
Malam menjelang kini semuanya berkumpul dimeja makan setelah melaksanakan sholat Maghrib berjamaah
Mereka makan dengan tenang Arisha sudah melupakan ceritanya tentang pengalamannya
setelah makan mereka kembali berkumpul diruang keluarga untuk membahas tentang persiapan pernikahan Azka dan Nana juga Arumi dan Bayu yang mereka sepakati untuk dimajukan dan melakukan resepsi bersama agar semua warga Desa makmur jaya tau bahwa mereka semua telah menikah
"bagaimana persiapan kamu ka?"tanya Azlan pada Adiknya
"sudah hampir selesai kak tinggal fiting baju pengantin "jawab azka
"oh Kakak kira kalian tinggal kebutik, Ayumi kan sudah menyiapkannya ?"ujar Azlan lagi
"iya sih tapi belum dicocokkan, kan kak Ayumi dan nana baru pulang kak"jawab azka
"besokkan kita kebutik,jadi sekalian kita cocokkan juga dengan baju seragamnya "sahut Ayumi menimpali ucapan Azka
"nah itu berarti sudah selesai semua dong"ucap Azlan
"iya kak"jawab azka
"oh iya ay,kita itu punya pesanan baju seragam juga dan pelanggan baru kita itu mau bertemu langsung dengan Kamu "ujar Riki yang juga mendapat laporan dari karyawan butik milik istrinya itu
"oh kalau begitu biar Kita buat janji ketemu aja besok mas"jawab Ayumi pada suaminya dan diangguki oleh suaminya itu
"Bay, bagaimana dengan persiapan kamu?"tanya Azlan
"kami juga sudah siapkan semua mas, tinggal menunggu hari H- nya saja "jawab Bayu dan di angguki oleh kedua keluarga
"Alhamdulillah kalau sudah seperti itu, Kita tinggal mengecek apa saja kekurangannya "jawab Azlan
"iya mas" jawab Bayu
"iya kak"jawab Azka
"Umah hanya bisa mendoakan kalian semua, semoga kalian selalu bahagia dan semoga acara kalian lancar"ucap Bu Ayudia
"Aamiin, terimakasih Umah doa baiknya "ucap Nana dan Arumi lalu memeluk Bu Ayudia dari samping
"sama-sama sayang, kalian jaga kesehatan ya "ucap Bu Ayudia lagi
"iya umah "jawab keduanya
"oh iya Bu Ayudia kami mau pamit pulang dulu ini sudah malam "ucap bu Raidah mamanya Bayu
"loh kok nggak sekalian nginap disini aja jeng lagian ini juga sudah malam banget "jawab Bu Ayudia kepada calon besannya itu
"nggak apa-apa jeng biar kami pulang aja dulu"ujar bu Raidah lagi
"iya ma,mama nginap aja disini,kan besok mama datang lagi untuk Fiting baju seragam biar mama sama papa nggak capek bolak-balik "sahut Arumi pada kedua calon mertuanya itu
"bagaimana pa,bayu?!"tanya Bu Raidah pada anak dan suaminya
"terserah mama sih maunya gimana,tapi kalau menurut bayu yang dikatakan Arumi benar ma besok pagi kita akan kesini lagi
Jadi mending nginap aja biar nggak capek dan makan waktu juga bolak-balik "ujar bayu menyampaikan pendapatnya
"kalau papa sih ngikut aja mana baiknya "Jawab pak Wijaya yang sedari tadi hanya diam memperhatikan mereka
"baiklah kalau begitu,kita nginap aja "jawab Bu Raidah akhirnya
Arumi tersenyum pada calon mertuanya itu
"ya sudah mama sama papa istirahat aja dulu dikamar pasti capek seharian"ucap Arumi pada kedua mertuanya
"iya nak "jawab pak Wijaya
"ayo ma pa , Arum antar kekamar "ujar Arumi dan berdiri dari duduknya
"kalau begitu kami pamit duluan kekamar jeng Ayudia jeng Hanim "ujar bu Raidah pada Bu Ayudia dan Bu Hanim mamanya Riki
"iya jeng silahkan kami juga sudah mau pamit ini mau istirahat biar besok semangat nyobain bajunya "ucap Bu Hanim sedikit bercanda
"hahahaha iya benar jeng"ucap Bu Raidah tertawa
Bu Raidah dan pak Wijaya berdiri dari duduknya dan mengikuti langkah calon menantunya menuju kamar tamu yang ada dilantai bawah
Sepeninggalan Bu Raidah dan pak Wijaya orang tua Riki dan Adik-adiknya juga berpamitan untuk pulang kerumah mereka yang tidak begitu jauh dari rumah Ayumi dan Riki
Tak berselang beberapa menit Arumi sudah kembali dari mengantarkan calon mertuanya kekamar dan Arumi pun mengajak bu Ayudia serta Nana dan ibunya berpamitan untuk pulang ke rumah Bu Ayudia.
Nana dan ibunya masih tinggal bersama Bu Ayudia karena Bu Ayudia tidak ingin mereka pergi dari rumahnya sampai Nana dan Azka menikah
azka dan bayu ikut mengantarkan mereka sekaligus mereka pulang kerumah azka yang berdekatan dengan rumah Bu Ayudia
Bayu berencana akan nginap dirumah azka karena mereka masih ingin membahas persiapan pernikahan mereka
Begitupun dengan Azlan dan Fatiyah serta Satria dan Aurel mereka pun berpamitan untuk pulang ke rumah mereka masing-masing
Setelah semua keluarganya pulang ke rumah mereka masing-masing kini tinggal Ayumi dan Riki
Anak-anaknya pun sudah lama tertidur dikamar mereka
Para Art pun sudah beristirahat karena lelah seharian beraktivitas
"Ay kamu nggak kagen sama mas?"tanya Riki pada istrinya saat mereka sudah berada di dalam kamarnya
Riki sudah memeluk pinggang ramping istrinya itu, yang sudah seminggu tidak dipeluknya
"kangen bib, kangen banget "jawab Ayumi mengalungkan tangannya keleher suaminya itu
"sayang sudah seminggu loh mas puasa "ucap Riki sendu
"loh emangnya kenapa mas puasa ? Apa mas puasa sunnah? Emangnya ini bulan apa sampai mas puasa sunnah !?"ujar Ayumi polos tidak mengerti ucapan suaminya
Riki ingin tertawa dan menangis dengan kepolosan istrinya
"bukan puasa Sunnah sayang tapi puasa tidak pernah makan kamu"ucap Riki lagi
"loh memangnya mas selama saya pergi,mas berubah jadi kanibal? iiihhhh mas jangan macam-macam deh "ucap Ayumi bergidik ngeri mendengar ucapan suaminya
Riki mengusap wajahnya kasar karena istrinya itu tidak mengerti apa yang di inginkannya
"sayang kenapa kamu ini polos banget sih,mas jadi makin ingin memakanmu"ucap Riki lagi dan Ayumi mencoba melepaskan pelukan suaminya namun Riki makin memeluk erat tubuh Ayumi dari belakang dan mencium leher Istrinya itu
Ayumi akhirnya diam tidak memberontak lagi karena dia juga rindu sentuhan mas mantan dudanya itu
Bulu kuduknya merinding saat Riki mulai menjilati lehernya dan menggigitnya
Tanpa sadar ayumi mengeluarkan suara ajaibnya dan itu membuat Riki semakin bersemangat
Riki kini membalikkan badan istrinya menghadap kepadanya dan mulai mencium seluruh wajah wanitanya yang sudah seminggu ini tidak pernah disentuhnya dan berakhir dibibir indah istrinya
Ayumi Hanya pasrah dan menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh sang mantan Duda yang kini sudah bergelar suaminya itu
Entah sejak kapan Ayumi sudah berada diatas ranjang empuknya dengan tubuh polosnya yang tertutup selimut dan dibawah Kungkungan sang suami tercintanya
"sayang izinkan saya berbuka puasa setelah seminggu ini kamu membiarkanku berpuasa "ucap Riki dengan suara seraknya
Ayumi baru mengerti ucapan suaminya namun Ayumi hanya menganggukkan kepalanya karena dia juga sangat rindu kehangatan suaminya
Mendapatkan lampu hijau dari istrinya Riki tidak membuang waktu lagi segera berbuka puasa
dan terjadilah malam panjang yang penuh kerinduan dan kehangatan
...****************...
Bersambung dulu ya
Makasih banyak atas dukungan dan sarannya serta kritiknya๐๐ป๐๐ป
jangan pernah bosan ya membaca karya-karya ku
I love you full All๐๐๐