
Tak membuang banyak waktu mereka bergegas masuk kedalam kamar itu
setelah mereka memasuki kamar itu mereka dibuat terkejut karena Ayumi sedang berkelahi dengan Haris
Riki ingin maju membantu istrinya lagi-lagi dia dihalangi
Riki sangat kesal dibuatnya seakan-akan mereka membuat istrinya menderita
"kenapa sih saya selau dihalangi jika ingin membantu istriku "ujar Riki kesal
"itu demi kebaikanmu kami melarangmu tapi kalau kau ingin menolongnya silahkan tapi jangan salahkan kami jika terjadi sesuatu karena kami sudah menghalangimu"ujar satria
Riki yang sudah tidak tahan melihat istrinya menjadi tontonan dia pun segera maju berniat menolong Ayumi namun tanpa diduga Ayumi menendang Perut Riki hingga Riki terdorong kebelakang
Riki meringis kesakitan sambil memegang perutnya
"makanya kami menghalangimu karena dia itu bila sudah dalam mode emosi seperti itu tidak akan mengenal mana Lawan mana kawan kecuali jika kita punya lawan masing-masing atau dia yang datang membantu "ujar Azlan
Fatiyah, Aurel, satria dan Azka sudah cekikikan karena kekeras kepalaan Riki
Bayu hanya manggut-manggut mendengar ucapan Azlan
Riki tersenyum kikuk namun sesekali meringis menahan rasa sakit akibat tendangan Ayumi
Ayumi pun akhirnya mengalahkan Haris, Ayumi tidak menyangka jika Haris setangguh itu
Tidak mau mengambil resiko Haris terbangun lagi untuk melawannya seperti yang sudah-sudah Ayumi segera menyuntikkan obat yang diberikan oleh Fatiyah dan seketika Haris kejang-kejang setelah itu haris terbangun dan seperti orang linglung
"akh..... akhirnya menang juga"ujar Ayumi menghempaskan tubuhnya diatas ranjang untuk menghilangkan rasa lelahnya setelah adu kekuatan dengan Haris
Arumi masih belum menyadari kehadiran keluarganya
Mereka tersenyum geli melihat tingkah laku Ayumi
Ayumi mengedarkan pandangannya karena dia merasa ada yang sedang mengawasinya
Sedangkan Haris sudah duduk memeluk lututnya di ujung ruangan itu
Ayumi terjikrak kaget saat melihat semuanya ada disana
Ayumi terduduk lalu menatap mereka satu persatu
"eh...sejak kapan kalian ada disini "ujar Ayumi
"sejak kamu bertarung melawan Haris dan kamu sudah menghadiahkan tendangan maut pada suamimu sendiri yang ingin membantumu "ujar Satria tertawa yang lain pun ikut tertawa
Ayumi mengalihkan pandanganya kepada Riki yang masih meringis memegang perutnya
Ayumi segera menghampiri suaminya itu lalu memapahnya menuju ranjang dan membaringkan tubuh Riki disana
"Maafkan Yumi ya Bib,yumi nggak sengaja"ujar Ayumi merasa bersalah pada suaminya
"tidak apa-apa Ay saya yang salah karena tidak mendengarkan mereka "jawab Riki
Ayumi mengusap perut suaminya berniat untuk mengurangi rasa sakit yang dirasakannya namun bukan rasa sakitnya yang hilang tapi Malah Ada yang tegak tapi bukan keadilan karena cara Ayumi mengusap perut Riki dengan begitu lembut hingga membangunkan si kecil yang sedang tertidur
Riki memegang tangan istrinya yang terus mengusap perutnya
"Sudah Ay perutku sudah tidak sakit lagi "ujar Riki pada istrinya
"benar Bib,kamu tidak membohongi ku kak?"ujar Ayumi
"iya Ay perutku sudah tidak sakit lagi
Aurel, Fatiyah,Arumi dan Satria sedari tadi tertawa melihat perubahan wajah Riki
"sakit diperutnya sudah sembuh tapi ada yang tersiksa karena usapan itu"ujar Aurel terang terangan
Azka dan Bayu yang sedang mengikat tangan Haris menoleh menatap mereka karena penasaran apa yang mereka tertawakan
Azlan Bu Ayudia hanya geleng geleng kepala
"emangnya siapa yang tersiksa ?"Ayumi malah bertanya dan membuat ke empat orang itu semakin tertawa
"sudah Ay jangan tanya mereka lagi "jawab Riki dengan wajah memerah karena malu
"iya benar kita sampai melupakannya "ujar Azlan menimpali ucapan Bu Ayudia
"dia tidak akan melarikan diri Umah karena Haris juga mengikatnya dan dia berada dilantai bawah "jawab Arumi cepat
"hah? Kok bisa?"jawab mereka kecuali Ayumi
"Haris ternyata memanfaatkannya dengan menjanjikan uang sebesar 20milyar jika berhasil membawa kak Ayumi kesini namun ternyata haris keceplosan dan akhirnya mereka adu mulut sampai adu jotos namun Haris yang licik menyuruh anak buahnya untuk meringkus Baba dan Akhirnya Babah mereka ikat sepertiku
Haris juga bilang setelah mendapatkan kak Ayumi dan sudah bosan maka dia akan menjual kak Ayumi begitupun denganku akan menjual ku
Tadi saya sempat bernafas lega karena anak buah Haris melepaskanku dan membawaku keluar namun nyatanya mereka berniat untuk membawaku ketempat lain namun mereka gagal karena mas Bayu dan kak Azlan datang menghajar mereka "ujar Arumi menjelaskan semuanya
Sedangkan Azka sudah merekam semua penuturan Arumi sebagai bukti nanti untuk menjerat haris dan pak Umar dengan hukum yang berlaku
Azka yang berprofesi sebagai seorang pengacara Sangat tau apa yang harus dilakukannya
"kalau begitu kita temui orang tua tak tau diri itu "ujar Bu Ayudia
"ayo "ujar mereka semua
Satria memanggil anak buahnya untuk membawa Haris kelantai bawah
Kini mereka turun dari kamar pribadi Haris itu dan menuju kekamar dimana pak Umar berada
Arumi menunjukkan tempatnya
Sedangkan Ayumi dan Riki tidak ikut turun dari kamar Haris itu
Saat Ayumi bangkit ingin ikut turun bersama yang lainnya Riki menahan istrinya itu
"kenapa Bib?apa perut kamu masih sakit ?"tanya Ayumi pada suaminya itu
"kamu kan sudah membangunkan yang sedang tertidur jadi kamu harus bertanggung jawab untuk menidurkan nya lagi"ujar Riki namun Ayumi tidak mengerti
Riki langsung beranjak dan menutup pintu lalu menguncinya setelahnya dia menghampiri istrinya lagi yang masih terdiam karena tidak mengerti ucapan suaminya
Setelah berada disamping Istrinya Riki mengangkat sang istri naik keatas ranjang
Ayumi yang otaknya masih loading hanya menurut saja namun setelah sang suami memulai aksinya Ayumi baru ngeh dengan apa maksud sang suami membangunkan sesuatu yang tertidur
Dengan segera Ayumi menghalangi sang suami namun karena Riki sudah kepalang tanggung karena sesuatu yang tegak semakin tegak maka dia tidak memperdulikan lagi rengekan Ayumi dan akhirnya terjadilah bulan madu kedua mereka dikamar itu
Ayumi pasrah dengan semuanya
Sedangkan dilantai bawah mereka telah sampai dikamar dimana pak Umar terikat
Mereka masuk dan melihat pak Umar yang masih terikat dengan luka lebam di seluruh wajahnya
Bu Ayudia yang melihat kondisi pak Umar yang sedang terikat dan kesakitan bukannya kasihan tapi malah semaki emosi karena Bu Ayudia mengingat bagaimana keadaan kedua putrinya seandainya mereka tidak terselamatkan
Mereka pasti hancur karena ulah pak Umar yang rela menukarkan anak-anaknya demi Harta dan kekuasaan
bu Ayudia menghampiri pak Umar,pak Umar yang melihat Bu Ayudia mendekat merasa senang karena dia mengira Bu Ayudia akan melepaskan ikatannya namun pak Umar salah karena setelah Bu Ayudia berada didekat pak Umar dia langsung melayangkan tamparannya beberapa kali sehingga membuat sudut bibi pak Umar kembali mengeluarkan darah
"Audia maafkan saya,maaf saya sangat menyesal "ujar pak Umar
"hah maaf kamu bilang ? tidak segampang itu Umar kamu telah menggadaikan hidup anak-anakku dan kamu bilang maaf?"jawab bu Ayudia dengan wajah memerah
Mereka yang melihatnya bergidik ngeri
"dengar Umar sekarang juga ucapkan kata talak padaku"ujar bu Ayudia lagi
"saya tidak mau,saya tidak akan menalakmu"jawab pak Umar
"saya bilang talak saya sekarang juga Umar "bentak Bu Ayudia
"tidak, saya tidak mau sampai kapanpun saya tidak akan pernah menalakmu"jawab pak Umar keras kepala
"Baiklah kamu tidak mau menalak ku dengan keadaan masih hidup jadi sekarang saya akan membuat diriku menjadi janda karena suamiku mati"ujar Bu Ayudia tersenyum menyeringai
"apa maksudmu Ayudia ?"tanya pak Umar berkeringat dingin