
Hari demi hari terlewati bulan demi bulan terlalui hingga kini sudah tiga tahun lamanya toko sembako pak Arman dan Bu Rahma semakin ramai dan sudah mempunyai banyak pelanggan
bahkan warga dari kampung sebelah pun banyak yang datang ke toko pak Arman sehingga satria memberikan ide untuk membuat cabang toko sembako di kampung sebelah hingga memudahkan bagi warganya.
 rencana itu disetujui oleh mereka semua hingga enam bulan yang lalu mereka membuka cabang dan toko yang ada di kampung sebelah pun sangat Ramai
pak Arman dan Bu Rahma merasa sangat bersyukur telah dipertemukan dengan mereka semua orang-orang baik yang sudah merubah hidupnya jadi lebih baik
setiap sebulan sekali pak Arman dan Bu Rahma membagikan sembako ke daerah kumuh tempat mereka dulu tinggal, orang-orang disana sangat senang karena pak Arman dan Bu Rahma meringankan sedikit beban mereka
seperti hari ini Bu Rahma dan arman sibuk menyiapkan bungkusan-bungkusan sembako seperti mie,minyak goreng tepung terigu, telur, gula dan lain lainnya walaupun tidak seberapa namun itu sangat berarti bagi orang-orang dikawasan daerah kumuh itu
saat sedang asyik mengemas satria dan yang lainnya datang karena hari ini mereka semua libur
"nyenyek tate"teriak anak Arumi dan Nana
"eh cucu cantik dan ganteng nenek,sini sayang "ucap Bu Rahma merentangkan kedua tangannya menyambut kedua cucunya itu yang lain pun masuk sambil berlari
"nenek"
"kakek"
enam bocah tiga tahun berlari menghampiri pak Arman dan Bu Rahma
sedangkan Abian dan Arisha hanya tersenyum melihat semua tingkah lucu Adik-adiknya, mereka tidak ikut berlari karena mereka merasa sudah besar dan malu melakukan hal itu
"jangan lari-larian sayang nanti jatuh "ucap bu Rahma khawatir cucu-cucunya terjatuh dan terluka
mereka semua berhamburan kedalam pelukan neneknya itu, Bu Rahma kewalahan sampai-sampai terjengkang kebelakang namun terdengar gelak tawa mereka semua karena merasa lucu dan kasihan pada neneknya itu
"maaf nenek"ucap mereka semua sedangkan anak arumi dan Ayumi bertepuk tangan kesenangan melihat nenek dan kakak-kakaknya tidur dilantai mereka mengira mereka semua sedang bermain-main
"tidak apa-apa sayang "ucap Bu Rahma dengan senyuman manisnya
"ibu tidak apa-apa !?"tanya mereka semua lalu mendekati Bu Rahma yang kini sudah duduk kembali dilantai setelah dibantu oleh cucu-cucu kembarnya
"ibu tidak apa-apa Nak "jawab Bu Rahma dengan suaranya yang lembut
"nyenyek thila bau bathan duding bebeli"ucap Arshila putri pertama Arumi dan Bayu
"emmemmm,nenal nyenyek atu juda bau batam duping"sahut Algazali putra Nana dan Azka
"butan duping ata pati duding" Arshila mengoreksi Ucapan kakak sepupunya itu
"oh... oteh"jawab Algazali polos
"talian ini tenapa sih dek dali tadi libut aja tan tasihan sama nenet"ucap Raina putri bungsu Ayumi
"ya sudah yok kita masuk kedalam rumah kebetulan ibu hari ini buat rendang daging sapi juga beberapa jenis puding kesukaan anak-anak "jawab Bu Rahma melerai
"hole....."ucap semua anak senang mendengar ucapan Bu Rahma
"ayo nek saya sudah tidak sabal"ucap putra Azlan Fauzi
"ayok,dewo parto kami kedalam dulu ya kamu selesaikan lebihnya "ucap Bu Rahma lembut
"iya Bude "jawab mereka berdua
kini mereka semua sudah berada didalam rumah Bu Rahma dan pak Arman, mereka membagi dua kelompok
para ibu dan anak-anak memilih duduk di dapur sedangkan para bapak-bapak memilih duduk di halaman belakang tepatnya di gazebo yang di buat oleh pak Arman disana juga sudah pak Arman tanami berbagai macam pohon buah dan saat ini buah rambutan sedang berbuah lebat dan sudah banyak yang matang begitupun dengan buah mangga sedang berbuah
setelah kelompok ibu-ibu plus anak-anaknya selesai dengan ritual makannya didapur mereka ikut bergabung dikebun belakang rumah, anak-anak bermain kejar-kejaran sedangkan orang dewasa asyik bercerita
namun trio kwek-kwek berdiri dari duduknya tidak ada yang curiga dengan mereka karena memang berniat untuk menemani anak-anaknya bermain
Para suami sedang serius membahas tentang bisnis
sedangkan Nana yang sedang hamil sudah tidur di berbantalkan paha Bu Rahma yang juga Asyik membelai lembut Kepala Nana yang berbalut hijab berwarna Navy
Arumi sendiri asyik bermain dengan putranya yang baru berusia enam bulan
"Bibu" panggil Amira pada ibunya yang sedang mengitari sebuah pohon rambutan
"kenapa sayang "tanya Fatiyah pada putrinya
"Bibu cali apa sih !?" tanya Amira penasaran
"mbak mira mau makan rambutan nggak !?"tanya Fatiyah dan diangguki oleh Putrinya itu
"kalau begitu mbak mira duduk tenang disitu ya bibu ambilkan rambutnya "ucap Fatiyah
"Oke,tapi calanya gimana bu!?" tanya Amira
"itu mah gampang sayang tapi mbak mira nggak boleh ribut ya" jawab amira
"anak pintar "jawab Fatiyah dan mulai memanjat pohon rambutan itu dengan mudahnya
Amira bertepuk tangan melihat kehebatan ibunya memanjat pohon
"mbak Mira sedang apa duduk disini sayang !?"tanya Aurel yang tiba-tiba datang menghampiri Amira, Ayumi dan anak-anak yang lainnya pun ikut mendekati Amira dan Aurel
"mila lagi nungguin Bibu mami" Amira menyahuti ucapan Aurel
"memangnya Bibu kemana sayang"kali ini Ayumi yang bertanya
seketika Amira menunjuk keatas pohon rambutan dimana ibunya berada
mereka semua pun mendongak mengikuti arah telunjuk Amira
"wah Bibu curang sudah curi start duluan "ucap Aurel dan mendekati pohon rambutan yang dipanjat oleh Fatiyah
"jangan naik kesini,kamu dipohon yang disebelah saja "ucap Fatiyah menunjuk pohon rambutan yang ada di sebelah pohon yang dipanjatnya
tanpa menunggu Lama Aurel pun sudah berada di atas pohon rambutan yang satunya lagi
"mbak Icha bunda bisa minta tolong nggak sayang !?" tanya Ayumi menatap putrinya
"minta tolong apa bun!?" jawab Arisha
"keranjang yang ada disana itu tolong bawa kesini sayang "Ucap Ayumi menunjuk sebuah keranjang yang tak jauh dari tempat mereka berdiri
"oh yang itu ya bunda !?"tunjuk Arisha untuk memastikan
"iya sayang "jawab Ayumi dan Arisha segera berlari mengambil keranjang itu dan memberikannya kepada ibunya
"makasih Nak, sekarang kakak dan Abang serta adek-adek duduk di situ ya dekat Amira "ucap Ayumi
dan anak-anak pun menuruti perkataan Ayumi mereka duduk dirumput
Ayumi juga ikut duduk bersama anak-anaknya
"kalian mau makan sendiri diatas !? sedangkan anak-anak menunggu dibawah !"teriak Ayumi
"eh yum kok kamu nggak ikut manjat pohon yang satunya lagi sih !?"tanya Aurel
"trus kalau saya ikut manjat siapa yang jaga anak-anak dibawah dan bantu mereka kupas kulit rambutannya !?"tanya Ayumi beralasan karena menurutnya buat apa repot-repot manjat jika sudah ada yang akan memetik tanpa harus menggunakan tenaganya
"iya juga ya,ya sudah kamu dibawah aja bantuin anak-anak "jawab Fatiyah dan diangguki oleh Aurel, ayumi tersenyum penuh kemenangan
Fatiyah dan Aurel pun mulai memetik dan melemparkan buah-buah rambutan yang sudah berwarna merah
Ayumi meminta anak-anaknya untuk memunguti buah rambutan yang dijatuhkan oleh Aurel dan Fatiyah
anak-anak begitu bersemangat memunguti buah-buah rambutan yang dijatuhkan oleh ibunya itu dengan gelak tawa mereka karena berebut sesekali mereka makan buah rambutan yang sudah dikupas oleh ayumi dan membuang bijinya agar aman untuk anak-anaknya makan
semuanya heran tak melihat anak-anak berlarian hingga membuat mereka mencarinya
dari kejauhan mereka mendengar gelak tawa anak-anak, mereka pun mendekati mereka, semuanya dapat melihat Ayumi yang sedang duduk bersila diatas rumput dibawah pohon rambutan dan anak-anaknya berlarian kesana kemari sesekali Ayumi terlihat menyuapi anak-anaknya yang datang mendekat
mereka belum melihat keranjang yang sudah hampir penuh dengan buah rambutan karena Ayumi meletakkannya didepannya
"Bun,kamu lagi ngapain disini sama anak-anak !?"tanya Riki mendekati istrinya
"eh Yayah,ini yah lagi nemenin anak-anak mungut buah rambutan "jawab Ayumi santai
"trus yang metik buahnya siapa !?"tanya pak Arman karena sudah banyak buah di keranjang sedangkan Ayumi hanya duduk saja
"tuh sama tuh "tunjuk ayumi keatas pohon dimana Fatiyah dan Aurel sedang nangkring
semua repleks menoleh keatas mengikuti telunjuk Ayumi satria dan azlan menepuk jidatnya sendiri melihat tingkah istrinya yang masih ajaib
yang lainnya hanya cekikikan
sedangkan Pak Arman dan Bu Rahma melongo mereka tidak menyangka jika dua dokter cantik itu jago memanjat
"Bibu" teriak Azlan
"mami" teriak satria
"ayo turun "ucap azlan dan satria bersamaan
Aurel dan Fatiyah pun segera turun karena takut suaminya mengamuk,Riki hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan istrinya karena selalu saja seperti itu jika kedua kakak iparnya memanjat maka istrinya yang akan mengumpulkan buah yang dipetik
sedangkan anak-anak mereka hanya bertepuk tangan kegirangan, mereka turun dari atas pohon dengan cara salto saat sudah dekat dengan tanah dan itu berhasil membuat pak Arman dan Bu Rahma semakin melongo
"benar-benar ajaib " ucap pak Arman dan Bu Rahma bersamaan sambil geleng-geleng kepala dan membuat yang lain semakin terbahak-bahak mendengar ucapan kedua pasutri itu