
Mereka juga memperhatikan bayi-bayi yang sedang tertidur nyenyak beruntungnya mereka tidak begitu tau Wajah bayi yang dicarinya mereka hanya hafal pakaian yang dipakai oleh bayi itu namun tidak ditemukannya
disana ada lima bayi yang tertidur nyenyak wajah mereka pun hampir mirip semua
"maaf kami telah mengganggu ketenangan anda dan keluarga anda tuan"ucap salah satu diantara mereka lalu mengajak kedua temannya keluar dari kamar perawatan trio kwek-kwek
sedangkan sarah ternyata tertidur karena kelelahan setelah melahirkan malah dikejar-kejar oleh anak buah mertuanya sendiri
setelah ketiga pria itu pero pak Marvel mendekati sarah,pak Marvel ingin bertanya tentang siapa sebenarnya Wanita yang ditolongnya itu namun ternyata wanita itu tertidur pulas terdengar suara dengkuran halus
"mungkin dia sangat lelah pa"ucap Azlan
"iya lihat saja wajahnya sangat pucat tapi papa penasaran dengan nama belakangnya seperti nama belakang keluarga besar satria "jawab pak Marvel
"memangnya namanya siapa pa!? soalnya saya tidak begitu mendengarnya "ucap azlan
"kalau tidak salah namanya Sarah Dwiatmoko "Jawab pak Marvel
"nama keluarga saya pa!?"tanya satria terkejut
"iya sat, kalau tidak salah ibumu dulu mengatakan jika dia dijodohkan dengan keluarga Dwiatmoko,dan nama ayahmu Suseno Dwiatmoko !!" jawab pak Marvel menjelaskan
"atau jangan-jangan dia adalah adikmu sat!?"ucap Riki mengeluarkan pendapatnya yang sejak tadi hanya diam
"apakah benar seperti itu!? tapi kata keluarga ayah adikku sudah lama meninggal "jawab satria dengan mata berkaca-kaca
"siapa tau mereka hanya membohongimu "jawab azlan
"ya benar siapa tau mereka telah membohongimu "sahut Riki
"tapi kenapa dia seperti ini,kenapa keluarga besar Dwiatmoko tidak melindunginya !? kemana keluarga ayah "ucap satria yang kini sudah terisak
"nanti kita tanyakan semuanya setelah dia terbangun kasihan dia mungkin dia kelelahan harus terus berlari dari kejaran orang-orang itu "jawab pak Marvel
dan diangguki semuanya
satria mengingat bagaimana perlakuan keluarga ayahnya kepada kedua orang tuanya, menyingkirkan ayahnya mereka merebut semua harta milik ayahnya yang sudah diwariskan oleh kakek neneknya yang memberikan sebagian hartanya kepada ayah satria karena ayah dan ibu satria yang telah merawat kakek dan neneknya hingga mereka meninggal dunia sedangkan kedua adik ayahnya tidak pernah memperdulikan kedua orang tuanya
namun saat pembacaan suara warisan oleh pengacara keluarga Dwiatmoko kedua adik ayahnya tidak terima karena warisan yang diberikan pada mereka hanya sedikit sedangkan ayah satria mendapatkan setengah dari harta warisan itu
mereka melakukan segala cara untuk bisa merebut harta itu dari ayah satria dan saat itu ibu satria hamil besar
sehingga mereka hidup sengsara
saat satria berusia delapan tahun mereka menculik satria saat pulang sekolah dan membawa kekota X dan meninggalkan satria dijalanan seorang diri
satria masih sangat ingat saat itu dia memakai baju olahraganya karena memang jadwal pelajaran olahraga disekolah nya
satria kecil menangis meraung-raung dipinggir jalan memanggil kedua orang tuanya namun mereka tidak datang hingga satria diajak oleh seorang anak jalanan untuk tinggal bersamanya di sebuah gubuk reyot di dekat pembuangan sampah
satria kecil di ajarinya untuk memulung selama setahun satria hidup dilingkungan kumuh, karena kecerdasan satria kecil dia banyak yang menyukainya karena sering mengajari teman-temannya belajar baca dan tulis
saat bertemu dengan Ayumi satria kecil sedang dikejar-kejar oleh preman pasar karena tidak ingin disuruh untuk mencopet hingga akhirnya satria lari dari mereka dan akhirnya bertemu dengan Ayumi kecil saat berbelanja dipasar bersama Art Nya
satria merasa sangat beruntung karena dia dibantu oleh Ayumi kecil namun yang membuat satria kembali bersedih
Riki yang baru pertama kali mendengar cerita lengkap kisah hidup satria ikut meneteskan air matanya,Riki semakin bangga memiliki istri seperti Ayumi. walaupun kadang sikap istrinya itu kadang menyebalkan namun sifat baiknya tidak tertutupi
buktinya tiga orang yang ada didepannya walaupun masih kecil Ayumi dapat menyelamatkan hidup anak-anak yang ditelantarkan oleh keluarga kandungnya
tanpa mereka sadari sarah mendengar semua cerita satria
Sarah terbangun karena perutnya terasa sakit dan pada saat itu bercerita tentang kehidupannya di masa lalu
"apakah dia kakak laki-lakiku yang selama ini ayah dan ibu cari?!" batin sarah
Sarah bangun dari tidurnya dengan perlahan karena perutnya terasa sangat sakit, semua terkejut melihat Sarah yang tiba-tiba bangun dan duduk memandang wajah ke empat pria didepannya, memindai wajah mereka satu persatu dan akhirnya dia memandang sendu ke arah satria
"apakah nama lengkap kakak Satria Pratama Dwiatmoko !?" tanya sarah memandang wajah satria
"iya"jawab satria di ikuti anggukan kepala
"apakah kakak tidak bisa mengenali wajahku !?"tanya sarah lagi dan
satria menggelengkan kepalanya
"baiklah mungkin kakak sudah lupa dengan wajah ini karena sudah lama sekali berpisah "jawab sarah
"namaku Sarah Pratiwi Dwiatmoko anak kedua dari Suseno Pratama Dwiatmoko dan Anita Sumarni hiks hiks hiks "ucap sarah menangis
satria langsung memeluk adiknya itu dan ikut menangis,trio kwek-kwek juga ikut menangis karena sedari tadi mereka terbangun saat sarah bertanya tentang nama Lengkap satria namun mereka hanya diam, awalnya mereka syok karena ada wanita cantik yang duduk bersama auami- suami mereka
namun saat mendengar sarah menyebutkan nama lengkapnya mereka memilih untuk diam agar mereka tau kelanjutannya
"saya di besarkan oleh adik ibu saat berusia sebelas tahun karena saat itu ayah baru saja meninggal dan ibu mulai sakit-sakitan jadi om Amar dan istrinya meminta kami untuk tinggal bersama dirumah tua kakek
hingga akhirnya ibu juga pergi untuk selamanya menyusul ayah, kakek dan nenek namun sebelum ibu meninggal ibu berpesan jika suatu hari nanti saya harus mencari cinta pertamanya yang bernama Romario de Fablo untuk menyerahkan gelang ini "ucap sarah lalu mengeluarkan sebuah gelang dari tangannya
"kak saya mohon carilah pria yang dimaksud ibu dalam pesan terakhirnya"ucap sarah sesekali meringis menahan rasa sakit diperutnya, wajahnya semakin pucat
"kita tidak usah mencarinya dek orangnya ada dihadapan kita"jawab satria
"maksud kakak!?"tanya Sarah
"dia adalah pria yang dimaksud ibu dek dia adalah papa Romario de Fablo namun sekarang papa sudah berganti nama menjadi Mohammed Marvel al gifari "jawab satria
"Alhamdulillah terima kasih banyak ya Allah engkau telah memudahkan segala jalanku engkau mempertemukanku sengan kakak kandungku disaat keadaanku seperti ini dan juga engkau mempertemukanku dengan lelaki yang ibu amanah kan padaku untuk mencarinya "ucap sarah dengan suara bergetar
"ini pak gelang yang ibu titipkan,ibu meminta maaf karena telah mengecewakan bapak dimasa lalu kata ibu,ibu bahagia karena telah dicintai oleh seorang lelaki yang sangat baik dan hebat tapi ibu kini sangat mencintai ayah " ucap sarah meremas perutnya
"kamu kenapa dek?!" tanya satria
"Perut sarah sakit kak" jawab sarah,dan mereka semua pabrik namun yang lebih membuat mereka semakin panik saat melihat darah mengalir di karpet yang mereka duduki
"Riki cepat panggil dokter karena kita tidak mungkin membawa sarah keluar dari sini karena pasti orang-orang yang mencarinya masih berkeliaran "ucap pak Marvel panik
"dek kenapa orang-orang itu mengejarmu"tanya satria yang menidurkan sarah berbantalkan pahanya
"mereka itu orang-orang suruhan keluarga istri kedua suamiku kak, mereka tidak ingin kami berdua hidup "jawab sarah
"apa!? apa suamimu berkhianat !?"tanya satria lagi namun Sarah menggelengkan kepalanya
"suamiku tidak berhianat kak, Suamiku dipaksa menikah oleh orang tuanya karena kami tidak pernah direstui
suamiku terpaksa menerima pernikahan itu karena orang tuanya mengancam akan menghabisi kami ,kami sering mendapatkan teror hingga akhirnya paman dan bibi mengizinkan suamiku menikah lagi namun dengan satu syarat saya harus diceraikan namun suamiku tidak terima karena saya sedang hamil muda
kami tidak jadi bercerai karena saya sedang Hamil ,namun keluarga istri baru Suamiku tidak terima dan ingin menyingkirkan kami termasuk paman dan bibi
kami berpisah diterminal antar kota untuk mengecoh orang-orang yang mengejar kami namun entah mengapa mereka menemukanku dikota ini
saya tidak tau bagaimana nasib paman dan bibi apakah baik-baik saja" cerita sarah dengan nafas tersengal-sengal karena menahan rasa sakit diperutnya
beberapa perawat datang membawa brangkar untuk ditempati sarah, Azlan yang sudah memintanya
Sarah pun dipindahkan keatas ranjang yang baru saja dibawa kedalam kamar itu