Mas Duda I Love You Full

Mas Duda I Love You Full
Bab 191 kepergian Bu Raidah



Setelah beberapa hari Bu Raidah dan siska dirawat dirumah sakit mereka belum memperlihatkan banyak perubahan, bahkan Bu Raidah saat ini dalam keadaan kritis karena penyakitnya kini menggerogoti hampir seluruh tubuhnya


kini kaki Bu Raidah juga membengkak dan luka di punggungnya semakin parah


Bu Raidah juga sudah menjalani operasi pada punggungnya namun tidak membuahkan hasil


Arumi, Bayu dan pak Wijaya hanya bisa pasrah dengan keadaan mereka berdua namun mereka selalu berdoa agar mereka berdua di berikan keajaiban dan bisa kembali di tengah-tengah mereka lagi


seperti biasa arumi setia merawat ibu mertuanya itu walaupun kini wanita paruh baya itu tidak lagi memberikan respon apapun namun arumi selalu mengajaknya bicara


arumi sering menceritakan bagaimana tingkah laku anak-anaknya yang suka jahil berharap ibu mertuanya itu memberikan respon namun yang ada hanya tetesan bening mengalir disudut matanya dan itulah yang membuat Arumi yakin jika ibu mertuanya itu mendengar semua yang diucapkannya


Arumi tidak pernah lelah, membacakan ayat-ayat suci Al-Qur'an disamping ibu mertuanya itu walaupun kadang Arumi sering bisa menahan tangisannya karena merasa iba pada kondisi ibu mertuanya disaat ini


sebelum Bu Raidah dinyatakan kritis dia beberapa kali meminta maaf dan berterima kasih kepada Arumi karena mau merawatnya


"amumi ma inta aaf,olong daga memua ika ma eddi (Arumi mama minta maaf, tolong jaga semua jika mama pergi)" ucap bu Raidah saat Arumi menyuapinya bubur saring


Arumi hanya mengangguk-angguk saja karena tidak begitu paham dengan apa yang ibu mertuanya katakan


itulah terakhir kalinya Bu Raidah mengajak Arumi berbicara


Arumi selalu setia menemani Bu Raidah dan membisikkan doa dan mengajak Bu Raidah beristighfar


Bima tidak pernah datang hanya untuk sekedar melihat keadaan ibunya


setiap bayu menelponnya untuk memberitahukan bahwa mama mereka dalam keadaan kritis namun bima tak kunjung datang menjenguk sang ibu


,bima selalu beralasan jika dia sangat sibuk atau Bima beralasan jika anak-anaknya sangat rewel


bahkan bima pernah terang-terangan mengatakan jika dia tidak akan pernah mau datang jika Pak Wijaya ada disana tapi mereka tidak pernah memberi tahukan pada bima jika siska istri kedua ayahnya


Bayu tidak mau lagi ambil pusing tentang sikap bima adiknya, Bayu sekarang fokus lebih memilih fokus pada ibunya


"keluarga Bu Raidah " ucap salah satu perawat yang menangani bu Raidah selama ini


"saya sus,saya anaknya " jawab Bayu yang kebetulan sedang menunggu ibunya karena sang istri sedang sholat duhur di musholla rumah sakit itu dan pak Wijaya sedang berada diruang perawatan siska yang belum juga sadarkan diri


"ada apa dengan mama saya sus!?" tanya bayu


"dokter Cristian ingin bicara dengan bapak" ucap perawat itu


"Baik sus saya akan menemui Dr.Cristian diruangannya" jawab Bayu


"Baik pak kalau begitu saya tinggal dulu" ucap perawat itu lagi


"iya sus, makasih "jawab Bayu


"mari pak " ucap perawat itu lalu meninggalkan Bayu, Bayu hanya mengangguk saja


"ada apa mas!?" tanya Arumi yang baru saja datang dari musholla


"Dr.Cristian ingin bicara sama mas mungkin tentang perkembangan kesehatan Mama ". jawab Bayu


"oh ya sudah,lebih baik mas temuin Dr.Cristian segera takut ada hal serius tentang mama yang ingin diberi tahukan" ucap Arumi


"kalau begitu saya tinggal dulu sebentar ya sayang,saya mau keruangan Dr.Cristian "jawab bayu


"iya mas, semoga semua baik-baik saja "ucap Arumi dan diangguki oleh suaminya itu


Bayu meninggalkan istrinya itu diruang tunggu depan ruangan perawatan Bu Raidah untuk menemui Dr.Cristian


tak berselang beberapa lama pak Wijaya datang menghampiri Arumi yang duduk di bangku tunggu sambil memainkan ponselnya


"Rum, Bayu kemana ?" tanya pak Wijaya


"lagi keruangan Dr.Cristian pa" jawab Arumi


"oh..,apa kamu sudah makan !?" tanya Pak Wijaya


"belum pa,mas Bayu belum sempat cari makan kekantin " jawab Arumi


"papa sendiri apa sudah makan!?" Arumi balik bertanya pada ayah mertuanya itu


"belum sempat Rum" jawab pak Wijaya


"ya sudah papa kekantin saja makan duluan " ucap Arumi


"trus kamu bagaimana,apa mau papa belikan sesuatu !?" tanya pak Wijaya


"tidak usah pa,biar nanti Arumi kekantin bareng mas Bayu setelah papa selesai makan


jadi kita bisa gantian jaga mama" jawab Arumi


pak Wijaya pun melangkah pergi menuju kantin untuk makan siang yang sudah sangat terlambat


sedangkan diruangan Dr.Cristian Bayu kini duduk dihadapan dokter yang selama ini menangani Bu Raidah


"bagaimana keadaan mama saya dok!?" tanya Bayu


"em...begini pak Bayu,kami sudah melakukan semua cara yang terbaik dalam menangani ibu pak bayu namun sepertinya obat-obatan yang kami berikan selama ini sudah tidak lagi direspon oleh tubuh Bu Raidah


jadi pak bayu dan keluarga harus banyak bersabar dan ikhlas jika suatu hari ibu pak bayu menyerah untuk berjuang hidup


karena penyakitnya sudah menyebar keseluruh tubuhnya dan tulang-tulang beliau sudah rapuh karena penyakitnya itu


kami juga heran luka di punggung ibu pak bayu semakin hari semakin parah dan berulat


maaf pak Bayu


jadi saya harap pak bayu bersabar dan berbesar hati dan selalu berdoa semoga Bu Raidah diberikan keajaiban dari Allah SWT " ucap Dr.Cristian menjelaskan semuanya


bayu hanya tertunduk pasrah,Tak terasa air matanya mengalir membasahi pipinya


"baik dokter terimakasih banyak atas bantuannya selama ini,kalau begitu saya permisi " ucap Bayu


"iya pak bayu sama-sama "jawab Dr.Cristian


bayu pun keluar dari ruangan Dr.Cristian dan kembali menemui istrinya yang sedang menunggunya didepan ruang rawat mamanya


"mas,apa kata dokter!? bagaimana keadaan mama" tanya Arumi tidak sabar ingin tau perkembangan kesehatan Mama


mertuanya


Bayu kini duduk disamping sang istri lalu mulai menceritakan apa yang Dr.Cristian katakan padanya


"astaghfirullah alazim,tapi kita iuga tidak bisa menentang takdir Allah mas mungkin kita doakan saja semoga mama di berikan yang terbaik "jawab Arumi meneteskan air matanya begitu pun bayu


"yang mas sesali kenapa bima sampai saat ini tidak datang menemui Mama walaupun hanya sebentar "ucap bayu semakin terisak


pak Wijaya yang baru saja datang dan mendengar semua cerita Bayu


"maafkan mas ,Raidah karena


mas sudah menghianati janji suci pernikahan kita.Mungkin juga karma untuk mas istri kedua mas sampai sekarang belum sadarkan diri siska masih koma


anak kami yang baru lahir pun tidak pernah dilihatnya " ucap Pak Wijaya menyeka air matanya yang sudah membasahi pipinya yang sudah mulai keriput


pak Wijaya menghampiri anak dan menantunya karena menyadari jika mereka berdua belum makan apa-apa sedari pagi


"Bayu Arumi, sebaiknya kalian makan dulu ini sudah sangat siang dan kalian sedari pagi belum makan" ucap pak Wijaya


"saya belum lapar pa" jawab bayu


"bayu kamu jangan egois kasihan istrimu, jangan sampai dia pun ikut sakit "ucap pak Wijaya


"astaghfirullah,maafkan mas sayang karena mas tidak memikirkan kesehatanmu " ucap Bayu memeluk pundak istrinya


"iya mas tidak apa-apa, sebaiknya kita kekantin untuk makan mas saya sudah sangat lapar " jawab Arumi dan diangguki oleh Bayu


kini mereka berjalan berdua menuju kantin untuk mengisi perut mereka yang keroncongan


tak berapa lama setelah mereka selesai makan siang ponsel bayu berdering,dan pak Wijaya yalah yang meneleponnya


"halo pa,ada apa!?" tanya Bayu


🗣️ bayu cepatlah kembali kemari nak Hiks hiks hiks "ucap pak Wijaya terisak


"ada apa pa!?" tanya bayu lagi


,🗣️ mamamu bay, Hiks hiks hiks " pak Wijaya masih saja terisak membuat Bayu semakin gelisah dan penasaran ada apa dengan mamanya


"ada apa mas!?"tanya Arumi


"tidak tau Rum,papa ngomongnya tidak jelas,papa berbicara sambil menangis "jawab bayu


"ya sudah ayo kita kembali keatas " ucap Arumi dan mulai berdiri dari duduknya dan di ikuti oleh Bayu


...****************...


innalilahi wa innailaihirojiun


selamat jalan mama Raidah semoga Khusnul khatimah dan dosa-dosamu diampuni oleh Allah SWT 😭😭😭


"yang sabar ya mas bayu, author bikin mamanya meninggoy biar nggak kelebihan dosa nanti dan bukan kelebihan lemak kayak author 😊😊😉