
Kak Rumi takut "ucap Arumi memeluk lengan kakaknya
"jangan takut dek"jawab Ayumi
"kak, telpon kak azlan ya"ucap Arumi lagi
"oke kita telpon kak Azlan "jawab Ayumi lalu mengambil ponselnya dari dalam tasnya dan menelepon kakaknya
"Assalamualaikum kak"icap Ayumi begitu panggilannya terangkat
"waalaikumsalam dek"jawab azlan diseberang sana
"kak bisa kerumah skait sekarang ?!"ucap Ayumi
"rumah sakit kamu kenapa dek!?"tanya Azlan
"tidak kak,yumi baik-baik saja
tapi kakak kerumah sakit sekarang ya"ucap Ayumi
"iya sudah kakak akan Rumah sakit kamu tunggu ya"jawab Azlan
"ayo yum,kita sudah mendapatkan izin"ucap Fatiyah Tiba-tiba saja datang dan duduk di samping mereka
"tinggu kakakku dulu tiyah,saya tidak mau meninggalkan Arumi sendirian disini menunggu"jawab Ayumi
"kakak kamu yang kayak kulkas itu!?"ucap Fatiyah
"iya kak Azlan,siapa lagi coba "jawab Ayumi
"ish mukanya kayak kanebo kering nggak ada senyum-senyum nya, kalau kakak kamu yang satu sih dingin tapi masih mau senyum seperti adik kamu mukanya datar tapi masih mau menyahut jika ditanya "ucap Fatiyah kesal
"jangan bilang begitu,nanti kamu jatuh cinta sama kakakku itu"jawab Ayumi menggoda sahabatnya itu
"ish apaan sih,kanebo kering gitu mana Asyik diajak pacaran yang ada mulut ceweknya berbusa dia nya anteng-anteng aja"jawab Fatiyah dan Ayumi dan Arumi tersenyum-senyum karena orang yang mereka gibah sudah berdiri disampingnya
"ehem"dehem azlan
"akh beruang kutub sudah datang "ucap Fatiyah lalu bangkit dari duduknya meninggalkan mereka
Ayumi,azka dan Arumi tertawa terbahak bahak Mendengar Panggilan Fatiyah pada kakak mereka
sedangkan Azlan hanya menatap punggung Fatiyah
satria tersenyum menahan tawanya takut kakaknya ngamuk jika Ikut tertawa besar
"Ayumi ayo bantu saya"ucap Fatiyah memanggil Ayumi
"memangnya ada apa dek!?"tanya Azlan
"biar Arumi yang cerita ya,saya mau bantu Fatiyah dulu diruang operasi "jawab Ayumi dan meninggalkan semua saudaranya dan berlari ke arah ruang ganti khusus Dokter
Ayumi dan Fatiyah berjuang keras untuk bisa menyelamatkan Pria yang ditolong oleh Ayumi dan Arumi karena peluru yang mengenai punggung pria itu sangat dalam sedangkan yang dilengannya tidak terlalu dalam hingga dengan bisa mengeluarkan peluru itu
sedangkan diluar ruang operasi arumi menceritakan apa yang telah terjadi
Azlan, satria dan Azka semakin kagum pada kedua adiknya ini apalagi Ayumi yang tidak pernah memandang bulu siapa yang akan ditolongnya
Ayumi adalah malaikat tak bersayap bagi semua orang yang membutuhkannya dan lihatlah rezeki mereka tidak pernah ada habisnya
setelah berperang diruang operasi Ayumi dan Fatiyah keluar dari sana dengan wajah lelah mereka
Ayumi berjalan bersama Fatiyah mendekati ke empat saudaranya yang duduk dikursi tunggu depan ruangan operasi
"bagaimana dek operasinya "tanya Azlan tanpa mellrik Fatiyah yang ada di samping Ayumi yang kini sudah duduk disampingnya bersama Fatiyah
"Alhamdulillah operasinya berjalan lancar walaupun ada sedikit ada kendala"jawab Ayumi
"kendala?! memangnya orang itu kenapa?!"tanya satria
"peluru yang ada di punggungnya terlalu dalam kami sempat kesulitan untuk mengeluarkannya namun Alhamdulillah semua bisa kami tangani, jantung pasien juga melemah karena darahnya banyak yang keluar"jawab Ayumi
"oh syukurlah kalau orang itu bisa diselamatkan "jawab azka
"iya orang ini sangatlah kuat,saya rasa dia bukan orang biasa karena biasanya orang yang mendapatkan luka seperti ini dan kehilangan banyak darah akan mengalami koma tapi orang ini tidak dia hanya tak sadarkan diri "ucap Fatiyah
"iya benar orang ini punya ketahanan tubuh yang sangat luar biasa "sahut Ayumi
"saya salut dengan semangat hidupnya hingga bisa kuat seperti itu "ucap Fatiyah dan Ayumi mengangguk-anggukkan kepalanya
"tidak kak dia tidak memiliki Tanda pengenal sama sekali,di resepsionis saja saya memberikan nama asal agar bisa cepat diproses "ucap Ayumi
"memangnya kamu kasi nama Apa !?"tanya satria
"saya kasi nama Marvel soalnya mukanya seperti bule bukan asli Indonesia "jawab Ayumi
"oh ya"jawab semuanya
"masa sih yum, soalnya saya tidak memperhatikan wajahnya saya hany fokus pada lukanya saja "ucap Fatiyah
"eh kak bisa tidak kuta gantian menjaganya,kakak jaga malam harinya saya dan Arumi yang jaga siang harinya "ucap Ayumi
"kok begitu sih dek!?"tanya Azlan
"kasian kak kalau dia ditinggal sendirian apalagi dia bukan dari negara kita,lagian kakak tau jika saya itu tidak suka menolong setengah-setengah harus tuntas
dan setelah dia sembuh mau pergi pun tidak apa-apa tapi selagi dia masih seperti sekarang kita bantu ya"ucap Ayumi dan ketiga saudara laki-lakinya tidak bisa menolak dan mereka mengiyakan semua ucapan Ayumi
"oke baiklah kami setuju "jawab Azlan
"makasih kak"ucap Ayumi lalu memeluk azlan
"ya sudah yok kita keruang perawatannya "ucap Ayumi mengajak semua saudaranya
"Oke "jawab semua kecuali Fatiyah karena Harus kembali bertugas
"nanti saya nyusul kesana ya"ucap Fatiyah
"Oke dokter cantik, makasih ya "jawab Ayumi
"sama-sama kesayanganku"jawab Fatiyah dan berlalu meninggalkan ayumi dan saudara-saudaranya
mereka ber lima menyusuri lorong-lorong rumah sakit dan naik kelantai tiga menggunakan lift
setelah sampai didepan ruangan pria yang ditolong oleh Ayumi itu mereka dapat melihat pria paruh baya itu masih tak sadarkan diri
seorang suster terlihat sedang menemani dan sedang mengganti cairan infusannya
setelah selesai suster itu berpamitan dan meninggalkan mereka berlima bersama pria itu dalam ruang perawatannya
"kak Yumi lapar "ucap Ayumi saat sudah duduk disofa yang ada dalam ruangan itu
"Rumi juga lapar dan haus sejak tadi "ucap Arumi juga
"oke kalian tunggu disini kakak carikan makanan dulu"ucap satria
"oke kak,tapi yumi ingin makan Nasi padang"ucap Ayumi
"iya kak Rumi juga ya ya!"arumi pun meminta hal yang sama
"oke,ayo Azka sekalian kita beli makan untuk kita juga "jawab satria
"Oke kak"jawab Azka dan mereka berdua pun keluar dari Ruang perawatan itu
"kak haus"rengek Arumi
"oke,tunggu ya kakak carikan dulu minuman dikantin "jawab Azlan
"kak susu yang dingin ya sekalin roti kesukaan Ayumi,ada dikantin kok
soalnya ayumi lelah sakali"ucap Ayumi
"Oke, kalian tunggu ya tidak apa-apa kan!"tanya Azlan
"iya kak tidak apa-apa !"jawab Ayumi
Arumi pun merebahkan tubuhnya di pangkuan sang kakak,ayumi mengusap kepala adiknya dengan sayang
"sebenarnya yang lelah disini kakak atau kamu sih dek!?"tanya Ayumi terkekeh pelan pada adiknya
"hehehe,kan saya juga tegang kak nunggu hasilnya diluar jadi tubuhku terasa lelah "jawab Arumi terkekeh, azlan pun ikut terkekeh mendengar jawaban adiknya itu
azlan keluar dari ruang perawatan itu untuk mencari apa yang si inginkan kedua adik angkat kesayangannya itu
sedangkan Ayumi dan Arumi tanpa sadar sudah tertidur disofa dalam ruangan itu dengan posisi Ayumi duduk memangku kepala adik semata wayangnya yang juga ikut tertidur