
ke esokan harinya Marvel terpaksa tidak pergi kekantor karena sejak pagi Ayudia muntah-muntah terus, Marvel tidak tega meninggalkan istrinya itu
"sayang kamu makan dulu ya"ucap marvel menyodorkan bubur ayam pada istrinya itu
"baunya nggak enak mas,ueeek"jawab Ayudia dan kembali berlari kedalam kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya yang hanya cairan saja karena sejak subuh tadi Ayudia mengalami mual dan muntah
Marvel pun sudah menghubungi semua anak-anaknya untuk datang membawa Dokter untuk memeriksakan kesehatan istrinya karena Marvel khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada istri dan calon bayinya
Ayudia sudah tidak kuat lagi kepalanya terasa sangat berat dan pandangannya terputar- purar hingga membuatnya pingsan untungnya Marvel selalu mendampingi istrinya itu sehingga Ayudia tidak terjatuh
tak menunggu waktu lama Marvel segera meminta sopirnya menyiapkan mobil dan membawa istrinya segera kepuskesmas karena itulah tempat yang paling dekat karena jika Marvel membawa istrinya kerumah sakit daerah takut Istrinya kenapa-napa dijalan
Aurel dan Fatiyah sudah menunggu kedatangan ibu mertua mereka setelah ditelpon oleh Ayah mertuanya jika ibunya itu tak sadarkan diri
sesampainya di puskesmas Aurel dan Fatiyah dengan sigap membawa ayudia masuk keruang UGD untuk ditangani disana juga sudah bada bidan yang akan memeriksa keadaan bayi Ayudia
Marvel mondar-mandir didepan ruang UGD dimana istrinya ditangani
tak berapa lama anak-anak dan menantu- menantunya datang beserta orang tua Riki, karena setelah mendapatkan kabar dari sang istri Riki segera menghubungi orang tuanya agar mereka bisa membantu istrinya menjaga anak-anaknya
kini Ayudia di pindahkan keruang perawatan karena Ayudia harus dirawat beberapa hari kedepan agar dapat beristirahat total
"bagaimana kondisi adik bayi kita rel!?" tanya Ayumi pada Aurel
"kata bidan yuna umah hanya kelelahan karena muntah terus dan belum makan apapun "jawab Aurel dan diangguki oleh semuanya
"semoga setelah cairan infusannya habis kondisi umah kembali segar "sahut Fatiyah
"iya semoga,papa Jangan khawatir ya sekarang papa makan Jangan sampai paoa ikutan sakit kasihan umah pasti kepikiran jika papa juga sakit'"ucap Ayumi pada ayah sambungnya itu
"iya nak"jawab Marvel
"ini pa memakannya,papa makan dulu ya"ucap Azka menyodorkan kotak nasi oada papanya itu
"iya nak makasih "jawab marvel lalu menerima kotak nasi yang diberikan Putranya itu lalu memakannya karena benar kata anak-anaknya jika dia sakit pasti istrinya semakin kepikiran dan itu tidak baik untuk kesehatan istri dan calon bayinya
setelah beberapa jam Ayudia dirawat dan cairan infusannya sudah habis dua botol kondisi ayudia mulai membaik walaupun rasa mual nya masih ada
"sayang kamu makan sedikit ya kasihan anak kita kalau kamu tidak mau makan!? ucap Marvel
"iya mas"Ayudia memakan buburnya walaupun hanya sedikit karena lidahnya masih terasa pahit
"mas saya mau makan buah semangka "ucap Ayudia tiba-tiba
"kamu mau makan semangka sayang !?"tanya Marvel memastikan
"iya mas tapi saya mau yang buahnya berukuran besar "jawab Ayudia
"tunggu ya saya cari dulu ke penjual buah"Jawab Marvel
"Suruh bayu saja mas,saya tidak mau disini sendirian "ucap Ayudia
"oh ya sudah saya telpon bayu dulu"jawab Marvel dan segera merogoh kantong celananya dan mengambil ponselnya untuk menelpon suami putri bungsunya itu
sedangkan Bayu yang sedang berada di rumah mamanya karena mamanya menelpon mengatakan jika Bima dan istrinya datang
Bayu yang memang sudah lama tidak bertemu dengan adiknya langsung datang kerumah ibunya
"siapa bay!?" tanya Bu Raidah
"ada apa !?"tanya Bu Raidah penasaran
"katanya umah Ayudia ingin makan semangka "jawab Bayu
"kenapa dia nyuruh kamu!? kenapa bukan dia sendiri yang nyari untuk istrinya itu !?"tanya Bu Raidah dengan nada kesal
"umah lagi dirawat ma" jawab Bayu
"dirawat !? memangnya dia kenapa !?"tanya Bu Raidah semakin penasaran
"umah sedang hamil dan drop karena tidak nafsu makan "jawab bayu
"ah....hamil!? sudah setua itu masih saja hamil dasar perempuan genit "ucap Bu Raidah
"nggak masalah dong ma,itu berarti mereka diberi kepercayaan untuk memiliki keturunan walaupun usia mereka sudah tidak muda lagi tapi mereka dipercaya untuk memomong bayi"jawab Bayu yang tidak suka dengan ucapan ibunya
"eleh bilang saja mereka itu kegenitan "Bayu semakin kesal pada ibunya
"iya benar ma itu berarti mereka madih dipercaya banyak orang yang berusia muda tapi Allah nggak percaya padanya untuk merasakan menjadi orang tua"sahut Bima yang juga tidak suka dengan ucapan ibunya
"kalian itu sama saja "ucap Bu Raidah kesal dia tidak suka karena kedua anaknya membela besannya itu
"sudah ah, saya mau pergi,bim saya pergi dulu ya "ucap bayu berpamitan
"mas bolwh nggak kita ikut kerumahnya mas soalnya saya mau ketemu istri dan anak-anak mas Bayu "ucap Anindita istri Bima
"tentu saja boleh "jawab bayu dan kini mareka pun pergi bersama
bima tau alasan mengapa istrinya ingin ikut bersama kakaknya, karena istrinya itu merasa tidak nyaman berada di rumah ibunya
setelah mendapatkan buah semangka pesanan mertuanya kini mereka menuju puskesmas dimana ibu mertuanya dirawat untuk memberikan buah semangka pesanan mertuanya itu
setelah itu mereka pulang kerumah bayu karena bima dan istri serta anaknya ingin nginap dirumahnya
sedangkan dirumah sakit Ayudia hampir menghabiskan setengah buah semangka ukuran besar itu sendirian, Marvel hanya melongo melihat istrinya itu
"enak banget ya sayang !?"tanya Marvel
"iya pa enak banget rasanya sangat manis,bayu pintar milihnya "jawab ayudia
setelah tiga hari dirawat kini kondisi tubuh Ayudia sudah membaik walaupun hanya ingin makan buah dan sate
Ayudia semakin manja walaupun ngidamnya tidak aneh-aneh seperti waktu anak dan menantunya ngidam
setelah mendapat perawatan Ayudia benar-benar cuti dari bekerjaannya sebagai seorang dokter karena Ayudia tidak ingin mengambil resiko mengingat usianya yang tak lagi muda jadi harus membuat tubuhnya benar-benar fit untuk melahirkan anaknya Tujuh bulan kedepannya
Marvel pun selalu menjadi suami siaga, Ayumi ,Arumi dan nana serta bu Ijah selalu bergantian menemani ibunya jika marvel harus kekantor yang ada dikota
begitu pun dengan Aurel dan Fatiyah selalu menyempatkan diri datang untuk menemani ibu mertuanya itu
karena waktu mereka hamil Bu Ayudia selalu ada waktu menemani mereka serta memanjakannya dan sekarang giliran mereka berdua yang memanjakan ibu mertuanya itu
Ayudia merasa sangat bersyukur karena dia dikelilingi oleh anak-anak serta cucu-cucunya yang membuatnya tidak merasa bosan untuk bedres dirumahnya
Ayudia benar-benar dijaga dengan baik oleh mereka semua terutama sang suami
dulu Ayudia tidak merasakan itu semuanya dari suaminya karena pak Umar sibuk dengan pekerjaannya