Mas Duda I Love You Full

Mas Duda I Love You Full
Bab 156 Paman dan Bibi akhirnya ditemukan



Hari berganti bulan terlewati kini sudah cukup enam bulan kelahiran putra putri trio kwek-kwek yang berarti kematian Sarah adik semata wayang Satria pun sudah cukup enam Bulan


" Mas apa paman dan bibi belum ditemukan Juga !?" tanya Aurel pada suaminya saat sedang duduk menikmati indahnya pagi di akhir pekan dengan secangkir teh manis hangat


kedua anaknya pun dengan tenang bermain diatas stoler mereka masing-masing


"belum Sayang,mas sudah mencari mereka ke daerah yang dikatakan oleh sarah waktu itu"jawab satria


"trus sekarang bagaimana mas!?" Aurel merasa sedih jika mengingat cerita Aurel


"mas juga bingung sayang tapi mas masih tetap mencari paman dan bibi"jawab satria


"mas bagaimana kalau mas mencari mereka dikampung halamannya siapa tau mereka sudah kembali ke sana karena menurutku jika kita sedang ingin mengecoh lawan kita harus pergi dulu agar mereka berfikir kita tidak ada di tempat semula sehingga mereka tidak akan pernah mencari di tempat itu"ucap Aurel serius namun menurut satria itu sangat tidak mungkin mereka kembali kekampung mereka


"tidak mungkin sayang pasti mereka juga butuh bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka dan jika mereka berkeliaran pasti orang-orang yang mencarinya pasti akan mudah menemukan mereka "jawab satria


"iya sih,tapi tidak ada salahnya mas cari juga kesana tapi jangan sampai orang-orang yang mencari paman dan bibi tau atau masa cari di desa-desa sekitaran desa paman,atau mungkin mereka ada di kampung halaman bibi"ucap Aurel lagi


"pasti mereka akan mencari kesana sayang "jawab satria


"atau mungkin mereka ada di desa ini mas!? atau di kota X !"ucap Aurel lagi


"kenapa kamu berfikir seperti itu sayang !?" tanya satria


"siapatau mereka memutuskan mencari Sarah atau mereka berfikir jika mereka tinggal di kota besar orang-orang yang mencarinya akan kesulitan karena disanakan padat penduduk "jawab Aurel dan diangguki oleh suaminya


"mas akan mencoba mencari mereka didesa ini dan dikota X semoga saja mereka segera ditemukan, kasihan mereka "ucap satria dengan wajah sendunya


"iya mas kasihan mereka semoga saja mereka baik-baik saja "jawab Aurel


lama mereka berbincang hingga kedua anaknya merengek mungkin mereka sudah haus dan mengantuk


"oh anaknya mami sudah haus ya sayang "Aurel mengelus kedua pipi anaknya bergantian


"mas tolong gendong dede,saya mau menidurkan mereka"ucap Aurel sambil menggendong putrinya


"iya sayang,ayo nak kita bobo siang dulu ya" satria pun mengangkat tubuh montok Putranya


setelah sampai di kamar Aurel menyusui kedua anaknya secara bersamaan di bantu oleh satria memegangi mereka hingga mereka berdua tertidur dan meletakkannya di ranjang bayi mereka


"sayang kamu hebat, terimakasih banyak ya sayang sudah mau menerima dede dan menyayanginya "ucap satria menitikkan air mata mengingat tentang adiknya


"iya mas,saya akan melakukan apapun untuk anak-anakku walaupun dede bukan terlahir dari rahimku namun di dalam tubuhnya juga sudah mengalir darahku yang didapatkannya dari Asiku"jawab Aurel menghapus air mata suaminya, satria mengecop kening istrinya dengan penuh cinta


"sayang kamu juga istirahat ya,mas mau menemui kak azlan "ucap satria pada istrinya dan memperbaiki selimutnya


"iya mas,kamu hati-hati ya "jawab Aurel lalu memulai memejamkan matanya dan tak berapa lama Aurel pun tertidur


satria keluar dari kamarnya dan menuju bagasi untuk mengambil mobilnya namun sebelum keluy dari rumah satria menyempatkan diri untuk menemui bik ani Art dirumahnya


"Bik,ibu dan anak-anak sedang istirahat ya tolong bantu ibu menjaga sikembar "ucap satria pada Bik Ani


"iya pak"jawab bik Ani


"ya sudah kalau begitu saya berangkat ya bik Assalamualaikum "ucap satria dan mulai berjalan keluar rumah


"iya pak waalaikumsalam "jawab bik Ani


sesampainya digerbang satria pun melakukan hal yang sama memperingatkan security yang berjaga dirumahnya


"pak kasim tolong jangan izinkan orang asing masuk kerumah ya kalau bisa bapak langsung menghubungi Saya "ucap satria pada pak kasim karena satria takut orang-orang suruhan istri kedua suami adiknya mengetahui keberadaan Putranya


"iya pak"jawab pak kasim


kini satria melajukan mobilnya menuju kerumah kakak panutannya yang jarak rumahnya tidak begitu jauh namun satria memakai mobilnya karena berencana akan mengajak kakaknya itu untuk mencari keberadaan paman dan bibinya


tidak sampai beberapa menit kini satria sudah berada didepan rumah azlan, satria sengaja tidak memarkirkan mobilnya di dalam di pekarangan rumah azlan karena menurut satria akan memudahkannya jika akan pergi lagi


"assalamualaikum "satria mengucapkan salam saat sampai didepan rumah kakaknya itu dan langsung masuk kedalam rumah setelah mendapat sahutan Salam dari dalam rumah


"kak "panggil satria pada azlan yang sedang asyik menimang-nimang putrinya


"eh sat,ayo duduk "sahut azlan yang masih asyik mengajak putrinya berbicara sedangkan Fauzi putra azlan sedang asyik memainkan tangan dan kakinya sambil berceloteh dengan bahasa planetnya


"prufffftt hhhhhhhhhhprrfffftttt "jawab Fauzi dengan lucunya


"hahahaha kamu ngomong apa sih sayang !?" ucap satria menoel-noel pipi tembem ponakanya itu


Azlan menoleh dan memperhatikan satria dan putranya yang sedang berinteraksi, azlan tersenyum melihatnya lalu kembali mengajak putrinya berbicara yang tak kalah hebohnya dari sang kakak


"papapapa prufffftt "ucap Fauzi lalu tangannya menggapai-gapai satria


"oh mau digendong juga ya sayang "tanya satria pada bayi enam bulan itu,fauzi tersenyum memperlihatkan gusinya dan itu terlihat sangat menggemaskan


"ayo sayang sini papi gendong "ucap satria lalu mengangkat tubuh montok bayi laki-laki kakaknya itu lalu duduk disofa yang ada dihadapan kakaknya itu


"bagaimana pencarianmu apakah sudah ada petunjuk !?" tanya Azlan pada satria


"belum kak, inilah yang membuat ku semakin khawatir pada mereka "jawab satria wajahnya berubah jadi murung


"kamu sabar ya,atau kamu minta tolong pada papa untuk meminta sahabatnya untuk membantu mu mencari keberadaan paman dan bibi"ucap azlan


"oh iya ya kak,kenapa selama ini kita tidak kepikiran kesana padahal papa sudah ada bersama kita"jawab satria tercerahkan


"trus papa sekarang dimana!?" tanya satria


"papa lagi sibuk Pdkt sama umah, pruffff "jawab azlan menahan tawanya takut anak-anaknya terkejut jika dia tertawa terbahak-bahak


"benarkah kak!? trus sekarang mereka sekarang dimana !?"tanya satria lagi


"papa lagi menemani umah kepasar, entah apa yang akan mereka akan beli"jawab azlan tersenyum


"semoga mereka jodoh hingga kita memiliki keluarga lengkap "jawab satria


"aamiin"jawab Azlan


"mas makan siang dulu yum,eh satria sudah lama sat!?" Fatiyah datang dari arah dapur dan hendak memanggil suaminya untuk makan siang namun disana juga sudah ada satria


"belum terlalu lama kak"jawab satria


"oh kalau begitu ayo kita makan siang "Fatiyah kini mengajak satria untuk ikut makan siang bersama mereka


"iya kak"jawab satria


mereka pun berjalan bersama menuju ruang makan dan si kembar kini sudah berada didalam stoler nya dan ikut didorong masuk keruang makan


setelah makan siang mereka kembali duduk diruang tengah ,namun tiba-tiba ponsel satria berdering.satria segera melihat ponselnya ternyata telpon dari salah satu anak buahnya


satria menyalakan loudspeaker ponselnya agar kakaknya juga dapat mendengar apa yang mereka bicarakan


"assalamualaikum mas satria "ucap orang diseberang sana


"waalaikumsalam,ada Dan!?"jawab satria


"ini mas saya dan teman-teman sudah menemukan keberadaan paman san bibi mas Satria, ternyata selama ini mereka tinggal di daerah kumuh di kota X


mereka menjadi pemulung disana"jawab Dani si penelpon


"astaghfirullah, tapi mereka baik-baik saja kan!?"tanya satria khawatir


"Alhamdulillah mas mereka berdua terlihat baik-baik saja cuma mereka terlihat sangat kurus "jawab Dani


"baiklah kalian awasi saja tapi jangan sampai membuat mereka jadi takut,saya akan segera kesana"jawab satria


"baik mas "jawab Dani lalu satria mematikan sambungan telponnya


"kak saya akan kekota Menjemput paman dan bibi "ucap satria


"baiklah ayo kakak akan menemanimu "jawab azlan dan satria mengangguk


" jangan lupa beritahu juga azka karena sekarang azka ada di kota X, sedang bertemu dengan kliennya "ucap azlan dan diangguki oleh satria


"saya pamit dulu pada kakakmu " ucap aLan lagi lalu berjalan naik kelantai dua dimana anak dan istrinya berada


setelah berpamitan kini mereka berangkat kekota untuk menjemput paman dan bibi satria