
iya, makasih Umah
makasih Rumi dan terimakasih untuk kalian semua "ujar Ayumi
"tapi kalian menikah setelah saya menikah ya soalnya saya yang lebih dulu Tunangan "ujar Azka yang tidak mau mengalah cukup dia mengalah untuk kedua kakaknya itu tapi untuk kali ini dia tidak mau lagi
seperti yang dikatakan Oleh Riki kini ia dan keluarganya berada dirumah bu Ayudia dengan tujuan untuk melamar putri sulung Dokter baik hati itu
kini Riki dan keluarganya kecuali Rafa yang masih diluar kota
Riki sudah meminta agar Rafa kembali namun Rafa mengatakan bahwa dia tidak bisa meninggalkan pekerjaan mereka yang masih sangat banyak karena semua pekerjaan yang seharusnya Riki kerjakan kini dia Dan Dahlan yang handle
Riki sebenarnya merasa bersalah kepada adiknya itu namun demi mendapatkan cintanya Riki rela meninggalkan pekerjaannya
namun Selama Riki pulang Dia tidak berpangku tangan dia juga masih membantu sedikit pekerjaan Rafa sedikit
Riki mengerjakannya dari jarak jauh seperti semalam banyak email yang dikirimkan oleh Rafa untuk diselesaikan oleh Riki karena Rafa sedikit tidak mengerti dengan pekerjaan itu maka dari itu dia meminta sang kakak untuk membantunya
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh"
ujar ustadz Arif membuka percakapan
Bu Ayudia sengaja memanggil ustadz Arif dan istrinya untuk hadir dalam acara pertemuan dan perkenalan dua keluarga itu karena Bu Ayudia tidak memiliki keluarga disana kecuali anak-anaknya dan juga anak-anak angkat orang tuanya
Ustadz Arif adalah tetangga disebelah Rumah bu Ayudia dan ustadzah Kamila istri ustadz Arif Adalah ketua majelis Ta'lim di kompleks tempat tinggal mereka
Bu Ayudia juga meminta pak Rt dan pak Rw untuk Hadir menyaksikan prosesi lamaran putrinya itu
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh "jawab semua orang yang hadir ditempat itu
"Alhamdulillahirabbil alaamiin, karena kita masih diberi kesempatan dan kesehatan sehingga dihari ini kita masih diberi kesempatan untuk bisa berkumpul ditempat ini dan tak lupa kita panjatkan puji dan syukur atas kehadirat Allah SWT dan juga Tak lupa kita mengirimkan salam dan shalawat kepada junjungan besar kita Nabi Muhammad SAW "ujar ustadz Arif
"Allahummashalli aalaa saydinah Muhammad Waalaa aali Shaihidina Muhammad "jawab semua orang
"Alhamdulillah hari ini kita diminta untuk hadir disini untuk menyaksikan perkenalan dan pertemuan kedua keluarga untuk membahas tentang masa depan Anak-anak kita yaitu anakda Riki dan Ayumi
baiklah dari pihak lelaki kami persilahkan untuk mengutarakan atau menyampaikan maksud dan tujuannya datang kerumah kami ini "ujar Ustadz Arif mempersilahkan perwakilan dari keluarga Riki untuk berbicara
"Terimakasih banyak atas kesempatan yang telah diberikan kepada keluarga kami, sekali lagi kita panjatkan puji dan syukur atas nikmat yang diberikan kepada kita semua, hari ini saya dipercayakan untuk mewakili keluarga besar kami
Alhamdulillahirabbil alaamiin kita berkumpul disini
adapun maksud dan tujuan kami datang kemari yaitu untuk meminta kepada ibu Ayudia untuk meminang putri ibu Yaitu Ayumi untuk putra kami Riki
Bagaimana ibu?apakah ibu bersedia menerima pinangan kami untuk putri ibu?"ujar keluarga Riki yang menjadi pembicara
"Bismillahirrahmanirrahim,saya sebagai seorang Ibu tentu sangat bahagia karena anak gadisnya ada yang meminang namun untuk masalah atau tidak saya tidak bisa memberikan keputusan karena itu adalah hak dari putriku karena dialah yang akan menjalani biduk rumah tangganya "ujar Bu Ayudia lemah lembut
keluarga Riki saling tatap saat mendengar kata ibu Ayudia kata anak Gadisnya, karena mereka mendengar cerita bu hanim bahwa Ayumi juga seorang Dokter dan seorang janda janda yang juga beranak Dua seperti Riki
Bu Hanim pernah mendengar percakapan Riki dan Rafa yang mengatakan bahwa wanita yang disukai oleh putra sulungnya itu adalah seorang Dokter dan juga Janda beranak dua
"maaf ibu kami bermaksud meminang anak ibu yang katanya seorang Dokter dan juga seorang janda beranak dua!"ujar salah satu keluarga Riki
Riki hanya diam saja karena dia pun masih penasaran dengan status Ayumi
"maaf ya bapak dan ibu yang seorang Dokter dan janda beranak dua itu adalah saya sendiri sedangkan putri-putriku keduanya masih gadis perawan saya bisa menjamin itu semua
dan jika yang akan kalian pinang adalah janda beranak dua dan juga seorang Dokter dan itu saya sendiri maka saya akan menolak pinangan kalian"ujar bu Ayudia sedikit kesal
sedangkan Azlan,azka,satria, Fatiyah, dan Aurel sudah menutup mulutnya karena menahan tawa mereka karena takut mereka kelepasan
mereka tidak menyangka bahwa Riki masih dengan Asumsinya bahwa Ayumi adalah seorang Janda
melihat kekesalan yang terlihat diwajah cantik ibu Ayudia Riki menjadi takut sendiri jika lamarannya akan ditolak oleh bibu dari kekasihnya itu namun diapun tak bisa berbuat apa-apa karena diapun belum tau status Ayumi yang sesungguhnya
"maaf ibu kalau kami salah,kami mengatakan bahwa Anak ibu seorang janda itu kami dapat dari cerita keluarga
jadi sekali lagi saya mewakili keluarga besar kami untuk meminta maaf yang sebesar-besarnya "ujar paman Riki yang memang dijadikan juru bicara sedangkan bu hanim dan pak Aditya hanya tertunduk malu
"iya tidak apa-apa,ini hanya kesalahpahaman yang harus kita luruskan bersama "ujar Bu Ayudia bijak
semua yang mendengarnya bernafas lega dengan ucapan bu Ayudia terutama Riki
"baiklah kalau begitu lebih baik saya panggilkan saja putri saya Ayumi "ujar Bu Ayudia lagi,ada binaran Bahagia yang terpancar dimata hitam pekat milik Riki saat mendengar sang pujaan hatinya akan segera dipanggil untuk menemui mereka
bagitu pun dengan keluarga yang lainnya yang sangat penasaran dengan wanita yang mampu meluluhkan hati saudara mereka yang hatinya beku dan dingin seperti es itu
"Aul,tolong panggil Ayumi kesini nak"ujar bu Ayudia pada Aurel
"baik Umah"jawab Aurel lalu berdiri dari duduknya dan melangkah kelantai dua dimana kamar Ayumi berada
tak berselang beberapa lama Aurel turun menggandeng tangan kanan Ayumi dan Arumi berada disisi kiri kakaknya dan Nana berada disamping Arumi
Ayumi terlihat sangat cantik dengan balutan kebaya modern berwarna biru dan berhijab dengan warna senada dengan kebayanya
saat mereka sedang Asyik mengobrol satu sama lainnya
Ayumi keluar keruang tamu dimana mereka semua berkumpul
semua mata tertuju kepada empat orang gadis cantik namun ada salah satu diantara mereka yang begitu terlihat sempurna
dia berjalan dengan Anggun diapit oleh gadis-gadis cantik
"Masya Allah mereka cantik-cantik sekali "ujar salah satu pemuda yang ada disana
"iya mereka cantik-cantik seperti kita lagi dikayangan"ujar yang satunya lagi
"gimana anaknya tidak cantik, emaknya saja cantik begitu "ujar yang lainnya lagi
"iya kamu benar,lihat yang satu itu juga tak kalah cantik "ujar yang pertama menunjuk Fatiyah
"iya, bidadarinya nyangkut satu dibelakang "ujar yang satunya lagi dan mereka tertawa bersama