Mas Duda I Love You Full

Mas Duda I Love You Full
Bab 86



"Bibu "panggil Arisha saat melihat Fatiyah


"eh princess nya Bibu"jawab Fatiyah merentangkan kedua tangannya kepada Arisha


Arisha berlari kearah Fatiyah lalu memeluknya


"sayang jangan lari-lari nanti jatuh "ucap Ayumi pada putrinya itu


"Assalamualaikum "ucap ayumi saat masuk kedalam rumah bersama abian, Ayumi lalu duduk disamping Fatiyah yang masih kosong sedangkan abian langsung naik kepangkuan Azlan


"kak fadlan kenalkan ini adikku Ayumi pemilik toko sembako diruko ujung sana "ujar azlan memperkenalkan Ayumi pada kakak iparnya


"saya Ayumi kak"ujar ayumi nmenyodorkan tangannya pada fadlan dan Maryam


"saya Fadlan dan ini istriku Maryam "jawab Fadlan yang juga memperkenalkan istrinya


"senang bertemu dengan kalian secara langsung selama ini saya cuma tau nama kakak dari Fatiyah namun baru kali ini bisa bertemu "ujar Ayumi ramah


"gini yum kakak sudah tanya kak Fadlan dan istrinya tentang toko sembako kamu yang diujung jalan sana mereka sudah setuju untuk bekerja disana dan sekarang mereka ingin tau tentang gajinya "ucap Azlan pada Ayumi


"oh Alhamdulillah,saya sudah tidak usah repot-repot lagi cari karyawan karena kak Fadlan dan kak maryam ingin bekerja disana


Saya merasa lega sekarang setidaknya Saya sudah menemukan orang yang tepat untuk bertanggung jawab ditoko sembako saya"ucap Ayumi


fadlan dan Maryam hanya tersenyum kepada Ayumi


"kalau masalah gaji apakah kakak mau digaji perbulan atau perminggu ?"tanya Ayumi


"kalau sebulan kami akan diberi gaji berapa ?"tanya fadlan hati-hati


"ini kan toko baru kak,jadi yumi memberikan gaji bulanan satu juta Lima ratus ribu itu diluar bonus penjualan kalau dalam sebulan kakak bisa mencapai terget penjualan saya akan menambahkan gaji kakak sebgai bonus sebesar Lima ratus ribu jadi semua dua juta itu sudah dengan bonus penjualan


Sedangkan kalau gaji Mingguannya saya akan memberikan tiga ratus tujuh puluh lima ribu dan bonus penjualan tetap saya akan kasi diakhir bulan setelah tutup buku"ujar Ayumi menjelaskan runcian gajinya


Dan jika dalam jangka waktu tiga bulan penjualan ditoko meningkat maka saya akan menaikkan gaji kakak"ujar Ayumi lagi


Fadlan dan Maryam terdiam mencerna ucapan Ayumi merinci gaji mereka nantinya


"bagaimana dek kamu sanggup nggak ?"tanya fadlan pada istrinya


"saya sih terserah mas aja jika Maryam di izinkan ikut membantu mas ditoko saya nggak masalah "jawab maryam dan fadlan kembali manggut-manggut


"maaf Mbak Ayumi apakah jika saya dan istri saya bekerja sitoko sembako mbak apakah saya bisa membawa Sera anak-anak kami? soalnya anak-anak kami tidak bisa jauh dari kami berdua jika mereka tidak melihat kami mereka akan menangis"tanya fadlan


Ayumi sangat mengerti dengan kondisi fadlan dan Maryam


"tentu saja bisa mas,diruko itu saya sudah menyediakan tempat beristirahat sekaligus untuk tempat sholat jadi kalian bisa menyimpan anak-anak kalian untuk bermain dikamar itu sementara kalian bekerja


sesekali kalian bisa mengawasinya secara bergantian atau kakak titip saja sama ibu"ujar Ayumi


"mereka tidak biasa dek sama orang lain mungkin karena selama ini mereka hanya kami yang menjaganya secara bergantian jadi dia tidak mau jika sama orang lain "jawab maryam


"Oh jadi kalau begitu bawa aja ketoko "jawab Ayumi


"Baiklah mbak kami bersedia bekerja ditoko sembako mbak ayumi tapi mbak maaf apakah kami bisa mendapatkan gaji kami harian untuk memenuhi kebutuhan anak-anak dan dirumah?"ucap fadlan hati-hati takut Ayumi marah


"Gaji harian ya?"ucap ayumi mengetuk-ngetuk dagunya berfikir


"tapi mas dapatnya cuma sedikit jika digaji harian cuma Limapuluh tiga ribu perharinya "jawab Ayumi


"tidak apa-apa Mbak Ayumi yang penting tiap hari istriku bisa pegang uang biar nanti dia yang


Tabung karena kami butuh pegangan tiap hari untuk membeli kebutuhan sehari-hari "ucap Fadlan


" Baiklah saya akan memberikan kalian gaji harian "ucap ayumi dan itu membuat Fadlan dan Maryam tersenyum bahagia


Karena mereka tidak akan kesusahan soal uang anak-anaknya juga bisa jajan setiap harinya


Sesederhana itu kebahagiaan mereka berdua


Saat mereka asik ngobrol tiba-tiba arisha turun dari pangkuan fatiyah dan mendatangi anak-anak Fadlan


Arisha sedih karena mereka tidak ingin bermain dengannya


"dunda tot dedekna nda mau bain pama icha ?"tanya Icha pada Ayumi karena anak Fadlan tidak mau bermain bersamanya


"mungkin kakak belum ajak kenalan jadi adikny malu"ucap Ayumi lagi


"Oh, kalau begitu icha kenalan aja dulu sama papa dan mamanya supaya dedeknya lihat supaya dia tau cara kenalannya "ucap Ayumi bemberi ide


"Oteh dunda icah toba duyu ya"Ucap Arisha turun dari pangkuan fatiyah lalu mendekati fadlan terlebih dahulu


yang ada disana mengulum senyum saat Arisha mencoba mendekati fadlan


san ingin berkenalan


"Hayo bom,atu icah nanakna dunda mumi ban yaya kiki talo bom teldili mamana piapa?"tanya Arisha pada fadlan,fadlan mengernyitkan keningnya karena tidak tau apa yang Arisha katakan


Abian turun dari pangkuan azlan lalu mendekati adiknya dan menjadi penerjemah


"katanya nama om siapa? kalau dia sendiri itu namanya icha anaknya bunda Ayumi dan Ayah riki"ucap abian mengartikan ucapan adiknya


Fadlan pun mulai mengerti


"Nama om Fadlan dan ini namanya kinara dan itu namanya Keanu dan itu namanya Tante maryam"ujar fadlan memperkenalkan dirinya dan juga anak-anak dan istrinya pada Arisha


"oh mamana bom palan pama ante bayam"ucap icha dan itu membuat semua tertawa


"tot talian betawa pana yan ducu"ucap Arisha marah


"tidak sayang kita cuma tertawain bibu soalnya bibu mukanya comel "Jawab Ayumi mencari alasan agar putrinya itu tidak merajuk


"oh beditu ? paitlah pidap papa talian bica betawa"ucap arisha manggut-manggut


"kok saya sih yum yang jadi tumbalmu"ucap Fatiyah kesal


"tidak apa-apa sayang kata icha kita bisa tertawa "sahut azlan


"paby ten,paby lala bayo pita bain-bain talian Pidat ucah balu-balu talena tita tan todala"ucap Arisha lagi dan abian terus menerjemahkan bahasa planet adiknya


"pom palan ante bayam poleh tah Atu benajak tedua nanat talian buntut belbain beltama?"tanya Arisha pada fadlan dan Maryam abian segera mengartikan ucapan adiknya sedangkan yang lain sudah Tertawa terbahak-bahak mendengar ucapa Arisha dengan bahasa bayinya


"boleh dong sayang jika Adik-adiknya mau bermain "jawab Fadlan


"holeee,matacih ya bom tinti"ucap Arisha lalu mengulurkan tangannya pada keanu terlebih dahulu


"Det tenanu pita belmain dicitu aja ya coalna sipitu cudah dada talpetna"ucap Arisha


Abian kembali duduk disamping sang bunda dan bermanja karena Arisha biasa tak mengizinkan bila melihat orang lain bermanja pada Ayumi termasuk Ayahnya tidak ada yang bisa mendekati Ayumi selain Arisha


"anak bunda kok manja banget sih "ujar Ayumi


"mumpung icha sedang sibuk bunda hehehe "jawab abian


Ayumi ikut terkekeh mendengar jawaban putranya itu


"bom panda eh calah mamap ya bom makcudna bom palang


Tot dedet tenanus pama dedet tinala ndat mau belmain meleta ipu biam taja


Pucing atu bau momong apa ladi "ucap arisha berkacak pinggang tapi satu tangannya memegang keningnya sambil geleng-geleng kepala


Semua tertawa melihatnya seperti itu termasuk Fadlan dan Maryam


"kamu kenapa dek ?"tanya abian mendekati adiknya itu


"ipu ata dedet tenanus "ucap Arisha menunjuk keanu putra fadlan


"keanu dek bukan tenanus"ucap Abian memperbaiki ucapan adiknya


"iya maksudna ipu"jawab Arisha


"hahaha emang adiknya terkena paku sampai tetanus ? hahahaha"ucap Fatiyah sambil terkekeh-kekeh


Dan menular ke yang lain


"ata memanna bajah bibu tangat tomel ya tampai-tampai pemuana Tertawa-tawa ?"tanya Arisha pada kakaknya saat melihat semua orang tertawa dan pertanyaannya itu membuat semua orang dewasa makin tertawa


"iya dek kita tidak usah pedulikan mereka biarkan mereka tertawa biar mereka sehat"ucap abian pada adiknya lalu mereka mendekati keanu dan Kinara yang masih duduk diam dikarpet dekat ruang tamu


Abian mengajak kedua adik sepupunya itu bermain dan keanu da Kinara mulai bermain dengan mereka walaupun suara mereka hanya sesekali terdengar


Fadlan dan Maryam merasa bahagia