
Ayo habisi mereka semua dan bawa gadis itu bersama kita"ujar pria botak itu lagi
Lalu anak buahnya langsung menyerang mereka semua
namun serangan mereka tidak ada yang bisa menyentuh mereka
Riki segera mendekati Ayumi karena ingin melindunginya begitu pun dengan Azka segera mendekati Nana untuk melindunginya
mereka malakukan perlawanan dan Ayumi dengan semangat memukuli semua orang-orang yang menyerang mereka bukan Riki yang melindunginya namu Ayumi lah yang selalu menjadi tameng untuk Riki mereka berkolaborasi untuk melawan musuh-musuh mereka begitupun dengan Nana dan Azka mereka tidak pernah berjauhan mereka berdua saling melindungi
Riki berdecak kagum melihat aksi gadis-gadis cantik itu
Riki mendapatkan fakta baru bahwa Ayumi adalah gadis yang benar-benar yang luar biasa
Riki Semakin mantap untuk mempersunting Ayumi untuk menjadi kekasih halalnya
Azka pun merasa kagum bpada Gadis yang kini mencuri sebagian perhatian dan hatinya
azka ingin lebih mengenal Nana lebih jauh lagi
Rafa juga sebenarnya sangat kagum pada Ayumi sejak pertama kali bertemu Rafa sudah tertarik pada Ayumi namun Rafa mengalah demi Kakaknya
"jodohku bukan padanya, semoga saja saya bisa mendapatkan gadis seperti dirinya"ujar Rafa dalam hatinya memperhatikan Riki dan Ayumi saling bahu membahu dan saling melindungi satu sama lain dalam menghadapi setiap serangan musuh mereka
karena melamun dan kurang konsentrasi Rafa mendapatkan pukulan dibagian punggungnya
Ayumi segera melompat dan berlari ketempat Rafa yang sudah tersungkur tak sadarkan diri
Ayumi melakukan tendangan memutar yang mematikan kepada pria yang sudah memukul Rafa dari arah belakang
"kurang ajar kamu, berani-beraninya memukul dari belakang chiaaatttt" ujar Ayumi melakukan serangan bertubi-tubi pada lelaki itu hingga kewalahan dan jatuh tak sadarkan diri
banyak diantara mereka yang sudah terkapar tak berdaya
Azlan melawan pimpinan mereka yang kemampuannya tak bisa diremehkan namun Azlan mampu melumpuhkannya anak buah Azlan juga sibuk bertarung melawan musuh-musuh mereka yang juga begitu banyak
saat Ayumi mencoba membangunkan Rafa tiba-tiba matanya menangkap sosok pria salah satu diantara mereka mendekati nana dan memukul Nana dari belakang
Nana limbung dan langsung terjatuh ke aspal dan tak sadarkan diri
Ayumi mengejar pria itu dan mereka pun berkelahi, Ayumi tidak memberikan ampun pada pria itu
"tangan ini yang telah melukai adikku"ujar Ayumi lalu mematahkan jari jemari pria itu
Arhhhhh"erang pria itu menahan rasa sakit dijari-jari tangannya
Ayumi segera berlari mendekati Nana yang telah dipangku oleh Azka
"Na,Nana Bagun Na"ujar Ayumi berderai air mata namun Nana tidak juga merespon
beberapa kali Ayumi menyadarkannya namun Nana masih setia menutup matanya
Ayumi bangkit dari tempatnya dengan Aura yang begitu menakutkan Riki,RaFa,Denis Dan pak Karim yang baru pertama kali melihat Ayumi seperti itu bergidik ngeri, Riki hendak mendekati Ayumi berniat untuk menenangkannya namun ditahan oleh Satria
"jangan Mas Riki, biarkan dia seperti itu ,dia tidak akan merasa puas bila keinginannya tidak terpenuhi" ujar satria
"tapi mas dia bisa terluka"ujar Riki khawatir kepada kekasihnya itu
"tidak usah khawatir,tenang saja"ujar Satria
"kak Azlan ,kak satria " teriak Ayumi pada kedua kakaknya itu
satria dan Azlan pun mendekati Ayumi, Ayumi menoleh kepada kedua kakak kebanggaannya itu dengan senyuman menyeringai
Aura menyeramkan semakin terasa, Sampai-sampai orang-orang yang ada disana menggosok tengkuknya yang terasah dingin
"patahkan tangan mereka semua tanpa ampun saya tidak akan membiarkan meresa tenang selama hidup mereka " ujar Ayumi pada kedua kakaknya
mareka bun berkelahi, Ayumi membabi buta Riki dan Rafa tidak tinggal diam dia pun ikut membantu Ayumi
."mas Denis tolong cariin kotak obat didalam mobik kak ayumi dibagian bagasi ditas kerjanya " ujar Azka meminta tolong kepada Denis
tanpa menunggu perintah dua kali Denis bergegas mencari kotak obat yang dimaksudkan oleh Azka tadi
Ayumi terus saja menerajang semua musuh-musuhnya tanpa Ampun seperti yang dikatakannya semua Lawannya mengalami patah tulang yang sangat parah di bagian tangannya
Riki tidak pernah jauh dari Ayumi,Riki benar-benar melindungi Ayumi dari serangan tiba-tiba lawan mereka
karena Riki terlalu Fokus kepada Ayumi lawan Riki sempat menendang dan mengenai tubuh Riki dan itu membuat Riki terhuyung beberapa langkah kebelakang dan itu tidak luput dari perhatian Ayumi dan membuat Ayumi semakin geram karena calon suami masa depannya terluka
Ayumi berteriak dan menyerang pria yang memukul Riki
"kau telah melukai Mamasku"ujar Ayumi lalu menyerang orang itu hingga terjatuh Tak sadarkan diri, Ayumi mendekati orang itu dan mematahkan kedua tangan pria itu tanpa ampun
lawan mereka semua sudah dilumpuhkan tanpa sisa
"bereskan mereka semua dan kirim mereka pulang kepada tuannya " ujar Ayumi pada anak buah kakaknya itu
"baik Nona" ujar mereka
Anak buah Azlan, satria dan Azka sudah tau siapa Ayumi bagi ketiga bos mereka itu
Ayumi adalah jantung dari Bos mereka jadi ucapan Ayumi juga perintah untuk mereka
Setelah semua dibereskan oleh anak buah ketiga pria tampan itu lokasi perkelahian mereka kembali seperti semula seolah-olah tidak pernah terjadi apapun disana
Ayumi segera mendekati Riki yang terduduk diaspal menahan rasa sakit di punggungnya
"mas kamu tidak apa-apa kan? maafkan saya karena masalahku kalian mengalami hal seperti ini"ujar Ayumi dengan mata berkaca-kaca dan tangannya mengelus punggung Riki yang terkena tendangan
setelah Ayumi menyentuh punggung Riki Rasa sakit yang dirasakan oleh Riki Tiba-tiba menguap entah kemana
" Mas Ayo saya bantu masuk kedalam mobil,kamu ikut dimobilku saja ya mas" ujar Ayumi dan diangguki oleh Riki
Azka merasa senang karena Nana kini telah sadarkan diri tanpa berfikir panjang Azka menggendong Nana masuk kedalam mobil Riki dan menidurkannya dipangkunya
Denis membantu Azka membereskan peralatan medis milik Ayumi dan menyimpannya kembali ketempat nya
Satria dan Azlan yang melihat kedua adiknya yang membantu kekasih mereka masing-masing hanya tersenyum
namun sebelum mereka berangkat satria sempat menggoda kedua adiknya walaupun berada dimobil yang berbeda
"cieee cie yang lagi seru seruan bareng yayank emmbek"ujar satria pada Azka yang masih setia mengelus rambut hitam Nana
wajah Nana yang pucat tiba-tiba berubah menjadi merah dan tanpa sadar nana menyembunyikan wajahnya diperut rata Azka dan tingkah nana itu membuat Azka panas dingin dan jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya
namun Azka tidak ingin melarang Nana melakukan itu
Wajah Azka juga ikut memerah
"Bejo tolong kamu yang bawa mobilnya ya"ujar Azka untuk mengurangi rasa gugupnya
Rafa naik keatas mobil dan duduk dikursi penumpang yang ada disamping sopir
satria tertawa terbahak-bahak, setelah puas menggoda Azka Satria kembali kemobil Ayumi
saat duduk dikursi penumpang dekat sopir Satria meminta Desta mengemudikan mobil Ayumi itu
namun saat Satria membalikkan tubuhnya menghadap kebelakang hal yang sama seperti Azka lakukan itupun yang dilihatnya saat ini Satria pun menggoda Ayumi yang sedang meletakkan kepala Riki di pangkuannya
"cieee cie yang lagi sayang-sayangan,seru kan yum seru-seruan bareng yayank emmbeknya"ujar satria menggoda Ayumi
"ish apaan sih kak?ayo kita cepat pergi dari sini ini sudah tengah malam "ujar Ayumi kesal
"okey Bos kita let's go "ujar satria dan menyalakan mesin mobilnya
Azlan dan Bejo pun melakukan hal yang sama mereka segera pergi dari tempat itu menuju ke desa makmur jaya