
Fadlan mengedarkan pandangannya tidak ada yang berubah dirumah ini semua masih sama seperti dulu kecuali dibagian depan ada sedikit penambahan sepertinya kamar yang diperluas kesamping
Namun ruangan yang lainnya tidak berubah
"Fadlan ajak istri dan anakmu untuk beristirahat dikamar mereka pasti sangat lelah"ucap bu Fatimah
"iya bu,ayo dek kita kekamar "ujar Fadlan menjawab ucapan ibunya dan mengajak istrinya kekamar mereka namun saat akan melangkah kekamar yang biasa dulu ditempatinya bu Fatimah mencegahnya
"kalian tempati saja kamar adikmu Fatiyah nak "ucap bu Fatimah
"kenapa mesti dikamar Fatiyah bu? Biar kami dikamar lama Fadlan saja"tanya fadlan
"kamar adikmu lebih luas dan kamar mandinya juga sudah ada didalam kamar "jawab bu Fatimah
"Tapi bu,jika fadlan menempati kamar Fatiyah trus dia dan suaminya akan tidur dimana?"tanya fadlan
"Mereka sudah punya rumah sendiri nak,jadi kamu tidak usah khawatir "ucap bu Fatimah lagi
"ah rumah sendiri bu? apakah mereka akan menetap disini ?"tanya fadlan lagi
"sudah sana masuk, Sampai kapan istrimu akan berdiri disana karena pertanyaanmu yang tidak ada habisnya "ucap Bu Fatimah gemas sendiri pada anaknya itu
"tapi bu"ucap Fadlan
"tidak ada tapi-tapian,ayo sana masuk "ucap bu Fatimah
Dan fadlan pun menuruti keinginan ibunya itu
Fadlan mengajak anak dan istrinya masuk kekamar yang ditunjuk oleh ibunya itu
Didalam kamar itu terdapat sebuah tempat tidur yang besar cukup untuk mereka berempat tempati
Disana juga ada sofa panjang dan sebuah televisi berukuran besar
dalam kamar itu juga ada sebuah lemari tiga pintu milik Fatiyah
Ada juga meja rias dan seperti yang ibunya katakan jika didalan sudah ada kamar mandi jadi mereka tidak perlu keluar lagi untuk memakai kamar mandi diluar
"mas apa benar kita akan tinggal di kamar ini?apa tidak apa-apa ?"tanya Maryam merasa tidak enak hati
"itu kata ibu dek, sekarang kamu bersih-bersih dan juga anak-anak biar mereka merasa segar
Nanti kita tanyakan lagi pada ibu dan Fatiyah
"iya mas"jawab maryam dan mengajak kedua anaknya untuk membersihkan diri dikamar mandi dalam kamar itu
"mas lihat deh"panggil maryam setelah masuk kedalam kamar mandi
"ada apa dek ?"tanya fadlan lalu berjalan menuju kamar mandi dimana anak dan istrinya berada
"lihat mas kamar mandi bagus banget semuanya juga lengkap "ucap maryam sumbringah
"Iya yah bagus Banget, cepat dek kamu dan anak-anak bersihkan-bersih nanti mereka masuk angin"ucap Fadlan
"iya mas"jawab maryam
Fadlan pun keluar dari kamar mandi dan merebahkan tubuhnya di ranjang empuk milik Fatiyah
Fadlan merasa senang terbebas dari mertuanya namun dia pun merasa tidak enak hati pada keluarganya karena takut menyusahkan kedua orang tuanya dan adik-adiknya
Tak berapa lama Maryam sudah keluar dari dalam kamar mandi dan anak-anaknya sudah terlihat lebih segar
Fadlan pun masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri
Setelah membersihkan diri dan berganti pakaian maryam membuka lemari untuk menyimpan pakain yang dibawanya namun dia terkejut karena lemari pakaian itu sudah terisi banyak pakaian
Maryam mengurunkan niatnya untuk membenahi pakaiannya
dia menunggu suaminya selesai
Dan bertanya nantinya
Maryam duduk disofa menemani kedua anaknya bermain sambil menunggu suaminya selesai
Fadlan keluar dari kamar mandi dan mengambil pakaian yang disiapkan oleh istrinya
setelah berpakaian fadlan menghampiri istrinya yang sedang duduk disofa menemani anak-anaknya bermain
"mas lemari itu banyak sekali pakaiannya"ucap Maryam pada suaminya
"mungkin pakaian Fatiyah belum sempat diambilnya "jawab fadlan
Maryam hanya mengangguk-angguk kan kepalanya
"iya mas ayo, anak-anak juga tidak ada yang mau tidur mungkin karena dimobil tadi mereka sempat tidur sebentar "jawab maryam
"Ayo nak papa gendong"ujar Fadlan pada putrinya
Maryam mengajak putra pertamanya dan menggandengnya keluar dari kamar
Diruang keluarga sudah ada Fatiyah, Azlan,pak fatur dan Bu Fatimah
"tiyah pakaian kamu dilemari belum diambil ?"ucap fadlan hati-hati takut Adiknya tersinggung
"itu semua buat kak maryam "ucap Fatiyah
"Trus yang baju laki-laki itu punya siapa?"ranya maryam
"baju laki-laki ?"tanya fadlan
"iya mas dilemari juga ada baju laki-laki "jawab maryam
"oh iti baju buat kak fadlan sendiri itu baju waktu mas fadlan masih bujang,saya fikir dari pada nggak terpakai sedangkan badan kak Fadlan tidak banyak berubah
Trus bajunya juga masih baru-baru jadi saya loundry aja biar rapi dan wangi"ucap Fatiyah
Fadlan merasa terharu adiknya memperhatikan nya
"benarkah dek?kakak belum sempat memeriksanya
"iya kak beneran,disana juga saya sudah menyiapkan beberapa pasang pakaian untuk keanu dan Kinara "ucap Fatiyah
"kenapa mesti repot-repot dek,kami masih punya pakaian yang bisa kami pakai"ucap fadlan tidak enek hati
Maryam tidak tahu harus berkata apa lagi kehidupannya seakan terbalik dirumah orang tuanya dia diperlakukan layaknya seorang pembantu namun dirumah mertuanya diperlakukan layaknya seorang anak dan saudara
Maryam merasa senang, senyuman dibibir sang suami tak pernah lepas
"Fadlan Maryam ibu dan ayah ingin mengatakan sesuatu
pada kalian"ucap bu Fatimah
Fadlan dan maryam merasa deg degan menanti Bu Fatimah melanjutkan ucapannya
"begini nak, adikmu Fatiyah membeli rumah besar yang ada disebelah sana yg dulu ditempati tinggal oleh pak Handoko dan keluarganya namun mereka harapkan rela meninggalkan rumahnya karena di pindah tugaskan Keluar kota
Jadi Fatiyah dan suaminya ingin kami yang menempati rumah itu bersama Adik-adikmu,dan kami sudah menyetujuinya pagi tadi kami memindahkan barang-barang kami
Sedangkan dirumah ini kalian yang menempati jangan pernah berfikir tidak enak hati"ucap bu Fatimah
"Tapi Fatiyah bagaimana bu"ucap fadlan merasa ragu
"Fatiyah akan kembali kekota bersama keluarganya karena pekerjaan mereka ada disana"ucap pak fatur
"kak Fadlan dan kak maryam tidak usah mengawatirkan kami didesa makmur jaya kami disana sudah punya rumah sendiri jadi kakak tingkal disini bersama keluarga dengan tenang
saya merasa sangat lega karena kakak sudah ada disini dekat dengan ayah dan ibu kalian jaga ayah dan ibu ya kak!"ucap Fatiyah dan diangguki oleh Fadlan dan Maryam
"Oh iya kak fadlan kak maryam , adikku ayumi kemarin itu membeli sebuah Ruko di ujung jalan sana katanya itu punya pak haji Muhidin yang baru saja selesai dibangun adikku ingin menjual sembako diruko itu dan dia minta tolong pada kak fadlan untuk mengelolanya karena kami akan kembali kedesa bukit makmur,soal gaji kakak biar bicara langsung saja sama adikku itu"ujar azlan
Fadlan dan maryam hanya terdiam dan saling tatap tidak percaya bahwa mereka tinggal disini mereka tinggal sendiri dirumah orang tua dan mendapatkan pekerjaan tetap untuk menjaga toko sembako
"Bagaimana kak apa kalian mau?"tanya Fatiyah karena melihat kakaknya hanya terdiam
"iya dek kami mau"ucap fadlan cepat
"baiklah kalau begitu,kak fadlan bisa bicara langsung dengan adikku itu "ucap azlan
"sayang tolong telpon ayumi suruh kesini dulu biar bisa bahas masalah gajinya sama kak Fadlan dan kak maryam "ujar azlan pada istrinya
"iya mas saya telpon dulu "jawab Fatiyah
Fatiyah pun menganbil ponselnya yang ada didepannya lalu menelpon Ayumi
"halo Assalamualaikum,yum kamu bisa kesini nggak dirumahnya ibu "ujar Fatiyah
"waalaikumsalam, Oke tunggu ya saya mandikan icha dulu soalnya baru bangun "jawab Ayumi diseberang sana
"Oke kami tunggu ya"ujar Fatiyah
"ashiaaaaap "jawab Ayumi lagi
Semua tersenyum mendengar ucapan Ayumi karena Fatiyah menyalakan loudspeaker ponselnya
tak berselang beberapa lama Ayumi datang bersama abian adan Arisha kerumah lama Bu Fatimah