Mas Duda I Love You Full

Mas Duda I Love You Full
Bab 103



sebenarnya Arjuna tidak tau jika Arumi datang kekampus Namun sisil dan ridho yang datang kekampus lebih awal dari biasanya karena mereka ingin mengumpulkan tugas dari dosen killer mereka


sisil dan Ridho tidak sengaja melihat arumi berjalan sendirian menuju fakultas kedokteran


Sisil segera menelpon Arjuna dan memberitahukan bahwa sang pujaan hatinya ada dikampus saat ini


dengan begitu bersemangat Arjuna datang kekampus bersama deri walaupun dengan memaksa deri ikut bersamanya


didalam otak Arjuna sudah menyusun banyak rencana untuk menjebak Arumi agar bisa dimilikinya seutuhnya


sesampainya dikampus Arjuna mencari keberadaan sisil dan Ridho


Mereka berempat menyusun rencana untuk menjebak Arumi dan ide itu berasal dari otak kotor Arjuna


mereka berempat pun mendatangi fakultas kedokteran untuk mencari keberadaan Arumi


saat arumi keluar dari ruangan dosen mereka berempat melihatnya dengan segera mereka menyeret Arumi ketaman belakang dan saat itu suasana kampus memang masih sangat sepi karena tidak ada mata kuliah pagi jadi itu menguntungkan bagi mereka berempat menjalankan aksinya


Arumi yang terkejut dapat serangan tiba-tiba tidak dapat melawan


Arumi terus memberontak namun kekuatan ketiga pria yang memegangnya sangat kuat dan sisil mengambil ponsel Arumi dari dalam tas Arumi agar dia tidak dapat menghubungi seseorang untuk meminta bantuan


sesampainya di gedung tua dekat taman Arumi berhasil meloloskan diri, saat Arumi ingin keluar dari dalam gedung tua itu tiba-tiba saja masuk empat orang pria bertubuh kekar menghadangnya


"sayang kamu lebih baik menurut padaku dan kita akan bersenang-senang bersama


saya akan memberikanmu sebuah kenikmatan dan membawamu terbang ke langit ketujuh


ayolah Sayang jangan habiskan tenagamu disini lebih baik tenagamu habis saat kita bersenang-senang nanti


saya yakin kamu tidak akan pernah menyesal dengan semua yang kita akan Lewati bersama "ucap Arjuna mendekati Arumi dan mencoba mencium pipi arumi namun dengan segera menghindar jadi Arjuna hanya mencium pipi udara


Arjuna semakin geram karena Arumi menolaknya


Arjuna menarik tangan Arumi dengan kasar namun dengan cepat Arumi membanting tubuh Arjuna kelantai


Arjuna menjadi murka karena telah dipermalukan didepan teman-teman dan anak buahnya oleh Arumi


Arjuna meringis kesakitan pada tubuhnya setelah dibanting kelantai oleh Arumi


"ringkus dia dan ikat hingga dia tidak bisa berkutik lagi


dasar perempuan bod*h diajak bersenang-senang malah menolak "ucap Arjuna dengan kesalnya


anak buah Arjuna menyerang Arumi namun Arumi terus melawan hingga akhirnya Satria datang menolongnya


satria murka karena adik kesayangannya dikeroyok oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab


satria Terus mendesak Arjuna untuk bicara, cengkraman tangannya di dagu Arjuna semakin keras


Arjuna meringis kesakitan, ketiga temannya tidak berani menolongnya


"sa-saya menyu-kai Arumi ta-pi dia menolakku ,saya merasa marah karena dia menyebarkan undangan pernikahannya pada teman-temannya "ucap Arjuna terbata-bata


"dasar memang kau laki-laki breng-sek"ucap Satria geram lalu menghempaskan wajah arjuna sehingga arjuna terhempas kelantai


Satria memang sudah menelpon beberapa anak buahnya untuk datang kekampus itu karena merasakan hal yang baik akan terjadi dan benar saja Arumi ingin disekap oleh pengangumnya


"saya berada disebuah gedung terbengkalai di bagian belakang fakultas kedokteran kedung itu terletak disebelah sebuah taman, cepatlah datang kemari dan bereskan mereka semua "ujar satria berbicara dengan seseorang


tak berapa lama datang beberapa orang pria dengan tubuh yang kekar dan berotot masuk kedalam ruangan itu dan menangkap dan menyeret mereka semua namun Arumi tiba-tiba menghentikan mereka


"kenapa Rum?"tanya satria


"ponselku ada pada perempuan itu "jawab Arumi


"Arumi saya akan membalas semua ini dan kamu tidak akan saya biarkan menjadi milik orang lain kau hanya milikku "teriak Arjuna saat diseret oleh anak buah Satria mereka keluar dari universitas itu melalui pintu belakang yang biasa dilewati oleh dosen saja


"pastikan mereka tidak berbuat ulah lagi"ucap satria sebelum anak buahnya benar-benar pergi


"Dito cari tau tentang mereka berempat "ucap satria pada orang kepercayaannya itu


"baik Bang "jawab Dito lalu pergi dari tempat itu


"Ayo Rum kita pulang,umah pasti sudah menunggu kita"ucap Satria dan diangguki oleh Arumi


mereka berjalan melewati lorong-lorong kampus yang kini telah ramai oleh mahasiswa dan mahasiswi


mereka berdua menjadi pusat perhatian karena mereka mereka datang dari arah belakang gedung dimana para mahasiswa dan mahasiswi menjadikan tampat itu tempat untuk pacaran


banyak ucapan-ucapan yang tidak enak didengar oleh telinga namun satria dan Arumi tidak perduli


Arumi memakai masker yang selalu dibawanya didalam tasnya dan kacamata hitam milik satria


jadi wajahnya tidak ada yang dapat mengenali, sedangkan Satria yang tidak memakai kaca mata dan masker memperlihatkan wajah tampannya dan membuat para wanita disana terpesona


sesekali satria tersenyum pada mereka dan itu membuat para gadis meleleh


satria sengaja melakukan itu untuk mengalihkan perhatian orang-orang yang mereka lewati aga tidak ada yang terlalu memperhatikan wajah Arumi


itupun masih banyak suara-suara sumbang terdengar menerka-nerka apa yang telah mereka lakukan ditaman belakang


sesampainya di parkiran Arumi dan Satria bergegas masuk kedalam mobilnya dan melajukan mobilnya itu meninggalkan area kampus


Arumi melepaskan masker dan kacamatanya saat mereka sudah berada jauh dari area kampus


Arumi bernafas lega karena teman-teman seangkatannya tidak ada yang mengenalinya


karena Ayumi melepaskan switer yang dipakainya saat datang kekampus tadi


"kok bisa sih rum mereka membawa kamu ke gedung tua itu"ucap satria memecah keheningan


"mereka langsung menyeretku dan membawaku ke gudang belakang "jawab Arumi


"trus kenapa kamu tidak melawan ?!" tanya satria lagi


"gimana mau melawan kak, mereka bertiga cowok langsung memegangku,saya terus memberontak namun tidak berhasil lepas "jawab Arumi


"mereka tidak ngapa-ngapain kamu kan?!"tanya satria lagi


"tidak kak karena saat sampai gedung tua itu Rumi bisa melepaskan diri karena pegangan mereka megendur jadi Rumi mengambil kesempatan memberontak dan mencoba melarikan diri namun saat akan keluar Rumi dihaadang oleh lima orang pria yang kakak hajar "jawab Arumi


" tapi siarjun itu tidak kamu kasi hadiah ?!"ujar satria terkekeh


"sempat sih kak, Arumi membanting tubuhnya saat mencoba memegang tangan Arumi "jawab Arumi


satria hanya mengangguk-angguk dan tersenyum mendengar cerita adiknya itu


kini mereka sudah sampai di rumah Oma Shintya


Bu Ayudia ternyata sudah menunggu mereka diteras depan rumah


"kok kalian lama sih"ucap Bu Ayudia


"maaf umah tadi ada sedikit inseden tak terduga terjadi dikampus "jawab satria


Bu Ayudia melongo mendengar ucapan satria


Arumi pun menceritakan apa yang telah dialaminya dikampus tadi