
Bayu menelpon eyangnya untuk datang menjemput adiknya
Bayu pun menceritakan semua yang terjadi pada eyang Kusuma dan dihari itu pun eyang Kusuma datang menjemput Bima untuk tinggal bersama mereka
sedangkan Bayu tidak ingin pindah sekolah karena sebentar lagi akan mengikuti ujian akhirnya
dan mulai hari itu pun Bima ikut bersama eyangnya dan melanjutkan sekolah dikota Dimana eyangnya tinggal
Bima kecil yang ceria dan penurut menjadi kesayangan dirumah eyangnya saudara-saudara tiri ayahnya sangat menyayanginya
sehingga Bima menjadi betah tinggal bersama eyangnya dan juga ibu tiri ayahnya beserta Saudara-saudara tiri sang ayah
dan mulai hari itu juga Bima sudah tidak respek lagi dengan kedua orangtuanya walaupun Bima masih menyayangi mereka
beberapa bulan berlalu akhirnya Fikri mengakui perbuatannya karena tertangkap basah sedang mencuri di ruang Guru
beberapa bulan terakhir sering terjadi kehilangan didalam lingkungan sekolah baik itu berupa uang, ponsel bahkan laptop seorang guru olahraga yang sedang dichange di ruang guru raib entah kemana bahkan sepatu siswa siswi sering hilang Juga
kepala sekolah juga waktu itu sempat menanyakan kepada menantunya yang seorang aparat karena merasa tidak nyaman dengan kata-kata yang di ucapkan oleh Bayu
dan menantunya itu melakukan penyelidikan
dan mulai hari itu kepala sekolah memasang kamera CCTV
beberapa bulan terakhir Bu Marliana merasa sangat resah karena seringnya terjadi kehilangan dilingkungan sekolah
sedangkan kamera CCTV tidak terlihat siapapun yang berlalu lalang
sampai akhirnya pelaku maling cilik pun tertangkap, kamera CCTV yang dipasang tidak dapat menangkap pergerakan tubuh fikri yang kecil sedang melakukan aksinya mengacak-acak tas milik salah seorang guru yang sedang beristirahat di ruang guru karena tidak memiliki jam mengajar dan kebetulan merasa tidak enak badan sehingga merebahkan tubuhnya dikursi belakang meja sehingga Fikri tidak dapat melihatnya
saat fikri asyik mengacak-acak isi tas guru itu yang bernama ibu Fauziah tiba-tiba ibu Fauziah merasa terganggu dengan suara gaduh yang berasal dari atas meja
Fikri pun sudah sempat mengantongi ponsel milik ibu Fauziah,tangan kecilnya sibuk mencari sesuatu ditas milik ibu Fauziah dan saat itulah tangan kecilnya ditangkap oleh tangan besar ibu Fauziah dan menggeret Fihri keruangan kepala sekolah
Fikri melakukan aksinya saat semua orang didalam kelas untuk belajar
fikri selayaknya maling profesional yang tau letak kelemahan CCTV yang terpasang
Hari itu pun Fikri di interogasi dikantor kepala sekolah secara tertutup hanya ada beberapa guru dan security serta ibu Fikri disana juga ada pak Wijaya dan bu Raidah karena maya yang meminta mereka datang untuk menjadi saksi pengakuan fikri
Betapa terkejutnya mereka saat mendengar pengakuan fikri yang mengatakan bahwa bukan Bima yang sudah mencuri dompet kepala sekolah tapi dirinya sendiri karena takut ketahuan akhirnya fikri memasukkan dompet itu kedalam tas milik Bima
sedangkan benda-benda yang diambilnya ternyata diberikan kepada penadah
"astaghfirullah, sepintar inikah anak sekecil ini melakukan tindakan kriminal seperti ini!?"ucap menantu ibu Marliana
"pantas saja setiap hari dia itu sering izin ketoilet ternyata izinnya dipergunakan untuk maling"ucap wali kelasnya geram karena dipanggil juga sebagai saksi
Maya sangat malu dengan kelakuan Putranya, begitu pun dengan Radiah dan Wijaya merasa sangat malu dan merasa bersalah kepada putra bungsu mereka
Fikri dikarantinakan karena masih anak dibawah umur, bahkan umurnya belum cukup sepuluh tahun
saat fikri sudah selesai di interogasi dan akan dibawah oleh petugas banyak siswa yang melihatnya, Bayu pun ada disana menatap sinis pada mereka
orang tuanya merasa bersalah karena tidak mendengarkan ucapan Bayu yang mengatakan jika fikri juga sering mencuri dirumah mereka
namun kedua orangtuanya tidak percaya
Bima juga terlanjur sakit hati kepada mereka
semenjak dimana adiknya dituduh sampai akhirnya adiknya dipindahkan sekolah dan tinggal Bayu tidak pernah lagi mau mewakili sekolahnya untuk ikut lomba alasannya ingin fokus belajar untuk kelulusannya
namun sebenarnya Bayu marah dan sakit hati karena adiknya sudah dituduh pencuri
pernah sekali Bayu dipaksa untuk ikut mewakili sekolahnya lomba matematika
Bayu pun Akhirnya ikut karena ancaman dari kepala sekolahnya dan akhirnya bayu kalah dalam lomba itu bahkan tidak mendapatkan satu juara pun
flashback end
pak Wijaya beberapa kali menarik nafas dalam-dalam.
pak Wijaya sangat berharap Bima ingin membantu karena pak Wijaya berfikir Putranya itu pasti banyak koneksi yang bisa membantunya mencari keberadaan adiknya dan juga keluarganya karena Bima seorang pengacara handal
namun bima menolak membantu mencari tante dan sepupu-sepupunya
"sudahlah pa jangan banyak fikiran,papa harus jaga kesehatan
tidak mungkin juga mereka memikirkan papa jika saat ini sedang bersenang-senang disuatu tempat
sedangkan papa disini pusing memikirkan mereka
mereka itu sudah besar pa, mereka tau memilah mana yang baik dan buruk
"cukup Bima,biar bagaimanapun mereka itu Tetap Keluarganya
Tante maya Adik kandung papa "ucap pak Wijaya emosi
"saya sangat tau pa,jika ibu biang onar itu saudara kandung papa tapi saya lebih menyayangi saudara tiri papa karena mereka sangat menyayangiku tidak pernah meragukan kejujuran ku "ucap Bima dan hati pak Wijaya serasa tersentil oleh ucapan Putranya
"sudah dulu ya pa Bima masih banyak kerjaan, maaf Bima tidak bisa membantu lebih tepatnya tidak mau membantu mencari mereka
Assalamualaikum "Ucap Bima
"waalaikumsalam "jawab pak Wijaya lemas.
"Bagaimana pa,apa anak-anak bisa membantu !?" tanya Bu Raidah mendekati suaminya yang terduduk lemas disofa ruang tamu
"saya belum menghubungi Bayu, Baru Bima yang saya hubungi namu dia tidak ingin membantu karena masih merasa sakit hati"jawab bu Raidah
"dasar anak itu pendendam sekali seperti papa "ucap Bu Raidah
pak Wijaya kembali sibuk dengan ponselnya menghubungi bayu Namun bayu tidak mengangkatnya karena sedang dikamar mandi
Arumi malas mengangkat telpon dari ayah mertuanya
Arumi merebahkan tubuhnya dikasur pura-pura tidur
"aayang ponsel mas sedari tadi berdering kok tidak diangkat !?"tanya bayu mendekati meja Rias Arumi dimana ponselnya tergeletak
Arumi yang awalnya pura-pura tertidur ternyata tertidur beneran
setelah berpakaian bayu mengambil ponselnya dan menghubungi kembali ponsel ayahnya ..
"Halo Assalamualaikum,ada apa pa"tanya Bayu
"kamu dari mana sih bay,kok telpon papa baru diangkat !?"ranya pak Wijaya kesal
"saya baru selesai mandi sore pa,jadi baru lihat panggilan papa"ucap Bayu
"Gini bay"ucap pak Wijaya kemudian menceritakan tentang apa yang terjadi pada adiknya semata wayangnya
"kok bisa sih Pa !?"tanya Bayu
"papa juga nggak tau Bay, karena saat papa dan Mama sampai disana sudah ada orang lain yang ngontrak rumah itu"jawab Bayu
"Mungkin salah satu diantara mereka sudah membuat ulah lagi dan akhirnya pergi untuk menghindari masalah itu,papa tidak usah terlalu memikirkan itu Bayu yakin mereka baik-baik saja
mereka itu sudah dewasa pa, mereka pasti bisa menjaga diri mereka sendiri pa
mereka itu bukan anak kecil lagi yang harus terus kita jaga, yang papa harus jaga sekarang adalah kesehatan papa dan Mama"ucap Bayu
"paling tidak bantu papa untuk mencari keberadaan mereka "ucap pak Wijaya memohon
"bagaimana caranya saya membantu pa!?"tanya Bayu dengan suara yang sangat malas
"kamu kan punya banyak teman !! minta tolonglah pada mereka Bay"ucap pak Wijaya
"Baiklah pa saya akan mencobanya tapi jangan suruh bayu untuk memaksa mereka untuk membantu kita "Ucap Bayu
"iya nak"jawab pak Wijaya merasa lega karena anak sulungnya mau membantu mencari keberadaan adiknya
sedangkan Bayu setelah mengakhiri panggilan telepon untuk papany mengusap kasar wajahnya karena meresa pusing
Bersambung
...****************...
Assalamualaikum
selamat pagi semuanya dan selamat berakhir pekan
Alhamdulillah saya bisa up pagi-pagi
kisah trio kwek-kwek masih berlanjut ya
untuk beberapa bab kedepan kita masih membahas keluarga biang onar yang sudah jadi Benalu ,😊😊
jangan bosan baca karyaku ya
semoga kalian semua suka 🙏🏻🙏🏻
jangan lupa tinggalkan jejak 👍
💖😍😍😍🥰🥰