Mas Duda I Love You Full

Mas Duda I Love You Full
Bab 115 jadi terkenal dalam sehari



Pov Calvin


saat ku membuka mata,mataku hanya dapat melihat semua serba putih


ada apa denganku,saya sekarang ada dimana?!


apakah saya sudah berada disurga?!


ku edarkan pandangan dan saya dapat melihat mami dan papi


Duduk disofa, terlihat papi mengelus punggung mami, mungkin untuk menenangkannya


"mami papi"panggilku dengan suara pelan


namun mami dan papi masih bisa mendengarnya ,


mami dan papi Segera menghampiri ku


"sayang kamu sudah sadar nak!!? Alhamdulillahirabbil alaamiin"suara mami sangat serak mata mami juga terlihat sangat sembab


mami memelukku sangat erat, sebegitu khawatirnya mami padaku,tak terasa Air mataku menetes Karena selama hubunganku dengan Ayumi selesai dan memilih menikah dengan Bella mami dan papi tidak pernah lagi peduli padaku


ternyata mereka masih saja khawatir padaku


papi mendekatiku dan langsung menekan tombol yang berbeda disamping tempat tidur ku untuk memanggil dokter


papi memelukku dengan Erat matanya berkaca-kaca


"bagaimana perasaanmu nak!?"tanya papi setelah melerai pelukannya


"calvin baik-baik saja pi,hanya kepala calvin rasanya sangat sakit "jawabku


"kita tunggu dokter dan memeriksamu,kamu istirahatlah dulu "ucap papi


"iya pi"jawabku singkat


tak berselang berapa lama pintu ruangan tempatku dirawat diketuk


papi langsung berjalan menuju pintu dan membukanya


"permisi pak,kami akan memeriksa keadaan mas Calvin "ucap seorang pria paruh baya memakai jas putih dan dileharnya tergantung stetoskop


yang saya taksir usianya sekitar 60 tahunan


mami dan papi kini sudah berdiri bersisian tidak jauh dari tempat tidurku memperhatikanku dan Dokter yang akan memeriksaku


"selamat malam mas Calvin bagaimana perasaannya !?" tanya dokter Wisnu saya membaca nametag dibajunya


"sudah baikan dokter tapi kepala ku terasa sangat sakit "jawabku


"oh begitu ya,kalau begitu saya periksa dulu ya"ucap dokter Wisnu


"iya dok" jawabku


"Alhamdulillah, kondisi mas calvin tidak ada perlu khawatir kan,mas Calvin hanya harus banyak istirahat dan saya akan meresepkan beberapa obat dan vitamin "ucap dokter Wisnu


"iya dok, terima kasih banyak "jawabku


"mas Calvin juga harus makan tepat waktu karena asam lambung mas Calvin juga sempat naik dan itu membuat mas calvin drop dan membuat kepala mas Calvin terus Terasa sakit "ucap dokter Wisnu


"dan satu lagi mas Calvin jangan terlalu banyak fikiran itu juga bisa memicu asam lambung naik dan imun dalam tubuh menurun sehingga kita bisa langsung drop "ucap dokter Wisnu lagi


"iya dok saya akan mengikuti setiap saran dokter "jawabku


"baiklah kalau begitu mas Calvin, nanti suster yang akan mengantarkan obatnya kemari tapi mas Calvin harus makan dulu sebelum makan obatnya "ucap dokter Wisnu


"iya dok"jawabku


"baiklah kalau begitu saya permisi dulu "ucap dokter Wisnu dengan senyumannya


"mari pak bu saya permisi dulu "ucap dokter Wisnu berpamitan pada mami dan papi lalu keluar dari ruangan perawatanku di ikuti oleh kedua suster


"mi"panggilku pada mami dan Hanya sekali saja saya memanggilnya mami segera menghampiri ku


"kenapa nak"tanya mami


"Calvin lapar mi"ucapku karena perut ku sudah sangat perih karena lapar


"oh sayang maafkan mami"ucap mami lalu berdiri dan berjalan menuju meja disana dapat kulihat ada sebuah termos mini yang tercolok kesambungan listrik


mami mencabut colokan listrik itu lalu membuka tutup termos mini itu dan menuangkan isinya


ternyata itu adalah bubur


mami mendekatiku dengan membawa piring yang berisi bubur,mamu duduk dikursi yang ada didekat tempat tidurku


"ayo sayang mami suapin kamu ya"ucap mami lembut dan saya pun mengangguk


papi dengan sigap membantuku menaikkan tempat tidur yang dibagian kepalaku agar saya tidak usah repot-repot untuk duduk


"terima kasih pi"ucapku


"sama-sama boy"jawab papi tersenyum hangat


mami pun dengan telaten menyuapiku,tak terasa bubur ayam yang ada dipiring tandas dan perutku kini sudah terasa sangat kenyang


mamiku juga membantuku untuk minum,susterpun sudah datang mengantarkan obat untuk ku minum saat saya makan tadi


saya pun meminum obat itu lalu beristirahat,saya merasa kasian melihat kedua orang tuaku yang menjaga ku


papi sudah mengatur kembali tempat tidurku dengan posisi tidur seperti semula


"mami dan papi juga istirahat ya"ucapku dan mereka berdua mengangguk


didalam kamarku ini ada satu bed untuk penjaga pasien


"panggil kami jika kamu butuh sesuatu ya nak"ucap papi dan saya hanya mengangguk


mereka berdua pun naik keatas ranjang dan merebahkan tubuh lelah mereka karena seharian menjagaku


...****************...


ke esokan Harinya saat membuka mata saya sudah melihat ada William duduk dan ngobrol bersama papi dan mami


tidurku semalam sangat nyenyak mungkin karena pengaruh obat yang kuminum


"mi"panggilku


"eh sayang kamu sudah bangun !?"ucap mami dan mendekatiku


"iya mi,hai wil kamu sudah Lama ?!"ujarku menjawab pertanyaan mami dan juga menyapa sahabat baikku itu


"hai Bro bagaimana keadaanmu !? apa masih ada yang terasa sakit !?"ucap William mencecarku dengan bertanyaan


"sudah merasa lebih baik,hanya saja kepalaku masih Terasa pusing pak dokter "jawabku mencoba untuk sedikit bercanda agar suasana tidak terlalu tegang


"akh kau ini, syukurlah kalau kamu sudah merasa lebih baik "ucap William


"maaf selalu merepotkan mu dan terimakasih banyak karena Kamu selalu ada untukku Bro "ucapku merasa tidak enak hati pada William


saya merasa sangat bersyukur memiliki sahabat seperti William karena dia selalu ada untukku dalam keadaan terpurukku pun dia tidak meninggalkanku


"iya sama-sama bro"jawabnya


"sayang kamu mau bersih-bersih dulu atau mau langsung makan dna minum obat ?!"tanya mami


"Calvin bersih-bersih saja dulu mi, Calvin juga mau buang air kecil "jawabku


"Oke Bro,ayo saya antar kamu ketoilet "ucap William dan saya hanya mengangguk


William memapahku ketoilet karena kakiku masiha terasa lemas dan gemetaran mungkin karena seharian kemarin saya tidak sadarkan diri


Dan Saya memegang botol infus yang sudah ditutup oleh William terlebih dahulu


"makasih Wil "ucapku saat sudah sampai di dalam toilet dan mendudukkanku pada sebuah kursi besi yang memang disediakan didalam toilet itu


botol infus ku pun sudah digantung oleh William pada sebuah tiang besi yang beroda agar memudahkanku untuk menggeser- gesernya


"oke Bro Santai aja,saya menunggumu diluar ya jika kamu butuh sesuatu kamu panggil saya saja "ucap William lalu keluar dari dalam toilet meninggalkan ku


setelah selesai bersih-bersih William kembali membantuku kembali keranjang


mami juga sudah menyampaikan makanan dan obat untukku


Baru saja saya selesai makan dan minum obat dua orang sahabatku datang menjengukku


"assalamualaikum, Tante om"ucap Devan dan Rudy menyapa kedua orang tuaku lalu mencium punggung tangan mereka


Devan dan Rudy terlihat bawa parcel buah dan beberapa makanan


"kenapa mesti repot-repot nak"ucap mami


"tidak apa-apa Tante kami tidak repot kok"Jawab Rudy


"hai Bro bagaimana keadaanmu "ucap devan sudah berada disamping tempat tidur ku


"Alhamdulillah, sudah mendingan Bro, makasih ya sudah datang "ucapku


"Santai aja bro,kami ken memang seharusnya datang "jawab Devan


"memangnya kamu kenapa sih sampai-sampai kamu bisa jatuh pingsan begitu ?!"tanya devan mukai kepo


"saya juga tidak tau Bro kepalaku tiba-tiba saja terasa sangat pusing "jawabku jujur


"kamu tau nggak kamu itu sudah terkenal dalam jangka waktu satu hari " Ucap Rudy


saya mengernyitkan dahi karena tidak tau apa yang dimaksud oleh Rudy


"maksudnya apa Rud?!"tanyaku penasaran


"nih liat bro"ucap Rudy memperlihatkan Akun sosial medianya padaku dan disana terlihat jelas saat saya berjalan keatas pelaminan lalu bersalaman dengan Ayumi dan suaminya dan beberapa menit kemudian saya jatuh pingsan


disana juga terlihat sangat jelas William terlihat panik dan khawatir sedangkan ayumi hanya diam saja memperhatikanku dan Wiliam tangannya tak lepas dari lengan kekar suaminya


ada rasa tidak rela namun apa daya ini kesalahanku sendiri melepaskannya begitu saja hingga akhirnya dia dimiliki oleh pria lain


saya menghela napas panjang untuk membuang rasa sesak di dada


kedua sahabatku bergantian mengelus punggungku


"sabar Bro kamu harus bisa move on "ucap devan