Mas Duda I Love You Full

Mas Duda I Love You Full
Bab 104



setelah Arumi menceritakan semua yang dialaminya saat dikampus tadi, Bu Ayudia merasa bersyukur karena putri bungsunya tidak terluka


"Sat, bagaimana orang-orang yang sudah menyerang adikmu "Ucap Bu Ayudia pada satria


"tidak usah khawatir mah, anak-anak sudah mengurus mereka " Jawab satria dan Bu Ayudia Hanya mengangguk anggukkan kepalanya karena dia tau bagaimana cara kerja anak-anak angkatnya itu


mereka tidak akan melepaskan orang-orang yang ingin mencelakai dirinya, Ayumi dan Arumi


"lebih baik kita makan siang dulu setelah itu kita kemakam oma dan opa "ucap Bu Ayudia


"iya umah "jawab satria dan Arumi


mereka bertiga masuk kedalam rumah dan langsung menuju meja makan Arumi dan Satria mencuci tangan mereka di wetafel dekat dapur


"ayo makan sebelum makanannya benar-benar dingin "ucap Bu Ayudia dan diangguki oleh kedua anaknya


setelah selesai makan Arumi membersihkan meja makan dan mencuci piring dan peralatan makan yang mereka gunakan walau pun mereka memiliki Art namun Arumi sudah biasa melakukan itu semua sejak kecil karena kata Omanya jika kita bisa melakukannya sendiri mengapa merti mengandalkan orang lain


Art punya banyak pekerjaan bukan hanya melayani kita, mereka juga manusia bukanlah robot mereka juga punya rasa lelah dan butuh istirahat


itulah yang selalu Arumi dan kakaknya ingat sehingga mereka memperlakukan art mereka seperti saudara mereka sendiri dan menyempatkan diri untuk meringankan pekerjaan mereka


walaupun hanya mengerjakan pekerjaan yang ringan


kini mereka sudah dalam perjalanan menuju pemakaman umum dikota X dimana kedua orang tua dan kakak Bu Ayudia dimakamkan


"sat,kamu dan azlan apa sering kemakam Oma dan opa ?!"tanya Bu Ayudia pada Satria


"sering mah kalau kami ada pekerjaan disini dan punya waktu luang kami menjenguk oma,opa dan paman


terakhir kami kemari sebelum dan setelah resepsi pernikahanku rencananya kami akan kemakam opa dan oma setelah resepsi pernikahan Arumi dan Azka


kami ingin mengenalkan pasangan kami masing-masing pada opa, Oma dan paman"ucap satria dengan mata berkaca-kaca


dengan cepat satria menghapusnya sebelum melelehkan laharnya


satria merasa sangat bersyukur dipertemukan dengan Ayumi dan mengajaknya pulang waktu itu


Ayumi dan Arumi memberikan dia kasih sayang seorang adik pada kakaknya yang begitu besarnya sampai akhirnya opa dan Oma mengangkatnya menjadi cucunya dan mulai hari itu satria berjanji akan melindungi keluarga itu dengan segenap jiwa dan raganya


kini mereka telah sampai di pemakan umum, satria membeli tiga kantong bunga dan air yang dijual oleh masyarakat sekitar pemakaman


"eh mas Satria,mau jengukin opa dan Omanya ya mas!? "tanya ibu-ibu penjual bunga yang sering satria tempati beli bunga


"iya bu,lagi ngantar umah dan adikku untuk ketemu opa dan oma"jawab satria lalu membayar sekantong bunga yang dibelinya


lalu satria berjalan menuju penjual bunga yang satunya lagi dan satria membeli sati kantong lagi bunga disana


orang-orang disana sudah merasa heran dengan itu semua karena satria,Azlan dan azka akan membeli bunga ditempat yang berbeda-beda alasan mereka adalah bagi-bagi rezeki


"eh mas Satria sendirian aja,mas Azlan dan mas azka nggak ikut ziarah mas?"tanya ibu-ibu penjual bunga yang ketiga yang didatangi oleh satria


"tidak bu mereka lagi kerja,saya lagi menemani umah dan adikku ziarah katanya kangen sama oma dan opa"jawab satria


"opa dan omamu sangat beruntung walaupun mereka sudah tiada namun anak dan cucunya selalu datang untuk menjenguknya "ucap ibu itu penuh haru karena banyak orang-orang yang datang berziarah kepemakaman orang tuanya disaat-saat tertentu saja namun berbeda denga pemuda yang membeli bunganya itu dan juga keluarganya yang lain mereka akan datang jika mereka memiliki waktu yang senggang


"kalau begitu saya permisi ya bu,umah dan adikku sudah lama menunggu,ini uangnya bu dan kembaliannya buat jajan eskrim cucu ibu"ucap satria lah


"terima kasih banyak mas Satria semoga Reski mas Satria dan keluarga makin bertambah dan barokah "ucap ibu itu meresa bersyukur satria melebihkan uang pembelian bunganya


"aamiin,sama-sama bu" jawab satria dan berjalan masuk kedalam pemakaman dimana Bu Ayudia dan Arumi menunggunya


"ini bunganya "ucap satria menyodorkan kantong plastik berisi bunga dan air pada Bu Ayudia dan Arumi


mereka berjalan menuju pemakaman opa dan Oma yang sedikit jauh dari gerbang


setelah menabur bunga dan menyiram air kembang


mereka berdoa untuk orang-orang tersayang mereka yang telah mendahului mereka


"oma opa satria merindukan kalian, semoga kalian bahagia disana


kalian orang-orang baik sehingga keturunan kalian juga sangat baik semua


alfatihah untukmu kesayanganku "ucap satria dalam hati,air matanya tak bisa lagi dibendungnya


"oma,opa,paman Arumi akan menikah sebentar lagi, Do'akan rumi ya semoga pernikahan Rumi berjalan lancar


opa,oma Rumi sangat merindukan kalian


Alfatihah untukmu orang-orang hebatku "ucap Arumi dalam hati air matanya sudah menganak sungai tak ingin berhenti kerinduan yang begitu dalam untuk keduanya


"abi umy abang,audi datang menjenguk kalian,audi sangat merindukan kalian


kalian tau tidak Audi Sangat bahagia sibungsu yang dulunya sangat cengeng dan manja sebentar lagi akan menikah


Bang audi sudah memenjarakan orang yang telah melenyapkan nyawamu dia telah menerima semua karmanya


"alfatihah untuk kalian kesayanganku , beristirahat lah dengan tenang karena Audi sekarang tidak lagi hanya bertiga dengan putri-putri ku namun sekarang saya sudah punya dua orang cucu yang sangat lucu dan pintar "ucap Bu Ayudia dengan air mata sudah menetes dipipinya


"Abi,umy abang Audi pamit ya, nanti kami akan kemari lagi menjenguk kalian,audi akan mengajak anak-anak dan para menantuku juga cucu-cucuku mereka akan kuperkenalkan pada kalian


assalamualaikum Abi umy abang kami pulang ya"ucap bu Ayudia menghapus air matanya begitu pun dengan Arumi dna dan satria


setelah dari pemakaman mereka langsung melanjutkan perjalanan mereka untuk pulang ke desa makmur jaya


beberapa kali mereka berhenti untuk sholat dan sekedar meluruskan pinggang mereka yang terasa pegal-pegal


setelah menempuh beberapa jam perjalanan kini mereka telah sampai dirumah Bu Ayudia saat menjelang sholat isya


"umah satria nggak masuk ya satria langsung pulang"ucap satria pada Bu Ayudia


"iya nak, terimakasih ya kamu langsung istirahat ya nak"jawab Bu Ayudia dengan begitu lembut


"iya Umah, Assalamualaikum "ucap Satria


"waalaikumsalam "jawab Bu Ayudia


saat mobil satria sudah tidak terlihat lagi Bu Ayudia masuk kedalam rumah dan langsung masuk ke kamarnya untuk bersih-bersih dan beristirahat karena esok hari akan kembali bekerja