
"Jangan ngambek-ngambek nanti cantiknya berkurang "ucap Ayumi saat Fatiyah berjalan disampingnya
Fatiyah menghentakkan kakinya kelantai lalu berjalan pelan kembali masuk ke kamarnya
mereka bertiga kembali tertawa melihat tingkah Fatiyah
siang menjelang semua telah berkumpul di rumah orang tua Fatiyah mereka makan siang bersama
Mereka memilih duduk lesehan dengan menggelar tikar untuk mereka semua duduki diruang keluarga karena meja makan milik Bu Fatimah tidaklah cukup untuk semua keluarganya
Mereka makan siang dengan lahap walau hanya lauk seadanya namun kebersamaan dan kehangatan keluarga membuat semua menjadi terasa sangat nikmat
Setelah makan siang bersama semua duduk di teras depan rumah dengan kembali menggelar tikar
Ayumi dan Aurel membuatkan teh dan kopi hangat untuk mereka semua beserta Pisang goreng sebagai teman ngobrol mereka
Bu Fatimah juga ikut bergabung bersama keluarganya
Fatiyah yang duduk di samping suaminya selalu menjadi bahan olok-olok kan kedua sahabat sekaligus Adik iparnya itu
"mas lihatlah Ayumi dan Aurel ledekin saya terus"ujar Fatiyah mengadu pada suaminya
"yumi aul"panggil azlan pada kedua adiknya itu
"iya kak kami disini, istrimu itu hanya ingin di manja kak"ucap Ayumi lalu meledek Fatiyah
"Mas tuh Ayumi "ucap Fatiyah lagi
"yumi"ucap azlan
Ayumi yang disebut namanya pura-pura tidak mendengar dan pura-pura sibuk dengan Ponselnya
Azlan tak lagi menegur adiknya itu, Ayumi dan Aurel juga sudah tidak menggangu Fatiyah
Azlan mengutarakan niatnya untuk membeli rumah yang mereka tempati beberapa hari ini selama mereka ada disana
"apakah itu tidak berlebihan nak azlan jika kami akan tinggal disana ?"ucap pak Fatur karena merasa tidak enak hati pada menantunya itu
"berlebihan bagaimana pak,iti juga untuk kami jika liburan kami akan berkunjung kemari dan kami juga tidak perlu lagi menyewa penginapan atau rumah warga sekitar sini dan rumah ini bisa ditempati oleh mas Fadlan biar ibu dan ayah bisa selalu bersama cucu-cucu kalian setiap hari "ucap azlan
Pak Fatur dan Bu Fatimah terdiam mereka mempertimbangkannya mereka berdua saling tatap seolah berbicara dengan pandangan mereka lalu saling mengangguk
"baiklah kalau begitu nak kami setuju untuk pindah kerumah sebelah dan rumah ini akan kami berikan kepada Fadlan untuk ditempatinya "ucap pak Fatur yang diangguki oleh bu Fatimah
"Alhamdulillah"ucap azlan dan Fatiyah
"Baiklah bu dan juga yang lain hari ini kita akan pindah kerumah sebelah "ucap Azlan
"kenapa harus hari ini nak ? Trus apakah yang punya rumah sudah setuju untuk menjual rumahnya pada kita?"tanya pak Fatur
"ayah tidak usah khawatir saya sudah membelinya yah, kemarin saya sudah berbicara langsung dengan yang punya rumah melalui pak Rt dan dan dia pun sudah mengirimkan sertifikat rumah itu dan saya juga membalikkan nama semua surat -surat rumah itu atas nama Fatiyah,jadi ayah dan ibu tidak usah khawatir kita hanya tinggal pindah saja"ucap azlan
"hebat kak azlan memang selalu gercep "ucap Ayumi memuji kakaknya itu
Azlan dengan mudah lakukan itu semua dengan cepat karena ada uang,jika sudah uang yang berbicara maka apapun akan dengan mudah didapatkan
"bagaimana caranya nak azlan mengurus semua itu dengan cepat nak? Sedangkan dulu bapak sewaktu membalik nama dari pemilik yang bapak tempati beli prosesnya sangat lama bapak bolak balik mengurusnya
"menantu ayah ini cuma bersiul aja semua sudah ada didepan matanya yah"ujar Ayumi
"emangnya dia punya jin botol ya nak, yang kayak difilm- film itu!?"sahut pak Fatur samakin bingung
"iya pak dia punya jin tomang bukan jin botol,tuh jiny oh jinynya duduk disampingnya pakai baju kuning celana kulot hitam hijab hitam"ujar ayumi lagi
Semua menatap azlan dan memperlihatkan apa yang dikatakan Ayumi begitupun dengan pak Fatur dan Bu Fatimah menatap dengan serius apa yang dikatakan Ayumi tadi namun bukan jin yang mereka lihat tapi Fatiyah yang sudah memasang wajah cemberut dan bibir dimonyong-monyongkan persis bibir bebek
Karena dia tau Ayumi pasti menunjuk dirinya yang dikatakan Ayumi jiny oh jiny
setelah mereka menyadari bahwa Ayumi hanya mengerjai mereka dan menggoda Fatiyah secara spontan mereka semua tertawa terbahak bahak termasuk pak fatur,azlan dan Bu Fatimah
"nak Ayumi ini ada-ada saja masa anak ibu yang cantik itu dikatakan jin"ucap Bu Fatimah yang masih tertawa
"eh jiny kan jin cantik yang pinter bu punya kekuatan ajaib juga ,anak ibu juga ini cantik dan paling utama adalah dia itu anak ajaib ku dan dokter yang sangat hebat walau usianya masih muda"ucap Ayumi
"dan satu lagi orangnya memiliki hati yang tulus dan lembut
Dia adalah anak ajaibku dan saya sangat menyayanginya saya menemukan seorang kakak yang selalu ada untuk melindungiku jadi kak Azlan jangan pernah kamu menyakitinya atau membuat nya manangis jika itu terjadi maka itu berarti kamu juga telah menyakitiku dan air matanya adalah air mataku juga "ucap Ayumi tulus dan itu membuat mata Fatiyah berkaca-kaca , begitu pun dengan Bu Fatimah dan pak fatur matanya berkaca-kaca karena ada yang menyangi putrinya dengan begitu tulus dan besarnya
Mereka kini mengemas baju-baju mereka saja sedangkan perabotan rumah tangga dibiarkan saja karena di rumah sebelah Ayumi dan Aurel telah melengkapinya dan juga perabotan rumah tangga yang lain milik pemilik rumah sebelumnya masih lengkap dan bagus
Azlan menyuruh Ibu dan ayah Fatiyah untuk memilih kamar yang ada dilantai satu sedangkan Fadhil dan Fadhillah dibiarkannya memilih kamar dilantai dua mereka begitu senang karena mereka memiliki kmar yang luas dan mempunyai kamar mandi sendiri tidak perlu lagi ada drama perebutan siapa duluan yang memakai kamar mandi jika subuh menjelang,kini mereka sudah punya kamar mandi masing-masing dikamar pribadinya dan bebas kapan saja ingin menggunakannya
Fatiyah merasa sangat senang melihat keluarganya merasa bahagia
Hari itu juga Fatiyah, Azlan dan kedua orangtuanya datang kerumah mertua Fadlan untuk menjemput mereka
Pak Fatur dan Bu Fatimah sudah tau bagaimana kehidupan anak sulungnya yang hidup bersama keluarga suaminya
ibu tiri dan saudara-saudara tiri menantunya memperlakukan mereka semena-mena namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena Fadlan selalu menolak jika mereka ajak untuk tinggal bersama
Alasannya dia tidak ingin menyusahkan kedua orang tuanya
Fadlan bekerja serabutan sehingga ibu tirinya sering menghinanya namun Maryam sang istri tidak ingin tinggal bersama orang tua Fadlan karena dia tau keduanya hanya mengandalkan kiriman dari Fatiyah dan juga gaji pensiunan pak Fatur yang tidak seberapa
Maryam memilih bertahan dirumah orang tuanya walaupun diperlukan tidak baik oleh ibu tiri dan adik-adik tirinya
Ayahnya pun tidak pernah membela mereka Ayahnya seperti kerbau yang dicucuk hidungnya oleh sang istri dia akan menuruti segala perkataan sang istri
Fadlan sering ingin pergi bekerja keluar kota namun dia kembali mengingat anak-anak dan istrinya bagaimana nasib mereka jika ditinggalkannya, Fadlan yakin ibu mertuanya akan semakin semena -mena kepada mereka
Kini Fatiyah dan yang lainnya sudah sampai dirumah mertua kakaknya
mereka berdiri didepan pintu rumah itu dan baru saja ingin mengetuk pintunya sudah terdengar suara seseorang wanita memaki-maki seseorang
Tak lama mereka juga mendengar suara anak kecil menangis dan suara seorang laki-laki yang memohon maaf dan mereka yakin itu suara Fadlan
Fadlan memang lelaki yang berhati lembut dan tidak akan pernah mengeluarkan kata-kata kasar dari mulutnya sifatnya itu seperti sifat sang ibu
Sifat Fadlan kebalikan dengan sifat Fatiyah yang keras kepala dan tegas seperti sifat pak fatur
Fatiyah dan pak fatur sudah mengepalkan tangannya kerena baru kali ini mereka mendengar langsung saudara dan anak laki-laki mereka diperlakukan seperti itu
Bu Fatimah sudah menangis sesenggukan