Mas Duda I Love You Full

Mas Duda I Love You Full
Bab 157 menjemput paman dan bibi



Setelah mendapatkan informasi dari anak buahnya yang mengatakan bahwa Paman dan bibinya telah ditemukan satria yang ditemani oleh azlan untuk mendatangi lokasi yang dikirimkan oleh anak buah mereka segera menuju ke kota X dimana paman dan bibi satria tinggal


"ya Allah semoga mereka ingin ikut dengan kita ya kak!?!" ucap Satria cemas


"apakah kamu sudah menyiapkan tempat tinggal untuk mereka !?"ranya azlan yang fokus melihat jalanan dibelakang kemudi karena Dia tidak ingin satria berkendara dalam suasana hati yang sedang gelisah


"sudah kak,saya membeli sebuah Ruko yang berbeda di pinggir jalan dekat rumah kost pak haji Rahmat, saya sengaja memilih membeli Ruko itu untuk mereka tinggali agar nantinya mereka bisa membuka usaha karena saya sudah menyediakan modal untuk mereka pakai "jawab satria dan diangguki oleh azlan


ponsel satria berdering, satria segera melihatnya siapa yang meneleponnya


"halo Assalamualaikum sayang, ada Apa ?"ucap satria setelah mengangkat telepon dari istrinya


"waalaikumsalam mas,mas sekarang dimana !?"tanya Aurel


"mas lagi dijalan Sayang bareng mas azlan,mas mau menjemput paman dan bibi "jawab satria


"Masya Allah, alhamdulillahirabbil alaamiin.ya sudah mas kalian hati-hati ya jangan ngebut-ngebut bawa mobilnya ingat kami menunggu kalian untuk pulang bersama paman dan bibi "ucap Aurel


"iya sayang"jawab satria dan telpon mereka pun terputus


"kak kita singgah di depan sana ya kita minum kopi dulu agar tidak ngantuk karena ini masih ada Tiga jam perjalanan "ucap satria dan diangguki oleh azlan yang memang matanya sudah mulai mengantuk


Azlan menepikan mobilnya didekat sebuah warung kopi sederhana


"pakde kopi hitamnya dua ya"ucap satria setelah duduk dibangku kayu yang ada di warung itu


"iya mas ditunggu ya"jawab pakde penjual kopi


tak lama kopi hitam pesanan mereka pun datang satria segera menyeruputnya sedikit demi sedikit karena asapnya masih mengepul begitu pun dengan azlan


satria mengambil pisang goreng yang ada dimeja sebagai teman minum kopi


Azlan pun melakukan hal yang sama dan mereka begitu menikmati kopi hitam mereka ditiup angin sepoi-sepoi


setelah kopi mereka habis satria segera membayar kopi yang mereka minum


"pak kopi kami barapa semua pak!? kami juga makan pisang gorengnya dua "ucap satria


"semuanya lima belas ribu mas"jawab pakde kopi


satria menyodorkan uang limapuluh ribu pada pakde itu, sedangkan azlan saat satria menunggu satria membayar kopi yang mereka minum tanpa sengaja matanya bertemu dengan seorang wanita berpakaian seksi, wanita itu menjilat-jilat bibirnya sendiri dan matanya berkedip-kedip membuat azlan bergidik ngeri dan jijik


"sudah selesai nggak sat!?"tanya azlan


"sudah kak,pskde kembaliannya untuk pakde aja ya"ucap satria yang tangannya sudah ditarik oleh azlan


"eh....kakak kenapa sih!? kakak kebelet !?"tanya satria


"kami pamit ya pakde"ucap satria sebelum benar-benar pergi dari tempat itu


"iya mas hati-hati dijalan "jawab pakde kopi dan dibalas anggukkan kepala oleh satria


"kakak kenapa sih sebenarnya ?"tanya satria saat sudah berada di dalam mobilnya


"diwarung pakde tadi ada ulat keketnya tingkahnya menjijikan mana lagi cacingan matanya nggak berhenti berkedip-kedip seperti orang kelilipan "jawab azlan yang terus melakukan mobil yang dikendarainya


"prufffftt buahahanana" tawa satria pecah mendengar celotehan kakaknya itu,satria juga sebenarnya melihat wanita itu namun dia tidak peduli


"kamu itu Tertawa karena kamu nggak liat sendiri sih sat,dia pakai baju adiknya kali ya sampai segitunya "azlan masih saja berceloteh dan satria pun masih dengan tawanya apalagi melihat kakaknya bergidik geli dan jijik


kini mereka tiba disebuah tempat dimana daerah itu benar-benar kawasan kumuh seperti yang dikatakan oleh anak buahnya


satria dan azlan mengedarkan pandangannya untuk mencari anak buah yang ditugaskan disana karena satria sudah menghubungi mereka saat akan memasuki kawasan itu


dua orang mendekati mobil mereka dengan pakaian lusuh mereka, satria dan azlan menajamkan penglihatan mereka dan ternyata mereka itu anak buah mereka yang sedang menyamar menjadi pemulung


azlan menurunkan kaca jendelanya dan kedua orang itu semakin mendekatinya


"selamat sore bos"sapa salah satu orang itu


"iya selamat sore,wah penyamaran kalian benar-benar menyakinkan "ucap satria


"kan sedang mendalami peran bos"jawab salah satunya dan mereka terkekeh


"paman dan bibi saya ada dimana ?!" tanya satria tidak sabaran


"mereka pulang kerumah mereka bos, mungkin mereka lelah karena seharian memulung bersama kami itupun kami sesekali membantu mereka tapi mereka cepat lelah "jawab anak buah Satria yang bernama marno


"mereka kan sudah tua no,kita aja yang kasih muda sudah mudah Lelah "sahut gondo


"mari bos kami antar"jawab gondo karena tidak ingin salah satu bosnya marah


"ayo"satria begitu bersemangat


kini mereka berjalan diantara deretan rumah-rumah kumuh para penduduk yang tinggal di daerah itu


"mau kemana Gon Marno "tanya seseorang pria yang sedang duduk depan sebuah rumah menikmati rokoknya


"mau kerumah pakde Arman mas jaya"jawab gondo


"oh trus yang bersama kalian itu siapa!?" tanya jaya penasaran


"saya juga nggak tau mas jaya kami hanya sekedar mengantarkan mereka saja katnya mau bertemu dengan pak Arman pak "jawab gondo


"oh ya sudah "jawab jaya


"mari pak "ucap satria


"iya mas silahkan "Jawab jaya


kini mereka berdiri didepan sebuah rumah kumuh yang sebenarnya sudah tidak layak huni


"rumah ini sebenarnya punya seorang nenek yang ditolong oleh mereka waktu itu hingga akhirnya mereka diajak tinggal bersama karena sang nenek hidup sebatang kara dan sakit-sakitan jadi sang nenek memperkenalkan mereka sebagai ponakanya yang datang dari kampung hingga masyarakat disini menerima mereka dengan baik warga sangat senang dengan kehadiran mereka karena nek sakila tidak perlu lagi bersusah payah mencari makan untuk dirinya sendiri yang sudah sangat sepuh karena paman dan bibi boslah yang bekerja sebagai pemulung dan penjual kue keliling hingga mereka mampu bertahan hidup dilingkungan ini sudah beberapa hari ini kami sering membantu mereka dengan berpura-pura menjadi penyalur kue-kue jualannya untuk kami jual keliling dan kue buatan bibi bos Sangat laku karena rasanya sangat enak "ucap marno menjelaskan tentang paman dan bibi satria kenapa bisa tinggal ditempat seperti itu


"trus nenek itu dimana!?"tanya Satria


"nek sakila sudah meninggal dunia sebulan yang lalu


"innalilahi wa innailaihirojiun "ucap Azlan dan satria


"ayo mari masuk bos" ajak gondo dan mulai mengetuk pintu rumah itu


"assalamualaikum,pak Arman ini saya Gondo dan Marno "ucap Gondo


"waalaikumsalam" sahut seorang pria dari dalam rumah


"maaf pak kami mengganggu "ucap gondo namun pak arman terbelalak saat melihat satria dia terlihat sangat takut karena mengira satria dan azlan orang-orang yang mengejarnya selama ini


pak arman langsung masuk kedalam rumahnya dan menguncinya dari dalam


"paman buka pintunya paman saya satria ponakan paman saya anak kakak paman Anita Sumarni dan suseno kakak kandung Sarah paman"teriak satria


"sat sabar sat,paman dan bibi pasti terkejut dengan kedatangan kita yang tiba-tiba "ucap azlan menenangkan adiknya itu


para tetangga yang mendengar teriakan satria keluar melihat Apa yang terjadi


ada yang merasa kasian dan ada juga yang mencibir melihat satria menangis didepan pintu rumah pamannya sambil memanggil-manggil nama pamannya


tak berselang lama pintu kembali dibuka dari dalam rumah, satria langsung berdiri menatap kedua pasangan paruh baya yang berdiri didepannya itu


"paman saya satria "ucap satria lagi


pak Arman dan istrinya terus memperhatikan wajah satria dan mereka dapat melihat wajah pak arman dan satria begitu sangat mirip


"kamu satria anak kak Anita yang hilang !?"tanya pak Arman pada satria


"iya paman ini satria "jawab satria


"Alhamdulillah nak,apakah kamu sudah bertemu dengan adikmu !?"tanya pak Arman lagi


"sudah paman"jawab satria


"bagaimana keadaan adikmu nak!?"tanya pak Arman


"paman bibi kalian ikut dengan kami ya, Sarah dan anaknya menunggu paman dan bibi"jawab satria


"benarkah nak!?"ranya sang paman sedangkan hanya diam saja mendengarkan


"iya paman, sekarang paman dan bibi benahi pakaian dan barang-barang paman yang untuk dibawa


"tapi nak..." ucapan pak Arman dipotong langsung oleh satria


"tidak ada tapi-tapian paman karena saya takut anak buah istri kedua suami sarah bisa menemukan kalian disini "ucap satria hingga mau tidak mau pak Arman dan istrinya ikut dengan satria


setelah berpamitan dengan tetangga-tetangganya kini mereka pergi dari daerah itu


kali ini satria yang mengemudikan mobil untuk pulang kerumahnya