
Bima melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi karena takut jika terjajadi yang tidak tidak pada ibunya, walaupun ibunya cerewet dan bermulut pedas bahkan sering membuat mereka merasa sangat kesal tapi mereka sangat menyayangi ibunya itu
setelah sampai dirumah sakit bayu dan bima segera embawa ibunya kedalam rumah puskesmas walaupun hanya puskesmas tapi peralatannya juga lengkap sehingga masyarakat desa makmur jaya dan desa-desa sekitaran banyak yang datang berobat kesana
kini Bu Raidah di tangani oleh Aurel yang kebetulan sedang bertugas di UGD
"mamamu kenapa bay!?" tanya Aurel pada bayu
"tidak tau kak mama tiba-tiba saja pingsan "ucap bayu
"baiklah saya periksa dulu ya"ucap Aurel
"iya kak"jawab bayu
Aurel pun mulai memeriksa keadaan Bu Raidah yang masih belum sadarkan diri
Aurel keluar dari ruangan itu dan menemui bayu dan Bima yang sedang duduk dibangku tunggu depan UGD
"bagaimana keadaan mama kak!?"tanya Bayu pada kakak iparnya itu
"gula darahnya sangat rendah juga sel darah putinya hingga menjadi drop, beliau juga seperti sedang banyak fikiran "jawab Aurel
"gula darah !? maksudnya gimana Kak !?"tanya bayu penasaran
"mama kamu itu penderita Diabetes melitus tipe 1 "jawab Aurel
"astaghfirullah, pantas saja jika mama punya luka pasti akan lama sembuhnya "ucap Bayu
"insyaallah,saya sudah memberikannya suntikan khusus untuk penderita gula darah rendah kita hanya menunggunya sadar "jawab Aurel
"iya kak, terima kasih banyak "ucap Bayu
"iya sama-sama, sekarang kalian urus administrasinya agar bisa segera dipindahkan keruang perawatan "jawab Aurel
"iya kak"jawab bayu dan mengajak bima untuk mengurus administrasinya
setelah semua selesai mereka urus Bayu dan bima kembali keruangan dimana ibu mereka berada
Bayu menemui Aurel dan mengatakan jika semuanya telah diselesaikan
kini Bu Raidah sudah berada diruang perawatan walaupun kamar itu tidak sebagus dirumah-rumah sakit namun dipuskesmas itu juga hampir sama seperti dirumah sakit dikota
Bayu sudah mengirimkan pesan kepada ayahnya jika ibunya sedang dirawat karena telponnya tidak pernah aktif entah mengapa ayahnya itu melakukan itu semua
Bara juga sudah mengabari istri dan saudara-saudara iparnya
sedangkan Bima harus kembali kekota dimana istri dan anaknya berada karena ankanya juga sedang sakit dan juga dirawat dirumah sakit
jadilah bayu seorang diri yang merawat ibunya
"mas, ucap arumi yang datang bersama Azka kepuskesmas karena kebetulan azka sedang tidak berangkat bekerja
"sayang kamu datang !?" jawab bayu saat melihat istrinya
"iya mas, ini saya bawa makanan untuk mas dan Bima
Bima mana mas!?"ucap Arumi dan menanyakan keberadaan Adik iparnya karena tidak melihatnya
"lagi pulang kak, anaknya juga lagi masuk rumah sakit "jawab Bayu
"astaghfirullah,kok bisa bersamaan gini ya
mas !? mana papa juga belum ada kabarnya "ucap Arumi pada suaminya itu
"saya tidak bisa menyalahkan Papa juga mungkin papa sudah jenuh dengan sikap dan perilaku Mama selama ini
selalu bersikap se enak hatinya, selama ini papa sangat sabar menghadapi sikap mama tapi baru kali ini papa melakukan ini semua meninggalkan mama tanpa ada kabar sedikit pun"ucap bayu sendu
"kamu yang sabar ya mas karena sekarang kamu adalah tumpuan harapan mama " jawab Arumi memberikan semangat kepada suaminya itu
"iya sayang terimakasih ya,kamu menerima mas apa adanya walaupun mas tidak sempurna
Mama juga selalu menghinamu dan juga keluargamu tapi kamu tetap bersikap baik pada kami"ucap bayu dengan mata berkaca-kaca
"sudah mas jangan di ingat-ingat lagi,kita doakan saja semoga mama lekas sembuh dan sifat dan perilakunya berubah setelah ini semua "jawab Arumi
bayu memeluk istrinya itu
"ayo mas makan dulu " arumi mangalihkan pembicaraan mereka karena melihat wajah suaminya yang begitu sendu
"oh iya mas azka mana!?"tanya bayu
"mungkin menemui kak Aurel dan Fatiyah "jawab Arumi asal karena dia juga tidak tau kemana kakaknya itu pergi
Bayu mulai memakan makanan yang dibawa oleh istrinya itu
setelah makan azka datang membawa beberapa jenis kantong plastik yang berisi berbagai macam buah
"kakak dari mana !? trus buah itu kok banyak banget !?" tanya Arumi
"dari toko buah dekat butik kak Ayumi "jawab Azka lalu meletakkan kantong plastik yang dibawanya diatas meja
"ini kakak juga beli blender jus mini, siapa tau saja Bu Raidah nggak mau makan kan bisa dibuatkan jus buah biar terasa segar"ucap Azka mendorong kantong plastik berisi blender jus buah mini kedepan adiknya
"wah makasih banyak ya kak"ucap Bayu dengan matanya menahan lelehan bening yang sudah hampir menetes
bayu merasa bersyukur dan terharu semua keluarga Istrinya sangat baik padanya, mereka selalu ada untuknya dalam susah dan senangnya
setelah lama berada di puskesmas Arumi dan Azka berpamitan karena putra kecilnya akan mencarinya
Arumi juga sempat membersihkan tubuh ibu mertuanya juga mengganti pakaiannya, Naina juga mengganti pakaian dalam Bu Raidah
Bayu sempat memvideokan secara diam-diam apa yang dilakukan istrinya itu
Arumi merawat ibu mertuanya walaupun selama ini Bu Raidah selalu menghinanya
sedangkan dirumah pak Wijaya
pak Wijaya mengaktifkan ponselnya setelah beberapa hari dimatikannya
saat ponselnya sudah aktif banyak sekali telfon dan pesan masuk dari kedua putranya
namun ada satu pesan yang membuat hati pak Wijaya terasa sakit karena pesan yang dikirim Bayu yang mengatakan jika Bu Raidah masik rumah sakit
pak Wijaya Segera melakukan panggilan kepada putra sulungnya
"siska hari ini mas harus pulang karena mamanya bayu masuk rumah sakit dan kata bayu sampai sekarang dia belum sadarkan diri "ucap pak Wijaya pada istri mudanya
"iya mas,kamu hati-hati dijalan ya"jawab Siska
"papa au nana!?" tanya Alesya saat melihat pak Wijaya akan keluar dari rumah
"papa pergi dulu ya sayang !! Alesya nggak boleh nakal ya nurut pada mama"ucap pak Wijaya pada putrinya itu lalu menciumnya
Alesya hanya menatap Papanya itu dengan mata berkaca-kaca karena dua Minggu ini Alesya merasa sangat senang karena Papa nya terus berada didekatnya menemaninya bermain dan menyuapi nya makan serta memandikannya
"anak mama kok diam sayang !?" tanya Siska pada putrinya itu
"Aleta inin pama Papa ma"jawab Alesya
"sayang dengar mama nak,papa lagi ada kerjaan jadi papa harus oergi nanti setelah papa pulang kerja nanti Alesya bisa main sama papa lagi "ucap siska mencoba memberikan pengertian pada putrinya itu
"memangnya Alesya mau maiin apa sayang!?" tanya Siska
Aleta penen bain itu Amah"jawab Alesya lalu menunjuk sebuah mainan mobil-mobilan
kini pak Wijaya telah sampai dipuskesmas dimana istri dirawat
setelah mengetahui ruangan diamana Bu Raidah dirawat pak Wijaya segera berlari keruangan itu pak Wijaya menetralisir nafasnya yang tersengal-sengal karena berlari
pak Wijaya masuk dan mendekati istrinya yang sedang tertidur pulas begitu pun dengan Bayu
"ma bangun ma,ini papa ma
maafkan saya ya karena sudah membuat parasaan kamu tidak tenang
sekarang bukalah matamu karena papa sudah pulang"ucap paj Wijaya
parlahan-lahan mata Bu Raidah menebus obat ini biar mama lelas smenuy
.