Mas Duda I Love You Full

Mas Duda I Love You Full
Bab 130 Acara pindahan



sebulan berlalu para ibu hamil masih saja seperti biasa membuat ulah , ngidam ini itu saat malam menjelang


Hari ini orang tua Bayu pindah ke rumah baru Bu Ayudia lebih tepatnya orang tua bayu membelinya dari Bu Ayudia


bu Ayudia pindah ke rumah lamanya bersama bu Hadijah ibunya Nana karena Bu ijah tidak mau meninggalkan Bu Ayudia tinggal sendiri walaupun punya asisten rumah tangga yang baru namun Bu ijah sudah merasa nyaman bersama Bu Ayudia yang tidak pernah menganggapnya Art tapi menganggapnya seorang adik


orang tua Bayu akan mengadakan pengajian acara masuk rumahnya sekalian perkenalan dengan para tetangga-tetangganya walaupun mereka sudah banyak yang mengenal mereka sebagai besan Dokter Ayudia


Rumah Bu Raidah sudah ramai


para tetangga sudah banyak yang datang dan keluarga besar Ayumi juga sudah pada datang termasuk orang tua Aurel dan Fatiyah yang sudah datang sejak kemarin karena di jemput oleh anak buah Azlan


keluarga besar bu Raidah dan Pak Wijaya juga sudah datang


banyak keluarga yang nginap dirumah baru pak Wijaya


Mereka senang karena tetangga-tetangganya sangat ramah tamah dan banyak yang membawa buah tangan sebagai bentuk kepedulian mereka


Bu Raidah sangat senang karena dia diterima dilingkungan itu dengan sangat baik


"Baiklah kalau begitu kita mulai Acara masuk rumahnya "ucap pak Rt yang ditunjuk sebagai pembuka acara


acara pun berlangsung dengan hikmat mulai dari pengajian, sepatah kata dari pak Rt dan tuan rumah serta ceramah singkat dari ustadz Jefri yang sengaja diundang


setelah ceramah selesai para tamu dipersilahkan untuk menikmati hidangan yang disajikan oleh pihak keluarga Pak Wijaya dan Bu Raidah


"wah makanannya enak-enak ya"ucap salah seorang ibu


"iya enak sekali, saya itu memang senang kalau keluarga dari bu Ayudia dab bu Hanim membuat Acara pasti makanannya enak-enak "jawab ibu dua


"heemm,saya juga paling seneng kalau diajak ke acara-acara keluarga besar bu Ayudia karena kita nggak merasa rugi membawa buah tangan toh disuguhkan makanan enak yang entah kapan akan bisa menikmatinya lagi" sahut ibu tiga


"hus jangan kenceng- kenceng ngomongnya nanti mereka dengar "ibu yang pertama memperingati


"iya maaf, soalnya semangat banget "ucap ibu yang lain dan mereka tertawa bersama


setelah semua rangkaian acara telah selesai para tamu sudah pulang kerumah mereka masing-masing hanya keluarga inti yang tinggal dan para buruh bersih-bersih yang sengaja disewa oleh Bayu


"jadi kamu kembali lagi kekota bay!?" Tanya Tante maya adik perempuan pak Wijaya


"iya Tante,kasian Arumi jika bolak-balik kesini"jawab Bayu


"iya juga sih"ucap tante Maya


"trus usaha kamu disini bagaimana !?"tanya Tante maya


"nggak masalah Tante,disini ada papa dan kakak-kakak iparku yang bantu mengawasinya lagian ada orang-orang kepercayaanku"jawab Bayu


"ck, jangan terlalu percaya pada orang lain,lebih baik percaya pada keluarga sendiri "ucap Tante maya lagi dengan sinis


"apa maksudnya Tante !?"tanya Ayumi terlihat kesal


"nah kan saya baru ngomong kayak gitu sudah ada yang nyahutin"ucap Tante maya suaranya terdengar ketus


"kami akan menyahuti ucapan tante karena kami tidak suka menghianati kepercayaan saudara kami malahan kami sekeluarga saling dukung dan bantu bukan menenggelamkan saudara kami"ucap Ayumi sudah mulai emosi


"ck,kalian ini hanya besar omongan saja dan saya yakin suatu hari nanti kamu akan menangis darah Bayu karena usahamu bangkrut "jawab Tante maya tidak mau kalah


"sudah tante jika .memang tante tidak suka dengan keluarga saya maka sekarang tante segera angkat kaki dari sini dan satu lagi Tante, usaha suamiku tidak akan bangkrut ditangan saudara-saudaraku karena saudara-saudaraku membantu mas Bayu tidak setengah-setengah tidak seperti yang telah dilakukan anak tante pada Suamiku menjual saham Suamiku demi kepentingannya sendiri " ucap Arumi tersenyum sinis pada adik papa mertuanya itu


mungkin dengan cara seperti itu orang seperti tante maya akan berhenti berbicara pedas


Bayu dan kedua orangtuanya tidak ada yang menanggapi ucapan Arumi


Bayu terdiam karena terkejut,dia tidak menyangka istrinya akan berubah sesadis itu


"kamu ya ..."ucap tante maya semakin geram


"kenapa Tante, Tante mau menyangkalnya !?"ucap Arumi


"lihat lah kak menantu pilihan kalian tidak menghargai orang yang lebih tua darinya "ucap Tante maya yang ternyata tidak mau menyerah


"sudah Sayang, dengar tante saya sangat percaya dengan saudara ipar ku karena mereka tidak pernah mengecewakanku "ucap Bayu sedikit menyindir


"ck, itukan sudah lewat lagian Didit sudah minta maaf dan mengganti semua kerugianmu


lagian juga biar bagaimanapun Didit itu sepupumu bukan orang lain"jawab Tante Maya tidak mau kalah


"kakak-kakak iparku bukan orang lain dia adalah saudara dari iatriku"ucap Bayu


"alah istrimu itu hanya orang saing yang kebetulan kamu nikahi sedangkan sepupumu masih sedarah denganmu"ucap Tante maya masih tidak mau mengalah


Ayumi dan keluarganya sudah sangat geram mendengar ucapan Tante dari suami adiknya dan mereka mengepalkan tangannya menahan emosi mereka meledak


pak Wijaya dan Bu Raidah hanya diam memijat keningnya karena merasa malu dengan kelakuan adiknya


"cukup tante jangan buat saya membuka kebusukan anak yang tante bangga-banggakan didepan semua orang "jawab bayu dengan suara lantang


"jika tante tidak suka dengan keluarga istriku karena saya lebih percaya dengan mereka dibandingkan dengan anak tante lebih baik tante pergi saja dari sini "Bayu mengusir tantenya itu, wajah dan matanya sudah merah karena terlalu emosi


"lihat saja nanti bayu kamu akan menyesal karena memperlakukanku seperti inii" Tante maya beranjak dari duduknya dan pergi tanpa berpamitan


begitupun dengan anak-anaknya Yang merasa malu dengan kelakuan mama mereka


"maafkan kelakuan Adikku,dia memang suka seperti itu


sekali lagi maaf kan kelakuan Adikku "ucap pak Wijaya mengkupkan kedua tangan memohon maaf


"sudah pah bukan papa yang salah kenapa mesti minta maaf pada kami"ucap azlan


"saya sudah sering peringkatkan papa jika kita melakukan Acara dia tidak usah di undang karena pasti akan buat gaduh dengan mulutnya yang tidak tau aturan "ucap Bu Raidah malu


pak Wijaya menghela nafas panjang karena tidak tau lagi bagaimana dia bisa memperingatkan adiknya itu karena ini bukan kali pertama maya melakukan kegaduhan hingga hampir semua keluarganya yang tidak menyukainya


"ya Allah apa saya juga harus memusuhi adikku ?!"ucap pak Wijaya dalam hatinya


keluarga besar pak Wijaya dan Bu Raidah hanya diam saja tidak ada yang mau bersuara


"kami pamit ya pah mah ini sudah mau sore "ucap azlan


"sekali lagi kami memohon maaf atas perlakuan Maya adikku "ucap pak Wijaya masih merasa tidak enak hati


"sudah pah,papah jangan seperti ini kami tidak merasa tersinggung kok,jadi papah santai saja apalagi sekarang kita sekarang sudah bertetangga jadi papah jangan seperti ini"ucap Azlan


Azlan mewakili saudara-saudaranya dan juga ibunya karena sedari tadi mereka enggan untuk bersuara kecuali Ayumi yang memang tidak akan pernah tahan jika keluarganya dihina yang lain akan bertindak jika mendapat izin dari Azlan Dan Ayumi


dan baru pertama kalinya Arumi melawan orang yang lebih tua darinya


"kamu hebat dek"ucap Ayumi mengelus punggung adik bungsunya


"kak"jawab Arumi


"keluarga adalah Harta yang paling berharga yang harus selalu kita jaga "ucap Ayumi lagi


"iya kak,saya tidak suka ada orang yang menyudutkan mas bayu dan kalian semua "ucap Arumi sesegukan


"terima kasih ya sayang sudah mau membela suamimu ini"ucap bayu yang kini memeluk istrinya menggantikan kakak iparnya


"kalau begitu kami pulang dulu ya "pamit Ayumi


"iya kak"jawab Bayu


"mah pah,kami pamit ya"ucap Ayumi menyalami kedua orang tua adim iparnya itu


"iya nak maafkan kami ya karena kalian sudah dihina oleh adikku "ucap pak Wijaya merasa tidak enak hati


"tidak apa-apa pah yang penting buka papah dan mamah yang melakukannya apalagi pada adik kami"ucap Ayumi dan diangguki oleh yang lainnya


Ayumi dan semua keluarganya meninggalkan kediaman pak Wijaya Bu Ayudia hari ini lebih banyak diam karena bu Ayudia yakin anak-anaknya mampu menyelesaikan semuanya


tapi lain dengan pemikiran Bu Raidah dna pak Wijaya diamnya Bu Ayudia sebagai bentuk ketidak sukaannya atau mungkin sedang marah walaupun Bu Ayudia tersenyum pada mereka