Mas Duda I Love You Full

Mas Duda I Love You Full
bab 129 Drama sore para Bumil



"beditu ya oma,padalal Icha Penen liat monet tantip, apatah patai pistip taya bibu,mami juda Dunda " Arisha kembali bertanya karena penasaran namun pertanyaannya itu membuat yang lain ingin tertawa


"iya sayang mereka itu pakai lipstik dan pakai bedak makanya mereka cantik, sudah yuk kita masuk kalian bersih-bersih


dan kalian ber empat bersihkan halaman rumah dari kulit rambutan hasil berburu mereka "ucap Bu Ayudia memandang ke empat pria yang berdiri dibelakang Nana


Bu Ayudia dan bu ijah masuk kedalam rumah meninggalkan anak-anak mereka diluar


"yang buat ulah siapa !! yang dihukum siapa !!!"gerutu azka


"jadi nggak mau nih mas bersihkan sampah-sampah ini?! tanya Nana pada suaminya


"kan yang makan rambutan kalian kenapa mesti kami yang repot "ucap Azka lagi


"oh jadi mas nggak mau nih ceritanya bantuin bersihinnya karena bukan mas yang buang-buang sampah nya"ucap Nana dengan nada sinis


"lah kan memang bukan saya yang buat sampah nya jadi kenapa mesti saya yang repot-repot "jawab Akza


"oke,kalau begitu mas Azka sebentar pulang sendiri saya mau nginap dirumah ibu"jawab Nana


Azka hanya terdiam mencerna ucapan istrinya Nana pun beranjak mengambil sapu yang tersimpan di dekat garasi dan mulai menyapu karena dia tidak ingin kena marah lagi dari mertuanya


"papi juga nggak mau bantuin mami bwraihin ini?!"tanya Aurel pada suaminya Aurel bergelayut manja dilengan Suaminya satria merangkul pinggang istrinya yang mulai melebar


"tentu saja sayang,papi akan bantuin Mami Dengan sepenuh jiwaku sayang "Jawab satria memcium pipi Aurel


"makasih papi,makin cinta deh "Aurel membalas mencium pipi suaminya dan berlalu masuk kedalam rumah


"Na,kamu masuk aja sana bantu ibu buat makan malam biar kakak saja yang bersihkan "satria merebut aapu dari tangan Nana


"tapi kak..."ucapan nana terpotong karena satria sudah menyuruhnya untuk masuk


"sudah masuk sana "jawab satria


"makasih ya kak karena kakak sudah mau mengerti tidak kayak ono"ucap Nana mengerucutkan bibirnya menunjuk suaminya dan berlalu masuk kedalam rumah


"mas kamu maukan bantuin yumi"ucap Ayumi mengelus-elus lengan kekar suaminya


"tentu saja sayang "jawab Riki


"makin cinta deh" Jawa Ayumi mencium pipi suaminya


"yumi masuk dulu ya mas,jangan kangen loh"ucap Ayumi genit pada suaminya itu dan berlalu masuk kedalam rumah


"iya sayang kamu istirahat ya,biar mas yang bersihkan "jawab Riki


"Da....da...masku sayang I Love you Full


ummach " Ayumi memberikan ciuman jauh untuk suaminya


"Babah mau kan bantu Bibu !?"ucap Fatiyah


"kalau Babah tidak mau Apa Babah tidur dirumah sendirian !?" ujar Azlan menyindir adiknya


"tentu saja, Babah harus tidur dirumah sendirian dan satu minggu Babah nggak dapat jatah "ucap Fatiyah


"wih seram Amat sayang bisa-bisa saya jadi sakit kepala " jawab Azlan


"biarin aja,tapi kalau babah mau bantu Bibu bersihkan sampah-sampahnya entar malam dua ronde "ucap Fatiyah mengedip-ngedipkan matanya ganit pada suaminya itu


"tentu saja saya mau Sayang, sekarang kamu masuk ya istirahat kasian twins pasti capek diajak manjat-manjat "ucap Azlan mencubit dagu terbelah istrinya itu


"makasih Babah makin cinta deh"ucap Fatiyah dan masuk kedalam rumah dengan wajah sumringah


"kenapa ya mereka jadi genit gitu semenjak hamil "ucap Satria


"hahahaha, biarkan saja mereka genit sat kan kita juga yang untung


dimanja-manja dan yang pastinya nggak ditinggal tidur dirumah sendirian kayak ono" jawab Riki terkekeh geli


Sikap dingin ketiga pria tampan itu akan hilang saat mereka berada dirumah bersama istri dan keluarganya terkadang mereka jadi jahil dan konyol


mereka terkontaminasi dengan kekonyolan dan kejahilan Istri-istri mereka yang setiap hari pasti ada saja tingkahnya yang mampu membuat semua geleng-geleng kepala


"iya kamu benar Rik, yang penting kita ngak kedinginan tidur sendirian " sahut Azlan


"hahaha,kalian benar!!


"pak Darto sini bantuin kita tadi kan bapak sudah bantuin makan jadi sekarang bantuin bersihkan " ucap satria dan mulai membersihkan kulit-kulit rambutan yang berserakan


"pak Darto itu yang dikantong hitam besar bapa?!"tanya Riki menunjuk kantong plastik hitam Besar yang tergeletak begitu saja


"oh itu rambutan mas riki"jawab Pak darto


"rambutan !?"tanya Riki heran karena ada satu kantong plastik besar yang berisi rambutan


karena penasaran mereka pun mendekati kantong plastik itu dan melihat isinya


"ini kenapa isinya banyak begini pak!?"tanya Azka


"kan dipetikin sama mbak Aurel dan Mbak Fatiyah,malah mbak aurel makan yang masih hijau kayak gini"ucap pak darto memungut kulit rambutan yang masih berwarna hijau kemerahan dan mereka pasti tau rasanya sangat asam


"nah trus yang buah yang sudah merah di lempar kebawah jadi saya dan mbak Nana mungutin sambil makan sedangkan mbak Ayumi duduk tenang aja dibawah nunggu lemparan dari mbak Fatiyah dan Aurel"sambungnya


mereka ber empat menepuk jidatnya mereka sebenarnya sudah tau karena mendapatkan kiriman video dari Nana namun mendengar ucapan pak Darto mereka masih saja geleng-geleng kepala


"benar-benar mereka sangat unik"ucap Riki dan disambut gelak tawa mereka


setelah selesai membersihkan sampah-sampah hasil karya istri mereka kini mereka masuk kedalam rumah untuk bersih-bersih karena badan sudah terasa lengket tak lupa mereka membawa kantong plastik yang berisi rambutan itu kedalam rumah


mereka sholat Maghrib berjamaah seperti biasanya jika mereka sedang berkumpul


Fatiyah, Ayumi dan Aurel tidak ikut makan malam karena mereka akan mengalami mual dan muntah hingga makanan tidak akan pernah bisa masuk kedalam perut mereka karena akan langsung memuntahkannya


"sayang kamu tidak apa-apa ?!"tanya riki pada istrinya


"nggak apa-apa mas,kamu makan aja dulu "jawab Ayumi


"tapi kamu..."ucapan Riki langsung dipotong oleh istrinya


"tidak apa-apa mas,saya rebahan meluk baju baju kamu pasti akan sembuh "ucap Ayumi


"itukan bau Sayang, seharian loh,mas pakai bajunya trus ditambah lagi tadi mas nyapu halaman sampai berkeringat" jawab Riki


"wangi kok mas malah sangat wangi"ucap Ayumi memeluk baju kotor suaminya sambil berbaring


"ada-ada saja "ucap Riki


"kalau begitu mas turun dulu ya sayang kasian anak-anak sudah nunggu " ucapnya lagi


"iya mas,maaf ya mas nggak yumi bisa ngurus anak-anak "jawab Ayumi


Riki pun turun dari lantai Dua menuju Ruang makan dirumah Lama bu Ayudia karena rumah baru Bu Ayudia akan dibeli oleh orang tua bayu jadi bu Ayudia lebih memilih kembali kerumahnya yang lama karena disana ada kliniknya


semenjak Ayumi, Fatiyah dan Aurel hamil mereka lebih sering berada dirumah Bu Ayudia karena Bu Ayudia akan kewalahan jika mereka tinggal ditempat yang berbeda walaupun rumah mereka berdekatan sedangkan setiap sore ketiga ibu hamil itu akan mengalami mual dan muntah


pernah sakali mereka harus dipasangkan infus karena tidak berhenti muntah jadi mereka tidak bisa makan dan membuat mereka loyo


"istri kalian tidak bisa makan lagi!?"tanya bu Ayudia pada anak dan menantunya


"iya umah" jawab ke-tiganya


"berdoa saja semoga mereka ngidam satu makanan biar anak kalian bisa makan jadi jangan mengeluh jika mereka minta ini dan itu karena memang seperti itu lah ibu hamil dan kalian seharusnya bersyukur karena ngidam mereka saat malam hari bukan dipagi hari saat kalian harus berangkat kerja "ucap Bu Ayudia


"ayo sekarang makan mumpung istri-istri kalian anteng"ucapnya lagi dan membuat yang ada dimeja makan terkekeh


mereka maka dengan tenang hanya sesekali terdengar suara Bu Ayudia menawarkan makanan untuk kedua cucunya ataupun suara Arisha meminta sesuatu


setelah makan mereka duduk bersama di ruang keluarga sambil ngemil keripik singkong dan kentang goreng


"jadi umah beneran akan jual rumah baru umah sama papah Wijaya !?"tanya Azlan


"iya lan,umah kan buat rumah itu buat adikmu rumi tapi mertuanya tidak ingin tinggal disana jika buka atas nama mereka katanya mereka canggung tinggal dirumah menantu sedangkan mereka masih sanggup untuk membeli rumah


mereka juga senang tinggal disini,kita dekat-dekatan


awalnya mereka ingin beli rumah ini tapi umah Fikir rumah ini rumah pertama umah saat pertama datang kesini dan disini juga ada klinik Umah jadi ya umah sarankan untuk beli rumah yang baru itu saja "jawab bu Ayudia


"jadi kapan rencana mereka pindah !?"tanya Azka


"katanya sih bulan depan biar nggak buru-buru kita pindahannya"jawab bu Ayudia


"ohhh "kompak mereka