
Subuh menjelang seperti yang dikatakan oleh Azlan bahwa mereka akan pulang ke Desa makmur jaya setelah sholat subuh
Kini mereka semua sudah siap
Fatiyah juga ikut pulang karena masa cutinya bersama Aurel sudah selesai
kali ini tidak ada drama tangisan Keanu dan Kinara yang tidak rela melepaskan Abian dan Arisha pulang karena mereka masih terlelap dalam mimpi indahnya
"Bu Yah kami pamit ya, kalian disini harus hati-hati
Dengar apa yang dikatakan olehas Azlan jangan terlalu sering beraktivitas dulu diluar rumah jika tidak terlalu penting "ucap Fatiyah kepada keluarga kedua orang tuanya
"iya nak kamu juga harus hati-hati disana"jawab Bu Fatimah
Fatiyah memeluk kedua orang tuanya bergantian
"mas mbak tiyah titip ayah sama ibu ya kalau ada apa-apa langsung hubungi kami
Mbak Maryam tidak usah ketoko dulu ya,mbak jaga anak-anak saja dirumah bareng ibu dan ayah "ucap Fatiyah kepada kakak dan kakak iparnya
"iya dek"jawab mereka berdua
Aurel, Ayumi, Arumi,dan Nana juga berpamitan
"ayah ibu saya pamit ya kalian harus lebih waspada dan berhati-hati saya sudah menempatkan beberapa anak buah saya di sini untuk menjaga kalian
Fadillah Fadli untuk sementara kamu diantar jemput dulu ya ketempat kerja kalian sampai keadaan membaik dan kembali aman karena kita tidak tau siapa yang berada dibelakang mereka
saya juga belum tau apa tujuan utama mereka sehingga mereka menyerang kami kemarin "ucap Azlan
"iya mas,kalian juga hati-hati dijalan kabari kami jika kalian sudah sampai "ucap Fadli
"baiklah kami berangkat sekarang "ucap azlan lalu menggendong Abian yang sedari tadi ditidurkan disofa ruang tamu bersama Arisha
Gio pun menggendong Arisha dan membawanya ke mobil
Kini mereka sudah berada diatas mobil Azlan sudah memberikan abian pada Ayumi dan Arisha dipanggku oleh Fatiyah
Gio kali ini yang akan mengemudikan mobil dan Azlan sudah duduk disampingnya
Mobil yang mereka tumpangi kini perlahan meninggalkan rumah orang tua Fatiyah
Setelah menempuh perjalanan selama berjam-jam kini mereka telah sampai didepan rumah mewah milik Ayumi
Mereka sampai saat jam 10 pagi karena mereka beberapa kali singgah untuk beristirahat baik makan ataupun sekedar mengisi bahan bakar dan ketoilet
Riki,Bu Ayudia, satria dan Azka serta keluarga Riki kini sudah berada disana menunggu kedatangan mereka
Bahkan bayu dan kedua orang tuanya pun datang kerumah Ayumi
Kebetulan orang tua Bayu datang lebih awal untuk mempersiapkan pernikahan putra jadi saat bayu menceritakan bahwa calon istri dan keluarganya dicegat oleh beberapa orang preman orang tua Bayu menjadi khawatir
Walaupun kejadian terjadi untuk kedua kalinya mereka melihat keluarga itu berurusan dengan hal yang berbahaya namun mereka tidak berniat membatalkan semua rencana mereka untuk menjalin hubungan keluarga dengan keluarga besar Ayumi
Ayumi merasa senang karena semua keluarganya datang untuk menyambut kepulangan mereka
Kini mereka duduk bersama di ruang keluarga yang memang luas dan terdapat karpet
Mereka duduk lesehan sambil menikmati oleh-oleh yang mereka bawa dari kampung halaman Fatiyah
"kalian pasti sangat lelah setelah menempuh perjalanan jauh,kalian istirahat saja dulu"ucap Bu Hanim dan diangguki oleh yang lainnya
"tidak apa-apa ma, tadi kami dimobil sudah tidur kami terbangun saat sudah memasuki kompleks perumahan "jawab Ayumi yang kini bersandar dibahu sang suami
"oma opa nenet pahutah talian ?"ucap Arisha tiba-tiba
"tahu apa nak kami tidak tahu apa-apa "jawab pak Aditya
"matana opa denal dulu icha telita"Ucap Arisha lagi
semua mengulum senyumnya
Hanya orang tua bayu yang tidak mengerti Ucapan Arisha namu bayu menjadi penerjemah untuk kedua orang tuanya
"baiklah ceritalah biar kami semua tau "ucap pak Aditya gemas pada cucunya itu
"oteh Icha atan menceritakan apa yan cuda teljadi pada tami cemuana"ucap Arisha penuh semangat
"kayaknya kalau ada popcorn ini enak deh "celetuk Azka cekikikan
"papa azta apatah tamu tidat ninin mendenal celitatu?"ucap Arisha kesal pada Azka
"maaf putri yang baik hati dan cantik papa tidak akan menggangu dan papa sangat ingin mendengarkan cerita tuan Putriku yang cantik jelita ini"ucap azka melipat kedua tangannya dan seperti bawahan yang memberi hormat pada tuan putrinya
"baitlah atu memamaftanmu,tembalilah dudut dipempatmu"ucap Arisha
Perut Bu Ayudia sudah mulai keram menahan tawanya
Begitupun dengan yang lainnya
Mereka pun sudah tidak ada lagi yang bersuara menunggu Kisah seru yang akan diceritakan oleh Arisha
"temalin taat tami pemuana inin puyan tami dipedat oleh leleman yang banat"ucap Arisha memulai ceritanya
"dicegat dek sama preman "sahut Abian membenarkan ucapan adiknya
"iya ipu matsudna"ucap Arisha lagi
"sabal Papi "jawab Arisha,satria tersenyum mendengar jawaban putri kecil adiknya itu
"taat ipu atu dan Apang tedang teltidul manun tami telbanun talena teltejut,atu memelut dunda pati tata dunda tami pidat poleh tatut talena Apah,dunda,bibu dan mami juda mama atan melinduni tami"ucap Arisha terjeda karena meminum susunya
"pala paleman tu menedor-nedor bintu bobil mamun Apah pidat membutana
taat pelaman iti inin bebecahtan taca bobil apah sedela tulun dali bobil
dunda ,bibu,mama juda mami itut tulun
Meleta beltelai mewawan pemua pendahat
aunty lumi memelut tami
Tebenalna wattu ipu atu tetatutan manum taya beliat dunda teletai tangat bebat atu juda inin tepelti dunda,mama,mami dan Bibu bewawan pendahat ipu
Piba-piba taja ada catu pelaman yang menalik tanantu mamun apang ban onty menaliknya pati olang ipu mematsa tami telual athilna tami teluan dan onty lantung itut bellelai talena meleta mensyoba mendetati atu dan Apang"ucapa Arisha dan ceritanya kembali terjeda karena lagi-lagi dia meminum susunya
satria dan Azka sudah sibuk merekam Arisha melalui ponselnya
"taat onti beltelai piba-piba tatang catu leleman menalik-nalik tanantu manun apang memedang tannantu sanat lelat
Sepenalna sanat satit setali lasana manun icha taan talena icha pau apang inin bedindunitu
leleman itu telus menalik tanantu mamun apang memendan tanan leleman itu"ucap Arisha
"preman dek bukan leleman"Ucap abian
"iya apang ipu massuna"jawab Arisha
"pahuta talian apa yan dilatutam apang?"tanya Arisha pada semua orang namun semuanya kompak menggelengkan kepalanya padahal mereka semua sudah melihat video aksi mereka saat melawan satu orang preman
"Paitlah paitlah atu atan melandutkanna"ucap Arisha lagi
Ayumi yang kini sudah merebahkan tubuhnya dan meletakkan kepalanya dipaha Suaminya menarik tangan suaminya itu dan menggigitnya karena sudah tidak tahan menahan tawanya
"auh....kenapa kamu menggigitku ay"tanya Riki pada istrinya itu
"maaf bib habisnya saya tuh gemas pada anakmu itu"jawab Ayumi mengelus tangan suaminya yang tadi digigitnya
"yayah tenapa ?"tanya Arisha pada Riki
"tidak apa-apa sayang ,ayah tidak apa-apa tadi ayah hanya digigit sama semut besar "jawab Riki
dan Arisha hanya mengangguk
Pak aditya juga beberapa kali buang angin karena sudah tidak tahan menahan tawanya perutnya terasa keram
"ih papa jorok"ucap Rana yang duduk samping pak Aditya
"maaf sayang "ucap pak Aditya pada putrinya
"untung baunya nggak nyebar pa bisa bikin pingsan "ucap Rana kesal
"apatah atu pisa melandutkan telitaku?atu tu suta helan tenapa syih olang pesal suta menela-nela talau ada selolang yan belbicala"ucap Arisha kesal dan bukannya mereka takut karena kena marah arisha namun mereka semakin ingin tertawa
"lanjutkanlaha sayang kami masih penasaran "ucap Rafa yang sedari tadi hanya diam saja menahan tawanya
"oteh antol icha antan melandutkanna "Ucap Arisha
"bohon piamlah pulu pemuana atu atan melandutkan telitaku "ucap Arisha dan mereka semua terdiam dan fokus memperhatikan Arisha
"silahkan tuan putri dilanjutkan ceritanya "ucap Azka
"Paitlah "jawab Arisha
namun Arisha sudah beberapa kali menguap di pangkuan Bu Ayudia
Belum sempat Arisha melanjutkan ceritanya dia sudah tertidur begitu pun dengan abian yang sedari tadi dipangku oleh Bayu juga sudah tertidur karena hari memang sudah siang
Azka Segera berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati Bu Ayudia lalu menggendong Arisha dan membawanya kekamarnya dilantai dua begitu pun dengan bayu menggendong abian dan membawanya kekamarnya untuk ditidurkan
semua tertawa mengingat wajah Arisha yang begitu menggemaskan saat menceritakan pengalamannya
"ahkkkk...saya akan menyimpan video ini dan nanti akan kuperlihatkan kepada anak-anak mereka
Semoga Allah SWT selalu memberikan kepada kita kesehatan, kesejahteraan, keselamatan dan umur yang panjang untuk terus mendampingi mereka
Aamiin ya Allah "ucap Satria dan diamini oleh semuanya
...****************...
terima kasih semuanya
Terima kasih atas dukungannya serta Kritik dan sarannya
Jangan pernah bosan ya dengan karyaku
Maaf jika masih banyak kesalahan dalam penulisannya 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Jangan lupa juga mampir dikaryaku yang lainnya
Suamiku Pelit Bin Medit
💖💖💖🥰🥰🥰🥰