
di hotel xxx
setelah resepsi pernikahan mereka selesai mereka mengistirahatkan tubuh mereka yang Lelah karena seharian mereka menerima tamu undangan yang sepertinya tidak ada habisnya
Ayumi membersihkan wajahnya dari makeup tebal yang membuat wajahnya Terasa sangat berat kepala Ayumi juga berdenyut-denyut karena seharian menahan kantuknya
Ayumi masuk kedalam kamar mandi setelah melepaskan semua pakaian pengantinnya
Ayumi berendam air hangat dalam bathtub untuk merilekskan tubuhnya
"mas kaki yumi sakit"rengek Ayumi pada suaminya karena seharian ayumi memakai high heels walaupun tidak terlalu tinggi namun mampu membuat kaki Ayumi pegal
"mas pijitin ya sayang "ucap Riki dan mulai memijat pelan kaki Ayumi
"makasih ya mas "ucap Ayumi lalu mulai memejamkan matanya
"iya sayang sama-sama "jawab Riki
Ayumi yang merasa pijatan suaminya dikakinya sangat enak membuat ayumi tertidur
Riki yang mendengar dengkuran halus istrinya pun tersenyum dan menghentikan pijatannya lalu ikut tidur disamping istrinya tak membutuhkan waktu lama akhirnya Riki ikut terlelap menuju kealam mimpi indahnya bersama sang istri
begitupun dengan yang lainnya sudah terlelap karena kelelahan seharian menerima tamu undangan
Aurel mual dan muntah kerena kepalanya berdenyut sangat sakit
satria Terus memijat pelan kepala sang istri berharap dapat mengurangi rasa sakit yang dialami oleh istrinya
namun pijatan satria bukan membuat kepala istrinya berhenti sakit malah membuat Aurel menangis sesenggukan karena rasa sakit yang tidak tertahankan
satria dibuat panik, tanpa berpikir panjang satria menelpon anak buahnya untuk menyediakan mobil
satria menggendong tubuh istrinya yang masih sesegukan, turun keparkiran dimana anak buahnya menunggu
waktu sudah menunjukkan pukul satu malam, mobil yang ditumpangi oleh satria melaju dengan kecepatan tinggi karena jalan sangat legan dan itu membuat mereka cepat sampai dirumah sakit
setelah sampai di depan rumah sakit satria turun dari mobilnya lalu kembali menggendong sang istri masuk kedalam rumah sakit
suster jaga yang melihat segera membawa brangkar dorong kearah satria
satria meletakkan istrinya diatas brangkar lalu mendorongnya menuju ruangan gawat darurat bersama tiga orang perawat
mereka berjalan cepat menuju ruangan gawat darurat karena Aurel mulai tidak sadarkan diri
*sayang kita sudah sampai "ucap satria dan air matanya sudah tak terbendung lagi
rasa bersalah menggerogoti hatinya
setelah sampai di ruangan gawat darurat Aurel dipasangkan selang infus dan suntikan obat melalui cairan infusnya setelah mendapatkan pemeriksaan
"bagaimana Dok keadaan istri saya "tanya satria pada dokter yang memeriksa istrinya
"bu Aurel sepertinya kelelahan "jawab dokter menekankan kata kelelahan
"mungkin kemarin kami seharian menerima tamu-tamu dari pagi hingga malam dan waktu istirahat kami hanya beberapa menit lalu kami kembali menerima tamu lagi diresepsi pernikahan kami"jawab satria karena satria tau arti ucapan dan tatapan mata dokter muda itu
"oh bapak pengantin baru?!!"ucap dokter itu mengernyitkan keningnya
"bukan dok kami sudah beberapa bulan telah menikah namun baru kemarin kami mengadakan pesta resepsi pernikahan kami"jawab satria
"oh begitu !!!? begini saja pak setelah ibu sadar sebaiknya bapak membawa ibu ke bagian Obgyn untuk memastikan semua nya dan saya akan memberikan rujukan kesana untuk memudahkan bapak"ucap dokter Maharani itu nama yang dibaca oleh satria
"baik dok"jawab satria
"loh pak satria kenapa ada disini!!?"ucap salah satu dokter senior saat melihat satria didalam ruangan UGD itu
"eh dokter Rico,ini dok Aurel tiba-tiba merasakan kepalanya sangat sakit hingga tak sadarkan diri mungkin karena kelelahan seharian menerima tamu-tamu "jawab satria
"iya pak, mungkin saja Dikter Aurel kelelahan biarkan saja dia istirahat dulu nanti setelah sadar kami akan periksa kembali kondisinya "ucap dokter Rico lalu menepuk pundak satria pelan
"iya dok"jawab Satria
dokter Maharani yang melihat dokter seniornya sangat akrab dengan keluarga pasien merasa heran
"mungkin pasien itu keluarga dokter Rico"ucap dokter Maharani dengan persepsinya
"Astaghfirullah, kenapa saya lupa memberikan kabar pada semua keluarga "Ucap satria pada dirinya sendiri
"besok pagi saja saya mengabari mereka karena ini masih jam 2 malam merka pasti masih terlelap karena kelelahan"Gumam satria
satria terbangun dari tidurnya setelah merasa ada yang membangunnya
satria membuka matanya lalu mengerjap-ngerjapkannya menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam retinanya,
satria duduk dan mengumpulkan nyawanya
"iya sus ada apa?"tanya satria pada suster yang membangunkannya
"istri bapak sudah sadar dan mencari bapak"Jawab suster itu
"iya sus terimakasih banyak "ucap satria lalu bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati sang istri
"sayang apa kepala kamu masih terasa sakit ?!"tanya satria pada istrinya
"sudah nggak lagi mas"jawab Aurel lemah
"kamu mau sarapan apa sayang "tanya satria pada istrinya
"mas aul mau makan bubur ayam tapi ayamnya yang banyak trus bawang gorengnya juga yang banyak "ucap Aurel mengerjap-ngerjapkan matanya
satria mengerutkan keningnya bingung karena yang dia tau istrinya tidak suka bawang goreng
"beneran Sayang kamu mau makan bubur ayam pakai bawang goreng?!!" tanya Satria memastikan pesanan istrinya
"iya mas, cepetan ya soalnya saya sudah sangat lapar"jawab Aurel
"iya mas pergi dulu ya"ucap satria
"iya mas, ingat ya jangan lama-lama aul takut"ucap Aurel lagi dan satria kembali terbengong-bengong karena tidak biasa-biasa istrinya seperti itu, karena dia tau istrinya tidak pernah takut dengan apapun
"mas kok malah bengong sih" Aurel mengejutkan suaminya itu karena diam saja
"eh iya sayang,ini mas lagi mengingat-ingat dimana ada penjual bubur ayam didekat -dekat rumah sakit ini"jawab satria beralasan
"oh,mas beli aja bubur ayamnya pakde timbul bubur ayamnya itu enak tapi ingat banyakin ayamnya sama bawang gorengnya ya,pakde timbul biasanya mangkal di depan godamart"ucap Aurel dan Satria hanya mengangguk-anggukan kepalanya
eatria segera keluar dari rumah sakit mencari pejual bubur ayam yang dikatakan istrinya itu
setelah sampai didepan Godamart memang disana ada penjual bubur ayam seperti yang dikatakan oleh Aurel dan disana terlihat banyak sekali pembeli yang antri
satria pun mendekati penjual bubur ayam itu
sesampainya disana satria terkejut melihat dua orang yang dikenalnya
Kakak dan iparnya juga ada disana sedang Antri
satria mendekati mereka lalu menepuk pundak azlan pelan,azlan yang aditepuk pundaknya repleks menoleh kearah belakang dan ternyata adik angkatnya yang melakukan itu
"loh sat ,kamu juga ada disini?!!" tanya Azlan
"iya kak,kakak sendiri kok jauh amat sampai sini beli bubur ayam sepagi ini" tanya Satria heran
"hai sat,kamu disuruh istrimu beli bubur ayam juga?!!" tanya Riki saat melihat Satria juga ada disana lalu kepalanya celingak-celinguk seperti mencari seseorang
"kamu kena Ki, kamu cari siapa?!!"ucap azlan saat melihat Riki seperti orang bingung
"saya mencari Azka dan Bayu siapa tau aja mereka "sahut Riki, azlan dan satria juga memperhatikan sekelilingnya
"mereka nggak ada"ucap satria dan diangguki oleh keduanya
"ayo pesan buburnya itu antriannya sudah mulai berkurang" ujar Azlan lalu berjalan terlebih dahulu mendekati gerobak bubur pakde Timbul
satria dan Riki pun mengekor dibelakang kakak itu
"pakde saya pesan buburnya tapi ayamnya sedikit saja trus langsung dicampur sama kerupuknya sampai kerupuknya melempem"pesan Azlan pada pakde Timbul dan itu membuat Kedua adiknya mengernyitkan kening
pakde Timbul juga mengernyitkan keningnya karena beru kali ini ada yang memesan bubur ayamnya langsung dicampur dengan kerupuknya
namun pakde Timbul tetap saja membuatkan pesanan pelanggan itu
"ini den pesanannya"ucap pakde timbul
" ini pak uangnya, sekalian saya bayar untuk pesanan adik-adikku"ucap Azlan lalu menunjuk kearah Satria dan Riki
Riki maju terlebih dahulu membuat pesanan istrinya