
Kini Ayumi duduk didepan Riki dan keluarganya,Riki tak dapat mengalihkan pandangan dari wajah cantik Ayumi
"ini putri sulung ku Dr.Ayumi Rahmania Affandi dan dia masih gadis tulen dan bukan janda beranak dua "ujar Bu Ayudia lembut namun menusuk ke relung hati
keluarga Riki hanya mengangguk-angguk tanda mereka sekarang sudah paham
"Baiklah, karena sekarang nak Ayumi Sudah ada disini bersama kita maka dari itu saya akan kembali bertanya dan kali ini saya akan bertanya langsung kepada nak Ayumi"ujar pria paruh baya yang sedari tadi berbicara mewakili keluarganya karena dia adalah orang
tertua setelah oma dan opa Riki
"silahkan "jawab Ayumi
"baiklah,kami kesini dengan maksud dan tujuan untuk meminang nak Ayumi untuk putra kami Riki dan saya mewakili keluarga untuk meminta maaf karena sempat terjadi kesalahpahaman"ujar paman dari pak Aditya yaitu pak Burhan
Ayumi tidak langsung menjawab dia sengaja membuat Riki deg degan menanti jawaban dari Nya
begitu pun dengan anggota keluarga yang lainnya begitu penasaran dengan jawaban yang akan diberikan oleh Ayumi
"Bismillahirrahmanirrahim, saya menerima pinangannya "jawab Ayumi pada Akhirnya
"Alhamdulillahirabbil alaamiin "jawab semua orang dan Riki kini bisa bernafas dengan lega
"Alhamdulillahirabbil alaamiin, terimakasih karena telah menerima pinangan Putra kami
dan sekarang kita tinggal menentukan tanggal kapan kita akan melaksanakan pernikahan putra putri kita"ujar pak Burhan
"sebenarnya kami akan melaksanakan pernikahan ketiga putra kami, salah satunya akan dilaksanakan bulan depan dikota M,dan dua bulan berikutnya pernikahan putra kami yang lainnya dan akan dilaksanakan di kota X dan yang terakhir putra bungsu kami yang akan dilaksanakan dibulan berikutnya jadi kalau bisa pernikahan mereka dilaksanakan setelah semua saudaranya selesai menikah"ujar Bu Ayudia menjelaskan
Azka tersenyum senang ternyata ibu angkatnya itu sangat mengerti dirinya
"Masya Allah, Tabarakallah begitu banyaknya pernikahan dalam keluarga ini"ujar pak Burhan mendengar ucapan bu Ayudia
"Jadi Pernikahan Riki dan Ayumi kita sepakati akan dilaksanakan Empat bulan yang akan datang dan sekarang kita lakukan pertunangan mereka dulu"ujar pak Burhan lagi
"Baiklah kalau itu, Kita sepakati bahwa pernikahan mereka akan dilaksanakan Empat bulan lagi, bagaimana dengan yang lainnya ?"tanya Bu Ayudia kepada semua orang
"kami mengikut saja Bu Ayudia bagaimana baiknya "ujar pak Aditya dan diangguki oleh semuanya karena mereka paham akan banyak pernikahan dalam keluarga ini dalam kurung waktu setahun ini
Riki hanya bisa pasrah dengan keputusan kedua belah pihak,dia tidak ingin membantah keputusan itu dan akan bersabar manantikan waktu itu datang
"Dunda"teriak Arisha dengan berlari di ikuti Abian bibi ani pengasuhnya dari belakang dan juga Rana yang sejak tadi menemani mereka bermain diluar
Binaran Bahagia terlihat dimata kedua bocah itu saat melihat Ayumi duduk diantara orang-orang yang ada di sana
Mereka memang Sejak datang tidak ikut masuk kedalam rumah, Abian mengajak adiknya bermain diluar karena Abian paham dengan adiknya itu akan cepat bosan jika berada dalam ruangan yang berisi orang-orang dewasa
Ayumi tersenyum melihat dua bocah itu yang sudah lama dirindukannya
Ayumi refleks merentangkan kedua tangannya
kedua Anak Riki itu berlomba untuk bisa cepat sampai dan memeluk tubuh gadis itu
"Dunda,icha tanen"ujar Arisha pada Ayumi
"iya Bunda Abian juga kangen sama Bunda "ujar abian yang juga ikut memeluk tubuh Ayumi
"Bunda juga kangen sama kalian.kalian selalu nurut sama Oma,opa dan Ayah kan?"ujar Ayumi membalas pelukan keduanya
semua yang melihat interaksi ketiganya tersenyum,bahkan ada yang sudah meneteskan air matanya karena merasa kasian melihat kedua anak piatu itu bagaimana mereka merindukan kasih sayang dan belaian seorang ibu
bahkan pak Burhan dan anggota keluarga yang lainnya juga ikut berkaca-kaca
"kalau abian sih selalu menuruti semuanya bunda bahkan Abian masih ingat pesan bunda
Abian tidak akan sedih karena jika Abian sedih bunda tidak akan datang "ujar Abian tersenyum namun matanya berkaca-kaca
"oh sayang maafkan bunda sayang "ujar Ayumi matanya pun ikut berkaca-kaca
"tapi bunda ada satu anak kecil yang selalu menangis diam-diam dan mengatakan kalau bunda sudah tidak kita lagi dan akhirnya dia akan Demam tinggi"ujar Abian lagi dan itu membuat semua membulatkan matanya karena baru mereka tau jika penyebab Icha demam Selama ini
"sayang maafkan bunda ya,bunda tidak belum bisa bersama Icha dan kak Abian soalnya pekerjaan bunda masih banyak jadi icha dan kak Bian harus sabar ya dan jangan suka sedih-sedih "ujar Ayumi
"iya bunda"jawab Abian dan Icha bersamaan
"kalian pasti sudah lapar jadi sekarang kita makan ya"ujar Ayumi
"iya Dunda pati icha mau dipuapin tama Dunda ya,plips"ujar Arisha dengan mata penuh permohonan
"okey"ujar Ayumi dan membuat Arisha bersorak kegirangan
"Holeee, Icha atan di puapin cama Dunda dottel"ujar Arisha
"lebih baik kalau kita menikmati hidangannya dulu"ujar Bu Ayudia dan diangguki oleh semuanya
setelah semua menikmati hidangan yang disajikan dan berbincang sebentar untuk lebih memperjelas tanggal hari pernikahan antara Ayumi dan Riki Bu Hanim pun sudah menyematkan cincin pertunangan Kejari manis Ayumi
setelah mereka merasa tidak ada hal yang harus mereka bahas lagi mereka pun berpamitan
"Dunda banti talo peteljaan dunda cuda teletai pemuana Dunda pindal pama Icha pama tata bian ya"ujar Arisha dengan mata berkaca-kaca karena akan berpisah lagi dengan Ayumi
"iya sayang bunda janji akan segera menyelesaikan semua pekerjaan bunda biar bisa sama icha dan kak Abian nanti tapi icha harus janji jangan suka nangis diam-diam lagi bunda tidak mau kalau icha sakit lagi karena bunda tidak akan mau datang menemani icha kalau suka nangis okey?!"ujar Ayumi
"oteh dunda Icha dandi pidat atan nanis piam-piam "ujar Arisha
"anak pintar "ujar Ayumi mengusap pucuk kepala Arisha dan mencium keningnya begitu pun dengan Abian
"kak abian tolong jagain Icha ya buat bunda,selalu ingatkan sama Icha kalau tidak boleh nangis diam-diam lagi"ujar Ayumi pada Abian
"iya bunda bian akan jaga icha dan selalu mengingatkannya "ujar Abian memeluk Ayumi
"terimakasih sayang"ujar Ayumi membalas pelukan Abian
"by by bunda kami pulang dulu ya "ujar Abian
"paypay dunda Icha puyan duyu ya"ujar Arisha
"babay sayang,ingan pesan bunda ya "jawab Ayumi dan mereka hanya mengangguk mobil yang mereka tumpangi kini satu persatu meninggalkan rumah Ayumi dan pulang kerumah mereka masing-masing
Dan begitu pun dengan pak Rt,Pak Rw dan pak Ustadz Arif mereka pun berpamitan untuk pulang ke rumah mereka
"terimakasih banyak ya Pak ustadz,pak Rt,pak Rw dan juga untuk ibu-ibu sekalian karena sudah rela meluangkan waktunya untuk menghadiri acara lamaran putri kami"ujar Bu Ayudia kepada semuanya
"iya Bu Ayudia sama-sama, kami juga ucapkan banyak terima kasih karena sudah diberi kesempatan untuk menghadiri dan turut serta dalam acara yang membahagiakan ini"ujar pak Ustadz Arif mewakili semua
setelah berpamitan mereka meninggalkan kediaman ibu Ayudia dan yang tersisa hanya keluarga inti saja
Aurel dan Fatiyah sangat senang karena sahabat rasa kembaran mereka itu juga akan segera menikah seperti mereka semua dalam waktu yang berdekatan