Mas Duda I Love You Full

Mas Duda I Love You Full
Bab 108 para suami juga pandai bergosip



setelah Resepsi pernikahan mereka kini mereka kembali sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing


para suami juga semakin sibuk mereka sering kekota X dan istri-istri mereka tidak pernah banyak tanya karena fikir mereka sibuk mengurus pekerjaan mereka yang ada dikota X ,


para istri tidak pernah menaruh curiga pada suami-suami mereka karena memang sebelumnya mereka sering keluar kota karena urusan pekerjaan


"bagaimana ka"tanya azlan pada adiknya


"Sudah hampir rampung kak persiapannya tapi beberapa hari ini saya tidak bisa ikut membantu karena saya lagi ada klien dan mungkin kasusnya akan memakan waktu yang lama "jawab azka


"iya nggak apa-apa,kamu fokus saja sama pekerjaan kamu, memangnya kasusnya apa?"tanya azlan penasaran


"biasa kak, masalah perceraian dan mereka masing-masing menuntut harta gono-gini dan hak asuh anak "ucap azka


"oh trus klien kamu cewek atau yang cowoknya"tanya Azlan lagi


"yang cewek kak,dia ingin meminta harta gono-gini dari suaminya dan juga hak asuh anaknya karena anaknya masih kecil-kecil "jawab Azka


"memangnya alasan mereka memilih bercerai karena apa?"tanya Azlan lagi


"bisa kak, suaminya ketahuan selingkuh dengan teman sekantornya


parahnya lagi mereka sudah menikah siri karena perempuan itu hamil dan iti Tanpa sepengetahuan Mbak Siska "ucap Azka membuang nafas panjang


"ahhh kalau sudah masalah perselingkuhan pasti anak yang akan jadi korban,Azka kamu harus menangkan kasus ini jangan sampai anak-anak mbak Siska jatuh ketangan suaminya karena mas yakin istri mudah suami mbak Siska tidak akan merawat anak-anak mereka dengan baik"ucap Azlan bersungut-sungut


"iya kak, doain Azka ya agar bisa memenangkan kasus ini juga dapat memberikan keadilan untuk Mbak Siska dan anak-anaknya"ucap azka


"memangnya anak-anaknya mbak Siska usia berapa ?" tanya azlan semakin penasaran


"yang pertama anaknya cewek usianya empat tahun trus yang kedua cowok dan usianya baru setahun "jawab Azka


"kasian mereka masih kecil sudah diberi ujian seberat ini, semoga saja mereka tumbuh menjadi anak yang Sholeha dan Sholeh "ucap Azlan


"aamiin,semoga kak"jawab Azka


"lagi ngomongin apa sih serius amat kami beri salam malah tidak dijawab "ucap satria dan dibelakangnya ada Bayu


"ini lagi bahas kliennya azka"jawab Azlan


"oh lagi dapat kasus mas?"tanya Bayu pada kakak iparnya itu


Bayu memang memanggil semua kakak istrinya dengan panggilan mas termasuk Azka yang lebih muda usianya dua tahun darinya namun karena azka kakak istrinya maka dari itu dia memanggil azka mas


namun Azka juga tidak melupakan kesopanannya pada yang lebih tua darinya maka dari itu dai juga memanggil Bayu bukan namanya langsung namun juga mamakai embel-embel mas didepan nama Suami adiknya itu


"iya mas Bayu tapi kayaknya kasus kali ini akan memakan banyak waktu untuk bisa memenangkannya "jawab azka


"memangnya kasusnya apa mas?"tanya Bayu lagi


"masalah perceraian"jawab Azka


Bayu hanya mengangguk-angguk karena masalah seperti itu dia tidak paham karena yang dia tau adalah berbisnis walaupun sebelumnya dia adalah seorang prajurit


"kak besok saya dan Bayu akan kekota X kami mau ketemu dengan klien sekalian mau cek bagaimana persiapan acara kita nanti "ujar satria


"saya juga mau kekota M, soalnya disana ada klien yang minta bantuan untuk menyelidiki karyawannya yang melakukan penggelapan dana perusahaan "ucap Azlan


"klien yang dikota X juga meminta bantuan kita menyelidiki kasus yang sama dan masalah istrinya selingkuh"jawab satria


"ahh semoga rumah tangga kita tidak pernah melewati badai seperti itu "ucap Azlan


"Aamiin"jawab Bayu dan satria


"tau kak,kami sudah menelponnya tadi dan dia tidak bisa ikut karena dia lagi banyak pekerjaan "jawab satria


"ya sudah semoga pekerjaan kita semua rampung sebelum acara kita, karena ini tinggal tiga Minggu lagi "ucap Azlan


"insyaallah kak, karena sudah berjalan sekitar 85 % dan saya yakin semua persiapan akan segera rampung "jawab azka yakin


"semoga,oh iya apa istri-istri kalian tidak curiga kalian sering ke kota ?" tanya Azlan


"curiga juga sih kak tapi kan kita saling dukung dan juga kita benar-benar ada pekerjaan jadi mereka percaya "jawab satria


"tapi kata mas Riki, mbak Ayumi sempat mengikutinya sampai kekantor nya karena curiga makanya mas Riki jarang bisa bantu Kita takutnya mbak Ayumi malah membuntutinya sampai kota"ujar Bayu cekikikan


"ahhh ayumi memang sangat peka,dia itu tidak mudah di kelabui juga dibohongi "ucap azlan mengusap kasar wajahnya


"kak azlan benar kita harus pandai menjaga sikap Didepan Ayumi karena dia itu sangat tau membaca gerak gerik


apalagi kita berbohong pasti dia tau"sahut satria


"sepeka itukah mbak Ayumi ?"ucap Bayu karena memang dia belum tau bagaimana kakak-kakak ipar perempuannya


"mmm,dan bukan hanya Ayumi namun istriku dan istri kak Azlan mereka juga sangat peka walaupun dibawah tingkat kepekaan Ayumi "jawab satria dan diangguki oleh azlan dan azka


Bayu hanya mengangguk-anggukan kepalanya mendengar ucapan kakak iparnya itu


"karena kepekaan dan kekompakan mereka bertiga kami sering memecahkan kasus dengan mudah "jawab Azlan


saat mereka asyik ngegibah istri-istri mereka dari luar ruangan azlan terdengar suara seseorang mengucapkan salam dan mereka sangat hafal dengan suara orang itu


"waalaikumsalam,masuk"jawab Azlan


dan benar saja yang datang adalah Riki


Riki masuk kedalam ruangan Azlan dengan senyumannya


"wah ada kabar gembira nih kayaknya wajah mas Riki bersinar terang bagaikan matahari disiang hari "ucap azka menggoda kakak iparnya itu


"kamu itu kalau bicara suka benar "jawab Riki menimpali ucapan Azka juga dengan candaannya


"ada kabar apa nih"tanya Satria


"Gini mas tadi saya bertemu dengan teman lama dan dia itu punya usaha restoran dan catering pernikahan nah saya tanya-tanya kedia berapa biayanya kalau saya ambil dia untuk catering diacara kita nanti dan dia menyebutkan harga normal jika orang lain yang menyewa jasa mereka dan teman saya itu memberikan setengah harga dari harga normal kepada kita "ujar Riki penuh semangat


"wah bagus dong kita dapat potongan harga, tapi apa makanannya terjamin mas"tanya Bayu


"insya Allah rasa makanannya terjamin enak soalnya saya sudah merasakan makanan cateringnya saat tadi menghadiri acara syukuran anak rekan bisnisku"ucap Riki penuh keyakinan


"Alhamdulillah kalau seperti itu sekarang Kita tinggal menunggu kartu undangan selesai disebarkan dan semuanya sudah rampung namun kita juga harus tetap mengecek jangan sampai ada yang terlewatkan "ucap Azlan dan mereka semua mengangguk


"Ayo kita pulang ini sudah mau sore, kasihan kedua pengantin baru ini


apalagi Azka akan sibuk dengan pekerjaannya dia tidak punya banyak waktu bermanja-manja pada istrinya "ujar Azlan lagi mengajak semua adiknya untuk pulang


wajah bayu dan Azka sudah memerah karena malu


mereka pun tergelak bersama melihat tingkah kedua pengantin baru itu salah tingkah


"iya benar kak tapi jangan sampai kita kalah start dari mereka kak, apalagi mas Riki yang lebih dulu "ucap Satria cekikikan


plak


"kamu ini kalau ngomong suka benar " jawab Riki memukul lengan iparnya itu dan mereka kembali tergelak