
setelah pulang Dari klinik memeriksakan kandungannya,Ayudia dan Marvel sudah dikerumuni oleh anak dan cucunya mereka begitu kepo karena Azlan mengatakan jika ibunya itu sedang ngidam dan itu membuat semua adiknya jadi penasaran
"umah dan papa dari mana!?" tanya Ayumi yang sudah sangat tidak sabar
"dari jalan-jalan lah,nih oleh-oleh
ini namanya kue cubit ini enak loh rasanya "jawab Bu Ayudia mengalihkan perhatian anak-anaknya
para bocil pun menyerbu kue yang dibawa oleh neneknya itu
tak memakan waktu kue yang dibawa bu Ayudia habis tak bersisa
"nenet tuena enyak"ucap Raiyan
"kalian suka sayang !?"tanya Ayudia
"zuka nenet"jawab semuanya
"nanti nenek belikan lagi ya "ucap Ayudia
"matacih nenet "jawab semuanya lalu berlomba memeluk dan mencium pipi neneknya itu
"nenek aja nih,kan Kakek yang kasi nenek uang untuk beli kue"ucap Marvel pura-pura cemberut
"oh beditu ya, matacih tatet zayan tatet"ucap Fauzan dan di ikuti oleh semua adiknya
"sama-sama sayang "jawab Marvel tersenyum
anak-anak kembali bermain bersama dan Bu Ayudia kini di interogasi oleh anak dan menantunya yang sejak tadi sangat penasaran apa yang terjadi pada ibu mereka
"ayolah umah pah, jangan buat kamu semakin penasaran "ucap Ayumi dengan wajah permohonan
papa marvel dan Bu Ayudia pun saling pandang dan saling melemparkan senyum lalu mengambil sesuatu dari dalam tasnya yang sedari tadi tersimpan diatas meja tamu
"ini"bu Ayudia menyodorkan sebuah amplop coklat dengan logo sebuah klinik
"umah sakit apa!?"tanya Ayumi mengerutkan keningnya
"lihatlah dulu yum"ucap Marvel pada putri sambungnya itu
Ayumi pun segera membuka amplop itu dengan rasa penasaran yang membuncah begitu pun dengan yang lainnya mereka terus fokus pada Ayumi
Ayumi kini mengeluarkan sebuah surat keterangan pemeriksaan dari dalam amplop tersebut dan membuka lipatannya dan mulai membacanya setelah membaca hasil pemeriksaan itu senyuman dibibir nya merekah seperti bunga mawar yang indah
"Alhamdulillah ya Allah,hore bakal dapat adik bayi"ucap Ayumi berteriak kegirangan seperti anaknya yang mendapatkan hadiah
"Alhamdulillah, selamat umah papa"ucap yang lainnya dengan binar bahagia diwajah mereka
"wah papa topcher, sehat selalu ya umah dan cadebay semoga Allah selalu melindungi "ucap Azlan dan diaminkan oleh semuanya
"tenapa zih teliat-teliat dunda cepelti Olan butan caja"ucap Amira putri azalan tiba-tiba datang dan langsung protes
"fruffff"mereka semua menahan tawanya karena tidak ingin bayi cantik itu semakin kesal
"Bunda,kok bahagia banget bsih"ucap Arisha juga kepo
"mau tau aja atau mau tau banget !?" tanya Ayumi bercanda pada putrinya itu
"ish bunda,ditanya malah bercanda "jawab Arisha dengan bibir dimonyong-monyongkan kayak soang
"hahahaha,anak bunda cantik deh kalau lagi ngambek "ayumi mencubit kedua pipi putrinya yang tembem
"bunda sakit "rengek Arisha manja
"eleh cuda becal macih caja banja"sahut Raina melihat tingkah kakaknya
"eh....apa kamu bilang!? kamu ngatain kakak manja!? awas kamu ya"ucap Arisha lalu mulai mengejar adiknya yang sudah berlari tertatih-tatih menghindari sang kakak
setelah tertangkap terdengar gelak tawa mereka Arisha menjadi sasaran Adik-adiknya
"ampun bayi-bayi super, ampun
abang..... dedek diserang bayia hahaha" Arisha malah bernyanyi dengan memanggil sang kakak
Abian yang mendengar adiknya malah ikut tertawa dan mulai menggelitik satu persatu adiknya
suara riuh tawa semakin terdengar
sedangkan para orang tua masih bersuka cita dengan kehamilan Bu Ayudia
setelah semua pulang kini tinggal papa marvel dan Bu Ayudia
setelah makan malam mereka berbincang sebentar lalu beristirahat dikamar mereka
"sayang jadwal kamu keluar kota pending dulu ya sampai kamu melahirkan kalau bisa Allah alihkan dulu pada Aurel atau Fatiyah untuk menggantikanmu,mas yakin mereka itu bisa karena mereka Dokter-dokter yang jenius dan saya dengar mereka menguasai tehnik totok akupunktur"ucap papa Marvel pada istrinya itu
"iya mas nanti saya tanya mereka semoga saja mereka tidak keberatan "jawab Bu Ayudia
"iya sayang,atau kamu suruh saja Ayumi yang menggantikanmu untuk sementara waktu "ucap papa Marvel lagi
"Ayumi sudah tidak tertarik lagi di dunia kedokteran, walaupun kadang-kadang dia membantuku diklinik jika Saya sedang kerepotan atau ada masyarakat yang butuh bantuan Ayumi mau membantuku
sesekali ada warga yang datang kerumahnya untuk memeriksakan kesehatan mereka dan saat itu juga Ayumi akan jadi dokter profesional "jawab Bu Ayudia
"apakah dia punya izin praktek !?"tanya marvel penasaran
"punya mas saya selalu menyempatkan diri untuk memperbaharui surat izin paraktek Ayumi dan kedua anak ajaibnya "jawab Bu Ayudia
"maksudnya Raiyan dan Raina!? atau Abian dan Arisha? !" tanya Marvel semakin penasaran
"bukan pa maksud saya itu Fatiyah dan Aurel bukannya cucu-cucu kita" jawab Bu Ayudia
"oh begitu!? maaf salah paham " ucap Marvel
"lucu ya cucu-cucu kita punya Aunty atau uncle kecil!!" ucao Bu Ayudia tersenyum membayangkan anaknya lahir nanti
 setelah mereka ngobrol sebentar kini mereka tertidur sambil berpelukan mereka kini sudah berada di dunia kapuk
pagi harinya saat Marvel masih menggulung dirinya dengan selimut karena setelah shalat subuh Marvel kembali tidur karena hari ini akhir pekan
sedangkan Ayudia terus saja muntah-muntah namun tidak ada apapun yang dimuntahkannya hanya cairan yang terasa pahit
Marvel terbangun dari tidurnya saat mendengar suara istrinya, segera dia bangkit dari tempat tidur dan mencari keberadaan sang istri dan akhirnya di temukan dalam kamar mandi
Marvel mendekati istrinya dan memijat tengkuk istrinya dengan lembut
badan Ayudia terasa lemas tak bertenaga, Marvel membopong tubuh istrinya dan ditidurkannya diatas ranjang dengan perlahan agar Istrinya itu tidak merasakan sakit
"sayang kamu tidak apa-apa !? kenapa kamu tidak bangunkan mas"ucap Marvel mengusap keringat didahi istrinya
"saya nggak tega bangunkan kamu mas"jawab Ayudia
"ya sudah kamu istirahat ya,mas kebawah dulu untuk buatkan kamu teh jahe agar perut kamu terasa hangat dan nyaman "ucap Marvel
"makasih ya mas "jawab Ayudia lemah
"iya sayang sama-sama,kamu istirahat ya" ucap Marvel dan keluar dari kamar mereka lalu menuju dapur untuk membuat minuman hangat untuk sang istri
tak lupa juga Marvel membuat bubur untuk istrinya itu
kini Marvel kembali kekamarnya untuk membawa sarapan untuk istrinya itu
"sarapan dulu ya sayang mas sudah buatkan sarapan untukmu setelah itu minum vitaminnya"ucap pak Marvel lalu meletakkan nampan yang dibawanya
pak marvel pun menyuapi istrinya bubur yang dibuatnya Hingga piring bubur itu tandas tak bersisa
begitu telaten pak marvel merawat istrinya,bu Ayudia merasa sangat bahagia dan bersyukur di berikan seorang suami yang pengertian dan perhatian seperti itu
.