Mas Duda I Love You Full

Mas Duda I Love You Full
Bab 47 Duda lebih menggoda 2



Pak Umar tetap dengan keputusannya dia ingin menikahkan Ayumi dengan Haris anak rekan bisnisnya


Ayumi pun sama tetap dengan pendiriannya tidak ingin menikahi pria pilihan ayahnya


"dasar anak keras kepala "ujar pak Umar penuh emosi


"itulah cerminan dirimu Abah, pepatah lama memang benar seorang anak adalah cerminan dari orang tuanya


jadi jangan heran Bah jika saya keras kepala karena Abah juga sama"ujar Ayumi memojokkan Ayahnya itu


"pak Umar saya tidak bisa lagi membuang-buang waktuku yang berharga hanya untuk melihat kalian terus menerus berdebat yang Tidak berkesudahan "ujar Haris sudah mulai jenuh


"maaf nak Haris saya tidak bermaksud untuk membuang-buang waktu tapi anak ini yang tak tau diuntung "ujar pak Umar


"sampai kapan pun saya tidak akan berpaling dari Mas dudaku ini"ujar Ayumi


"hah? duda?"ucap Pak Umar terkejut


"iya Duda,apa ada masalah ?"tanya Ayumi


"kamu itu benar-benar anak yang tidak tahu diuntung lebih memilih seorang duda ketimbang pemuda seperti haris yang sudah pasti masih perjaka "ujar pak Umar kembali emosinya tersulut


"perjaka abah bilang? belum tentu juga dia masih perjaka mending mas Dudaku ini sudah terjamin kualitasnya nggak diragukan lagi,


Mas Duda I Love you Full "ujar Ayumi pada Riki dan itu membuat Riki seperti terbang ke angkasa.


"I love you to "jawab Riki dengan


mantap, ayumi tersenyum dan semakin mengeratkan pelukannya pada lengan kekar Riki


"kamu meragukanku saya Haris Nugraha tidak pernah sekalipun diperlakukan seperti ini "ujar Haris mulai emosi


sedangkan diruang tengah Azlan sibuk dengan ponselnya menelpon orang kepercayaannya


"Dan,cari tau semua tentang Orang yang bernama Haris Nugraha dan segera berikan padaku"ujar Azlan


tak berselang berapa lama ponsel Azlan berbunyi


"bagaimana ?"ujar Azlan


"dia seorang pengusaha muda dibidang batu bara dan sekarang ini sedang membuat usaha baru bergerak dipengadaan peralatan medis dan bekerja sama dengan tuan Umar Affandi


Haris menanam saham di perusahaan Tuan Umar Affandi sebesar 35 %


dia juga memiliki sebuah club malam dan Nyonya Tiara istri tuan Umar adalah pelanggan tetap diclubnya itu


setiap rabu malam atau Jum'at malam nyonya Tiara akan ke club itu


Haris juga seorang Casanova bos"ujar Ramdhan diseberang sana


"terimakasih banyak,kamu memang selalu bisa diandalkan "ujar Azlan


"sama-sama Bos"ujar Ramadhan dan Azlan pun memutuskan hubungan telponnya


"kenapa kak?"tanya Satria dan Azka


"lihat ini" ujar Azlan memperlihatkan email yang baru saja dikirimkan oleh Ramdhan


"oh... rupanya begitu "ujar Satria


"sepertinya ada aneh deh kak,saya rasa Bu Tiara dan Haris bekerja sama "ujar Azka


"ya saya juga rasa seperti itu "ujar satria


"yang pastinya kita harus tetap waspada dan perintahkan anak-anak untuk mengawasi pergerakan mereka bertiga "ujar Azlan


"siap kak"jawab satria dan Azka bersamaan


"Ayumi harus tau ini semua "ujar Satria


"saya sudah mengirimkan email padanya "ujar Azlan


"Gercep emang boschu"jawab Azka mengangkat dua jempolnya Satria mengangguk mengiyakan ucapan Azka


diruang tamu Ayumi sudah melihat email yang dikirimkan oleh azlan, Ayumi tersenyum menyeringai dan menatap ketiga orang didepannya


sedangkan Riki hanya diam memperhatikan semua


"saya tidak punya banyak waktu om Umar, bagaimana keputusannya karena saya rasa saya datang kesini hanya buang-buang waktu saja"ujar Haris kesal karena pak Umar belum mendapatkan jawaban pasti dari anaknya


Haris memang sudah lama suka pada Ayumi namun ayumi tidak mudah untuk didapatkan dan pada saat pak Umar menawarkan kerjasama, Haris tidak menyia-nyiakan kesempatan Haris setuju bekerja sama dengan pak Umar dengan satu syarat bahwa dia Harus menikah dengan Ayumi,haris juga berjanji bila dia dan Ayumi telah menikah Haris akan menambah saham yang ditanamnya di perusahaan pak Umar


pak Umar tergiur dengan janji yang diberikan oleh Haris dan dia merasa Ayumi akan selalu menuruti segala keinginannya.


"Bagaimana om,saya Rasa ini sudah cukup "ujar Haris lagi


"Sabar nak Haris" jawab pak Umar


"Ayumi,Abah sudah putuskan pernikahanmu dengan haris seminggu lagi" ujar pak Umar pada Ayumi


"tidak akan pernah, suster Tiara saja yang menikah dengan haris"jawab Ayumi


"Dasar kamu anak kurang ajar,dia itu ibumu juga jadi hormati dia dan jaga ucapanmu"ujar pak Umar emosi


"nggak merasa tuh"jawab Ayumi


pak Umar sudah kehabisan akal untuk menghadapi Ayumi


"pokoknya abah tidak mau tau pernikahanmu dengan haris tetap akan dilakukan "ujar pak Umar masih dengan keras kepalanya


"Baiklah,tapi tunggu dulu sebentar "ujar Ayumi lalu berdiri dari duduknya namun Ayumi belum melangkahkan kakinya Riki memegang tangannya


Ayumi tersenyum kepada Riki dan mengangguk kecil seakan mengisyaratkan bahwa semua tidak akan terjadi


Perlahan Riki melepaskan genggaman tangannya Ayumi melangkah kedalam ruang tengah dan menemui ketiga saudara angkatnya


"kak tolong print out semua bukti kita patahkan sayap mereka dan minta anak buah kakak untuk mengambil beberapa rekaman CCTV dari club itu dimana suster ****** itu berpesta"ujar Ayumi tanpa menunggu waktu azlan melakukan apa yang diminta oleh Ayumi


semua yang diminta Ayumi kini sudah berada ditangannya,ayumi membawa serta laptop Azka untuk memperlihatkan video yang begitu sangat menarik untuk dipertontonkan


Ayumi kembali keruang tamu membawa kejutan untuk ayahnya


"Buat apa kamu bawa-bawa laptop?apa kamu ingin membuat surat perjanjian ?" tanya pak Umar heran melihat Ayumi membawa laptop dan meletakkannya didepannya


"sabar Bah,ada sesuatu yang ingin saya perlihatkan "ujar Ayumi


Ayumi menyalakan laptop dan memperlihatkan sebuah video syur dimana pemeran utamanya adalah orang-orang munafik didepannya


"apa-apaan ini ayumi "ujar pak Umar marah


sedangkan Haris dan Tiara yang ikut melihat video itu menjadi gugup


"kalian ini mencoba untuk merusak nama baikku ya"ujar Haris mencoba untuk menghindari kenyataan begitu pun dengan Tiara


"oh benarkah ?"ujar Ayumi tersenyum sinis


"kamu pasti sudah merekayasa semuanya "ujar Tiara


"oh, sehebat itukah saya bisa mengedit video itu dalam waktu singkat,dan dengar ya Bah sampai kapanpun saya tidak akan menikah dengan pria seperti dia


jika kamu menginginkan pernikahan terjadi nikahkan saja istrimu yang seksi itu dengannya toh mereka juga sudah sering tidur bareng "ujar Ayumi yang sudah tidak mempedulikan batasannya lagi


"apa bedanya saya dengan pacarmu itu,belum tentu dia tidak suka jajan diluar dengan perempuan-perempuan bayaran apalagi dia seorang duda "ujar Haris menghina Riki


Riki mengepalkan tangannya dan hendak menjawab perkataan Haris tadi namun ayumi mendahuluinya


"jangan samakan dia dengan kamu walaupun dia seorang duda tapi dia tetap menjaga kehormatannya sebagai seorang lelaki tidak murahan sepertimu mengaku perjaka nyatanya perjorok celup sana celup sini,tabur sana tabur sini


kalau mas dudaku mah sudah pasti terjamin aman"ujar Ayumi membanggakan Riki


Riki yang tadinya kesal sekarang menjadi sangat bahagia dapat pembelaan dari sang pujaan hati


"ingat ya Bah,abah memang ayah dan wali nikahku dan Arumi namun Abah tidak pernah berhak menentukan jalan hidup kami apa lagi jodoh kami karena selama ini abah tidak pernah peduli dengan kehidupan kami"ujar Ayumi


"saya tidak akan pernah merestui pernikahanmu dengannya dan saya tidak akan pernah menjadi wali Nikahmu "ujar pak Umar penuh emosional


"tidak masalah karena kamu memang sudah terbiasa selalu lari dari tanggung jawab "ujar Ayumi


"saya menyesal datang kemari,saya kesini hanya untuk dihina dan "ujar Haris kesal


"salah sendiri mau datang kesini"ujar Ayumi tersenyum miring


Haris berdiri dari duduknya dan melangkah keluar rumah namun saat berada dipintu tanpa sengaja kakinya tersandung dikaki Rafa yang sedang berdiri mematung di depan pintu masuk


"awas kalian semua,saya akan membalas semuanya pada kalian "ujar Haris dengan muka merah padam antara malu dan marah


"Nak Haris tunggu dulu,awas kamu Ayumi


kamu itu yang durhaka, jangan pernah berharap saya akan memberikan restu "ujar pak Umar yang terlihat prustasi


pak Umar meninggalkan rumah oma Shintya Tanpa mempedulikan istrinya lagi


"mas tunggu,kok saya ditinggal "ujar Tiara mengejar suaminya yang sudah berada diluar rumah


"widih.....Mas Duda lebih menggoda nih ceritanya "ujar Azka menggoda Ayumi


"iya dong kan kualitasnya sudah terjamin topcher, nggak perlu diragukan lagi"ujar Ayumi menimpali ucapan Azka dan itu mampu membuat Wajah Riki memerah


"muka mas kok merah ?"tanya Rafa ikut menggoda kakaknya


"ish kalian ini kenapa sih,jangan godain mamasku"ujar Ayumi bergelayut manja dilengan Riki


dan itu semakin membuat wajah Riki memerah


"cie....cie....udah panggil mamas,itu sebuah kode mas Riki untuk segera dihalalkan"ujar Azka lagi


"sudah....sudah,ini sudah hampir sore katanya mau pulang "ujar Azlan melerai mereka