Mas Duda I Love You Full

Mas Duda I Love You Full
Bab 9



saya mau jadika toko penjualan baju Bu atau lebih tepatnya mau saya jadikan Butik " jawab Ayumi


"saran saya sih mbak kalau mau jualan yang seperti itu mbak nggak usah jual baju-baju mahal kasian nanti nggak kebeli" ucap Bu Rt memberikan saran


"saya rencananya mau jual mulai dari baju-baju bayi baru lahir hingga Anak usia remaja juga saya mau jual baju-baju Daster kebanggaan emak-emak dan baju daster ibu-ibu hamil


saya juga mau jual perlengkapan bayi baru lahir " ucap Ayumi


"wah bagus itu mbak ayumi,biar nanti nggak usah repot-repot lagi jauh-jauh kepasar untuk beli" ucap Bu Rt antusias


" iya bu,tapi memangnya pasar disini jauh ya bu?" tanya Ayumi lagi


" Jauh banget mbak,harus menempuh perjalan sekitar setengah sampai satu jam kalau lagi macet" jawab Bu Rt membuat Ayumi semakin yakin dengan rencananya


"jadi bagaimana pak bu apakah ada ruko yang bapak atau ibu tau untuk bisa saya tempati membuka usaha saya?!" tanya Ayumi


"mmmm......" gumam Bu Rt sambil meletakkan jari telunjuknya di dagu seperti berfikir dimana ada ruko yang bisa Ayumi tempati


"pak kalau ruko koh liong,apa sudah ada yang beli ?" tanya BU Rt pada suaminya


"kalau itu bapak tidak tau Bu! tapi saya telpon ceking dulu soalnya dia yang disuruh sama koh liong untuk cari pembeli " ucap pak Rt lalu terlihat pak Rt sibuk mengotak atik ponselnya


" Halo, Assalamualaikum king" ucap pak Rt setelah telponnya ada yang jawab panggilannya


".........."


"gini king saya mau tanya soal rukonya koh liong apakah sudah laku?" tanya pak Rt lagi


"...................."


"Oh Alhamdulillah,saya punya calon pembeli kalau memang rukonya cocok dengan mbaknya langsung bayar " ucap Pak Rt lagi sehingga membuat Ayumi melototkan matanya karena dia tidak punya uang chaz


"......................"


"okeh king saya akan ke sana bersama calon pembeli itu " ucap pak Rt lalu mengakhiri sambungan telponnya


"Bagaimana pak Rt ?" tanya Ayumi penasaran


"katanya sih belum ada, kalau kamu mau kesana liat-liat dulu ayok bapak antar " ujar Pak Rt


"boleh pak, siapa tau aja langsung cocok " ucap Ayumi


mereka pun pergi keruko yang di maksud oleh pak Rt menggunakan mobil pak Rt karena tidak mungkin mereka pergi berempat naik satu motor ataupun jalan kaki


Pak Rt menjalankan mobilnya dengan kecepatan pelan karena jarak rumah pak Rt dan ruko tidak begitu jauh


kini mereka telah sampai didepan ruko Pak Rt masuk terlebih dahulu untuk mencari keberadaan ceking


kini Pak Rt keluar bersama seorang pria tinggi dan kurus


"nah,king ini mbak Ayumi anaknya Dokter Ayudia.Mbak Ayumi ini yang ingin membeli ruko ini " ucap Pak Rt memperkenalkan Ayumi, Ayumi hanya tersenyum kepada pria yang dipanggil ceking oleh Pak Rt


"saya Ahmad tapi orang-orang biasa memanggil saya ceking,hehehehe" ucap orang itu terkekeh memperlihatkan giginya yang sedikit coklat mungkin pengaruh merokok dan minum kopi


"Saya Ayumi pak,dan ini Adik sepupu saya nana" ucap Ayumi memperkenalkan diri dan nana


pak ceking hanya mengangguk dan tersenyum


"jadi mbak ayumi mau beli ruko ini?"tanya pak ceking kemudian


"iya pak tapi kalau bisa saya mau liat-liat dulu,boleh nggak pak?" ujar Ayumi


"oh silahkan, silahkan tentu saja mbak Ayumi bisa melihat-lihat kondisinya dulu ini.ruko ini baru sebulan kosong soalnya pemiliknya pindah ke kota lain,mari silahkan lihat-lihat dulu mbak" ucap pak ceking dan mengajak Ayumi dan yang lainnya berkeliling ruko


dilantai bawah sangat luas dan masih banyak etalase serta rak-rak mungkin tempat menyimpan barang dagangan sang pemilik ruko


kini mereka berjalan keatas kelantai dua, dilantai dua juga sangat luas disudut ruangan juga ada satu toilet mungkin toilet ini digunakan oleh sang pemilik sedangkan yang dibawah khusus untuk karyawan dan pengunjung toilet-toilet nya masih terlihat bagus


"pak apakah toilet-toilet nya masih berfungsi ?" tanya Ayumi kepada pak ceking


"iya mbak ini masih bagus karena ruko ini baru sekitar setahun lebih dibangun dan ditempati oleh pemiliknya dan mereka pindah keluar kota " jawab pak ceking


"oh.... trus ini dulunya disini jual apa pak? "tanya Ayumi lagi


"disini dulunya dilantai satu dijadikan gudang penyimpanan sembako untuk dikirim ke daerah-daerah lain bahkan keluar kota dan dilantai atas ini mereka gunakan untuk nginap bila sesekali datang ke kampung ini memeriksa stok barang,jadi sebenarnya koh liong jarang nginap disini " ucap pak ceking


"iya mbak koh liong disini itu paling lama biasanya sampai sebulan lalu pergi lagi kekota " ujar pak Rt menimpali percakapan pak ceking dan Ayumi


"oh jadi tempatnya jarang ditempati nginap ya pak?" tanya Ayumi lagi


"tidak juga mbak, karena biasanya anak buah koh liong nginap disini bergantian untuk menjaga barang yang ada disini " ujar pak ceking menjawab pertanyaan Ayumi


"oh...." ujar Ayumi mengangguk angguk


" jadi bagaimana mbak apakah mbak ingin membeli ruko ini ?" tanya pak ceking karena Ayumi adalah orang ketiga yang datang melihat-lihat ruko itu


" tunggu sebentar ya pak saya telpon ibu saya dulu" ucap Ayumi lalu merogoh tas punggung kecilnya untuk mengambil ponselnya


Ayumi pun kini sibuk mengotak atik ponselnya lalu meletakkannya ditelinga nya


"Assalamualaikum Umah" ucap Ayumi setelah panggilannya terjawab


"waalaikumsalam yum,kamu dimana nak?" jawab Bu Ayudia bertanya pada putrinya itu


"Umah sibuk nggak ?" tanya Ayumi pada ibunya


"tidak terlalu sih karena umah dibantu sama dua anak ajaibmu " ucap Bu Ayudia terkekeh pelan


Ayumi juga ikut terkekeh pelan mendengar ucapan ibunya


"memangnya kenapa nak?" tanya Bu Ayudia lagi


"gini Umah saya sudah dapat ruko, tadi dibantu nyari sama pak Rt dan BU Rt. Alhamdulillah akhirnya cepat dapatnya rukonya juga bagus mah tingkat dua" ucap Ayumi menjelaskan pada ibunya


"memangnya rukonya ada disekitaran mana?" tanya Bu Ayudia


" lokasi rukonya dekat dengan puskesmas mah, tepat diseberang jalan depan puskesmas " ujar Ayumi


"diseberang jalan depan puskesmas lantai dua ?" ucap Bu Ayudia sambil berfikir dimana ruko yang dimaksudkan oleh putrinya


"iya umah" jawab Ayumi


"oh dirukonya koh liong?" ucap Bu Ayudia lagi setelah mengingat ruko yang dimaksudkan oleh putrinya


"nah tuh umah tau ! bagaimana mah menurut umah bagus nggak kalau Ayumi tempati untuk buka usaha yang Ayu bilang semalam ?" tanya Ayumi meminta pendapat ibunya


"bagus sih tempatnya strategis, kalau memang kamu tertarik kamu ambil aja, tapi apa kamu sudah sepakat dengan harganya ?" ucap Bu Ayudia


"oh iya umah,Ayu lupa hehehe" ucap Ayumi seraya menepuk jidatnya dan terkekeh pelan


Bu Ayudia Hanya menggelengkan kepalanya membayangkan wajah putrinya


"ya sudah umah Ayu bicarakan dulu harganya dengan pak ceking " ucap Ayumi dan diangguki oleh Bu Ayudia seolah-olah putrinya dapat melihat anggukannya


"iya nak semoga sukses mendapat diskon, hehehehe ? ucap Bu Ayudia terkekeh Ayumi pun ketularan terkekeh pelan


"Assalamualaikum umah" ucap Ayumi


"Waalaikumsalam nak" ucap Bu Ayudia membalas salambAyumi lalu sambungan teleponnya