Mas Duda I Love You Full

Mas Duda I Love You Full
Bab 78



"Baiklah kamu tidak mau menalak ku dengan keadaan masih hidup jadi sekarang saya akan membuat diriku menjadi janda karena suamiku mati"ujar Bu Ayudia tersenyum menyeringai


"apa maksudmu Ayudia ?"tanya pak Umar berkeringat dingin


"saya tidak bermaksud apa-apa tenang saja umar,saya hanya ingin mengingatkan kamu sama sesuatu "ujar Bu Ayudia lalu memperlihatkan sebuah obat yang diambilnya dari dalam tas kecilnya yang diselempangnya


"apa itu Ayudia ?"tanya pak Umar gugup


"hahahaha,kamu pasti sangat tau apa ini


Cobalah untuk mengingat-ingatnya"ujar Bu Ayudia tertawa sinis


"I-itu "ucap pak Umar semakin gugup


"hahahaha kamu sudah mengingatnya Umar ?!"ucap Bu Ayudia dengan senyuman yang tidak bisa di artikan


"Ayudia kau mau apakan obat itu"tanya pak Umar lagi


"mmm, bagusnya obat ini diapakan ya?"ucap Bu dengan mengetuk-ngetuk dagunya seperti orang berfikir


"bagaimana kalau obat ini saya suntikkan kepadamu setelah itu saya mengatakan bahwa kamu terkena serangan jantung "ucap bu Ayudia pada akhirnya


"jangan Ayudia,saya mohon saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan ku lagi"ucap pak Umar


"oh ya,jika saya meminta kamu mengembalikan Abi dan Bang Athilla apa kamu bisa Umar ?"tanya Bu Ayudia dengan mata yang sudah memerah


"i-itu itu mana Mungkin Ayudia dan kenapa kamu meminta ku untuk mengembalikan Abi dan Bang Athilla ? Apa hubungannya dengan ku?!" jawab pak Umar gugup


"hahahaha,apa hubungannya dengan mu kamu bilang ? "ujar Bu Ayudia


"iya apa hubungannya denganku"jawab pak Umar lagi


"baiklah baiklah,mungkin karena usiamu semakin tua jadi otakmu sudah tidak berfungsi sebagian hingga kamu sekarang pikun,dan sekarang saya akan mengingatkanmu saya bagusnya mulai dari mana ya"ucap bu Ayudia lalu menarik kursi yang berbeda didekatnya lalu duduk menghadap Umar yang lain pun melakukan hal yang sama mereka mencari kursi untuk mereka duduki bahkan Azka dan Arumi sudah duduk diatas meja panjang yang ada di dalam ruangan itu


"dek Asyik kali ya kalau ada cemilan yang menemani kita"ujar azka pada Arumi


"iya kak kayaknya seru deh"jawab Arumi


Pletak


Pletak


"ish apaan sih kak"ujar Azka mengelus jidatnya yang mendapat jitakan manja dri Azlan begitu juga dengan Arumi


"iya kakak ini main jitak aja nih jenong nanti makin seksi kak kalau sering dijitak"ujar Arumi menimpali ucapan azka yg juga mendapatkan jitakan manja dijidatnya


"hus kalian bedua nih selalu aja bikin orang naik tingkat "ujar satria


"kamu sama aja dengan mereka "jawab Azlan


"sudah mas jangan kamu nggak usah meladeni adik-adik mu itu kita dengar kan saja umah "ujar Fatiyah mengingatkan Azlan


"tapi yank"jawab azlan


"Usstt,diam nggak mas kalau nggak mau diam saya yang diam"ujar Fatiyah dan itu membuat yang lain menutup mulutnya agar tawa mereka tidak meledak


Prfffftttt....


Bayu juga ikut menutup mulutnya dan geleng-geleng kepala melihat tingkah mereka semua dalam situasi geting dan serius begini mereka masih saling melempar candaan


"saya ingatkan kamu ya Umar dengar kan baik-baik "ujar Bu Ayudia mukai bersuara dan mereka semua mulai diam menunggu kelanjutan cerita Bu Ayudia


"dulu kamu menemani kakakku untuk keluar kota menghadiri pernikahan anak salah satu kolega bisnisnya karena kamu waktu itu seorang dokter yang juga kenal dengan mereka namun saat itu kamu tiba-tiba pulang sendiri tanpa kak atta dan alasan kamu kak Atta yang menyuruhmu pulang terlebih dahulu karena Ayumi dan Arumi demam kami pun percaya dengan ucapanmu


ke esokan Harinya kami mendapatkan kabar bahwa kak Athilla dilarikan ke rumah sakit karena terkena serangan jantung tiba-tiba dan diapun meregangkan nyawa,kami percaya berita itu jadi kami tidak mengusutnya karena kami berfikir itu hanya akan memberangkatkan kak Athilla dialam kuburnya


Setelah kak Athilla meninggal Abi mempercayakan perusahaan kak Athilla kepadamu karena Kamu adalah menantu satu-satunya yang mereka punya


Kamu Abi angkat menjadi CEO Diperusahaan kakak dan itulah yang kamu inginkan


Kamu masih ingat itu kan Umar ? Dan penyebab kematian kakakku adalah obat ini yang kau suntikkan saat dia tertidur karena kamu tau efek kerja obat ini sehingga kamu bergegas untuk pulang sehingga kamu tidak dicurigai sama sekali"ujar Bu Ayudia dengan deraian air mata namun dengan cepat dihapusnya


Pak Umar terkejut karena rahasia besar yang disimpannya selama ini sudah terkuak


yang lain pun terkejut mendengar kebenaran itu


Iya kan Umar ? Dan saat itu abi mengeluh sakit kepala namun Abi ingin menghadiri rapat penting untuk melakukan kerja sama dengan perusahaan Besar Pratama corp


waktu itu kamu menawarkan untuk menyuntikkan vitamin agar sakit kepala Abi berhenti


Abi pun mau karena dia sangat percaya padamu


Dan obat ini juga yang kau pakai


Kan Umar ?


Abi waktu itu mengajak mu untuk menemaninya karena pak heri waktu itu tidak bisa datang karena sedang dirawat di rumah sakit namun kau menolaknya dengan alasan kamu akan rapat kerja sama juga dengan klienmu


Sehingga mau tidak mau Abi Berangkat sendiri


Karena kamu sudah memprediksikan kapan obat itu akan bereaksi jadi saat abi membawa mobilnya untuk pulang dia merasakan tubuhnya lemas dan akhirnya dia tidak bisa mengendalikan mobil yang dikemudikannya dan terjadilah kecelakaan "ujar Bu Ayudia yang sudah terisak karena dadanya terasa sesak bila mengingat semuanya


Pak Umar menundukkan wajahnya dia sudah pasrah jika detik itu juga Ayudia menyuntik matinya


Anak-anak Ayudia pun ikut menangis mereka tidak menyangka jika seperti itu kenyataannya


Azlan, satria dan Azka mengepalkan tangannya wajah mereka sudah memerah karena emosi mereka sudah berada di ubun-ubun namun mereka tidak ingin melakukan apa-apa Tanpa perintah dari bu Ayudia yang lebih berhak menghukum pak Umar


"kamu sudah ingat semuanya Umar ?"tanya Bu Ayudia masih berusaha menahan emosinya agar tidak meledak


"maafka saya Ayudia, maafkan saya"hanya itu Yang dapat pak Umar ucapkan


Bu Ayudia mengeluarkan alat suntik dan mulai memasukkan obat itu kedalam obat suntik itu


Pak Umar semakin berkeringat dingin walaupun dia berkata pasrah namun dalam hatinya yang terdalam dia belum ingin mati


Arumi turun dari meja yang didudukinya bersama Azka lalu berjalan mendekati ibunya lalu memeluknya dari belakang


"jangan umah, jangan berikan obat itu kepada abah siapa yang akan menikahkanku jika Babah sudah meninggal "ujar Arumi yang sudah berderai air mata membasahi pundak sang ibu memohon kepadanya


""kau dengar Umar,anak yang ingin kau tukar dengan harta dan kau sakiti masih membelamu dan masih menghargaimu sebagai ayahnya dan ingin kau yang menikahkannya sedangkan kau hanya bisa menorehkan luka untuk mereka "ujar Bu Ayudia memeutar tubuh Arumi yang bergetar karena menangis


Bu Ayudia memeluk erat tubuh putri bungsunya itu dan ikut menangis


pak Umar pun ikut menangis entah karena apa


Apa dia sudah menyesali perbuatannya atau merasa terharu karena putri bungsunya masih ingin membelanya


Aurel yang melihat Ayumi dan Riki berdiri dipintu segara menghampirinya


"kamu dari mana saja sih?"tanya Aurel pada Ayumi


"kami disini sedari Tadi "jawab Ayumi


"bohong kamu"ujar Aurel tidak percaya


"kalau nggak percaya ya sudah saya nggak maksa"jawab Ayumi mengecutkan bibirnya


"rambut kalian kok basah sih? Kalian mandi ya ?"tanya Satria penasaran


"hehehe iya mandi soalnya gerah "Jawab Riki cengengesan


"gerah karena apa nih?!"ujar Aurel menggoda Ayumi dan Riki


Mereka berdua hanya saling pandang dan tersenyum


"yhank yuk kita bulan madu juga di kamar yang tadi kayaknya seru deh "ujar satria pada Aurel


"hayuk, mereka aja bisa masa kita tidak "jawab Aurel menimpali ucapan suaminya itu


"nggak ada bulan madu bulan madu, sekarang kita pulang.


Azka telpon polisi dan suruh mereka membereskan ini semua saya sangat lelah "ucap azlan


Satria dam Aurel mengerucutkan bibirnya mendengar ucapan Azlan yang tak terbantahkan sedangkan Ayumi dan Riki hanya cekikikan melihat semuanya


Azka segera malakukan perintah sang kakak