
setelah meninggalkan rumah Ayumi Bu Ayudia dan Pak Marvel berjalan kerumah azka untuk mengambil mobilnya
"kita sekarang bagusnya kemana !?"tanya pak Marvel
"kita kemesjid raya saja kita sholat magrib disana trus setelah itu kita ketaman samping mesjid "jawab Bu Ayudia
"Oke,tunjukin jalan ya"ucap pak Marvel
"iya"jawab Bu Ayudia
pak Marvel pun menjalankan mobilnya menyusuri jalan disore hari
jalan sangat Ramai karena sudah jam pulang kerja
Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan karena jalanan macet kini mereka telah sampai di halaman masjid besar perbatasan Desa makmur jaya dan kota
mereka sampai diparkiran masjid saat azan magrib berkumandang, mereka berdua bergegas masuk kedalam masjid untuk melaksanakan sholat berjamaah
setelah sholat Maghrib, seperti yang dikatakan oleh Bu Ayudia bahwa disamping masjid besar tempat mereka sholat terdapat sebuah taman
disana terlihat banyak orang yang datang, baik hanya datang sekedar menikmati malam bersama keluarga, teman-temannya maupun bersama kekasihnya
ada juga yang sengaja datang untuk menikmati jajanan yang ada disana
Bu Ayudia dan pak Marvel memilih duduk dikursi taman sambil memperhatikan orang-orang yang berlalu lalang
ada yang berjalan sambil bercanda bersama,ada juga yang berjalan sambil ngobrol dan sesekali memakan jajanan ada ditangan mereka
"wah disini ramai juga ya, Bu Ayudia sering kesini !?"tanya pak Marvel membuka pembicaraan
"iya disini itu tiap malam ramai dikunjungi oleh orang-orang baik lokal maupun para wisatawan.
apalagi kalau malam Minggu kayak gini!!
saya dan Arumi dulu sering datang kesini saat malam Minggu hanya sekedar menemani Arumi untuk jajan cilok dan batagor Bandung"jawab Bu Ayudia
"berarti kamu memang sangat dekat dengan Arumi"ucap pak Marvel
"iya diantara Ayumi dan Arumi, Arumi lah yang paling dekat denganku walaupun waktu mereka kecil dirawat oleh ummi dan Abahku tapi pada saat kedua orang tuaku meninggal Arumi kembali tinggal bersamaku sedangkan Ayumi memilih tinggal di mansion peninggalan orang tuaku karena waktu itu Arumi masih kecil dan manja sedangkan Ayumi yang sedari kecil dilatih mandiri dan tegas oleh abah
dan sampai akhirnya saya memutuskan untuk mengabadikan diri di desa ini saat saya dan bang Umar bercerai
Arumi tetap ingin ikut denganku dan Ayumi tetap melanjutkan pendidikannya dikota bersama ketiga sahabatnya dan juga ketiga saudara angkatnya yang selalu menjaganya
saya tidak khawatir untuk meninggalkannya ayumi anak yang cerdas dan tangguh juga pemberani tak ada yang membuatnya takut
jiwa sosialnya juga sangat tinggi jika menolong orang tidak akan pernah pandang bulu ataupun mengharapkan balasan
dulu pernah sekali waktu itu Ayumi baru mendapatkan gelar dokternya dan hari pertamanya dan kedua sahabatnya yaitu Fatiyah dan Aurel diterima bekerja di rumah sakit
hari itu ada seorang kakek membawa cucunya yang sedang sakit tapi tidak ada seorang pun yang ingin menanganinya kakek itu tidak mempunyai uang yang cukup untuk membayar administrasi dan kebetulan waktu itu saya dan abah ayumi sedang ada seminar dan Ayumi mendapatkan sift Siang
kakek itu duduk didepan rumah sakit sambil menangis dan memeluk cucunya
Ayumi datang dan melihat itu Ayumi mendekatinya lalu bertanya
"kek,kenangis disini!?"tanya Ayumi
"cucu saya sakit nak tapi orang-orang dirumah sakit ini tidak ada yang mau menanganinya karena kskek tidak punya uang bahkan mereka mencaci dan memarahku" ucap kskek itu semakin menangis
"astaghfirullah, kenapa mereka kejam sekali.ayo kek kita masuk "ajak Ayumi
"tapi nak saya takut kalek akan diusir lagi"jawab kalek itu
"kakek tenang saja tidak akan ada yang aka mengusir kakek lagi,ayo kek kasian cucu kakak sakit seperti ini "ucap Ayumi dan terlihat binar bahagia dari raut wajah sang kakek
Ayumi membawa kalek dan cucunya itu masuk kedalam ruangannya, awalnya Kakek itu menolak karena takut uangnya tidak cukup untuk membayar biaya rumah sakit
'"kakek tidak usah khawatir saya yang akan menaga ni semua "jawab Ayumi
"dan akhirnya Ayumi yang menangani cucu kakek itu sampai sembuh tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun " Bu Ayudia pun bercerita panjang lebar pak Mervel hanya menjadi pendengar setia
entah mengapa Bu Ayudia merasa nyaman bercerita pada orang lain,ini kali pertama bu Ayudia mau ngobrol dengan orang lain selain anak-anaknya dan menceritakan tentang kehidupan keluarganya
"ya Ayumi memang anak yang luar biasa contohnya dia mau menolongku, padahal dia sama sekali tidak mengenalku bahkan mau merawat ku bersama saudara-saudaranya sampai saya pulih kembali
saya merasa sangat bersyukur dan beruntung bisa bertemu dengan mereka karena kehangatan keluarga yang sejak kecil tidak pernah kurasakan kini kurasakan saat bersama mereka "ucap pak Marvel
"saya menyesal telah memarahi Ayumi tempo hari "ucap Bu Ayudia menunduk dan memainkan jarinya karena gelisah
pak marvel menggenggam tangan Bu Ayudia bermaksud untuk memberikan ketenangan
Bu Ayudia membulatkan matanya menatap wajah tampan pria yang sedang menggem tangannya jantungnya berdebar tak karuan
begitu pun pak Marvel kembali merasakan jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya saat mata mereka saling bertemu
Bu Ayudia langsung menarik tangannya dari genggaman pak Marvel wajahnya Terasa panas untung saja hari sudah malam dan lampu ditaman tidak begitu terang sehingga wajah Bu Ayudia yang memerah tidak terlihat
"meminta maaflah,saya yakin Ayumi tidak marah sama kamu.Dia hanya mencari perhatian saja" ucap pak Marvel memulai pembicaraan agar tidak merasa canggung
"tadi sebenarnya ingin meminta maaf kepada Ayumi tapi saat sampai dikamar Ayumi ternyata dia sedang menangis diatas sajadahnya,saya sungguh merasa bersalah kepadanya "jawab Bu Ayudia
"kenapa kamu tidak langsung menghampirinya !? kenapa malah kamu berlari ingin pergi !?"ucap pak Marvel
"saya hanya tidak sanggup melihat air matanya "jawab Bu Ayudia
"setelah ini kamu harus meminta maaf, walaupun kamu seorang ibu tapi tidak ada salahnya Kalau mau meminta maaf duluan.apalagi sekarang dia lagi hamil pasti perasaannya sensitif "ucap pak marvel
"iya kamu benar saya saja yang tidak mau mengerti "jawab Bu Ayudia
"kita makan dulu yuk saya lapar tadi baksonya nggak mempan apalagi kamu tidak menyentuh baksonya sama sekali "ucap pak marvel
"oke kalau Begitu kita makan ayam asap disana "jawab Bu Ayudia menunjuk sebuah warung makan yang ada disekitaran taman
"oke"ucap pak Marvel
mereka pun berjalan menuju rumah makan ayam Asap yang ditunjuk oleh Bu Ayudia
ketampanan dan kecantikan keduanya menjadi pusat perhatian walaupun usia mereka tidak lagi muda tapi paras mereka berdua masih saja mempesona
"ayam asapnya dua ya"ucap Bu Ayudia saat masuk kedalam warung memesan makanan yang mereka inginkan
kini mereka berdua duduk berdampingan di sebuah kursi panjang dalam warung itu
"permisi mister ini pesanannya "ucap seorang pelayan yang mengantarkan pesanan mereka
"wah mister ini sangat serasi ya dengan istrinya wajah mereka benar-benar cantik dan tampan "ucap salah satu pengunjung yang duduk didepan mereka
Bu Ayudia dan pak Marvel hanya tersenyum salah tingkah karena mereka dikira sepasang suami istri
"aamiin "batin pak Marvel saat mendengar ucapan orang itu
sedangkan Bu Ayudia wajahnya sudah memerah seperti tomat matang
mereka pun makan dalam diam menikmati ayam asap pesanan mereka yang rasanya enak dan cocok di lidah mereka
"pantas saja pengunjungnya banyak rasanya emang enak "ucap pak marvel dan Bu Ayudia hanya mengangguk-angguk mengiyakan ucapan pak Marvel
setelah makan mereka memilih untuk pulang karena hari sudah malam mereka Takut anak-anaknya khawatir
"pak marvel disini apa ada keluarga lain!? "Bu Ayudia mencoba mencairkan suasana sepi diantara mereka yang sejak tadi mereka hanya diam
"saya tidak punya siapa-siapa disini selain kalian,dinegaraku pun saya sendirian karena keluargaku tidak ada yang menganggapku
dulu saya mencintai seorang gadis tapi saya tidak mendapatkan restu karena kami beda keyakinan
saya pergi meninggalkan negara ini dalam keadaan patah hati,saya kembali kenegaraku berharap bisa melupakannya namun bertahun-tahun saya pergi, rasa penasaran dan rindu ku membawaku kembali kenegara ini namun yang kudapat hanya kekecewaan dan penyasalan yang kudapat
wanita yang kucintai telah pergi untuk selamanya sedangkan suaminya telah beristri kembali
saya mencoba mencari anaknya namun anak itu katanya sudah mereka titipkan dipanti asuhan,saya sudah mencarinya di semua panti asuhan tapi tak kutemukan anak itu dan saya memilih kembali kenegaraku karena perusahaan yang kubangun dengan susah payahnya ingin direbut oleh kakak kandungku"pak marvel tidak melanjutkan ceritanya karena matanya sudah ber embun
entah mengapa pak Marvel menceritakan semua pada Bu Ayudia
bu Ayudia hanya diam mendengarkan cerita pak marvel dan masih menunggu kelanjutan cerita pak marvel