
POV Calvin
sudah hampir sebulan saya mencari Ayumi namun tidak kutemukan
saya menyesal telah menghianatinya hanya karena Ayumi tidak pernah mau bila saya ajak lebih dari sekedar pegangan tangan dan cium pipi
saat itu saya sedang galau karena kesibukan Ayumi sebagai seorang Dokter dan sibuk mengurus butik milik Omanya Hingga kami sangat jarang bertemu dan susah sekali dihubungi
Jery dan salah satu sahabat Ayumi berpacaran,mereka bertiga datang ke apartemen ku, saat asyik bercanda dan tertawa bersama Bella mendekatiku, awalnya kami hanya ngobrol seperti biasanya saya akan menayangkan kepada Bella tentang Ayumi
Jery sudah masuk kekamar yang biasa digunakannya bersama kekasihnya Gayatri yang juga sahabat Ayumi dan Bella
saat kami ngobrol berdua Bella sudah berani meraba bagian sensitif ditubuhku saya ini lelaki yang sangat normal
Bella menawarkan tubuhnya siapa yang tidak mau dengan senang hati ku sambut tawaran Bella
kami sudah sebulan menjalin hubungan tanpa sepengetahuan Ayumi,Bella selalu memberikanku kepuasan yang tidak pernah kudapatkan dari Ayumi selama kami berpacaran
hingga tepat dihari ulang tahunku Ayumi datang ingin memberikan ku kejutan namun pada saat itu saya dan Bella sedang Asyik memadu kasih
dan mulai hari itu penyesalan datang awalnya saya bersikap tidak peduli dan cuek karena Bella selalu ada menemaniku bahkan Bella kini tinggal bersamaku di apartemen namun saya merasa ada yang hilang
apalagi Bella sekarang sangat posesif dan cemburuan iti yang membuatku merasa tidak nyaman
Beberapa kali saya mendatangi butik dan rumah sakit tempat Ayumi bekerja namun Ayumi tidak pernah ingin menemuiku sampai akhirnya saya mendapatkan kabar bahwa Ayumi dan kedua sahabatnya tidak lagi bekerja dirumah sakit
Dibutik Juga dia tidak ada,kata salah satu karyawannya dia pergi keluar negeri entah negara mana yang didatanginya
hari ini saya dan teman-teman seperti biasanya setelah seharian lelah bekerja kami akan berkumpul di coffee shop milik salah satu temanku
"hai Bro apa kabar"sapa temanku Devan Sanjaya sang pemilik coffee shop
"ya seperti ini,apa yang lain belum datang ?" tanyaku pada Devan
"seperti kamu nggak tau mereka aja,paling mereka datang sebentar lagi " ujar Devan yang kini duduk didepanku
"iya juga sih" ujarku
"kamu belum ketemu sama Ayumi ?" tanya Devan
"belum Dev,sudah hampir sebulan tapi nomor ponselnya sudah tidak aktif "ujarku menghela nafas
"saya kan pernah bilang sama kamu Bro kamu beruntung mendapatkannya dan jangan pernah sia-siakan Ayumi, begitu susah payahnya kamu mengejar cintanya sampai akhirnya dia luluh dan menerimamu
Dia Gadis yang baik Bro,dia gadis Soleha
kamu rela menghianatinya demi benalu yang tak tau diri seperti Belinda
lkamu menyia-nyiakan berlian berkilau demi sebuah batu kali yang tidak berharga " ujar Devan panjang lebar
"kamu benar Bro,saya sangat menyesal " ujarku
"memang penyesalan akan datang belakangan Bro,kalau saranku sih tinggal kan saja si Bella itu Vin, tapi itu sih terserah kamu " ujar Devan
"saya tidak bisa meninggalkannya Bro dia sudah hamil "Ujarku tertunduk malu
"Calvin Calvin, buat apa kamu tetap mencari keberadaan Ayumi kalau Si Bella sudah hamil, Bella tidak hamil saja belum tentu Ayumi ingin balikan sama kamu vin.Apalagi sekarang Bella sudah Hamil, nikmati saja semua karena kamu yang menciptakannya sendiri " ujar Devan dengan nada mengejek
benar yang dikatakan Devan Ayumi tidak mungkin mau lagi bersamaku apalagi dia tau jika Bella telah Hamil anakku
"kenapa wajah kamu makin kusut aja Bro" ujar Willy duduk didepanku dekat Devan
"oh iya bagaimana kamu sudah bertemu dengan Ayumi ?" tanya Willy lagi
"Belum Bro,apa kamu ada kabar ?" Ujarku bertanya balik pada nya karena Willy juga bekerja di rumah sakit tempat Ayumi bekerja dulu jadi setidaknya Willy pasti bisa mendapatkan sedikit informasi
"tidak Bro,tidak ada yang tau Ayumi dan kedua sahabatnya kemana,lagi pula buat apa lagi kamu mencari Ayumi kamu kan sudah bersama Bella
jangan terlalu serakah Bro nanti kamu malah tidak mendapatkan kedua-duanya
saya yakin Ayumi tidak akan mau kembali ke kamu setelah kau khianati, bukannya saya mematahkan semangatmu namun saya tidak ingin kamu menyia-nyiakan waktu mu
sebagai sahabatmu saya tau bagaimana perjuanganmu mendapatkan Ayumi namun hanya karena kepuasanmu kamu menghianatinya " ujar Willy panjang lebar,saya hanya menunduk karena saya tau dulu sahabat-sahabatku ini sangat mendukung hubungan kami dulu
"Hai Bro maaf saya terlambat datang soalnya mengantar Gayatri dulu" ujar Jerry yang baru datang dan langsung duduk didekat Willy
"Awet juga Lo Bro sama tu cewek biasanya bertahan cuma sebulan ganti lagi " ujar Rudy yang sedari tadi hanya diam saja
"hehehe tau aja Lo, Gue bertahan sama dia soalnya lagi hamil anak gue tapi tetep aja ada cadangan, tidak kayak sahabat kita ini menghabiskan waktu percuma mancari yang tak pasti "ujar Jerry yang membuatku kesal
Jery adalah sahabatku yang paling dekat namun setelah kejadian itu hubungan kami merenggang
tapi benar kata mereka, Ayumi tidak akan pernah ingin kembali lagi padaku setelah apa yang kulakukan padanya
Namun saya masih sangat mencintainya dan berharap suatu hari nanti Ayumi mau memaafkanku
tapi disisi lain ada Bella yang sedang mengandung darah daging ku dan meminta pertanggung jawaban ku
setelah dari coffee shop milik Devan saya langsung pulang ke apartemen, Bella sudah beberapa kali menghubungiku namun ku abaikan panggilannya
sesampainya di apartemen baru saja masuk kedalam saya sudah disambut oleh ocehan Bella namun saya tidak peduli, saya hanya ingin merebahkan tubuhku yang terasa sangat lelah
setelah membersihkan diri saya beranjak naik keatas ranjang untuk beristirahat,
Bella masih dengan Omelannya namun dia pun ikut naik keatas ranjang dan mulai meraba semua tubuhku
saya lelaki normal jika mendapatkan perlakuan seperti itu maka tanpa berkata apa-apa Kami kembali melakukan dosa tanpa ikatan pernikahan
inilah kelihaian Bella sangat pandai membuatku tak berkutik di atas ranjang namun masalah makanan tak ada yang bisa menggantikan Ayumi
Pagi menjelang, hari ini Bella membuatkanku nasi goreng dan telur ceplok, sebenarnya saya tidak berminat untuk memakan itu namun menghargai niat baik Bella dengan susah payah membuatkannya untukku, masakan Bella senarnya rasanya tidak karu-karuan beda dengan masakan Ayumi yang selalu memanjakan lidah
setelah sarapan saya berangkat kekantor
wah"Bel,saya pergi dulu ya "pamitku pada Bella
"iya mas,tapi saya mau uang mas saya bosan dirumah terus bisa-bisa saya stres tinggal di rumah terus "ujarnya
"loh kemarin kan sudah saya transfer kan ke rekening kamu "ujarku penuh selidik
"itu sudah habis mas, saya belanja online Baju-baju untuk anak kita "jawab Bella
"kamu jangan terlalu banyak beli pakaian dulu kita belum tau jenis kelamin anak itu "ujarku menahan emosi
inilah kebiasaan Bella yang taunya hanya tau menghabiskan uang
sebenarnya saya sangat menyesal telah mengenalnya