
Hari ini adalah pernikahan Aurel dan Satria yang akan dilaksanakan di kota kelahiran Aurel
mereka semua bertolak dari Desa Makmur jaya kekota kelahiran Aurel
Dirumah orang tua Aurel sudah terlihat semua orang sibuk mempersiapkan acara pernikahan dokter cantik itu
Ayumi dan keluarganya sengaja nginap di sebuah hotel yang tidak begitu jauh jaraknya dari kediaman calon mertua Satria
agar memudahkan mereka untuk datang lebih cepat
Pak Umar pun turut ikut bersama mereka walaupun dia lebih banyak diacuhkan namun pak Umar tidak ambil pusing karena pak Umar ingin membuat kesan baik kepada istri, anak-anak dan menantunya
Walaupun dibalik itu semua ada niat buruk yang ingin dilakukannya apa lagi kalau bukan untuk menguasai harta warisan milik Bu Ayudia
Sekarang waktunya mereka bersiap-siap untuk berangkat kerumah orang tua Aurel dimana acara pernikahan satria dan Aurel akan dilaksanakan
Mereka mamakai seragam yang telah disediakan oleh Ayumi
Keluarga Riki pun ikut serta mengantarkan satria
"kalian sudah siap semua kan?"tanya Ayumi pada semuanya
"sudah ayo kita berangkat "jawab Fatiyah bersemangat
"dunda icha tantip tak?"tanya Arisha pada Ayumi
"wah anak bunda cantik banget "jawab Ayumi memuji anak sambungnya itu
Arisha yang mendapat pujian dari sang bunda merasa sangat senang karena itu adalah impiannya sejak lama mendapatkan pujian dan sanjungan dari wanita yang dipanggilnya bunda
Abian pun mendekati Ayumi karena ingin juga mendapatkan perhatian dan pujian seperti sang Adik
Ayumi yang melihat Abian yang begitu Tampan dengan baju batiknya tanpa menunggu ditanya langsung memuji putranya
"kakak bian cakep benar pakai baju batik seperti ini,kayak model fashion show yang ditivi-tivi "ujar Ayumi dan membuat Abian yang dipuji tersenyum lebar karena bahagia ternyata Ayumi memperhatikannya
"makasih Bunda "ujar Abian pada Ayumi
"terimakasih karena apa sayang "jawab Ayumi bingung karena Abian mengucapkan terima kasih
"karena telah perhatian dan memuji kakak"ujar Abian jujur dengan wajah bersemu merah
"oh sayang,kan kamu putranya bunda jadi bunda memang harus perhatan sama kamu dan Icha lagian kamu memang tampan sayang jadi bunda nggak salah memuji kamu"jawab Ayumi
"sekali lagi terimakasih ya bunda karena mau kembali bersama kami"ujar Abian memeluk leher Ayumi yang berjongkok dihadapan Abian
"iya saya sama-sama,bunda juga berterima kasih karena mau menerima bunda"ujar Ayumi
Semua keluarga yang melihat dan mendengar percakapan mereka ikut berkaca-kaca namun tidak dengan pak Umar yang mencibir kesal meliha itu semua
"Dasar anak b*d*h ingin dijadikan pengasuh "ujar pak Umar dalam hati
"Ayo cepat kita sudah hampir terlambat "ujar Azlan mengingatkan semua
"iya ayo"jawab mereka
Tak butuh waktu lama kini rombongan mereka sudah sampai di depan rumah Aurel mereka disambut dengan baik oleh keluarga pengantin perempuan
satria duduk dihadapan penghulu dan ayah Aurel serta beberapa orang yang menjadi saksi pernikahan mereka
ayah Aurel yang menikahkan putrinya langsung
PDengan sekali tarikan nafas satria mengucapkan ijab qobul dengan lancar hingga terdengar suara semua orang mengucapkan kata Sah
Setelah menandatangani surat-surat pernikahan kini satria dan Aurel duduk di pelaminan banyak tamu yang datang teman-teman lama Aurel juga datang baik teman dari masa kuliah maupun teman seprofesi saat masih bekerja dirumah sakit kota
keluarga dari kota lain pun banyak yang datang ke pernikahan Aurel
Semua tamu menikmati hidangan khas kota kelahiran Aurel yang memang sengaja dijadikan menu utama dipesta pernikahan Aurel
saat ini Ayumi dan semua keluarga sedang menikmati hidangan yang disajikan
"dunda icha mau ipu"tunjuk Arisha pada kue yang terlihat cantik
"oh ini namanya kue putu Ayu sayang,icha mau?"ujar Ayumi
"mau Dunda,mananya cama mana dunda ya mananya Ayu"ujar Arisha
"iya mana oma dottel juda yayu "ujar Arisha lagi dan itu membuat semua orang tertawa
"sayang saya ke toilet dulu ya "ujar Riki pada Ayumi
"iya mas"jawab Ayumi
Saat Riki selesai dari toilet dan berniat kembali ketempat istri dan keluarganya namun saat akan melangkah tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya dari belakang dan Riki terjingkrat kaget
"hai Bro kamu Riki Rifqi kan ?"ujar pria itu,Riki mengerutkan keningnya karena pria itu tau nama lengkapnya
"iya saya Riki, tapi maaf kalau boleh tau anda siapa ?"tanya Riki penasaran
"kamu benar-benar tidak ingat denganku Bro?"tanya pria itu lagi dan Riki hanya menggelengkan kepala
"oh baiklah saya akan memberikanmu sedikit bayangan"ujar pria itu lagi dan Riki hanya mengangguk namu tidak berbicara sepatah kata pun hanya menunggu perkataan pria dihadapannya itu
"kamu masih ingat nggak waktu sekolah dulu kamu punya teman yang namanya Bayu ceking karena tubuhnya tinggi dan kurus "ujar pria itu lagi dan Riki mencoba mengingat siapa teman yang disebutkan pria itu,Riki akhirnya mengingat teman yang dimaksudkan oleh pria didepannya itu
"Astaga,kamu Bayu?"tanya Riki pada pria dihadapannya
"menurutmu ?"tanya Balik pria itu
"benarkah kamu Bayu samudera?tapi kok badan kamu sekarang bagus begini ?"ujar Riki lalu menepuk-nepuk bahu pria dihadapannya itu
"iya Bro ini saya Bayu samudera, hahahaha bisalah karena sekarang saya sudah rajin makan hahaha "ujar Bayu terbahak
"hahahaha kamu bisa saja kamu"ujar Riki ikut tertawa
"Oh iya Rik, istri dan anak kamu mana,saya dengar dari mama kamu sudah nikah dan punya dua anak!"ujar Bayu
"iya istri dan anak saya ada didepan tapi ngomong-ngomong kamu kok bisa mengenali saya? sedangkan Saya tidak bisa mengenalimu"tanya Riki pada Bayu
"hahahaha,oh tadi saya sempat melihat om Aditya dan tante Hanim jadi saya berfikir pasti kamu berada bersama mereka, saya memperhatikan mereka ada banyak pria berbicara dengan mereka dengan sangat akrab dan saat kita berpapasan tadi saat kamu masuk ke toilet Saya yakin itu adalah kamu"ujar Bayu menjelaskan panjang lebar pada Riki
"kamu hebat karena masih bisa mengenaliku sedangkan saya sama sekali tidak mengenalimu"ujar Riki merasa sedikit bersalah
"itu karena kamu gampang dikenali Bro,dijidatmu bekas luka karena melindungiku dari lemparan batu yang Dodit lemparkan padaku dan akhirnya mengenai kepalamu "ujar Bayu Riki meraba Jidat sebelah kanannya dimana bekas luka yang didapatkannya dulu
"ingatanmu memang masih sebagus dulu Bro"ujar Riki memuji Bayu
"akh kamu bisa saja"ujar Bayu
"oh iya kamu tinggal dimana sekarang ?"tanya Riki
"saya tinggal bersama mama dan papa sekarang karena saya baru kembali dari dinas luar kota "jawab Bayu
"Dinas ? memangnya kamu kerja dimana Bro?"tanya Riki penasaran
"hahaha,lebih baik kita cari tempat duduk dulu bro biar enak kita ngobrol karena kalau kita berdiri terus sambil ngobrol bisa-bisa kaki kita bisa pegal"ujar Bayu yang sudah merasakan sakit dikakinya yang baru saja sembuh dari cedera saat sedang bertugas
"hahaha,iya kamu benar,ayo kita duduk disana "ujar Riki menunjuk meja kosong yang ada didekat Ayumi
"oke,ayo"jawab Bayu lalu berjalan terlebih dahulu kearah meja yang ditunjuk oleh Riki dan berjalan sedikit pincang
Riki ingin sekali bertanya namun ditahannya
"sayang kenalkan ini teman sekolahku dulu "ujar Riki pada Ayumi saat berada disamping Ayumi
"Bayu kenalkan ini istri dan anak-anakku "ujar Riki pada Bayu memperkenalkan Ayumi
"Hai saya bayu teman kecil Riki"ujar Bayu pada Ayumi memperkenalkan dirinya
"oh iya mas,saya Ayumi dan ini anak-anak kami
Ayo sayang salim sama om Bayu"ujar Ayumi juga memperkenalkan dirinya dan juga anak-anaknya
Abian dan Arhisa turun dari kursi mereka lalu menjabat tangan Bayu lalu menciumnya lalu mereka kembali lagi duduk dikursi tempatnya semula
Bayua tersenyum melihat perlakuan dan cara mengajar Ayumi pada Anak-anaknya
"sayang saya duduk di meja sebelah ya mas mau ngobrol dulu Sama Bayu "ujar Riki berpamitan pada istrinya
"iya mas"jawab Ayumi yang tidak mempermasalahkan keinginan suaminya