
Pov Bayu
sudah tiga bulan barlalu setelah kepindahan mama dan papa ke rumah baru yang dibeli dari Umah Ayudia ibu mertuaku
saya dan istri kembali kekota karena istriku kuliah dan saya banyak pekerjaan
banyak yang bilang jika istri sibuk diluar rumah Dia sangat sulit untuk hamil
termasuk tante maya selalu menelpon dan mengatakan istriku akan sangat sulit bisa hamil sibuk dengan kuliahnya dan juga masih senang berkumpul dengan teman-teman seusianya, apa lagi usiaku yang sudah kepala tiga sedangkan istriku baru 22 tahun, usia kami terpaut sangat jauh
saya tidak ingin mematahkan cita-cita istriku untuk menjadi seorang dokter kandungan
Alhamdulillah istriku sudah hamil, entah mengapa sudah seminggu ini istriku merengek untuk pulang kekampung dimana semua keluarga kami berada
saat tau istriku hamil saya langsung menelpon semua keluarga mengabarkan berita bahagia ini
semua sangat senang dan bahagia terutama mama dan papa karena ini adalah cucu pertama mereka
saking senengnya mama dan papa langsung mengunjungi kami kekota
dan hari itu tante maya juga ikut bersama mama dan papa karena katanya sedang berkunjung kerumah mama
Tante Maya sekali lagi menghina istriku dan memfitnahnya entah apa kesalahan Arumi padanya sehingga dia begitu membenci Arumi sedangkan sekarang ini mereka berada dimansion mewah oma Shintya
"alah ini kan bukan rumahnya, jangan-jangan ini hanya rumah majikan orang tuanya dan membiarkan kalian tinggal disini untuk merawat rumah ini
"astaghfirullah, Tante kenapa sih benci sekali dengan istriku " tanyaku
"Maya kamu jangan bicara sembarangan "mama juga menegur Tante Maya
"akh bisa sajakan kak, mereka semua menipu kalian agar bisa menguasai perusahaan Bayu"ucap Tante maya sinis
"sudah Tante jangan buat istriku stres dia sedang hamil"jawabku
"hamil !!? kamu yakin itu anak kamu?!"ucap tante maya
"maksud tante apa!?" bentak Arumi
"ya bisa saja kan !! kamu bilang kuliah pada suami tapi nyatanya lagi asyik pacaran" Tante maya masih saja memojokkan istriku
"cukup Tante jangan fitnah Istriku karena saya tau istriku seperti apa"ucapku emosiku sudah di ubun-ubun
"kalau memang seperti itu kamu pasti akan menyesal bayu karena sudah membentakku "ucap Tante maya tak mau kalah
"cukup Maya jangan bicara sembarangan pada menantuku "ucap Papa yang juga sudah tersulut emosinya karena ucapan Tante Maya
"ck, kalian jangan mau tertipu dengan wajah polosnya "ucap Tante maya lagi
"sudah ya tante, sudah cukup tante menghina dan memfitnahku sekarang tante pergi dari rumahku"ucap Arumi membentak dan mengusir Tante Maya
"hahahaha.....jangan mimpi terlalu tinggi nanti kalau kamu jatuh akan sangat sakit, sok-sokan bilang ini Rumahnya tapi ternyata rumah majikan "ucapnya lagi dan menertawakan istriku
saat saya akan berbicara lagi pada tante maya namun Arumi sudah berdiri dan menarik lengan Tante Maya dengan kasar dan menyeretnya keluar dari rumahnya dan kami mengikutinya dari belakang
Ayumi menyentak tangan Tante maya,entah dari kekuatan dari mana istri kecilku ini menjadi sangat kuat dan membuat tante maya tersungkur ke tanah ,untung saja di halaman ini sudah diberi rumput Hingga akan terasa lembut
"lihat lah kak menantumu begitu tidak sopan nya padaku yang jauh lebih tua darinya " tante maya masih saja ngoceh tidak mau pergi dari mansion oma Shintya
"buat apa saya menghargai orang tidak bisa menghargai orang lain, saya akan menghormati orang yang menghargaiku dan mulutnya tidak sekotor comberan "jawab Arumi
"pak Adaaammm "panggil Arumi
pak adam dan pak somad security di mansion ini lagi tergopoh-gopoh mendengar teriakan Arumi
"iya non "jawab pak Adam
"geret wanita gil* ini keluar dan jangan pernah biarkan dia masuk kedalam rumahku lagi" ucap Arumi pak Adam penuh penekanan
"iya non"jawab pak Adam dan pak somad
"lepaskan saya,Bayu...bayu kasi saya uang saya tidak punya ongkos untuk pulang "teriak Tante maya
"ck....ck....dasar benalu "ucap Arumi lagi
"usir dia pqk adam" Arumi kali ini benar-benar marah
kami semua masuk kembali kedalam rumah setelah tante maya pergi
Papa dan mama duduk di sofa ruang keluarga
saat Arumi akan menaiki tangga mama memanggilnya,saya yang juga berada dibelakang Arumi langsung menoleh menatap mama
"ada apa ma!?"jawab Arumi
"sini duduk " ucap mama
kami pu duduk di sofa yang ada di depan mama
"iya ma"ucap Arumi
"Rum maafkan mama ya,anak yang kamu kandung benar-benar anak bayu kan!?"tanya mama
degg
kami bertiga melotot mendengar pertanyaan mama
"Maksudnya apa ma!? apa mama juga menuduhku selingkuh !?" ucap Arumi dengan tatapan tajam
mama hanya tertunduk mungkin merasa bersalah karena mengajukan pertanyaan yang sangat menyakitkan hati
"saya kecewa sama mama, saya fikir mama menyayangi Arumi seperti anak mama sendiri ternyata mama punya fikiran yang picik"ucap Arumi marah Namun nada bicaranya rendah
"baiklah jika kalian meragukan tentang anak ini , setelah anakku lahir kita akan melakukan tes DNA jika terbukti anakku anak mas bayu saya tidak akan membiarkan mama menyentuhnya karena telah meragukannya "ucap Arumi lagi lalu meninggalkan kami
"kenapa mama terpengaruh oleh ucapan Tante Maya , setiap hari arumi ku antar jemput kekampus dan selama ini Arumi tidak pernah nongkrong bersama teman-temannya
tidak pernah pergi tanpa mendapatkan izin dari ku"ucapku pada mama setelah Arumi meninggal kan kami
saya menyusul Arumi ke kamar namun tidak kudapati
"akh....ini semua karena btante Maya sehingga mama terpengaruh,awas saja kamu tante maya jika rumah tanggaku hancur maka kau orang yang pertama yang akan kuhancurkan juga "
entah dikamar mana istriku tidur, mungkin dia butuh waktu sendiri untuk menenangkan hatinya yang terluka
pagi hari menjelang Arumi tetap menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri
menyiapkan kami sarapan namun wajahnya tidak seceria biasanya
tidak berbicara sepatah kata pun hanya menyiapkan sarapan saja setelah itu dia duduk tanpa suara menyuapkan makanannya kedaln perutnya
biasanya istriku ini akan berbicara banyak hal apalagi jika ada Mama dan papa datang berkunjung
setelah sarapan dan membuat susu ibu hamil dia pun kembali bke lantai dua entah dikamar mana dia mengurung diri
mama hanya diam dan meneteskan air matanya
mungkin merasa sangat menyesal telah bertanya seperti itu pada istriku
"Bay, mama dan papa pulang ya hari ini "ucap mama dengan berderai air mata
"loh katanya mama disini seminggu nkok sekarang tiba-tiba ingin pulang" sebenarnya saya sangat tau apa alasan mama ingin cepat pulang
"maaf ya Bay mama tidak hisa lama ada disini hati Arumi masih marah pada mama"ucap mama terisak
kemarin saat selesai sholat Jumat saya mengajaknya untuk pulang kekampung wajahnya terlihat berbinar Bahagia
saya sangat bersyukur istriku hamil tapi tidak banyak drama ngidamnya tidak seperti ketiga kakak iparku dan adik iparku yang banyak maunya
namun Arumi berubah sangat manja dan sensitif
Bik sumi bilang jika istri sedang hamil muda dia akan sangat sensitif
berbicara sedikit saja dan suara sedikit keras dia akan tersinggung
kini kami telah sampai dikampung, Arumi memintaku untuk membawanya kerumah umah,Arumi tidak ingin pulang kerumah orang tuaku
saya fikir setelah waktu berlalu selama Dua Minggu rasa kesal dan marahnya sudah bilang tapi ternyata masih ada