saya akan menelepon Ayah "jawab Fatiyah dan merogoh ponselnya yang disimpannya dalam tas bahunya
"Assalamualaikum,ayah"ucap Fatiyah saat sambungan telponnya terhubung
Fatiyah mengaktifkan loudspeaker ponselnya sehingga semua dapat mendengar apa yang Ayah Fatiyah katakan
"waalaikumsalam,ada apa nak apakah kamu dalam masalah?"ucap pak fatur khawatir karena anaknya dan keluarganya baru meninggalkan rumahnya
"iya ayah,bisakah ayah memanggil pak Rt untuk menemui kami ? sekarang kami masih diperbatasan "jawab Fatiyah
"sebenarnya ada apa nak sehingga kami harus menyusulmu"ucap pak fatur semakin khawatir
"kami sedang dihadang beberapa orang diperbatasan dan saya tidak mengenali mereka "jawab Fatiyah
Dok Dok dok
Suara kaca mobil diketuk dari luar dan pak fatur masih dapat mendengar itu
"baiklah nak saya akan memanggil pak Rt untuk membantu kalian ,kalian jangan keluar dari dalam mobil ayah takut nanti mereka berbuat nekad dan mencelakai kalian "ucap pak fatur semakin khawatir
Pak fatur mematikan telponnya dan Tanpa menunggu lama pak fatur segera pergi kerumah pak Rt untuk meminta bantuan
Namun pak RT ternyata sedang ada pertemuan dibalai desa bersama pak kades dan aparatur Desa lainnya termasuk pak Rangga Babinsah didaerah itu
Pak Fatur melajukan motornya menuju balai desa untuk meminta bantuan karena takut terjadi sesuatu kepada keluarga putrinya
"Assalamualaikum,maaf saya mengganggu sebentar "ucap pak fatur setelah sampai dibalai desa dan masuk kedalam ruangan pertemuan
"pak fatur ?"ujar beberapa orang yang mengenal pak fatur termasuk pak Babinsah karena sering bertemu disetiap kegiatan yang dilakukan didesa makmur jaya
"ada apa pak fatur?"tanya pak Rt yang sudah berada disamping pak fatur
"maafkan saya karena telah mengganggu tapi saya sangat membutuhkan bantuan pak Rt Fatiyah dan keluarganya sedang dicegat oleh beberapa orang di perbatasan saat akan keluar dari kampung kita ini"ucap pak fatur menjelaskan
"hah...kenapa mereka bisa dicegat? apakah mereka pernah berurusan dengan otang didesa kita ini?"tanya pak Rt
"tidak pak Fatiyah tidak mengenal mereka dan dia yakin orang-orang itu bukan dari desa kita ini "jawab paj fatur
"baiklah pertemuan ini kita tinda dulu,kita bantu pak fatur dan keluarganya dulu"ucap pak kades yang memang terkenal ramah dan baik hati
"baik pak kita bantu dulu keluarga pak fatur ini"ucap pak babinsah
Mereka pun berangkat ke perbatasan dengan menggunakan beberapa Motor agar mereka cepat sampai sedangkan diperbatasan azlan, Fatiyah,Ayumi dan Nana mengahadapi preman-preman itu yang ternyata jumlah mereka lebih dari sepuluh orang
Yang mencegat mereka awalnya hanya Empat orang namun saat mereka melawan mereka preman-preman iti keluar dari persembunyiannya
Abian dan Arisha terbangun karena tidurnya terusik dengan suara ribut-ribut
Karena panik Arumi lupa mengunci pintu mobilnya dari dalam sehingga membuat salah satu dari preman itu membuka dan masuk memaksa Arumi, abian dan Arisha untuk keluar dari dalam mobil
Sesampainya diluar Arumi melindungi kedua ponakanya dan mulai berkelahi dengan preman itu
Abian dan Arisha saling berpegangan tangan mereka daling menguatkan agar mereka tidak merasa takut
Salah satu preman mendekati mereka dan mencoba mengangkat Arisha namun dengan cepat Abian menendang kaki lelaki yang berbadan kurus itu
tangannya menggenggam erat tangan adiknya agar jangan terlepas
Preman itu beberapa kali mendekati mereka namun abian selalu dapat melawannya
Selama ini Ayumi memang meminta Azlan,azka dan Satria mengajari anak-anaknya sebi bela diri karena maraknya penculikan setidaknya saat hal itu terjadi mereka sudah bisa melindungi diri mereka sendiri sebelum ada yang datang menolong mereka
Abian dan Arisha sudah menguasai banyak gerakan dalam seni beladiri yang diajarkan paman- pamannya bahkan Abian sudah menguasai cara memanah yang tepat sasaran
Seperti saat ini mereka dihadapkan dengan situasi yang sangat genting mereka bisa menggunakan ilmu yang diajarkan oleh paman- pamannya untuk membela diri dan adiknya
Abian dan Arisha menggunakan gerakan kolaborasi untuk melawan pria itu
Abian terus memegang tangan adinnya dan sesekali mengangkat adiknya agar Arisha dapat menendang wajah pria yang menggagu mereka
Beberapa pria itu tersungkur karena terkena tendangan kaki mungil arhisa namun dapat meruntuhkan beberapa gigi pria itu
pria itu tidak putus asa karena merasa harga dirinya di injak-injak oleh kedua bocah ingusan ini yang membuatnya babak belur
pria itu mulai menyerang kembali Abian dan Arisha namun kali ini Abian yang memberinya tendangan maut abian menendang pria itu tepat diselangkangan pria itu dengan keras sehingga pria itu langsung berlutut sambil memegang pusaka hidupnya
Arisha yang kesal kembali melayang kan tinjunya tepat dimata pria itu sehingga membuat pria itu tersungkur tak berdaya
Abian dan Arisha bertos ria karena mereka berhasil melumpuhkan satu penjahat menurut mereka
Azlan dan Ayumi yang melihat aksi kedua anak itu tersenyum lebar
"tak sia-sia kami melatihnya, mereka sudah menjadi penerusmu Ayumi terlihat menggemaskan dan lemah namun mereka memiliki kemampuan dan kekuatan dalam diri mereka dan satu lagi rasa pedulinya sangat besar
Walaupun mereka bukan terlahir dari rahimmu tapi sifatnya seperti dirimu "ucap azlan pada Ayumi
"iya kak melihat mereka seperti saya melihat diriku dalam diri mereka "jawab Ayumi
"hufff capek juga menghadapi mereka "ucap nana
"kamu benar Na,tenaga terkuras juga"ucap Fatiyah lalu menghampiri suaminya
Mereka sudah menumpas habis para preman itu dan mereka semua tak sadarkan diri akibat ulah mereka Aurel dan Fatiyah sering menggunakan totok agar lawannya lemas tak dapat melawan mereka karena jumlah mereka tidaklah seimbang
"yum anak-anak mu sangat hebat mereka bisa menjaga diri mereka sendiri "ucap Fatiyah yang ternyata memperhatikan kedua bocah itu juga
"iya kak hebat abang dan dedek jago"ucap nana
Ayumi mendekati kedua anaknya lalu memeluknya
"kalian tidak apa-apa sayang ?"tanya Ayumi pada kedua anaknya itu
"tidak bunda kami baik-baik saja "jawab Abian
"icha tapek dunda,padi icha meminju butana penbahat ipu dunda lalu pembahat ipu sungsang "ucap Arisha antusias karena ini adalah pengalaman pertama mereka menghadapi penjahat
"kalian memang anak-anak bunda yang luar biasa hebat "jawab ayumi lalu mencium kedua anaknya
"Abian janji akan lebih giat lagi belajar bela diri dan pencat silat sama abah,papi dan papa biar abian jika sudah besar nanti bisa melindungi kalian semua dari penjahat seperti abah"ucap Abian dan tersenyum pada selah satu lelaki kesayangannya itu
Azlan mendekati Abian lalu menciumnya
"kamu sungguh luar bias,kamu sudah bisa melindungi adikmu tapi ingat jangan menggunakan kekuatanmu untuk berbuat jahat jahil tapi pergunakanlah untuk kebaikan"ucap azlan mengelus kepala ponakanya iti yang audah basah oleh keringat
"iya abah akan bian ingat selalu pesan abah" ucap Abian dan memeluk azlan
Tak berselang beberapa lama rombongan pak Fatur datang bersama beberapa orang polisi yang kebetulan juga sedang berada dibalai desa karena mereka di undang