
tak sampai satu jam lamanya bang Jaka dan Nana pulang mengantarkan pesanan para pelanggan mereka cepat selesai karena yang memesan kata Nana orang sekitar disini- sini saja dan alamat yang mereka berikan lengkap dan jelas jadi itu memudahkan mereka mendapatkan alamatnya
saat saya dan pak ceking serius berbincang tentang papan nama toko dan baliho yang akan dipasang didepan ruko nantinya bang jaka masuk bersamaan dengan Nina
"abang janjian ya sama Nana sampai bisa barengan gitu pulangnya bang"ucap Fatiyah selayaknya seorang kekasih yang lagi cemburu,bang jaka yang diperlakukan seperti itu jadi aslah tingkah
"hatiku sakit bang,kau begitu tega kepadaku "ujar Fatiyah dramatis
pak Parto yang melihat anaknya diperlakukan seperti itu hanya menggeleng dan tersenyum karena dia tau Fatiyah hanya bercanda karena sedari tadi mereka semua diganggu oleh Fatiyah dan Aurel
Bang Jaka hanya tersenyum kikuk diperlakukan seperti itu
"jangan diambil hati ya bang,ini efek karena lama menjomblo jadi bicaranya ngawur "ujar ku pada bang jaka karena saya melihat bang jaka mulai tidak nyaman
"ellleh kayak kamu buka jomblo saja " ujar Fatiyah
"eh...kita beda dong ya, kalau satu itu jomblonya belum genap sebulan,lah kalian berdua sudah tahunan artinya sudah mulai berkarat hahahaha "ujarku tertawa terbahak bahak sendiri
setelah kami semua berkumpul dan kami semua selesai sholat zhuhur kami menggelar tikar dan duduk bersama untuk makan siang
setelah makan siang saya mengajak pak Paiman dan bang jaka serta pak ceking untuk berbincang sejenak
"oh iya bang jaka setelah pekerjaan disini selesai bang Jaka kerja apa?"tanya pada bang Jaka memulai pembicaraan
"biasanya ngojek mbak,biasa juga bantuin bapak kalau lagi ada yang panggil kerja seperti ini atau ikut napak berkebun "jawab Bang Jaka
"kalau pak aiman,pak ceking dan pak Parto kerja apa?"tanyaku lagi pada bapak-bapak paruh baya yang ada didepanku
"kalau saya biasanya kalau nggak ada kerjaan kayak gini ya saya ngojek juga mbak asal bisa buat dapur berasap Mbak" ujar pak paiman
"kalau saya sih ya kalau nggak ada yang panggil kerja ya berkebun mbak"ujar pak parto
"kalau saya sendiri mbak ya,biasa jaga ruko ini tapi kalau sekarang saya akan kembali bekerja bangunan bareng Parto dan paiman"ujar pak ceking tertunduk
"oh begitu ya,begini pak bang mau tidak bekerja sama saya biar nanti ngajinya saya kasi perminggunya atau perhari
jadi nggak usah repot-repot ngojek atau nunggu penggilan orang untuk kerja lagi "ujarku pada mereka, mereka berempat menatapku seakan tidak percaya dengan apa yang telah kukatakan pada mereka
"bagaimana pak mau ndak ? saya fikir dari pada saya memanggil orang lain yang saya belum kenal dan belum tentu juga mereka amanah jadi lebih baik saya panggil kalian saja " ujarku lagi
"memangnya kami ini bisa kerja apa Mbak ?"tanya pak ceking padaku
"Kalau pak ceking dan pak Parto nggak keberatan biar jadi keamanan disini saja dan mengatur kendaraan yang keluar masuk nah disitu bapak bisa dapat penghasilan tambahan dengan mengambil uang parkir kendaraan para pembeli yang keluar masuk itu bapak bagi dua saja nggak usah di stor kesaya nah nanti tiap minggunya saya gaji juga sebagai keamanan toko dan disudut sana dekat tembok kita buat pos penjagaan supaya bapak ada tempat untuk istirahat, bagaimana pak mau nggak?" ujarku pada mereka menjelaskan pekerjaan apa yang bisa mereka kerjakan
lama mereka berfikir akhirnya mereka menjawab pertanyaan saya
"iya mbak kami mau " ujar mereka bersamaan
"Alhamdulillah,nah kalau untuk bang Jaka dan pak paiman yang saya rasa masih kuat dan lebih muda usianya bagaimana kalian berdua jadi kurir saya saja seperti yang bang Jaka kerjakan tadi dari pada jadi ojek keliling-keliling belum tentu dapat penumpang lebih baik jadi kurir alamat sudah pasti dan ongkir atau ongkos kirimnya itu sudah jadi uang saku bapak nggak usah stor kesaya dan itu jadi pendapatan harian kalian dan nanti juga saya akan tetap kasi gaji perminggunya"ujarku pada mereka berdua
"jadi gimana mau nggak bang?" tanyaku lagi pada mereka
"tapi mbak bagaimana caranya kami bisa tau ongkirnya berapa dan harga toko berapa?" tanya bang Jaka padaku
"oh kalau itu mah gampang bang, nanti saya akan berikan rincian harga barang pesanan yang akan Abang dan pak aiman antar ketuanya biar nggak bingung lagi jadi nanti abang siapkan buku kecil dan disana mencatat barang apa saja yang akan abang antar nah itu akan mempermudah untuk abang hitung nantinya berapa harga barang pesanan yang harus disetor kesaya dan berapa ongkir yang abang harus ambil,gimana bang mengerti ?"ujarku lagi pada mereka
"iya mbak saya mengerti "ujar bang jaka dan pak paiman hanya mengangguk saja entah dia mengerti atau tidak
"jadi besok bang Jaka dan pak paiman sudah mulai kerja ya pak ! biar nana tidak usah ikut jadi kurir biar dia bisa fokus untuk menjual online saja, lagian juga saya sebenarnya khawatir kalau Nana antar pesanan kan perempuan biasa banyak ingin jahil " ujarku pada mereka dan mereka hanya mengangguk saja
"saya rasa semua sudah cukup,oh iya pak ceking yang mau kerja tetap disuruh datang ya pak!"ucapku pada pak ceking
"iya mbak " jawab pak ceking
"Na,kamu bisa siaran langsung lagi untuk pengantaran besok " ujarku pada nana
kami ber empat pun kembali kelantai dua untuk melakukan siaran langsung lagi
Setelah sholat Ashar kami pun bersiap untuk pulang,hari ini saya berencana untuk kekonter untuk membeli ponsel untuk Nana pakai jualan online
"pak ceking kami duluan pulang duluan ya,oh iya pak ini uang sewa motor bapak tadi "ujar ku pada pak ceking dan menyodorkan beberapa lembar uang dua puluhan
"nggak usah Mbak tidak apa-apa" ucap pak ceking menolak uang yang saya berikan
"tidak boleh ditolak pak ini hak bapak saya kan sudah bilang dari awal jadi saya tidak mau ambil hak bapak" ujar ku kepadanya dan akhirnya pak ceking menerima uang itu
"terimakasih banyak ya mbak, Alhamdulillah ya Allah semoga Allah selalu memberikan mbak rezeki yang halal dan berkah serta usaha mbak lancar " ujar pak ceking merasa sangat senang padahal uang yang saya berikan tidaklah seberapa
saya juga memberikan hasil kerja bang jaka hari ini, seperti pak ceking dia juga merasa sangat senang
Akhirnya kami meninggalkan ruko dan menuju kesebuah konter besar yang ada di daerah itu,kami memilih handphone yang bagus untuk Nana pakai berjualan setelah selesai membayar ponsel yang kami inginkan kami pun pulang karena hari sudah hampir Magrib
"Yum,beli bakso yuk lagi pengen banget nih "ujar Fatiyah
"iya yum makan bakso yuk"ujar Aurel menimpali ucapan Fatiyah
"okey kita makan bakso dulu baru kita pulang"ujar ku dan mereka tersenyum begitu bahagia seperti anak kecil yang diturutin apa keinginannya
"Nana daerah sini penjual bakso yang enak sekitaran mana?"tanya Aurel pada Nana
"di dekat perkantoran aja mbak disana ada penjual bakso terkenal rasanya juga enak"ujar Nana
"emangnya kamu pernah makan Disana Na?"tanya Fatiyah
"pernah mbak beberapa kali sama mbak Arumi " jawab Nana
"okey kita makan disana,tunjukin tempatnya ya Na"ujar Aurel
"okey Mbak " jawab Nana dan mulai mengarahkan kami jalan yang mana akan kami lalui
tak berapa lama akhirnya kami sampai di tempat yang dimaksudkan oleh Nana, Aurel memarkirkan mobilnya di tempat yang memang sudah disediakan
kami berempat pun turun bersama dan berjalan masuk kedalam kedai penjual bakso kami berjalan sambil bercanda, beruntungnya hari ini kata nana pengunjung tidak terlalu banyak hingga kami bisa dapat tempat duduk
Nana memesan empat porsi bakso sesuai yang kami inginkan, saat sedang menunggu pesanan kamu selesai diracik tiba-tiba saja saya kebelet ingin buang air kecil
saya pun bergegas berdiri dan berjalan cepat menuju toilet yang berada dibelakang kedai bakso ini namun saat saya membalikkan badan tiba-tiba saja saya menabrak seseorang
"Aduh " pekikku merasa terkejut dan sakit dijidatku
...****************...
Selamat menunaikan ibadah puasa 🙏🏻🥰