
Belum sempat Ayumi turun dari mobil Riki, pintu gerbang kembali terbuka ada empat mobil mewah masuk kedalam pekarangan rumah oma Shintya
Ayumi segera turun dari atas mobil dan berdiri disamping mobil Riki memperhatkan siapa yang datang,Riki pun malakukan hal yang sama
Ayumi mengerutkan keningnya saat melihat seseorang yang sangat tidak ingin ditemuinya
Ayumi segera mengajak Riki untuk masuk kedalam rumah tanpa menunggu mereka yang baru saja datang disana
Azlan, Azka dan Satria mendekati pria paruh baya yang sudah lama tidak pernah mereka bertemui beberapa tahun ini setelah pak Umar memilih menikahi suster asistennya karena mereka menjaga perasaan Ayumi, Arumi dan umah Ayudia Untuk
sejak dulu mereka bertiga memang tidak dekat dengan pak Umar hanya sekedar saling sapa saat mereka bertemu di rumah opa saat datang berkunjung
Azlan, Azka dan Satria menyalami pak Umar bergantian
"kalian juga disini ?"tanya pak Umar dengan Nada dingin karena dari dulu memang pak Umar tidak menyukai ketiga saudara angkat putrinya itu
"iya bah,kami di suruh datang sama Ayumi "ujar Azlan beralasan karena dia tau pasti ayah dari adik angkatnya ini tidak senang dengan mereka
"oh" jawab pak Umar singkat sedangkan istrinya hanya menatap sinis pada mereka
dibelakang pak Umar berdiri (seorang pria yang berusia Hampir sama dengan Azlan
pak Umar masuk kedalam rumah oma tanganny digandeng oleh istrinya
"mereka kayak mau nyebrang ya kak? gandengan mulu"ujar Azka
"hus kamu ini, kalau kamu iri sana gandengan sama Nana"ujar satria dan berjalan mask kedalam rumah, azlan hanya tersenyum mendengar mereka berdua berdebat
"ya kalau sama nana belum bisa diajak gandengan nanti kak ayumi potong tanganku lagi ! ihhhhh...."ujar Azka bergidik ngeri sendiri
"hahaha takut juga kamu sama Ayumi "ujar satria tertawa
"takutlah kalau kak ayumi sudah marah ayam jantan pun akan bertelur "ujar Azka lagi an iti mampu membuat kedua kakaknya tertawa terbahak bahak
sedangkan didalam rumah Ayumi duduk di ruang tamu bersama Riki menikmati minuman dingin dan beberapa cemilan
"mas Rafa nunggu mas dimana?" tanya Ayumi pada Riki
"Kayaknya nunggu di hotel "jawab Riki
"coba mas suruh nyusul kesini aja,kan kasian ditinggal sendirian "ujar Ayumi
"ya sudah saya telpon dulu"jawab Riki lalu merogoh saku celananya dan mengeluarkan ponselnya
Riki menghubungi adiknya sudah dua kali namun tidak diangkatnya
Riki mencoba lagi untuk menghubungi adiknya itu dan kali ini Rafa baru mengangkatnya
"Halo Assalamualaikum,kamu sekarang dimana Raf?"tanya Riki pada Adiknya
"saya masih Restoran ThuAaF kak,ini baru baru mau pesan taxi online untuk kembali ke hotel "jawab Rafa diseberang sana
"kamu kesini saja dulu, kerumah Ayumi nanti kita sekalian bareng kehotel
Alamatnya nanti saya kirimkan "ujar Riki
"oke mas "jawab Rafa
setelah mematikan sambungan telponnya dengan sang adik Riki meminta pada Ayumi untuk mengirimkan alamat rumahnya pada Rafa
Ayumi dan Riki kembali menikmati minuman dan cemilan yang disuguhkan oleh Nana
namun sudah berapa kali Ayumi tersedak dan pada saat Riki mengelus punggung Ayumi dengan tujuan mengurangi rasa tidak nyaman di tenggorokan Ayumi karena tersedak
pak Umar masuk kedalam rumah bersama istri dan pria yang datang bersama dengannya
"Ayumi,kamu sedang apa?"teriak pak Umar melihat kemesraan putrinya dengan seorang pria yang asing baginya
"ya lagi duduk,sambil makan cemilan " ujar Ayumi santai,Riki Hendak kembali ketempat duduknya namun Ayumi menahan tangannya dan menyuruh Riki duduk disampingnya
Denis dan Pak Karim juga ikut bergabung dengan mereka
Nana datang membawakan mereka minuman dan beberapa cemilan untuk mereka lalu ikut juga bergabung dengan mereka
"oh jadi begini kelakuan kamu, mengajak laki-laki masuk kedalam rumahmu lalu kalian berdua mesra-mesraan ?"tanya Pak Umar pada putrinya itu
"ya kenapa tidak bah,kami kan pasangan kekasih jadi nggak ada salahnya kok kalau kami mesra-mesraan dan kami juga tau batasan,kami tidak cium- ciuman ataupun pangku-pangkuan sambil mendesah-desah apalagi itu dengan suami orang"jawab Ayumi sinis lalu menatap istri ayahnya itu yang selalu menggelayut dilengan suaminya
"apa maksud kamu Ayumi "ujar pak Umar
"nggak bermaksud apa-apa "jawab Ayumi acuh
"Babah tidak suka kamu belaku seperti ini, berdua dua didalam rumah dan dengan mudahnya kamu mau dielus-elus oleh pria yang bukan muhrimmu" ujar Pak Umar lagi
"kami tidak berdua-duaan, didalam rumah ini banyak orang Bah dan kami juga tidak didalam kamar yang tertutup rapat dan lupa menguncinya,kami duduk diruang tamu yang luas dan pintu rumah terbuka lebar
Mas Riki mengelus punggungku hanya karena ingin membantuku karena tersedak dan ingat Bah saya Ayumi putri dari Ayudia Rahmadani yang didik oleh Jendral Ganendra Ramadhan sedari kecil dengan didikan agama dan juga Etika serta tatakrama dan sopan santun jadi Abah tidak perlu repot-repot lagi untuk mengajariku "ujar Ayumi dingin
"tapi kamu sudah abah jodohkan dengan orang lain "ujar pak Umar to the poin
"hah?!"ujar ayumi dan yang lainnya terkejut mendengar ucapan pak Umar
"apa hak Abah menjodohkanku tanpa bertanya kepadaku"ujar Ayumi
"Hak apa katamu ?! saya ini Ayahmu,saya wali nikahmu
kalau bukan saya kamu tidak akan bisa jadi dokter seperti sekarang ini "ujar pak Umar penuh emosional
"hahaha...saya jadi dokter karena paksaan abah dan saya jadi dokter dengan nilai terbaik karena usahaku sendiri,hasil kerja kerasku
apakah Abah selama ini peduli dengan kami? apakah abah dulu sering menanyakan keadaan kami? tidak Bah!
Abah selalu sibuk dengan pekerjaan abah, bisnis abah hingga akhirnya abah sibuk dengan wanita ****** abah" ujar Ayumi dengan mata berkaca-kaca
"Ayumi...."teriak pak Umar
"kenapa Bah,abah ingin membantah? Apakah Abah hadir saat saya wisuda ? apakah abah Hadir saat penobatanku? apakah abah ada saat Arumi dirumah sakit ? tidak Bah
Abah sedang asyik berbulan madu dengan wanita ****** itu
jadi sekarang apa hak abah pada kami" ujar Ayumi mengeluarkan semua unek-unek dihatinya yang selama ini di simpannya
ada perasaan lega saat selesai mengatakan itu semua
"pokoknya abah tidak mau tau kamu harus menikah dengan Haris karena haris sudah banyak membantu Abah" ujar umar seakan tidak peduli dengan apa yang dikatakan putrinya
"Dasar egois,saya tidak mau dan saya sudah punya kekasih dan kami akan segera menikah "ujar Ayumi dan bergelayut manja di lengan Riki
Riki yang diperlakukan seperti itu tersenyum tipis
"siapa nama kamu dan apa pekerjaanmu"tanya pak Umar pada Riki
"nama saya Riki Rifqi Aditya
saya hanya pengusaha mebel di kampung "jawab Riki merendahkan diri
"heh pengusaha kecil aja sombong, lihat tuh anak teman mas Umar pemilik perusahaan besar dikota ini" jawab Tiara istri pak Umar
"iya benar Haris ini pengusaha sukses dia cocok dengan kamu kalian bisa kerja sama menjalankan usaha kecilmu itu"ujar Ayumi meremehkan usahanya
Ayumi mengepalkan tangannya begitu pun dengan ketiga saudara angkatnya
"biarpun harta banyak saya tetap tidak mau menikah dengannya mending saya menikah dengan Mas Riki biar pun dia bukan pemilik perusahaan besar tapi dia itu Sudah mapan dan bertanggung jawab "ujar Ayumi
Riki tersenyum mendengar Ayumi terus membelanya