
satria dan Azlan bertemu di kantor mereka, satria menceritakan semua apa yang telah terjadi kemarin dikampus Arumi
Azlan merasa geram dan langsung menelpon orang kepercayaannya yang telah mengamankan Arjuna dan teman-temannya
"Halo Ron, bagaimana orang itu "tanya Azalan pada Rony
"mereka bebas bang, orang tua mereka menjamin mereka "jawab Rony
"oke tidak apa-apa kamu suruh awasi saja gerak gerik mereka saya tidak ingin mereka membuat ulah lagi"ucap azlan
"baik bang"Jawab Rony
"bagaimana kak!?"tanya satria
"mereka dijamin oleh orang tuanya "jawab Azlan mengusap kasar wajahnya
"biarkan saja kak dulu kak,kita lihat bagaimana mereka nanti kalau mereka mengganggu Arumi lagi kita hancurkan saja orang tuanya "ucap satria
"kamu sudah tahu data mereka ?"tanya azlan
"sudah kak, saya sudah pegang kartu As mereka semua "ucap satria lalu mengirimkan sebuah file pada azlan
Azlan membuka file itu lalu membacanya,azlan tersenyum menyeringai setelah membaca file mereka
"bagus sekali lagi mereka berbuat ulah mereka akan menjadi gembel dan mendekam dijeruji besi"ucap Azlan dengan senyuman devilnya
"benar kak,jika mereka masih berani mengusik ketenangan adik kesayangan kita maka mereka akan menangis darah "ucap satria juga dengan senyuman devilnya
"kamu sudah mengirimkan file ini pada Azka dan Bayu?"tanya Azlan
"belum kak,saya tidak ingin mengganggu konsentrasi mereka menghadapi hari bahagianya
saya tidak ingin mereka membuat kesalahan saat mengucapkan ijab qobul nya
Arumi dan Umah juga tidak ingin Bayu tau, karena Arumi tidak ingin Bayu khawatir padanya "jawab satria
"iya biarkan saja dulu, nanti kita bicarakan semua ini setelah acara pernikahan mereka "ucap Azlan
"iya kak,tapi saya sudah menceritakan semuanya pada Aurel dan memintanya untuk merahasiakannya terlebih dahulu "jawab satria dan Azlan hanya mengangguk-angguk saja tanda dia setuju dengan keputusan adiknya itu
"oh iya kak, Desta menelpon pagi tadi katanya Bu Lilis ibu tiri kak maryam dan juga tia kakak tirinya tertangkap karena memerintahkan anak buah toni,diki dan Jarwo untuk melakukan perampokan di toko kak Fadlan dan ternyata yang selama ini yang melindungi mereka salah seorang pejabat
dan kakak tau siapa orang itu ?"tanya satria dan Azlan hanya menggeleng
"Ayah dari Arjuna pria yang ingin menghancurkan Arumi dan Bu Lilis adalah wanita simpanannya
Bu Lilis bisa sampai di kampung karang taruna karena dia sedang bersembunyi dari karena pernah mencelakai salah satu pria selingkuhannya membawa dua orang anaknya hingga akhirnya dia bertemu dengan Ayah kak maryam
Ayah kak maryam dan suami tia selama ini diam melihat kak maryam dan kak fadlan diperlakukan layaknya pembantu karena mereka di ancam akan dilenyapkan jika mereka mengadukan perbuatan mereka juga perselingkuhan istri dan anak tirinya "ujar satria panjang lebar memaparkan tentang ibu tiri
Maryam
"Astaghfirullahulalazim,ada ya orang-orang seperti mereka trus bagaimana dengan ayah Arjuna?!"tanya Azlan
"kami masih terus mencari bukti keterlibatannya kak"jawab satria
dunia memang sangat sempit tapi syukurlah kalau orang-orang kejam itu sudah tertangkap dan PR kita sekarang mencari bukti orang yang mendukung mereka "jawab Azlan
Azlan memang kurang informasi tentang keluarga istrinya itu karena sepulang mereka dari kampung sang istri Azlan sangat sibuk dan jarang berkomunikasi dengan kedua adiknya dan anak buahnya
Hari berganti Azlan dan satria fokus dengan persiapan pernikahan kedua adiknya
mereka tidak pernah lagi membahas tentang keluarga Fatiyah dan keluarga Arjuna
Desta dan Tejo beserta anak buahnya sudah kembali kekota X mereka tidak lagi menjaga keluarga Fatiyah karena situasi sudah aman hanya dua orang anak buah Azlan yang tinggal untuk membantu Fadlan dan Maryam mengelola toko Arumi
dua hari lagi acara azka akan dilaksanakan mereka samakin sibuk mempersiapkan semuanya
Tejo hari ini mendapatkan tugas untuk menjemput keluarga Fatiyah dan Desta bertugas untuk menjemput keluarga Aurel untuk datang menghadiri acara pernikahan azka dan Nana serta pernikahan Arumi dan Bayu
Tejo tentu saja sangat bahagia karena akan menjemput sang pujaan hati siapa lagi kalau bukan Fadhillah si ibu bidan cantik
selama Tejo ditugaskan untuk menjaga keluarga Fatiyah dan mengantar jemput Fadillah ditempat kerjanya membuat mereka saling jatuh cinta dan dengan beraninya Tejo datang kehadapan pak Fatur untuk melamar Fadillah sehari sebelum kepulangannya kekota X
Tejo berjanji akan datang melamar secara resmi bersama keluarganya setelah pernikahan Azka selesai
kini keluarga pak Fatur telah sampai dirumah Azlan,pak Fatur memang belum menyampaikan niat baik Tejo melamar Fadillah pada Fatiyah dan Azlan
Hari ini adalah hari yang dinanti-nanti pesta pernikahan mereka gelar di rumah lama BU Ayudia karena disana halamannya sangat luas
mereka kini telah berkumpul dimesjid Al-Azhar yang berada tidak jauh dari rumah bu Ayudia
Nana ingin menikah dimesjid itu karena itu adalah permintaan terakhir sang ayah yang memintanya jika suatu hari nanti Nana menikah sebisa mungkin dilaksanakan dimesjid dan kini Nana mewujudkannya
Air mata Bu Mimin tak henti mengalir mengingat anaknya kini akan melepaskan masa lajangnya bersama pria yang dicintainya
Azka mengucapkan ijab qobul nya dengan sangat lantang dan tak ada hambatan dalam pengucapannya
"bagaimana para saksi ???ucap pak penghulu
"sah"
"sah"
"sah"
ucap mereka bersamaan dan suarany menggema didalam ruangan dimesjid itu
kini acara sungkeman Azka memeluk erat tubuh ibu angkatnya itu dan menangis tersedu-sedu
"Umah maafin Azka ya jika selama ini azka belum bisa memberikan kebahagiaan kepada Umah" ucap Azka berlinang air mata
"umah sudah bahagia, dengan menjaga umah, menyayangi umah dan melindungi umah itu adalah sebuah kebahagiaan yang sangat besar buat umah
jaga istrimu nak,jangan pernah abaikan dia apalagi kamu menyia-nyiakannya
bila kamu sudah tidak mencintainya kembalikan dia pada keluarganya secara baik-baik seperti engkau memintanya "ucap Bu Ayudia menasehati Azka putra bungsunya
"iya umah"jawab azka mencium punggung tangan Bu Ayudia
setelah acara sungkeman azka dan Nana menandatangani berkas-berkas bukti pernikahan mereka
kini mereka kembali kerumah Bu Ayudia untuk menunggu acara pernikahan Arumi dan Bayu
tak berselang beberapa lama rombongan keluarga Bayu datang
mereka semua menyambut kedatangan rombongan iring-iringan pengantin Dengan suka cita
Arumi yang berada didalam kamarnya ditemani kakak dan kakak-kakak iparnya termasuk Nana
Arumi merasa gelisah,dia sungguh penasaran apakah ayahnya akan datang untuk menjadi wali nikahnya
"tenang Rum,kamu tidak usah tegang seperti itu
santai aja Rum,Bayu pasti bisa ucapkan ijab qobul dengan lancar aman dan terkendali "ujar Fatiyah mencoba mencairkan suasana tegang dalam kamar itu
"ish...kak Fatiyah apaan sih"ucap Arumi tertunduk malu dan mereka tertawa bersama
"eh si Nana bentar malam unboxin dong, mamasnya jangan sampai dibanting ya"ucap Fatiyah lagi kali ini menggoda Nana yang duduk disamping Arumi
"ih kak Fatiyah "jawab nana untung saja pipinya memakai perona pipi jadi dapat menyembunyikan wajahnya yang memerah
"andainya dulu kita bertiga nikah Bareng juga ya pasti seru, unboxinnya juga bisa barengan "ujar Fatiyah dengan pemikiran konyolnya
"iya ya pasti seru tapi ono nyuri start duluan padahal kan kita berdua yang berencana lebih dulu eh malah nancap gas duluan"sahut Aurel menimpali ucapan Fatiyah dengan bibir manyun- manyun menunjuk Ayumi yang sedari tadi tersenyum-senyum
"hoo,kita mikirnya berbulan-bulan bagaimana konsep pernikahan kita eh malah keduluan sama ono" ucap Fatiyah yang juga memanyun-manyunkan bibirnya kayak bibir soang
"eleh kalian itu mikirnya lama,kalau memang sudah mau dihalalkan ya hayuk nggak usah nunggu lama"Jawab Ayumi terkekeh dan mampu membuat bibir ke-dua sahabat sekaligus kakak iparnya itu makin bertambah manyun
Arumi dan Nana hanya terkikik geli tidak berani memberi komentar karena pasti akan kembali dibuly oleh kedua kakak iparnya itu
Bu Ayudia naik kelantai dua untuk memanggil putri bungsunya karena ijab qobul akan segera dilaksanakan
tok tok tok
"umah bisa masuk ?!"tanya Bu Ayudia setelah mengetuk pintu kamar pengantin putri bungsunya itu
"silahkan masuk umah"ucap Fatiyah setelah pintu terbuka
"makasih sayang " jawab Bu Ayudia lalu masuk kedalam kamar
"ayo nak kita kebawah ijab qobul nya akan segera dilaksanakan "ucap Bu Ayudia dan di angguki oleh Arumi