
Hari,bulan dan tahun Berganti begitu cepat ,suka dan duka datang silih berganti
seperti itulah kehidupan,bila kita ikhlas menjalaninya maka kebahagiaan lah yang akan kita Raih
Roda kehidupan terus berputar tangis dan tawa mengiringi setiap langkah mencapai tujuan hidup
setelah kepergian siska istri keduanya pak Wijaya tetap tinggal dirumah yang di bangunnya untuk sang istri bersama kedua anaknya
namun terkadang Alesya dan Aisy masih sering nginap dirumah Azlan karena mereka menganggap ayah dan ibu mereka sendiri
Pak Wijaya merasa bersyukur kedua anaknya tidak pernah kekurangan kasih sayang
pak Wijaya terus berusaha untuk menjadi seorang ayah dan ibu yang baik untuk keempat anaknya, hubungan bpak Wijaya dan bima sudah membaik bahkan semakin erat karena kini bima juga merasakan hidup menduda dan membersarkan kedua putrinya dengan baik
Bima tidak ingin beristri jika anak-anaknya masih butuh perhatian dan kasih sayangnya sepenuhnya
Asdiah tidak pernah datang hanya sekedar bertanya kamar kedua anaknya bahkan kedua anaknya sudah melupakan wajahnya
Asdiah sekarang sudah menikah dengan pria yang menjadi cinta pertamanya dan entah seperti apa kehidupannya bersama keluarganya yang serakah
Alesya dan Aisy tidak begitu larut dalam dukanya karena kasih sayang yang di berikan azlan Fatiyah serta yang lainnya membuat keduanya tidak pernah merasakan kehilangan ,namun pak Wijaya selalu mengingatkan kedua anaknya tentang sang ibu
sang anak pun tak pernah melupakan ibunya seperti janji Alesya yang akan menjadi anak yang baik , membantu sang ayah merawat adiknya Alesya melakukan itu semua
Alesya tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik seperti ibunya lemah lembut Wajahnya sangat mirip dengan Bima sang kakak sedangkan Aisy sangat mirip dengan almarhumah ibunya
Alesya berperan sebagai seorang ibu untuk sang adik disaat sang adik tiba-tiba menangis mencari sosok sang mama Alesya yang akan menenangkan adiknya
pak Wijaya sering menangis melihat kedua buah hatinya harus tumbuh Tanpa seorang ibu
"pa Alesya berangkat kerja dulu ya" ucap Alesya pada ayahnya lalu mencium punggung tangan ayahnya itu
"iya nak kamu hati-hati ya" jawab pak Wijaya
"iya pa, mungkin Alesya pulangnya agak malam karena harus menggantikan Bibu Fatiyah "ucap Alesya
"iya nak" jawab pak Wijaya
"Aisy minggu ini kamu ada kuliah nggak !?" tanya Alesya pada adik semata wayangnya itu
"ada kak tapi kuliahnya on line dan mungkin aisy akan zoom di rumah makan saja soalnya disana kan ada WiFi hehehe "jawab Aisy cengengesan
"oh berarti kamu nggak usah kekota dong!?"tanya Alesya
"tidak kak kemungkinan sebulan ini kuliahnya lewat on line saja karena dosen aisy lagi ada di luar negeri "jawab aisy
"oh ya sudah kalau Begitu kakak berangkat dulu ya" ucap Alesya
"iya kak,kakak hati-hati ya"jawab Aisy mencium punggung tangan kakaknya itu
Alesya Bekerja sebagai seorang dokter,dia ingin seperti ibu angkatnya Fatiyah sedangkan Aisy sekarang kuliah sambil bekerja di rumah makan milik bayu menggantikan sang ayah
Bima sudah bisa menerima kedua adiknya itu,dan kini Bima tinggal dirumah peninggalan Bu Raidah karena Bima memilih berpisah dengan sang istri dan membawa kedua anaknya karena Asdiah tidak ingin mengambil hak asuh anaknya alasannya dia akan kerepotan mengurus mereka
Bima juga mengembangkan usahanya di bidang properti seperti yang di kuasainya
semakin hari usahanya semakin maju dan berkembang
kehidupannya pun jauh lebih bahagia dibandingkan saat masih bersama sang istri yang selalu menuntutnya ini dan itu
kehidupan Ayumi dan keluarganya pun semakin sukses
Bu Ayudia sudah lama pensiun karena ingin fokus dengan keluarganya
pak Marvel pun sangat tidak keberatan jika istrinya kini menganggur dan memilih menjadi ibu rumah tangga
semua anak-anak Ayumi, Fatiyah dan Aurel semua sudah bekerja Amira putri Fatiyah bekerja di butik Ayumi menemani Raina putri Ayumi mereka berdua yang menghendle salah satu cabang butik Ayumi di bangun ayumi di kampung sebelah
sedangkan Ayumi tetap di butiknya yang di bangun bersama Nana dan yang lainnya
kini Ayumi sudah memiliki beberapa cabang butik di berbagai daerah dan dipercayakan kepada beberapa orang-orang kepercayaannya
ayumi juga membangun butik di kampung halaman Fatiyah dan Aurel,ayumi mempercayakan butiknya itu pada adik-adik Fatiyah dan Aurel yang sudah menikah dengan salah satu anak buah kepercayaan Azlan kakaknya
perjodohan antar anak ayumi, Aurel dan Fatiyah tetap mereka lakukan namun Amira lebih menyukai Abian dibandingkan Arayan putri kandung ayumi namun itu tidak menjadi masalah karena menurut mereka cinta tidak bisa dipaksakan
Amira dan Abian sudah bertunangan dan mereka akan menikah sebulan lagi
mereka menjalin hubungan murni keinginan mereka sendiri ketiga ibu mereka sangat bahagia saat anak-anaknya saling tertarik dan akhirnya perjodohan sedari orok dilanjutkan
Hari ini hari libur seperti biasa mereka akan berkumpul di rumah Bu Ayudia karena itulah hari libur yang mereka miliki saling bertemu satu sama lain
Bu Ayudia tidak pernah keberatan jika semua anak dan cucunya berada dirumahnya bahkan Alesya dan Aisy pun akan selalu meluangkan waktunya untuk berkumpul bersama keluarganya
" Aisy,hari ini ganteng banget curiga deh pasti ada jadwal ngedate ya sama yayang embek"ucap Amira menggoda adik angkatnya itu
"apaan sih kak Mira ini, jangan-jangan yang mau pergi pacaran itu kak mira dan mas Abi" jawab Aisy balik menggoda kakaknya
"ish..tau banget sih kamu dek" ucap amira memiting kepala Aisy ke ketiaknya
"iiih.. kakak ketiak kakak bau ini" jawab Aisy
"apa kamu bilang hah,ini cium ketiak kakak" ucap Amira semakin menjepit kepala Aisy
"hahahaha ampun kak ampun"jawab Aisy
"mas Abi tolong calon istri kakak ini menganiayaku"teriak aisy dan semua tertawa
"eh pakai ngadu lagi" jawab Amira
"eh adik kesayanganku ko dibeginikan sih bisa-bisa dia pake kepala gepeng dong" sahut Fauzi
"kak Ochi lontong eh tolong dong "teriak aisy lagi
"aish tadi minta tolong pada calon suamiku sekarang pada kak Ochi"ucap Amira menatap kakaknya yang ingin mendengat, melihat tatapan adiknya Ochi.mundur
"maaf As kakak nggak bisa nolongin kamu dari sang singa betina
arrrgh...auuuuu." jawab Ochi menirukan suara hewan
"ya" ucap Aisy lemas
"kak kok kakak mau sih sama kulkas dua pintu seperti itu" ucap Aisy
"emangnya kenapa !?" tanya Amira
"ya ngga kenapa-napa sih tapi apa kalau kakak pacaran itu pakai selimut !?" tanya Aisy
"kok pakai selimut memangnya mau ngapain pakai selimut segala !?" tanya Amira bingung dengan ucapan adiknya
"ya kan kakak pacaran sama kulkas pasti dingin "ucap Aisy tertawa
"ishhh....." amira semakin mengenjet kepala adiknya itu lalu mengacak-acak rambutnya
"kak aisy nggak ganteng lagi rambutnya kayak singa ucap Afkar tertawa terbahak bahak melihat rambut Aisy yang berantakan
"Abah kakak mira nih" adu Aisy pada Azlan
"Bibu" Aisy kini berada dalam pelukan Fatiyah
"makanya Jangan ganggu kakak mira nah kan hasilnya seperti ini" jawab Fatiyah merapikan rambut Aisy dengan tangannya
"makasih bibul, sayang deh sana bibu
semua tertawa bersama semua duka yang pernah ada mereka lupakan kini mereka hidup bahagia
ayumi pun semakin cinta pada sang mas duda yang memberikannya kebahagiaan kevin beberapa kali datang menemui ayumi dan meminta maaf dan menawarkan pertemanan bersama ayumi namun dengan tegas ayumi mengatakan jika tidak ada kata berteman dengan mantan karena mantan tetaplah mantan dan tidak akan pernah berubah menjadi teman
jika pertemanan dengan mantan terjalin maka suatu hari nanti akan menimbulkan luka dan cemburu dihati pasangan dan itu ayumi tidak pernah inginkan karena sang mas duda adalah cinta sejatinya
TamaT
...****************...
kisah Mas Duda I Love you Full Sampai disini ya kisahnya
terimakasih atas semua dukungan dan kritiknya
I Love you Full All,tunggu kisah yang lainnya ya🥰😘😘