
"iya mbak benar,saya sangat salut pada mbak tanpa peduli apapun mbak mengingatkan orang lain berbuat kebaikan "ujar Bayu lagi
"saya melakukan itu dengan sudut pandang dan pemikiranku saja,coba deh kakak pikir jika kita tidak mengingatkan mereka untuk tidak berbuat dosa sedangkan kita ada disana apakah kita akan merasa tenang ?temtu tidak pasti kita akan kepikiran dan lagian setelah kita memperingati mereka dan jika mereka mengikuti saran kita Alhamdulillah tapi kalau tidak itu bukan urusan kita lagi tinggal urusannya dengan sang pencipta
Allah SWT sangat mudah membolak-balikkan sesuatu mungkin hari ini orang itu berjalan normal berlenggak lenggok dengan anggun dan sempurnanya akan tetapi Allah menegur mereka dengan caranya entah itu mereka terjatuh, kecelakaan atau samacamnya yg bisa mengakibatkan kaki mereka cedera dan mereka juga harus berjalan pincang, kesandung pun bisa membuat kaki seorang cedera jika itu sudah kehendak Allah,jadi Apa salahnya jika kita memperhatikan mereka setelah itu ya terserah "ujar Arumi panjang lebar Bayu mendengarkannya dengan sangat serius karena apa yang dikatakan Arumi Ada benarnya
Namun saat mereka Asyik ngobrol gadis-gadis yang menghina Bayu tadi melewati mereka sambil tertawa-tawa
Gadis pertama sempat menoleh kearah mereka dan menatap sinis kepada Bayu dan Arumi namun mereka berdua mengacuhkannya
Gadis-gadis itu masih saja tertawa-tawa, Arumi dan Bayu sempat mendengar mereka masih melontarkan hinaan pada Bayu bahkan membawa-bawa Arumi mereka mengatakan bahwa Arumi Gadis b*d*h yang mau saja sama pria cacat seperti Bayu
Arumi ingin beradiri dan melabrak ketiga gadis-gadis itu yang sudah menghinanya karena yang satunya hanya diam saja mengikuti teman-temannya dari belakang namun Bayu melarangnya
"tidak usah dek, mereka akan mendapatkan balasannya nanti"jawab Bayu Pada Arumi
"Iya kak,maaf Habisnya saya jadi gemes sendiri dengan mulut lemes mereka nggak disekolahin kali ya?!"ujar Arumi geram
"hahahaha kamu Ada-ada aja masa mulut disekolahin "jawab Bayu merasa lucu dengan Ucapan Arumi
"lah iya kak, mulut kita itu harus juga sering-sering disekolahin tentang tatakrama berbicara agar mulut nggak lemes dan akhirnya jadi cabe-cabean kan pedes tuh"ujar Arumi
Bayu Semakin tertawa dibuatnya
"hahahaha,bisa saja kan dek sebelum kesini mereka itu makan cabe rawit sekilo jadi lidahnya pedes dan dampaknya omongan mereka juga ikutan pedas "jawab Bayu sekenanya
"hahahaha, kayaknya yang kakak bilang itu benar, untung saya nggak terlalu suka cabe jadi lidah saya nggak pedes "sahut Arumi ikut tertawa
jantung Bayu tiba-tiba bergetar hebat melihat Arumi tertawa dihadapannya
Kecantikan Arumi semakin terlihat
Bayu Diam-diam mengambil gambar Arumi lewat kamera ponselnya
Saat mereka berdua asik ngobrol tiba-tiba ponsel Arumi yang diletakkannya diatas meja berdering
"halo kak,iya sudah saya kesana sekarang "ucap Arumi saat menjawab panggilan dari ponsel pintarnya
"Maaf Kak Bayu,saya pamit duluan ya soalnya keluarga saya sudah pada mau balik lagi kekampung,senang berkenalan dengan kak Bayu "ujar Arumi berpamitan
"oh begitu ya,saya juga sangat senang bisa berkenalan dengan dek Arumi,oh iya kalau nggak keberatan bisa nggak kakak minta nomor telepon kamu?" tanya Bayu pada Arumi dan dia berdoa dalam hati semoga Arumi mau memberikannya nomor ponselnya
Arumi terdiam dan mempertimbangkan permintaan Bayu, Arumi takut jika pria yang ditemaninya ngobrol ini sudah memiliki keluarga dan Arumi tidak ingin jika dia memberikan nomor ponselnya akan menjadi pemicu hancurnya hubungan rumah tangga orang lain
"maaf ya kak Bayu,Arum nggak bisa ngasi nomor telepon
Sekali lagi maaf ya kak Bayu kita baru kenal takut ada yang salah paham nantinya "ujar Ayumi mengulurkan tangannya kepada Bayu dan mengajaknya bersalaman sebagai tanda permohonan maaf dan perpisahan
"iya dek , kakak paham"ujar Bayu menerima uluran tangan Arumi dengan raut Wajah kecewa
"sampai jumpa dilain waktu kak Bayu, assalamualaikum "ujar Arumi
"iya dek Samapi jumpa,kamu dan keluarga hati-hati dijalan ya, waalaikumsalam "jawab bayu lemas
"iya kak makasih"jawab Arumi tersenyum kepada Bayu dan berdiri dari duduknya dan meninggalkan Bayu duduk sendiri dimeja dimana mereka ngobrol dan bercanda bersama
Senyuman itu sudah tersimpan didalam hati dan pikiran Bayu
"Ya Allah jika pemilik senyumanan itu adalah jodohku maka dekatkanlah kami,dan jika dia bukanlah jodoh yang tepat untukku maka hapuslah dia dalam hati dan pikiranku ya Allah "gumam Bayu
"Bro kamu kenapa lemas amat,tadi aja sama cewek cantik wajahnya cerah ceria sekarang kayak pakaian yang belum disetrika berbulan-bulan "ujar Affandi kakak Aurel yang juga sahabat Bayu yang juga prajurit TNI AD sama seperti Bayu
"iya nih,Bro baru kali ini gue nemu cewek yang bisa bikin jantung gue rasanya mau copot "jawab Bayu pada Affandi
"wah itu tandanya lo sedang jatuh cinta pada pandangan pertama Bro"jawab Affandi
"Apakah bisa seperti itu Bro?" tanya Bayu Ragu-ragu
"Ya bisalah,tuh contohnya kamu sudah terserang virus cinta,kamu nggak rela kan dia pergi?"ujar Affan
"iya Bro hatiku rasanya sakit saat dia berpamitan "jawab Bayu cepat
"kamu minta nomor teleponnya kan?"tanay Affan pada sahabatnya itu
"minta sih namun dia nggak mau ngasih katanya takut ada yang salah paham karena kami juga baru kenal"jawab Bayu menunduk
"wah itu tandanya dia gadis baik-baik dia tidak ingin menciptakan sebuah masalah dan sepertinya dia menjaga agar suatu hari nanti tidak terjadi hal yang buruk karena dia merasa belum mengenal kamu bisa saja kan kamu membohonginya kamu mengakui kamu masih bujang atau masih sendiri sedangkan kamu sudah punya anak dan istri atau sudah punya kekasih lalu kalian sering telpon-telponan hingga akhirnya tumbuh benih cinta setelah itu terjadi kakasih atau istri mu datang melabraknya dan mengatakan dia pelakor, itu sih menurut penilaianku sehingga dia tidak memberikanmu nomor teleponnya"ujar Affandi panjang lebar
"iya yang kamu bilang benar fan,dia itu Gadis yang baik dia tadi membelaku dari gadis-gadis yang menghinaku karena kakiku cacat "ujar Bayu
"wah luar biasa, jarang ada seseorang gadis yang seperti itu"ujar Affandi
"iya kamu benar,dan saya berdoa semoga kami bisa bertemu kembali dan dia adalah bidadari surgaku dan kami bisa bersama dalam ikatan yang halal"ujar Bayu penuh Harap
"Aamiin, semoga doamu terijabah Bro"jawab Affandi
"oh iya ngomong-ngomong kamu beneran sudah tidak ingin bergabung lagi dengan kami dikesatuan?"tanya Affandi
"saya bisa Apa sekarang fan, lihatlah kondisiku sekarang "jawab Bayu sendu karena menjadi tentara adalah impiannya namun dia harus menerima kenyataan bahwa kondisi tubuhnya sudah tidak sempurna lagi
Sekarang yang ada dalam pikiran Bayu membesarkan bisnis kuliner dan kos-kosannya yang selama ini dikelola oleh kakak adiknya selama dia menjadi tentara
Dan kini dia pun hanya mengontrol dan membiarkan kakak dan Adiknya yang mengelola bisnisnya itu
Bayu juga sekarang punya impian baru yaitu mendapatkan Arumi
"Bro kalau begitu saya pamit ya,itu mama sama papa sudah memanggil "ujar Bayu pada Affandi saat melihat kedua orang tuanya melambaikan tangan padanya
"iya Bro, terimakasih banyak ya sudah mau hadir di acara Adikku"ujar Affandi
"iya Bro sama-sama "jawab Bayu
dan mereka pun saling bersalaman dan berpelukan
Lalu Bayu mendatangi kedua orang tuanya yang sudah ingin pulang
Bayu menyami tangan kedua orang tua Affandi dan Aurel saat mereka berpamitan