
oh kalau begitu ini hanya demam biasa atau mungkin kangen Bundanya "ujar Ayumi
"mungkin saja nak, karena sudah beberapa hari ini sebelum Icha demam sering mengigau dalam tidurnya " jawab Bu Hanim
"kalau begitu biarlah Icha disini dulu untuk istirahat malam ini,sambil menunggu infusannya habis, semoga tidak kejang lagi setelah saya berikan obat kejang "ujar Ayumi dan diangguki oleh bu Hanim dan Rafa
saat sedang bercerita dan tentang Arisha dan Bu Hanim juga bertanya tentang Ayumi sendiri,Arisha tiba-tiba terbangun dan memanggil- manggil bundanya
Ayumi segera menghampirinya untuk memeriksa keadaan Arisha
"Assalamualaikum cantik,kamu sudah bangu nak?" ujar Ayumi lembut pada Arisha
"Dunda" ucap Arisha lalu memeluk pinggang ramping Ayumi
Bu Hanim ingin menghentikan cucunya namun Ayumi melarangnya
"tidak apa-apa Bu, takutnya panasnya akan naik lagi jika kita larang dan buatnya kecewa "ujar Ayumi memberi pengertian
"maaf nak Ayumi " ujar Bu Hanim merasa tidak enak hati
"iya bu tidak apa-apa " ujar Ayumi lagi
"Dunda nanan peldi ladi ya,icha au mama dunda"ujar Arisha yang masih memeluk tubuh Ayumi dan menyembunyikan wajahnya diperut rata Ayumi
Ayumi membalas pelukan Arisha
namun tak mengucapkan sepatah katapun karena Ayumi bingung harus menjawab apa
Bu Hanim dan Rafa yang menyaksikan itu menitikkan Air mata,tanpa mereka sadari pak Aditya dan Riki melihat itu semua
juga menitikkan air mata mereka merasa kasihan kepada icha yang tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu
disana juga ternyata ada Rana dan Abian putra pertama Riki
Abian tidak pernah melihat Adiknya bisa sedekat itu dengan orang yang baru di temuinya
Bukannya Riki tidak ingin menikah lagi,sudah beberapa kali Riki mengenalkan teman baiknya kepada keluarga dan anak-anaknya namun tak satupun yang bisa mengambil hati anak-anaknya
"Dunda,danan peldi- peldi ladi ya,talo dunda peldi icha itut tama ata' abi" ujar Arisha lagi dengan berderai air mata
"iya sayang, tapi icha juga harus janji lekas sembuh dan jangan sakit lagi okey" ujar Ayumi menanggapi ucapan Arisha karena Ayumi tidak tega melihat air mata anak kecil itu
Ayumi menghapus Air mata gadis kecil itu dan tersenyum manis
"oteh dunda, Icha dandi nda cakit ladi" ucap Arisha dengan senyuman dibibir nya dan ajaibnya Demam Arisha langsung normal
"oma dunda icha cuda Puyang,Ata' abi cini ata'! apatah ata' nda lindu pama dunda?" ucap icha pada oma dan kakaknya yang masih berdiri dipintu masuk klinik
Abian yang disebut namanya oleh sang adik langsung berjalan mendekati adiknya yang masih setia memeluk pinggang Ayumi
"waduh,samapai kapan anak ini memelukku kakiku rasanya sudah mau patah tapi biarlah demi kesembuhan anak ini dan masalah menjelaskannya nanti iti urusan keluarganya "ucap Ayumi dalam hati
Abian kini berdiri disamping ranjang tempat Arisha dan Ayumi berada
"eh duduk dulu mbak nanti kakinya pegal kalau berdiri terus "ujar Rafa memberikan kursi kecil untuk Ayumi
"makasih mas Rafa" ujar Ayumi tersenyum manis
"oh mas ganteng baik banget "ucap Ayumi dalam hati
"iya mbak sama" jawab Rafa dan membalas senyuman manis Ayumi
"cantik juga nih cewek,hidung mancung, bibir tipis berwarna pink,bulu mata lentik mata hitam pekat "ucap Rafa dalam hati mengagumi Ayumi
Rafa tersadar dari lamunannya saat sang ibu menyenggol lengannya
Rafa hanya cengar-cengir dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
"ade' harus dengerin apa yang bunda katakan ya,kamu harus cepat sembuh dan jangan sakit lagi kakak akan menjadi sedih jika kamu sakit lagi" ujar Abian pada Adiknya iti
"iya ata' adet janji nda atan satit ladi,adet nda Au ata cedih pama dunda peldi ladi"jawab Arisha dengan senyumannya
"Waalaikumsalam"Jawab semuanya bersamaan
Riki dan pak Aditya yang masih berdiri di dekat pintu segera masuk kedalam klinik agar Nana bisa masuk karena ditangan nana ada nampan berisi teko dan cangkir teh
sedangkan dibelakang Nana ada Arumi yang juga membawa nampan berisi bubur dan air putih
Ayumi kaget melihat pria yang pernah ditabraknya Beberapa hari lalu dikedai mie kering namun Ayumi segera menetralkan rasa terkejutnya
Riki pun sama terkejutnya ternyata gadis bar-bar yang menabraknya tempo hari adalah seorang dokter namun Riki segera menampilkan wajah datarnya
"nah itu makanannya sudah datang " ujar Ayumi menunjuk Arumi dan Nana
"loh mbak kan yang tadi siang mengatarkan saya baju pesanan dari Yumi Fashion ?" ujar Rana pada Arumi
"eh iya mbak Rana Khumaira kan?" ujar Arumi lalu menyerahkan nampan yang dibawanya pada kakaknya dan melanjutkan perbincangannya dengan Rana
"Icha makan dulu ya,biar cepat sembuh " ujar Ayumi pada Arisha dan menyodorkan sendok yang berisi bubur kemulut Arisha
Arisha segera membuka mulut Nya dan memakan bubur yang diberikan Ayumi, semua senang melihat Arisha makan dengan lahap karena selama ini Arisha sangat susah untuk disuruh makan
"Alhamdulillah,icha sudah mau makan" ujar Bu Hanim
Riki tersenyum melihat putrinya makan dengan lahap sampai bersendawa karena baru kali ini putrinya itu makan banyak
"wah Icha hebat ya kakak, buburnya habis"ujar Ayumi pafa Abian
"iya bunda,icha memang hebat " jawab Abian tersenyum, Ayumi sangat suka senyum kedua anak kecil itu
"iya don icha tan bau tepat pembuh ata',icha bau bain-bain cama bunda "ujar Icha wajah berbinar
"iya sayang, insya Allah ya" ujar Ayumi menepati janjinya atau pun tidak itu urusan keluarganya nanti untuk menjelaskan pada gadis kecil itu
malam pun semakin larut
"jadi bagaimana nak Ayumi apakah icha bisa dibawa pulang ? ujar Bu Hanim
"kalau bisa sih bu biar Icha dirawat dulu disini semalam sampai cairan infusnya habis dan kondisi tubuhnya benar-benar pulih"ujar Ayumi menjelaskan alasannya mengapa icha harus dirawat inap
"baiklah kalau itu yang yang terbaik menurut nak Ayumi"ujar Bu Hanim pada Ayumi
"insya Allah besok icha akan bisa pulang dan sehat kembali " ujar Ayumi meyakinkan Bu Hanim dan keluarganya
"aamiin, terimakasih banyak ya nak Ayumi " ujar pak Aditya
"iya pak sama-sama "ujar Ayumi
"kalau begitu kami pamit nak Ayumi,besok kami datang lagi menjenguk icha
Icha oma dan opa pulang dulu ya sayang besok kami kesini lagi jemput icha"ujar Bu Hanim
"iya oma,icha mo bobo cini ja
icha mo bobo cama dunda" ujar Icha,apa yang mereka takutkan jika icha akan menangis bila ditinggalkan tapi kali ini icha sangat santai dan tenang, mereka saling tatap lalu melemparkan senyum
"dek kakak pulang dulu ya,kamu jangan jangan nakal ya nurut sama Bunda "ucap Abian mencium pipi adiknya
Ayumi tersenyum melihat itu mereka saling menyayangi
"iya Ata',adet danji nda atan datal dan yuyut pama dunda" ujar Arisha
"Ayah antar oma dan opa pulang dulu ya sayang "ujar Riki pada putrinya
"iya yayah" jawab Arisha
"Raf,Ran kakak pulang dulu ya antar mama sama papa pulang dulu"ujar Riki pada kedua adiknya yang sedang asyik ngobrol dengan Arumi san dan Nana
"iya kak" ujar mereka berdua