
Setelah mereka sarapan bersama Bayu meminta Arumi menemaninya mendatangi beberapa tempat-tempat wisata yang paling sering didatangi oleh para wisatawan lokal baik dari Desa-desa sekitar situ maupun dari luar kota
Bayu juga melihat-lihat lokasi yang strategis yang bagus untuk dijadikan tempat usahanya nanti
Jika memang ada lokasi yang cocok Bayu akan membelinya ataupun menyewanya
Setelah seharian berkeliling ada dua tempat yang Bayu Akan jadikan tempat untuk membuka cabang usahanya
Bayu pun menerima masukan dari Arumi untuk menyediakan tempat penginapan untuk para pengunjung yang ingin nginap disana
Bayu mengantarkan Arumi pulang kerumahnya dan mereka berjanji akan mendatangi beberapa tempat lagi esok harinya
Bayu merasa sangat senang karena dia dan Arumi bisa semakin dekat
Bayu berharap kedekatan mereka bukan hanya sementara
Kini mereka sudah berada didepan rumah bu Ayudia
Arumi turun dari dalam mobi Bayu dan bayu pun ikut turun karena ingin mengantarkan Arumi sampai kedalam rumah setelah ditawari oleh arumi untuk singgah
Bayu kini duduk di kursi teras sedangkan Arumi kedalam rumah untuk membuatkan minum untuk Bayu
Pak Umar yang sedang duduk santai diruang tamu merasa penasaran siapa yang mengantar putrinya pulang pak Umar pun keluar menemui tamu putrinya
Pak Umar menemui Bayu dengan wajah dinginnya
Bayu tersenyum dan mengulurkan tangannya untuk menyalami tangan pak Umar
Pak Umar menerima uluran tangan Bayu tanpa tersenyum
"kamu siapanya Arumi ?"tanya pak Umar pada Bayu
"saya temannya Arumi Pak "jawab Bayu
"teman?kamu nggak lagi modus kan sama putri ku?"tanya pak Umar mengintimidasi Bayu
"insya Allah tidak pak"jawab Bayu masih dengan senyumannya
Karena dia maklum seorang ayah mengkhawatirkan putrinya
apa lagi bayu usianya jauh diatas usia Arumi
Arumi keluar dengan membawa minuman dan beberapa cemilan untuk bayu namun wajah Arumi tidak begitu bersahabat saat melihat ada pak Umar duduk bersama bayu
Bayu dapat melihat perubahan diwajah Arumi seperti tidak suka jika Umar ada disana
"abah ngapain disini ?"tanya Arumi ketus
"tidak ngapa-ngapain nak,cuma menemani teman kamu kan kasian kalau duduk sendirian "jawab pak Umar
"ya sudah terimakasih banyak "jawab Arumi masih dengan nada ketus
Pak Umar yang tidak ingin anaknya semakin kesal padanya langsung berdiri dan masuk kedalam rumah dan melanjutkan acara nontonnya dan itulah yang dilakukannya setiap hari
Pak Umar sudah tidak ingin bekerja lagi dia hanya duduk-duduk santai saja dirumah kerjanya hanya makan dan tidur dan menjalankan klinik milik Bu Ayudia jika ada pasien yang datang berobat jika bu Ayudia sedang tidak ada dirumah
hingga badannya semakin melar namun jiwa sosialnya sebagai seorang Dokter masih sering
Bu Ayudia, Arumi dan Ayumi pun semakin kesal dibuatnya ditambah Haris juga sering datang menagih janjinya untuk memisahkan Ayumi dan Riki
Pak Umar sering meminta pada Ayumi agar mau bercerai dengan suaminya Riki dan akan berakhir dengan pertengkaran hebat dan Bu Ayudia pun akan ikut mendebat pak Umar
Pak Umar yang sudah bermuka tembok dan tak tau malu dia akan tetap berada disana berharap suatu hari nanti dia bisa mempengaruhi Bu Ayudia dan memberikan kuasa penuh warisannya
Bu Ayudia dan Arumi tidak pernah lagi mau makan dirumah mereka takut jika pak Umar memasukkan sesuatu ke makanan mereka kecuali mereka memasak sendiri dan langsung memakannya
Nana dan ibunya akan datang kerumah lama Bu Ayudia untuk membersihkan rumah dan memasak saja dipagi hari setelah semua pekerjaan mereka selesai di siang hari mereka akan kembali kerumah Baru mereka
Bu Ayudia juga lebih senang tidur dirumah barunya yang berada didekat rumah orang tua Riki dengan alasan lembur atau keluar kota
Bu Ayudia jauh-jauh hari sudah mengamankan semua aset berharganya termasuk emas-emas yang dimilikinya
Sedangkan Arumi tinggal dikota karena sedang melanjutkan pendidikannya
Jika Arumi sedang libur seperti sekarang ini maka Arumi dan Bu Ayudia akan menempati rumah lamanya agar pak Umar tidak curiga
"kok kamu bicaranya seperti itu kepada ayahmu dek?"tanya Bayu
"nggak apa-apa mas,maaf bila mas Bayu merasa tidak nyaman "ujar Ayumi tidak tidak menjawab pertanyaan Bayu
"iya, maafkan mas juga yang sudah Kepo "ujar bayu merasa tidak enak hati pada Arumi
"oh iya Rum,kamu disini tinggal disini sama siapa ?"tanya Bayu
"saya tinggal bersama Umah dan babah tapi Umah jarang ada dirumah karena sering lembur atau sift malam
Umah juga sering keluar kota untuk menghadiri acara-acara workshop yang diadakan oleh dinas kesehatan dirumah sakit rumah sakit dikota maupun diluar kota
"oh ibu kamu memangnya bekerja dimana ?"tanya Bayu lagi
"umah dan Babah seorang dokter seperti kak Ayumi yang juga seorang Dokter dan pengusaha
Namun Babah sudah mengundurkan diri dari tempatnya bekerja sebagai seorang Dokter dan tinggal disini mengelola klinik milik umah "jawab Arumi
"dia hanya menjadi parasit yang selalu mengesalkan dan meresahkan "ujar Arumi dalam hati
"oh jadi keluargamu adalah keluarga Dokter dan jangan bilang jika kamu juga sekarang menempuh pendidikan kedokteran "ujar Bayu pada Arumi
"ya seperti itulah,saya memang sedari kecil ingin seperti Umah menolong orang yang sedang sakit namun kak ayumi jadi seorang Dokter karena dipaksa oleh Babah yang mempunyai impian menjadi seorang Disainer dan impiannya itu dia capai sekarang
Kak Ayumi meninggalkan karirnya sebagai seorang Dokter demi untuk mewujudkan impiannya dan Almarhumah Oma "ujar Arumi
"oh benarkah ? "jawab Bayu
"iya mas dam Umah selalu mendukung apa pun keputusan kami hanya Babah yang selalu memaksakan kehendaknya "ujar Arumi lagi dan Bayu mulai paham mengapa Arumi tidak begitu suka dengan Ayahnya
"oh iya Rum,mas pamit pulang ya soalnya ini sudah mau Magrib "ujar Bayu pada Arumi dan berpamitan karena merasa tidak enak jiak masih tinggal saat malam menjelang walaupun sebenarnya Bayu masih ingin menghabiskan waktu bersama Arumi
"oh iya mas, besok mas jemput Rumi jam berapa ?"tanya Arumi
"seperti tadi Aja jadi kita bisa sarapan diluar lagi"jawab Bayu
"okey,besok Rumi ajak mas sarapan Nasi goreng yang rasanya sangat lezat disuatu tempat "ujar Arumi begitu bersemangat
"okey"jawab Bayu
"mas pulang dulu ya Rum, sampai ketemu besok "ujar Bayu lalu beranjak dari duduknya dan berjalan keluar dari teras rumah
"iya mas, hati-hati ya"jawab Arumi
"Assalamualaikum "ucap Bayu memberikan salam
"waalaikumsalam "jawab Arumi dengan senyumannya
Bayu naik keatas mobilnya dan menjalankannya meninggalkan Rumah Bu Ayudia dengan perasaan bahagia karena bisa dekat dengan gadis pujaannya itu
"Ya Allah jika dia adalah Jodohku maka dekatkanlah kami dan berikanlah kami restu namun jika dia bukanlah jodohku maka jauhkanlah kami sebelum kami melangkah lebih jauh agar tidak ada hati yang akan terluka nantinya "doa Bayu dalam hati